Jumat, 07 Juli 2017

Tentu, kita tidak mau wajah kita dirubah menjadi wajah keledai

Makmum, Kapan memulai ucapan dan gerakan dalam sholat berjamaah?

4 kondisi makmum terhadap imam :

1. Musaabaqah,
yaitu makmum mendahului imam dalam bertakbir, rukuk, sujud, salam dan gerakan sholat lainnya. Para ahli fiqih sepakat haram hukumnya mendahului takbir dan gerakan imam.

Imam muslim dalam shahihnya, dari anas bin malik rodiallahu'anhu, ia berkata, "Pada suatu hari Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam shalat mengimami kami. Setelah selesai shalat  beliau menghadap kepada kami dan barkata, "Wahai sekalian manusia, aku adalah imam kalian, maka janganlah mendahului rukuk, sujud, dan berdiriku. dan jangan pula mendahuluiku dalam berpaling. Sesungguhnya aku bisa melihat kalian dari depan dan dari belakangku."


imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Hurairah rodhialullahu 'anhu, dari Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda, "Tidaklah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam merasa takut bilamana Allah merubah kepalanya menjadi kepala keledai atau merubah rupanya menjadi rupa keledai."

Mendahului imam dengan sengaja dapat membatalkan sholat.  Bagi yang lupa atau lengah atau tidak tahu hukumnya, shalatnya tetap sah.

2. Muwafaqah atau muqaranah,
yakni gerakan makmum seiring dengan gerakan imam ketika perpindahan dari satu rukun ke rukun-rukun lainnya, seperti dalam mrlakukan rukuk dan sujud. termasuk di dalamnya mengucapkan takbiratul ihram seiring imam.

Cara ini juga keliru, karena belum bisa dikatakan 'mengikuti' imam srbagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wassallam, dalam sabda beliau,


"Sesungguhnya imam diangkat untuk diikuti. Bertakbirlah jika imam telah bertakbir, sujudlah jika imam telah sujud, bangkitlah jika imam telah bangkit. Jika imam mengucapkan sami'allahu liman hamidah, ucapkanlah robbana wa lakal hamdu. jika imam shalat dalam keadaan duduk maka duduklah kalian semua." (HR. Muslim)

(hadist memuat ucapan dan gerakan imam yang harus diikuti bukan bersama-sama gerakan dengan imam atau bahkan menduhului.)

Imam Ibnul Abdil  Bar Al-Qurthubi berkata, "Hadist ini  mununjukkan bahwa makmum harus bergerak setelah gerakan imam, tanpa ada jeda pemisah. sebab huruf fa dalam hadist (فّكّبـروا - فاسجدوا - فارفعوا )  berfungsi sebagai ta'qib dan isti'jal. ......" Misalnya dalam kalimat : jaa-a Zaidun fa Amrun, artinya : Zaid datang baru kemudian Amru. Yakni Amru datang setelah Zaid.

3. Ta-akhkhur,
 adalah tertinggal dari mengkuti imam satu atau dua rokaat atau bahkan lebih, baik karena udzur maupun tanpa udzur.

Jika makmum tertinggal dari mengikuti imam karena ada udzur sehingga ia tertinggal satu rakaat penuh atau lebih, maka ia harus mengikuti imam dan mengganti ketinggalannya itu. Jika ketertinggalannya itu tidak sampai satu rakaat penuh maka hendaklah ia mengejar ketertinggalannya hingga ia dapat mengikuti imam kembali.

Udzur yang dimaksud disini ialah mengantuk, lengah, imam terlalu cepat dan sejenisnya.
Jika ia tertinggal tanpa udzur, misalnya ia melakukan dengan sengaja maka sholatnya dianggap tidak sah. Sebab ia dengan sengaja melepaskan diri dari mengikuti imam.


Catatan saya : Kasus tertinggalnya gerakan sampai satu rakaat atau lebih, boleh jadi jarang kita temui tetapi yang banyak kita temukan ketika imam sudan takbirotul ihram makmum belum mengikuti imam, bahkan kadang imam sudah membaca Al-Fatihah baru makmum bertakbiratul ihram. 

Ada Ustadz yang menyampaikan, untuk menghindari keterlambatan makmum ketika takbiratul ihram karena ada sesuatu yang harus dibaca, maka makmum membacanya sebelum imam takbiratul ihram, sehingga ketika imam takbir makmum pun bisa mengikutinya tanpa jeda sesuai tuntunan. 

