Minggu, 30 Agustus 2015

Hadits al-Ghadir (Sungai Kecil)

Dr. Utsman bin Muhammad al-Khamis, mengupas Hadits al-Ghadir dalam bukunya : Inilah Faktanya. Meluruskan sejarah Umat islam sejak wafat Nabi sae hingga terbunuhny al-Husain ra.:

Dari Zaid bin Arqam ra, ia menceritakan, “Suatu hari, Rasulullah saw berdiri menyampaikan pidato di tengah-tengah kami di sebuah Sungai kecil bernama Khum yang terletak di antara Mekkah dan Madinah. Beliau memanjatkan pujian dan sanjungan kepada Allah swt, member nasihat dan memperingatkan kami. Selanjutnya, beliau bersabda, “Ketahuilah, wahai manusia! Sesungguhnya aku manusia biasa seperti kalian. Tidak lama lagi utusan Rabbku (Malaikal Maut) akan datang, dan aku akan memenuhi panggilan (kematian) itu. Aku tinggalkan kepada kalian dua hal yang berharga. Yang pertama adalah Kitabullah (Al-Quran); di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Ambil dan berpegang teguhlah kepada Kitabullah ini.” Beliau mendorong dan memotivasi kami agar berpegang teguh kepadanya. Setelah itu, beliau bersabda, “Dan (yang kedua adalah) Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku mengingatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah (dengan berbuat baik) terhadap keluargaku, Aku mengingatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah (dengan berbuat baik) terhadap keluargaku, Aku mengingatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah (dengan berbuat baik) terhadap keluargaku.”

Lalu Husain bin Saburah bertanya kepada Zaid bin Arqam, “Wahai Zaid, siapakah Ahlul Bait beliau? Apakah istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait?” Zaid menjawab, “Ya, Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait. Akan tetapi, Ahlul Bait sebenarnya adalah setiap orang yang tidak boleh menerima sedekah (Zakat).” Hushain bertanya lagi, “Siapa sajakah mereka?” Zaid menjawab, “mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far dan keluarga Abbas.” Hushain bertanya lagi, “Apakah mereka semua tidak boleh menerima sedekah?” Zaid menjawab, “Ya, tidak boleh.” (Shahiih Muslim, Kitab “Fadhaailush Shahabaah”, Bab “Min Fadhaail ‘Ali ra” (no. 2408).

Dalam riwayat lain –selain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut- seperti dalam riwayat at-Tirmidzi, Ahmad, An-Nasai dalam al-Khashaaish, al-Hakim dan ulama lainnya terdapat redaksi tambahan, yakni : Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang (menjadikan) aku sebagai penolongnya, maka Ali (juga) sebagai penolongnya.”

Ada pula riwayat lain dengan tambahan redaksi yang berbeda, yakni sabda Nabi saw, “Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya (Ali) dan musuhilah orang yang memusuhinya. Tolonglah orng yang menolongnya, dan jagan Engkau tolong orang yang tidak menolongnya. Jadikanlah kebenaran selalu bersamanya.”

Sebenarnya terdapat riwayat lain dengan tambahan-tambahan yang berbeda, namun saya kira tidak ada gunanya menyebutkan semuanya di sini. Mengenai tambahan redaksi hadits yang terdapat di luar riwayat Muslim tadi

“Barang siapa yang (menjadikan) aku sebagai penolongnya, maka Ali (juga) sebagai penolongnya.” Lafazh ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ahmad, an-Nasai, al-Hakim dan yang lainnya dengan sanad shahih dari Nabi saw. Adapun lafazh tambahan berikut :

“Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya (Ali), dan musuhilah orang yang memusuhinya,”

lafazh hadits ini dishahihkan oleh sebagian ulama meskipun sebenarnya tidak shahih. Sedangkan lafazh :

“Tolonglah orang yang menolongnya dan jangan Engkau tolong orang yang tidak menolongnya. Jadikanlah kebenaran selalu bersamanya,” Lafazh tambahan ini termasuk kebohongan atas Nabi saw.

Syiah menjadikan hadits Ghadiir Khum (sunga Khum) ini sebagai dalil bahwa yang seharusnya menjadi khalifah setelah Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib ra, berdasarkan sabda beliau :

“Barangsiapa yang (menjadikan) aku sebagai penolongnya, maka Ali (juga) sebagai penolongnya.”

Mereka memaknai hadits ini dengan dengan hak kekhalifahan Ali ra sebagai pengganti beliau. Menurut mereka, kata al-maulaa di sini berarti al-waali, yaitu pemimpin yang harus ditaati. Demikian cara mereka berargumen dengan hadits di atas.

KEMBALI KEPADA SEJARAH ISLAM YANG SHOHIH!

=========

Dr. Utsman bin Muhammad Al-Khamis, yang dijuluki "Asadus Sunnah" (Singa Pembela Sunnah), menegaskan bahwa di tengah keterpurukan global ini kita harus kembali kepada sejarah umat Islam yang agung dan cemerlang. Tujuannnya tidak lain memudahkan kita dalam mengintrospeksi diri, memandang sekeliling kita, dan merencanakan langkah-langkah kongkret untuk masa depan kita. Namun, semua itu tidak akan terwujud tanpa merujuk dan merenungkan sejarah yang shahih. Karena, hanya sejarah yang shahihlah yang bermanfaat.

Siapa saja yang mencermati sejarah Islam secara mendalam pasti mengetahui bahwa periodenya yang paling gemilang adalah periode Rasulullah saw dan para Sahabat ra. Sahabat-sahabat beliaulah yang mengemban tugas menyebarkan Islam. Mereka makhluk Allah Azza wajjala yang terbaik setelah para Nabi dan Rasul saw.

Akan tetapi pada perjalanannya, sejarah Islam banyak mengalami distorsi, pencemaran dan penyelewengan fakta dan data, dikarenakan munculnya kelompok-kelompok sempalan yang sesat. Tiap-tiap kelompok berusaha menjatuhkan kelompok yang lain dan pada saat yang bersamaan, mengangkat citra pribadi. Akibatnya muncullah cacat-cacat pada kemurnian sejarah para pemuka umat kita.

Maka tidak heran jika di antara umat ini kita mendapati kelompok yang ghuluw atau melampuai batasan syariat dalam mencintai sosok tertentu. Kelompok ini mencintai Sahabat yang mulia, Ali bin Abi Thalib ra, dengan kecintaan yang justru merusak segala-galanya. Demi kecintaan itu, mereka dengan lancang menisbatkan hal-hal dan kabar-kabar palsu kepada Ali. Di samping itu, dia berusaha menjatuhkan kemuliaan Sahabat yang lain; dan menuding mereka telah merampas hak-hak Ali dan menzhalimi sepupu Nabi saw ini, dan itu artinya mereka telah menzhalimi diri mereka sendiri. Bahkan kecintaan yang berlebihan tersebut juga ditujukan kepada cucu-cucu Ali, sehingga dinyatakan bahwa cucu-cucu Ali adalah para Imam yang ditunjuk berdasarkan nash suci dan ma'shum. Padahal, itu sama artinya menyamakan kedudukan para imam tersebut dengan para Nabi saw.

Bahkan, Ali ra. pernah menyatakan: "Suatu kaum akan mencintaiku tetapi mereka justru masuk Neraka lantaran kecintaan itu. Dan suatu kaum juga akan membenciku sehingga mereka masuk Neraka lantaran kebencian itu." (HR. Ibnu Abi 'Ashim dalam as-Sunnah (no 983). Al-'Allamah Nashiruddin Al-Albani berkata: "Sanad hadits ini shahih, sesuai dengan syarat al-Bukhari dan Muslim." Lihat pula Nahjul Balaghah (IV/108, no 469), Manaaqibul Imaam Amiiril Mu'miniin karya Muhammad bin Sulaiman Al-Kufi (II/283), dan al-Amaali karya at-Thusi (hlm 256))

Ali ra juga menyatakan, "Berkaitan dengan ku, dua orang akan binasa; orang yang berlebih-lebihan dalam mencintaiku dan orang yang berlebih-lebihan membenciku." (HR. Ibnu Abi 'Ashim dalam as-Sunnah (n0. 984) Al-'Allamah al-Albani berkata: "Sanad Hadits ini Hasan")

========

Tidak ada pemimpin yang abadi. Segala sesuatu
di dunia ini ada masanya; ada awalnya dan
ada akhirnya. Kepemimpinan bukanlah sebuah prestise
yang serta-merta akan mengangkat kedudukan
seseorang di hadapan sang Khalik. Tetapi, ia merupakan
amanah yang akan dipertanggung jawabkan
di hadapan-Nya