Kasus lain adalah di sujud terakhir, kadang ada makmum ketika imam sudah takbir untuk duduk tahiyat akhir, ada makmum masih tetap sujud hingga beberapa lama (kemungkinan berdoa di sujud terakhir).  Tuntunan sholat berjamaah tentu ini suatu pelanggaran.  Berdoa di sujud terakhir, berapa pun panjang bisa dilakukan di sholat sendiri (sunat).

4. Mutaba'ah (mengikuti imam).
Inilah yang diwajibkan atas para makmum dan bisa dikatakan mengikuti imam dengan sebenarnya, yaitu makmum melakukan gerakan setelah  gerakan imam.  Sehingga setiap gerakan yang dimulai oleh para makmum dilakukan setelah imam memulainya.  Demikian pula ketika mengakhiri gerakan. Imam lebih dahulu mengakhiri gerakannya baru disusul oleh para makmum.  Hal iini berlaku juga dalam ucapan, ucapan makmum harus dimulai setelah imam memulainya.

Kesimpulan :

Gerakan dan ucapan makmum harus setelah gerakan dan ucapan imam, bukan sebelum imam menyempurnakan gerakan dan ucapannya. Artinya makmum harus memulai gerakan d ucapan setelah imam melakukannya.

Berdasarkan riwayat Al-Barra' rodhiallahu 'anhu, ia berkata, "Setelah Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan sami'allahu liman hamidah maka kami tetap berdiri tegak hingga melihat  beliau meletakkan dahi beliau di tempat sujud barulah kami mengikuti gerakan beliau." (shahih Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan para sahabat bahwa mereka berkata, "Biasanya Rasulullah berdiri tegak sementara kami masih dalam keadaan sujud".

Abdullah bin Mas'ud rodhiallahu 'anhu pernah melihat orang yang mendahului imam,  beliau berkata, "Engkau tidaklah shalat sendirian dan tidak pula mengikuti imam."

Abdullah bin Umar rodhiallahu 'anhuma pernah melihat seseorang mendahului imam, beliau berkata kepadanya, "Engkau tidak shalat sendirian dan tidak pula shalat mengikuti imam." Beliau memukul orang itu dan menyuruhnya mengulangi shalat. (shahih Muslim)

Kalau  saja shalatnya sah tentunya Abdullah bin Umar rodhiallahu ‘anhuma tidak menyuruhnya mengulangi shalat.  Riwayat-riwayat di atas merupakan dalil nyata bahwa makmum baru boleh memulai gerakan  shalat, seperti berdiri, rukuk, sujud dan lainnya setelah imam sempurna melakukannya.

--------
Disarikan dari buku bimbingan lengkap shalat berjama'ah. Dr. Shalih bin Ghanim As-Sadlan. (Ustadz di Fakultas Syariat Riyadh)

Kamis, 25 Mei 2017

Tulisan Kang Aher, untuk menyongsong Ramadhan!

😌TELAT BANGUN, TELAT SADAR ADLH KEBIASAAN BURUK YG HANYA MNGANTARKN KITA PD MALAPETAKA.😘
Diantara tulisan terbaik Kang Aher Gubernur JABAR

BREAKING NEWS : [Madrasah Ramadhan : BANGUN lebih awal, SADAR lebih awal]

1. Sebentar lagi Ramadhan menjelang. Allahumma bariklanaa fii Sya'ban wa balighnaa Ramadhan. #Marhaban

2. Salah satu pelajaran penting dlm Madrasah Ramadhan yg kita lalui tiap tahun adalah : BANGUN LEBIH AWAL. #sahur

3. Agar bisa bangun lebih awal, biasanya di kampung-kampung ramai org memukul kentongan. Kentongan jg seringkali digunakan sbg isyarat jika terjadi musibah dan bencana. #EarlyWarning

4. Ramadhan dan kentongan ingin mendobrak kebiasaan buruk kita, kaum muslimin, yg senantiasa telat bangun, TELAT SADAR. #kentongan

5. TELAT SADAR adalah kebiasaan buruk yg hanya mengantarkan kita pada malapetaka. Dan ketika itu terjadi, yg tersisa hanyalah penyesalan tiada guna. Kata orang 'bijak' : "penyesalan itu datangnya belakangan, kalau duluan itu namanya pendaftaran". :D

6. Tengoklah sejarah kehancuran Bani Abbasiyah ditangan bangsa Mongol. Awalnya, Khalifah al-Musta’shim memandang remeh bangsa Mongol yg dipimpin Hulagu Khan. Khalifah dan kaum muslimin baru tersentak ketika satu persatu wilayah mrk berhasil direbut dan dihancurkan. #TelatSadar

7. Selama 40 hari non-stop kaum muslimin dibantai : kota dibakar, wanita diperkosa dan dibunuh, bayi disembelih, jutaan tengkorak kaum muslimin ditumpuk menjadi piramid. Tanah memerah dgn genangan darah. Sungai Tigris menghitam akibat tinta dari ribuan kitab di perpustakaan Bait al-Hikmah yg dibuang.
#Baghdad1258

8. Sebuah Imperium besar yg menguasai hampir sepertiga bumi, hancur oleh bangsa Mongol yg nomaden. Mayoritas dibantai minoritas. Pendatang pula. #TelatSadar

9. Ya.....mayoritas "dibantai" minoritas. Dimana dan kapanpun bisa terjadi. #TelatSadar.

10. Di negeri mayoritas muslim pun hal tsb kini terjadi. Dipinggirkan secara politik, dimarginalkan secara ekonomi, dilecehkan secara budaya. #DIBANTAI

11. Saat simbol-simbol keislaman sbg identitas kita digugat dan dilecehkan, tiba-tiba kita melihat simbol identitas pihak lain di tengah-tengah kita dgn begitu vulgarnya. #PaluArit

12. Masih ingatkah kita peristiwa tahun kemarin? Utk pertama kalinya simbol 'Naga Merah' muncul dalam logo HUT 488 DKI Jakarta. Apa maksudnya? #cina-isasi.

13. Dalam perang-perang klasik, menancapkan panji-panji (simbol) di pusat kerajaan (baca : ibukota) lawan menandakan penaklukan atas wilayah tsb. #NagaMerah

14. Dalam ilmu psikologi, manusia dikenal sbg makhluk simbol, yang seringkali mengasosiasikan dirinya dengan simbol-simbol tertentu.
#PaluArit
#NagaMerah

15. Pun dalam ilmu sejarah, simbol atau lambang itu menempati perhatian khusus. Adalah bohong jika simbol dianggap tidak memiliki peran dan pesan ideologis. Seluruh aliran ideologi pasti memiliki simbol yang mewakili cita-cita mereka.

16. Kebetulankah jika kini si 'Palu-Arit' dan 'Naga Merah', yg berasal dari akar ideologi yg sama, muncul secara beriringan dan saling bersimbiosis mutualisme?
'Naga Merah' butuh pengalihan, dan 'Palu-Arit' butuh pemunculan. #Branding

17. Fakta-fakta yg berserak saat ini seharusnya membuat kita tersentak. Tapi itulah penyakit kita: hanya sekedar kaget. 'Mendusin' kata orang betawi. Utk kemudian terlelap kembali. #TelatSadar

18. Tak sampai setahun sejak simbol 'Naga Merah' ini muncul, mrk telah berhasil mengusir dan merampas tanah pribumi di pesisir ibukota. Mereka bangun dan perluas basis koloni mrk meski dgn melanggar UU di negara berdaulat(?) ini.
#reklamasi

19. Dengan jerat utang yg mrk pasang, negeri ini sudah mrk anggap sebagai provinsi sendiri. Seenaknya mrk kirim ribuan pendatang ke negeri ini tanpa bisa kita tolak. Mrk pikir ini transmigrasi kali, ya....???