Karenanya, para sahabat sama sekali tidak berambisi
untuk menjadi pemimpin umat ini sepeninggal
Rasulullah saw. Kalaupun ada di antara mereka yang
memimpin umat, itu lebih karena tuntunan realita
dan kesepakatan dari para Sahabat lain
yang memilihnya

Kepemimpinan tidak didapatkan atas dasar
klaim belaka, apalagi sekedar klaim mempunyai nasab
yang mulia. Menggugat kepemimpinan para Khalifah
setelah Rasulullah saw merupakan perbuatan sia-sia.
Karena, hal itu tidak lahir dari perbedaan persepsi
dan penafsiran terhadap isyarat-isyarat beliau
terhadap "sang pengganti", tetapi lebih karena
kebencian yang lahir dari informasi sejarh
yang salah



========

Sabtu, 29 Agustus 2015

ABU BAKAR RA



Biasa disandingkan dengan Ash Shiddiq di belakang namanya, yang berarti yang selalu membenarkan perkataan Rasulullah saw, diawal dan selama perjuangan beliau saw hingga akhir hayatnya. Yang kadang sesuatu yang tidak masuk akal sekalipun, tetapi kalau itu keluar dari perkataan Muhammad bin Abdullah, maka Abu Bakar akan membenarkannya. Sehingga penamaan ash-Shiddiq bagi Abu Bakar yang bernama asli ‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr (Fihr ini tidak lain adalah Quraisy), menjadi catatan sendiri bagi sahabat ‘Ali bin Abi Thalib ra dengan menyatakan, “Allah swt yang menurunkan nama untuk Abu Bakar dari langit, yaitu Ash-Shiddiq.” Ali ra sendiri bersumpah akan pernyataannya ini. (HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir (1/155), Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkannya juga dalam Fathul Baari (VII/11), dan ia berkata, “Para perawinya tsiqah.” dalam Utsman bin Muhammad al-Khamis).

Abu Bakar ash-Shiddiq ra lah orang yang awal masuk Islam, yang mendampingi Rasulullah saw dalam usaha menegakkan kalimat tauhid dari gempuran kaum musyrikin Quraisy, yang menemani Rasulullah saw di dalam goa ketika hijrah sehingga diabadikan dalam Al-Quran, yang tidak peduli dengan hartanya sehingga disedekahkan untuk perjuangan Rasulullah saw, yang tidak peduli dengan jiwanya bahkan keluarganya sehingga dia istiqomah mendampingi dan membela Rasulullah saw bagaimana pun sulitnya. Hingga Abu Bakar ash-Shiddiq ra lah yang membenarkan ketika Rasulullah saw meninggal dunia, dan menyadarkan orang-orang dengan perkataannya, “Siapa saja di antara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwasanya Muhammad telah meninggal. Dan, siapa saja di antara kalian yang menyembah Allah, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Hidup, tidak pernah mati.” Kemudian Abu Bakar ash-Shiddiq ra membacakan firman Allah swt :

“Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad?) Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan member balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran ayat 144)

Sudah umum bagi manusia, ada yang suka dan tidak suka dengan berbagai alasan yang benar maupun tidak benar, begitu pula dengan Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Karena kebangsawanannya, karena hartawannya, karena kedermawannya, karena perniagaannya, karena keluarganya, apalagi karena kedekatannya dengan Rasulullah saw, sehingga Rasulullah saw menempatkannya sebagai orang yang paling dicintainya dari kalangan laki-laki pada waktu itu. Apalagi ketika Abu Bakar ash-Shiddiq ra menerima mandat sebagai pemimpin penerus Rasulullah saw (walau Rasulullah saw sendiri sudah memberikan signal arah kepemimpinan setelah beliau wafat!), hingga mereka yang tidak suka melontarkan syair-syiarnya :

Kami taati Rasulullah selama beliau hidup di tengah sini
Wahai para hamba Allah, kenapa dengan Abu Bakar?
Apakah beliau mewariskan pimpinan padanya setekah wafatnya?
Demikian itu, demi Allah, tergolong kebinasaan

Ketidaksukaan mereka dinampakkannya dengan murtad dari agama Allah hingga ada yang mendeklarasikan diri sebagai nabi-nabi palsu. Tetapi mereka berani menanggung resikonya dengan face to face dengan Abu Bakar ash-Shiddiq ra dan orang-orang yang tetap istiqomah di dalam Islam dengan pedang-pedang mereka, dengan dua pilihan bertaubat atau mati dalam kebodohan dan kekafiran mereka.