20. Data di Kementerian Ketenagakerjaan menunjukan bhw sejak Januari 2014 hingga Mei 2015 telah dikeluarkan izin utk lebih dari 41.000 org tenaga kerja asal cina, dengan 13.000 lebih diantaranya sdh stand by di Indonesia. #Googling

21. Berapa lagi jumlah yg masuk sejak Juni 2015 hingga sekarang? Termasuk buruh kasar pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. #ngeri

22. Yakin semua yg datang hanyalah buruh kasar semata? Tidak adakah dari ribuan imigran itu yg merupakan infiltran yg sengaja disusupkan dgn membawa misi tertentu? #spionase

23. Tadinya kita berfikir bhw 5 org pekerja cina yg berhasil menyusup dan menggali tanah di pangkalan udara militer Halim Perdana Kusuma hanyalah murni kelalaian administrasi keimigrasian belaka.
#NoPaspor

24. Tapi kecurigaan layak muncul tatkala terbongkarnya kasus Lion Air dgn nomor penerbangan JT 161 yg kemarin menurunkan penumpang dari singapura di terminal kedatangan domestik, hingga lolos dari pengecekan imigrasi. #nyusup

25. Yang perlu dicatat dan digarisbawahi adalah: terbongkarnya kasus di Halim dan Lion Air ini terjadi dgn "tidak sengaja".
(Wamakaru Wamakarallah)

26. Di Halim krn pas ada patroli dari petugas jaga; di Lion Air krn ada netizen yg memposting kejadian "aneh" yg dialami anak sahabatnya.

27. Artinya, jika ini tidak ramai di sosial media, bisa jadi ini adalah operasi senyap utk menyelundupkan org asing ke negeri kita, dgn Singapura sbg pusat transitnya. Ingat...Singapura adalah tanah melayu yg berhasil di di-cina-ckan.

28. Tanya dong....siapa sih pemilik Lion Air, dan apa posisinya di Istana Merdeka? :D

29. Bicara soal susup-menyusup, pernah dong nonton film TROY? Bagi yg blm nonton....nonton dong :p

30. Intinya, pada perang penaklukan kota Troya (Trojan War), tentara Yunani yg sudah putus asa akhirnya menemukan strategi jitu dgn meninggalkan patung kuda raksasa yg indah dan megah di depan gerbang kota Troya yg sulit mrk tembus.

31. Para pembesar Troya yg sudah merasa memenangkan peperangan tidak menyadari jebakan ini. Mereka tarik patung kuda itu hingga masuk ke benteng kota, tanpa menyadari bhw di dalam perut patung kuda raksasa itu tengah bersembunyi sekian banyak pasukan terbaik Yunani.

32. Tepat tengah malam, selepas para pembesar Troya terlelap akibat lelah setelah pesta seharian, pasukan Yunani keluar dari perut patung kuda. Satu per satu pasukan penjaga mrk bunuh. Dan gerbang kota yg 10 tahun gagal mrk tembus akhirnya berhasil dibuka.

33. Sejurus kemudian, tentara Yunani yg sdh menunggu diluar berhasil masuk utk kemudian menyerbu, membakar, dan menguasai kota. #Tragis

34. Kita patut khawatir jika investasi cina di tanah air merupakan 'Trojan War' gaya baru. Mereka siapkan proyek-proyek raksasa dgn menyusupkan ribuan pasukan naga di dalamnya yg siap menyerbu Indonesia, negeri muslim TERBESAR di dunia. #EarlyWarning

35. Apalagi kini cina lebih mudah menyusupkan org nya ke Indonesia karena dibantu oleh londo ireng.

36. BREAKING-NEWS : Mendagri menegaskan bahwa pembuatan e-KTP tidak perlu pengantar RT/RW dari kelurahan setempat.

37. NGERI!!!...krn nanti RT/RW sbg unit siskamling terkecil, tidak lagi mengenal warganya. Mrk tidak lagi memegang data dari KTP-KTP yg beredar, meski di KTP itu tercantum wilayah RT/RW yg menjadi tanggung jawab mrk.

38. Apalagi dgn pemberlakuan KTP seumur hidup, yg pastinya tidak akan ada lagi proses cross check data di tingkat kelurahan. #LOLOS!!!...

39. Semakin mudah menjadi warga Indonesia, bukan? #Pil-Pres-2019

40. So.... masih menganggap ini semua tidak terjadi "apa-apa"? #SAHUUURRR...BANGUN...ELING...SADAR...#

41. Wahai saudaraku...... Dengarkan suara "kentongan" itu. Segera BANGUN, Segera SADAR. JANGAN TELAT. Jangan sampai semua mjd penyesalan kelak. #EarlyWarning
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. adz-Dzariyat: 55).

42. Yakinlah kemenangan itu milik org2 bertaqwa, karena itu adalah janji-NYA...
"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itulah yang mendapatkan kemenangan". (Q.S. An-Naba’ : 31).

43. Insya ALLAH... Ramadhan ini akan mengantarkan kita... la'allakum tattaquun. Aamiin.
********

...semoga kita semua "eling dan waspada", "sadar dan peduli", "tidak telat, tidak tel-mi"...semoga bermanfaat...

===dikutip dari WA.

Puisi yang menghebohkan! (setidaknya untuk Indonesia)

Yang tambah heboh, selain isi dari puisi tersebut, yang konon buatan Denny JA, dibawakan oleh Panglina TNI, Jendral Gatot di Rapimnas partai golkar di kalimantan.  Awalnya entah kenapa pak Jendral membacakan puisi itu. (sebenarnya apa salahnya orang baca puisi, tapi memang isinya yang bikin merinding bulukuduk saya he-he...) Tapi kemudian saya baru ngeh, ketika kapuspen TNI menjawab pertanyaan wawancara di TV One, bahwa puisi itu merupakan peringatan bagi kita bangsa indonesia akan akibat dari migrasi dari penduduk yang mengakibatkan pribumi terpinggirkan (kalimat pastinya tidak seperti itu, tapi intinya yaa  seperti itu), sambil memberikan contoh, bagaimana kaum asli amerika, indian, terpinggirkan, begitu juga aborigin di Australia dan contoh yang lebih dekat lagi adalah Singapura.

Saya, tampilkan puisi itu dari account AA Gym di Fb. (mungkin para pemirsa sudah pernah membacanya di tempat lain)


KH. Abdullah Gymnastiar
Ini Puisi Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Rapimnas Golkar

Jaka pemimpin demonstran
Aksinya picu kerusuhan
Harus didalami lagi dan lagi

Apakah ia bagian konspirasi?
Apakah ini awal dari makar?
Jangan sampai aksi membesar?
Mengapa pula isu agama
Dijadikan isu bersama?
Mengapa pula ulama?
Menjadi inspirasi mereka?

Dua jam lamanya
Jaka diwawancara

Kini terpana pak polisi
Direnungkannya lagi dan lagi
Terngiang ucapan Jaka

Kami tak punya sawah
Hanya punya kata
Kami tak punya senjata
Hanya punya suara

Kami tak tamat SMA
Hanya mengerti agama
Tak kenal kami penguasa
Hanya kenal para ulama

Kami tak mengerti
Apa sesungguhnya terjadi
Desa semakin kaya
Tapi semakin banyak saja
Yang BUKAN KAMI PUNYA

Kami hanya kerja
Tapi mengapa semakin susah?
Kami tak boleh diam
Kami harus melawan
Bukan untuk kami
Tapi untuk anak anak kami

Pulanglah itu si Jaka
Interogasi cukup sudah
Kini petinggi polisi sendiri
Di hatinya ada yang sepi
Dilihatnya itu burung garuda
Menempel di dinding dengan gagah
Dilihatnya sila ke lima
Keadian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kini menangis itu polisi
Cegugukan tiada henti
Dari mulut burung garuda
Terdengar merdu suara
Lagu Leo kristi yang indah
Salam dari Desa
Terdengar nada:
"Katakan padanya padi telah kembang
Tapi BUKAN KAMI PUNYA"

Mei 2017


====

Akhir-akhir ini banyak coretan-coretan yang sifatnya untuk menyadarkan kita akan keberadaan kita sebagai bangsa Indonesia dari kehilangan "segalanya"....  Berikutnya saya usahakan tampilkan coretan-coretan itu!

6 Argumen Muhammadiyah Mengapa Pakai Metode Hisab



Persoalan Hisab dan Rukyat sampai saat ini masih menjadi diskusi yang hangat. Salah satu saat Muhammadiyah ‘naik’ di media massa adalah ketika menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pasalnya, Muhammadiyah yang memakai metode hisab (perhitungan) terkenal selalu mendahului pemerintah yang memakai metode rukyat (melihat) dalam menentukan masuknya bulan Qamariah. Hal ini menyebabkan ada kemungkinan 1 Ramadhan dan 1 Syawal versi Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah. Dan hal ini pula yang menyebabkan Muhammadiyah banyak menerima kritik, mulai dari tidak patuh pada pemerintah, tidak menjaga ukhuwah Islamiyah, hingga tidak mengikuti Rasullullah Saw yang jelas memakai rukyat al-hilal. Bahkan dari dalam kalangan Muhammadiyah sendiri ada yang belum bisa menerima penggunaan metode hisab ini.