Tetapi malang bagi Abu Bakar ash-Shidiiq ra, orang-orang bodoh dan sesat itu beranak pinak hingga hari ini, ketika Abu Bakar ash-Shiddiq ra sudah berbaring tenang di samping Rasulullah saw di makamnya Madinah, ketika Islam sudah dibawanya ke Syam di Utara dan Irak di Timur dengan barisan angkatan perangnya yang gagah berani sebagai penerus misi Rasulullah saw menebarkan Islam yang Rahmatan lil’alamin. Ketika para koleganya, Umar bin Al-Khathab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib ra dan para shalih setelahnya meneruskan panji-panji Islam yang dibawa Rasulullah saw menyebar seantero bumi, caci maki terhadap Abu Bakar ash-Shiddiq ra (beserta yang lainnya) dan penentangan berupa kekafiran masih diterimanya baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi bahkan dalam kasalehan perilaku sehingga mengecoh layaknya kaum munafik pada masa Rasulullah saw :

“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman” Tetapi apabila mereka kembali kepada syietan-syeitan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok” (QS Al-Baqarah ayat 14)

Allah swt, Maha Kuasa, Maha Adil, boleh jadi ini ujian keimanan bagi kita, yang menempatkan diri di bawah panji-panji Islam yang dibawa Rasulullah saw dan berada dibelakang barisan Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin al-Khathab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib ra beserta para shalihin hingga akhir zaman, untuk tetap memerangi mereka sehingga mereka bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Atau kalau tidak mau bertaubat, di atas tetesan air mata kami atas penderitaan perjuangan Rasulullah saw, Abu Bakar ash-Shiddiq ra dan yang lainnya, KAMI KUTUK KALIAN SEMUA! DAN SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS CACI MAKI DAN PENGKAFIRAN KALIAN DENGAN PEMBALASAN YANG LEBIH HINA LAGI BAIK DI DUNIA INI MAUPUN DI AKHERAT KELAK!!!

Jumat, 28 Agustus 2015

Mencintai dan Membenci Ali ra, Masuk Neraka!!

Ali ra. pernah menyatakan: "Suatu kaum akan mencintaiku tetapi mereka justru masuk Neraka lantaran kecintaan itu. DAn suatu kaum juga akan membenciku sehingga mereka masuk Neraka lantaran kebencian itu." (HR. Ibnu Abi 'Ashim dalam as-Sunnah (no 983). Al-'Allamah Nashiruddin Al-Albani berkata: "Sanad hadits ini shahih, sesuai dengan syarat al-Bukhari dan Muslim." Lihat pula Nahjul Balaghah (IV/108, no 469), Manaaqibul Imaam Amiiril Mu'miniin karya Muhammad bin Sulaiman Al-Kufi (II/283), dan al-Amaali karya at-Thusi (hlm 256) dalam Dr. Utsman bin Muhammad al-Khamis. Inilah Faktanya)



Ali ra juga menyatakan, "Berkaitan dengan ku, dua orang akan binasa; orang yang berlebih-lebihan dalam mencintaiku dan orang yang berlebih-lebihan membenciku." (HR. Ibnu Abi 'Ashim dalam as-Sunnah (n0. 984) Al-'Allamah al-Albani berkata: "Sanad Hadits ini Hasan" dalam Dr. Utsman bin Muhammad al-Khamis. Inilah Faktanya)

=========

Dalam khutbahnya Ali bin Abi Thalib ra, "Sesungguhnya Allah telah memuliakan kita dengan Islam dan mengangkat derajat kita dengannya. Dan Allah telh menjadikan kita bersaudara setelah kita hina, minoritas, saling membenci dan saling mendahului. Umat manusia mempertahankan hal itu sampai waktu yang dikehendaki Allah. Islam adalah agama mereka. Kebenaran tegak di antara mereka. Kitabullah adalah Imam mereka. Hingga lelaki ini (Ustman bin Affan ra) terbunuh ditangan orang-orang yang disesatkan oleh syeitan untuk menghembuskan api permusuhandi tengah umat ini. Ketahuilah, umat ini pasti berselisih sebagaimana umat-umat sebelumnya. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan yang terjadi. Dan hal itu pasti terjadi. Ketahuilah, umat ini akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Golongan yang paling buruk adalah golongan yang menisbatkan diri kepadaku, namun tidak mengikuti amal perbuatanku. Kalian telah menemukan dan melihatnya sendiri. Komitmenlah di atas agamamu dan ikutilah petunjuk Nabimu. Ikutilah sunnah beliau saw. Tinggalkanlah masalah-masalah sulit atas kalian, hingga kalian mendapatkan solusinya pada Kitabullah. Ambilah perkara-perkara yang diakui dalam Al-Quran, sedang perkara-perkara yang ditolak maka tolaklah. Ridhoilah Allah sebagai Rab kalian, Islam sebagai agama kalian, Muhammad sebagai nabi kalian dan Al-Quran sebagai hakim dan imam kalian."
(Buku : Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung. Al-Hafizh Ibnu Katsir)