Umumnya, mereka yang tidak dapat menerima hisab karena berpegang pada salah satu hadits yaitu:
“Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan bebukalah (idul fitri) karena melihat hilal pula. Jika bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Hadits tersebut (dan juga contoh Rasulullah Saw) sangat jelas memerintahkan penggunaan rukyat, hal itulah yang mendasari adanya pandangan bahwa metode hisab adalah suatu bid’ah yang tidak punya referensi pada Rasulullah Saw. Lalu, mengapa Muhammadiyah bersikukuh memakai metode hisab? Berikut adalah alasan-alasan dari makalah Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A.

Hisab yang dipakai Muhammadiyah adalah hisab wujud al hilal,yaitu metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhi tiga parameter: telah terjadi konjungsi atau ijtimak ( posisi Bulan-Bumi-Matahari segaris lurus), ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk. Sedangkan argumen mengapa Muhammadiyah memilih metode hisab, bukan rukyat, adalah sebagai berikut.

Pertama, semangat Al Qur’an adalah menggunakan hisab. Hal ini ada dalam ayat “Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan” (QS 55:5). Ayat ini bukan sekedar menginformasikan bahwa matahari dan bulan beredar dengan hukum yang pasti sehingga dapat dihitung atau diprediksi, tetapi juga dorongan untuk menghitungnya karena banyak kegunaannya. Dalam QS Yunus (10) ayat 5 disebutkan bahwa kegunaannya untuk mengetahi bilangan tahun dan perhitungan waktu.

Kedua, jika spirit Qur’an adalah hisab mengapa Rasulullah Saw menggunakan rukyat? Menurut Rasyid Ridha dan Mustafa AzZarqa, perintah melakukan rukyat adalah perintah ber-ilat (beralasan). Ilat perintah rukyat adalah karena ummat zaman Nabi saw adalah ummat yang ummi (tidak kenal baca tulis) dan tidak memungkinkan melakukan hisab. Ini ditegaskanoleh Rasulullah Saw dalam hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim,“Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi; kami tidak bisa menulis dan tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu adalah demikian-demikian. Yakni kadang-kadang dua puluh sembilan hari dan kadang-kadang tiga puluh hari”..Dalam kaidah fiqhiyah, hukum berlaku menurut ada atau tidak adanya ilat. Jika  ada ilat, yaitu kondisi ummi sehingga tidak ada yang dapat melakukan hisab,maka berlaku perintah rukyat. Sedangkan jika ilat tidak ada (sudah ada ahl ihisab), maka perintah rukyat tidak berlaku lagi. Yusuf Al Qaradawi menyebu tbahwa rukyat bukan tujuan pada dirinya, melainkan hanyalah sarana. Muhammad Syakir, ahli hadits dari Mesir yang oleh Al Qaradawi disebut seorang salafi murni, menegaskan bahwa menggunakan hisab untuk menentukan bulan Qamariah adalah wajib dalam semua keadaan, kecuali di tempat di mana tidak ada orang mengetahui hisab.

Ketiga, dengan rukyat umat Islam tidak bisa membuat kalender. Rukyat tidak dapat meramal tanggal jauh ke depan karena tanggal baru bisa diketahui pada H-1. Dr. Nidhal Guessoum menyebut suatu iron ibesar bahwa umat Islam hingga kini tidak mempunyai sistem penanggalan terpaduyang jelas. Padahal 6000 tahun lampau di kalangan bangsa Sumeria telah terdapat suatu sistem kalender yang terstruktur dengan baik.

Keempat, rukyat tidak dapat menyatukan awal bulan Islam secara global. Sebaliknya, rukyat memaksa umat Islam berbeda memulai awal bulan Qamariah, termasuk bulan-bulan ibadah. Hal ini karena rukyat pada visibilitas pertama tidak mengcover seluruh muka bumi. Pada hari yang sama ada muka bumi yang dapat merukyat tetapi ada muka bumi lain yang tidak dapat merukyat.  Kawasan bumi di atas lintang utara 60 derajad dan di bawah lintang selatan 60 derajad adalah kawasan tidak normal, di mana tidak dapat melihat hilal untuk beberapa waktu lamanya atau terlambat dapat melihatnya, yaitu ketika bulan telah besar. Apalagi kawasan lingkaran artik dan lingkaran antartika yang siang pada musim panas melabihi 24jam dan malam pada musim dingin melebihi 24 jam.

Kelima, jangkauan rukyat terbatas, dimana hanya bisa diberlakukan ke arah timur sejauh 10 jam. Orang di sebelah timur tidak mungkin menunggu rukyat di kawasan sebelah barat yang jaraknya lebih dari 10 jam. Akibatnya, rukyat fisik tidak dapat menyatukan awal bulan Qamariah di seluruh dunia karena keterbatasan jangkauannya. Memang, ulama zamantengah menyatakan bahwa apabila terjadi rukyat di suatu tempat maka rukyat itu berlaku untuk seluruh muka bumi. Namun, jelas pandangan ini bertentangan dengan fakta astronomis, di zaman sekarang saat ilmu astronomi telah mengalami kemajuan pesat jelas pendapat semacam ini tidak dapat dipertahankan.

Keenam, rukyat menimbulkan masalah pelaksanaan puasa Arafah. Bisa terjadi  di Makkah belum terjadi rukyat sementaradi kawasan sebelah barat sudah, atau di Makkah sudah rukyat tetapi di kawasan sebelah timur belum. Sehingga bisa terjadi kawasan lain berbeda satu haridengan Makkah dalam memasuki awal bulan Qamariah. Masalahnya, hal ini dapat menyebabkan kawasan ujung barat bumi tidak dapat melaksanakan puasa Arafah karena wukuf di Arafah jatuh bersamaan dengan hari Idul Adha di ujung barat itu. Kalau kawasan barat itu menunda masuk bulan Zulhijah demi menunggu Makkah padahal hilal sudah terpampang di ufuk mereka, ini akan membuat sistem kalender menjadi kacau balau.

Argumen-argumen di atas menunjukkan bahwa rukyat tidak dapat memberikan suatu penandaan waktu yang pasti dan komprehensif. Dan karena itu tidak dapat menata waktu pelaksanaan ibadah umat Islam secara selaras diseluruh dunia. Itulah mengapa dalam upaya melakukan pengorganisasian sistem waktu Islam di dunia internasional sekarang muncul seruan agar kita memegangi hisab dan tidak lagi menggunakan rukyat.


Temu pakar II untuk Pengkajian Perumusan Kalender Islam (Ijtima’ al Khubara’ as Sani li Dirasat Wad at Taqwimal Islami) tahun 2008 di Maroko dalam kesimpulan dan rekomendasi (at Taqrir alKhittami wa at Tausyiyah) menyebutkan: “Masalah penggunaan hisab: para peserta telah menyepakati bahwa pemecahan problematika penetapan bulan Qamariahdi kalangan umat Islam tidak mungkin dilakukan kecuali berdasarkan penerimaan terhadap hisab dalam menetapkan awal bulan Qamariah, seperti halnya penggunaan hisab untuk menentukan waktu-waktu shalat”.

SUMBER : http://sangpencerah.id/2015/06/6-argumen-muhammadiyah-mengapa-pakai-metode-hisab/


Saya sendiri selama ini selalu mengikuti apa yang menjadi ketetapan dari Muhammadiyah ini.  Bukan karena saya orang Muhammadiyah, tetapi pemahamannya saya setuju dengan metode hisab ini.  Praktisnya bagi saya, di mana sekarang sudah zaman modern, semua sudah bisa ditentukan apalagi peralatan canggih sudah lengkap, sederhananya waktu sholat sudah bisa ditentukan, bahkan ada jadwal abadi.  Waktu dan tempat gerhana matahari atau bulan sudah bisa ditentukan waktunya bahkan jauh hari (tahun) sebelumnya.  Masa untuk urusan shaum dan idul fitri/idul adha harus menunggu detik-detik terakhir. 

Kadang, menurut saya, juga tidak konsisten, mereka sudah tahu dengan menghitung (hisab) posisi hilal, tetapi kemudian ketika rukyat kondisi cuaca mendung hampir di seluruh daerah pengamatan. Kalau mengikuti hadits, seharusnya digenapkan menjadi 30 hari karena bulan tidak terlihat, tetapi dirapat sidang istbat akhirnya ditentukan 1 ramadhan jatuh pada esok harinya, dengan alasan posisi hilal sudah tinggi di atas 2 derajat walaupun secara rukyat tidak terlihat. wallahu a'lam.