Orang Baik dan Orang Jahat

"Wahai Ali, sebaik-baik manusia di sisi Allah Ta'ala adalah orang yang bermanfaat bagi manusia dan orang terjahat di sisi Allah Ta'ala adalah orang yang panjang usianya namun jahat amal perbuatannya;

dan sebaik-baik mereka adalah orang yang panjang usianya dan bagus pula amal perbuatannya;

dan orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang hanya makan sendiri, dia tidak berbagi apa yang dimakannya dengan orang-orang dekat dengannya, suka memukuli budaknya, dia hanya memuliakan orang-orang kaya dan menghinakan orang-orang fakir.

Dan orang yang lebih jahat dari pada itu adalah orang yang hidupnya di dalam haram dan matinya juga di dalam yang haram.

Dan orang yang lebih jahat lagi daripada itu adalah orang yang panjang usianya namun tetap jahat perbuatannya dan dia tidak mau bertaubat dari apa yang dilarang Allah Ta'ala sedang dia mendambakan pengampunan Allah untuk dirinya.

Dan orang yang lebih jahat daripada itu adalah orang yang menampakan suatu kebaikan kepada temannya yang muslim, namun sebenarnya dia telah merencanakan suatu hal sebaliknya terhadap diri temannya itu.

Dan orang yang lebih jahat daripada orang itu adalah orang yang menghabiskan masa mudanya dalam kelupaan dirinya terhadap Allah dan menjalani masa tuanya dengan kemalasan untuk beribadah kepada Allah Ta'ala"

(111 wasiat Rasulullah saw kepada Khalifah ke-4 Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw: Abdul Wahhab Asy-Sya'raniy)

Kamis, 27 Agustus 2015

INILAH TANYA JAWAB TTG TAUBAT

Apa artinya Taubat?

Taubat: penyesalan atas semua maksiaat atau dosa yang pernah dilakukan kemudian bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, sejak sekarang dan akan datang.

Apakah Tobat itu Wajib?

Taubat hukumnya wajib bagi semua muslim setelah melakukan maksiat. Karena Taubat dianggap sebagai Tazkiyatun Nafs (penyuci jiwa). Jiwa yang kotor harus dibersihkan dulu dan belum bisa masuk Rahmat dan karunia Allah.

Apa hubungan antara Muhasabah dan Taubat?

Orang yang sering Muhasabah ataupun yang menjadikan Muhasabah itu kontinunitas harian tentu nya akan tergerak untuk melakukanTaubat. Bila ia sadar betapa banyak kemaksiatan yang telah dilakukan nya, maka dengan sendirinya ia akan banyak ber Taubat. Maka antara Muhasabah dan Taubaut itu terkait erat.

Apa dalil yang mewajibkan Taubat??

Banyak sekali ayat-ayat atau hadist Nabi Saw yang mewajibkan Taubat diantara nya:

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, agar kalian sukses." (QS. An-Nur: 31)

"Hai orang-orang yang beriman,bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang benar). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu ." (QS. At-Tahrim: 8)

Sedangkan dalam hadist disebutkan:

" Hai manusia, taubatlah kalian kepada Allah Swt, karena aku sendiri ber taubat 100 x dalam sehari." (HR. Muslim) Apa yang disebut dengan Taubat Nasuha ?

Ibnu Katsir mengatakan tentang Taubat Nasuha: “Adalah Taubat yang benar dan serius,yaitu membersihkan dosa-dosa yang lalu, kemudian meninggalkan semua dosa saat ini juga, sambil menyesalinya dan bertekad tidak mengulanginya lagi di masa datang." Bagaimana Pandangan Allah Swt Jika Tidak Taubat?

Allah Swt membagi hamba-hambanya 2 kategori: Yang ber Taubat dan yang Zalim.