Senin, 22 Mei 2017

Lanjutan, dari musibah patah kaki.

Gara" mantan bos yg datang jauh", kristen lagi, saya setelah sekian lama kembali pakai celana panjang, karena mau diajak keluar rumah, yang selama ini menjadi orang rumahan. Dia tawarkan mau makan siang apa dan dimana, setelah itu mau jalan" kemana? Terakhir, selama ada di sini, hubungi saja klo mau jalan ke luar.

Waduh, kalau begini jadi tidak enak, kayaknya saya saja yang jadi mantan bosnya beliau! Hiks...

(Potongan kalimat di atas adalah postingan di fb saya, beberapa hari yang lalu,)  .....kemudian beberapa hari dari kejadian di atas sang mantan bos kembali menjemput saya untuk menemaninya belanja alat-alat yang dibutuhkan, hingga masuk malam hari. Karena sudah pada lapar kami masuk di rumah makan yang dilewati jalur perjalanan kami.  Masuk di rumah makan, sengaja saya tidak pakai kruk, walau terpincang-pincang tetapi saya usahakan untuk tetap berjalan. Saya fikir sambil belajar jalan, karena beberapa hari ini saya sudah bisa berjalan tanpa kruk. Namun apa yang terjadi, bengkak di kaki di bagian bawah besarnya tidak pernah sebesar sebelumnya. he-he.... mungkin masih adaptasi ototnya terhadap tekanan berat badan di kaki.

Hari ini, sudah hari ke 70an, jalan tanpa kruk sudah semakin terasa nyaman, tetapi saya tidak berani untuk jalan yang jauh, untuk jalan yang jauh saya masih tetap memakai kruk. Tetapi semakin semakin baik adaptasi otot kaki terhadap tekanan ketika berjalan.  Bengkak karena jalan juga semakin berkurang. Alhamdulillah.



Sabtu, 20 Mei 2017

Perang Ahzab, sebuah pelajaran.


Sungguh, tekanan yang luarbiasa dialami Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallam dan kaum muslimin ketika terjadi perang ahzab. Di mana musuh, yang merupakan koalisi arab, datang ke Madinah, dan mengepung selama 30 hari.

Sebelum perang ahzab, perang biasanya terjadi di luar dan jauh dari kota madinah. Namun ketika musuh datang ke madinah, di mana madinah adalah basis kekuatan umat islam, di sana juga keluarga, anak istri tinggal, apalagi kekuatan musuh yang luarbiasa banyaknya yang berasal dari koalisi arab, DITAMBAH lagi penghiatan kaum Yahudi yang tinggal di Madinah, plus kaum Munafik, yang memang bergaul sehari2 dengan sesama muslim, menjadikan perang Ahzab memberikan tekanan yang luarbiasa kepada Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallam dan kaum muslimin. Belum lagi, strategi yang diterapkan dengan menggali parit sekeliling kota Madinah, yang menguras tenaga dan fikiran, yang bisa mematahkan keimanan kaum Muslimin.

Namun, karena Rasul-Nya dan keteladannya, Allah akhirnya memenangkan kaum Muslimin dalam perang Ahzab itu.

"Wahai orang-orang yang beriman! ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai kr tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan pada Allah.

Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang dahsyat.
Dan (ingatlah) ketika orang-orang MUNAFIK DAN ORANG-ORANG YANG HATINYA BERPENYAKIT berkata, "Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka."

Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk Yastrib (Madinah) tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu." Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)." Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari.

..... Silahkan baca terus sampai ayat 27 di Al-Quran anda.

Al-Quran surat Al-Ahzab dari ayat 9 sampai 27.
Smoga kita menjadi penerus perjuangan Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallam, walau musuh sudah berada disekeliling kita, dengan berbagai topeng yang berusaha mengecohkan aqidah kita. amin

7 juta status di fb

"Dan apabila mereka bertemu dengan orang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman", Tetapi apabila mereka kembali kepada syeitan-syeitan (pemimpin) mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok." (Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 14)

Semoga kita termasuk orang-orang yang beriman. Amin