HambaNya yang tidak ber Taubat dikategorikan orang ZALIM.

Allah berfirman: Siapa saja yang belum bertaubat, mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS.Al-Hujurat: 11)

Apakah Taubat itu harus saat itu juga atau bisa ditunda??

Taubat wajib dilakukan saat itu juga, dan tidak boleh di tunda. Karena dengan menunda taubat dianggap juga sebagai dosa.

Apakah Taubat itu untuk dosa besar (Kabair) saja atau juga dosa kecil (Shogho-ir)?

Taubat wajib baik untuk dosa besar atau kecil, dan jika meremehkan dosa kecil pasti dosa itu makin bertumpuk. Satu taubat untuk satu dosa dan jika dihitung tidak mungkin dengan 1 taubat saja akan menghilangkan semua dosa-dosa besar. Disinilah pentingnya terus menerus taubat.

Bagiamana Jika orang itu meremehkan dosa yang dianggap kecil?

Sebuah hadist menjelaskan:

"Hati-hatilah kalian, jangan menyepelekan dosa-dosa. Karena dengan menyepelekan nya seperti kaum yang mendapati sebuah lubang. Masing-masing membawa kayu bakar, sehingga banyak dan dapat menghanguskan roti. Demikian orang yang menyelepelekan dosa yang akan menghancurkan nya." Bagaimana Cara Taubat Itu?

Taubat itu terbagi 2:

1. Taubat karena melanggar perintah Allah Swt, dan
2. Taubat karena menyakiti sesama.

Taubat kepada Allah memerlukan 3 syarat, yaitu:

1. Meninggalkan kemaksiataan yang dilakukannya saat itu juga
2. Menyesali perbuatannya
3. Bertekad kuat tidak mengulangilagi selama-lamanya.

Jika terkait dengan hak-hak orang lain maka ia harus minta maaf atau mengembalikan sesuatu kepada pemilik nya Apakah Harus Sholat Taubat Juga??

Sholat taubat hukum nya sunnah saja, namun baiknya dilakukan. Sholat taubat itu terdiri dari 2 rokaat, rokaat pertama membaca al-fatihah kemudian surat apa saja yang dihafal begitu pula rokaat ke-2 seperti rokaat pertama.

Perlukah Membaca Surat At- Taubat Ketika Taubat:

Antara Taubat dan membaca surat Taubat dalam Qur'an tidak ada kaitannya. Surat Taubat hanya nama salah satu surat dalam Al-Qur'an.

Apakah Sholat 5 Waktu Dianggap Taubat?

Tidak, sholat 5 waktu adalah kewajiban dan tidak dianggap taubat. Karena Taubat itu ada syarat-syarat nya seperti yang telah dijelaskan di atas. Sholat 5 waktu hanya menhapus dosa2 kecil saja.

Apa Contoh Dosa Besar (Kabair)?

Syirik kepada Allah (mendatangi dukun, percaya horoskop, tarot dll), meninggalkan Shalat, tidak Mengeluarkan Zakat, tidak puasa Ramadhan tanpa alasan, durhaka kepada ibu bapak, zina, sodomi, makan harta anak yatim, saksi palsu, sombong, makan dari harta haram, bohong, menyebar fitnah,ghibah, namimah, ujub (sombong), mencela sesama muslim, membuka aib orang lain dsb

Apa Contoh Dosa Kecil (Shogho-ir)?

Memakai jilbab tapi rambutnya masih terlihat, pacaran, pegangan tangan karena nafsu yang bukan muhrim, ghasab ( memakai sesuatu tanpa izin dsb)

NASEHAT

Rasulullah Saw bersabda:

"Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya." (HR,. Ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath).

Anas ra pernah berkata kepada sebagian tabi'in:

"Sesungguhnya kalian semua melakukan suatu perbuatan yang kalian pandang lebih kecil dari pada biji gandum padahal di masa Nabi Saw kami menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat membinasakan."(HR Al-Bukhari)

Ustadz Ackman Lc

Rabu, 26 Agustus 2015

Kisah Nyata : Naik Haji!

(Status Faidz Agustiawan shared Rabi'ah Binti Junaidi's photo.)

Rabi'ah Binti Junaidi with Imam Toyyiba

KISAH NYATA :

Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim).

Setiap hari Jum'at, ia menggratiskan tarif becaknya, dengan niat shodaqoh..

Suatu kali, pada hari Jum'at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.

Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang :

"Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki.."
"(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..)."

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih.

Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum'at lalu.

Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum'at lalu, untuk tarif becaknya.

Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang :

"Insyaallah.. Kulo ikhlas pak..
Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang."

"(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak..
Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..)."

Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali :

"Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!"

Tukang becak itu pun menjawab :

"Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum'at kula shodaqoh ngeten niki..".
"(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum'at saya bershodaqoh dengan cara ini..)"

"Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum'at saja..!?" Tanya si penumpang memastikan.

"Nggeh, Pak"

"Rumah bapak dimana?" Tanya penumpang penasaran..

"Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..".
"(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)"

Hari pun berlalu, dan di hari Jum'at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu.

Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.

Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.

Hatinya tergetar...
batinnya menangis..
betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya.

Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..

Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.

"Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum'at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?"
"(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum'at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)

"Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya. Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu.."

==============

Masya Allah..
sungguh maha pemurah Allah s.w.t yang membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar.

==============

Jika menurut Anda kisah nyata ini bermanfaat, maka jangan biarkan sedikit pengetahuan yang insyaallah mengandung hikmah ini hanya dibaca disini saja, bagikan kisah ini di facebook Anda dengan Klik SHARE/BAGIKAN.

SEMOGA BERMANFA'AT.

APA YANG TERBAIK UNTUK KITA MILIKI ?

(Status Issagita Wati shared Imam Puji Hartono's photo)

Imam Puji Hartono with Bang Madit
APA YANG TERBAIK UNTUK KITA MILIKI ?

---------

Assalamualaikum wr wb
Sahabatku rahimakumullah,
Kalau kita tanya kepada diri kita atau teman kita, Apa yg terbaik yang ia miliki? Jawabannya bisa macam2 yg umumnya dunia. Mungkin ada yg menjawab Uang yg banyak, Rumah yang besar, mobil yang bagus, sawah ladang atau simpanan emas dan surat berharga.

Memang jawaban itu semua tidak salah, tapi sesungguhnya itu hanya merupakan bagian kecil yang terbaik yg patut kita miliki. Masih ada yang lebih penting yang kita miliki, yaitu, Anak2 yang saleh dan membanggakan, keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, ketenangan hati serta teman2 yang baik.

Terus, apa yang lain yg terbaik yg patut kita miliki?

Diriwayatkan pada suatu hari putra Luqman al-Hakim bertanya kepada ayahnya,
"Ayah, apakah yang terbaik dimiliki manusia?"
"Agama" jawab Luqman
"Kalau dua hal?" tanya anaknya
"Agama dan ilmu"
"Kalau tiga hal?, tanyanya
"Agama, ilmu dan harta"
"Kalau empat hal?
"Agama, ilmu, harta dan rasa malu"
"Kalau lima hal?"
"Agama, ilmu, harta, rasa malu dan sifat kedermawanan"
"Kalau enam hal?"
"Kalau lima hal itu telah dimiliki manusia, niscaya dia adalah orang yang bertaqwa dan Allah pasti akan menolongnya dalam menghadapi rayuan dan bujukan setan"

Semoga Allah Swt senantiasa menuntun kita & anak keturunan kita agar senantiasa menjadikan kita sebagai orang2 yg bertaqwa yang memiliki keluarga yang sakinah, anak yg saleh, ketenangan dan ketentraman hati serta teman2 dan sahabat yg baaik seperti yaang membaca pesan ini. Juga sebagaimana nasehat Luqman al Hakim, semoga Allah sempurnakan apa. yang kita miliki dengan pengetahuan Agama yg baik, ilmu yg tinggi dan bermanfaat, harta yg banyak dan barokah, rasa malu yg besar dan sifat kedermawanan yg tinggi. Aamiin YRA

Semangat pagi Sahabatku, semangat beraktifitas menjemput rejekinYA, Jangan lupa untuk sennantiaasa berbuat baik dan saling berlomba dalam kebaikan serta senantiasa saling berpesan dalam keimanan dan kesabaran.

Baraka Allah fikum. Aamiin

Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.

Jakarta, 28 Agustus 2015
Wassalamualaikum wr wb,
Imam

Selasa, 25 Agustus 2015

Meme Lucu

Aduh! terima kasih sekali, ibu presiden korsel dan bapak presiden korut, anda pengertian sekali. Dengan demikian mudah-mudahan Indonesia kembali pulih perekonomiannya. Bagaimana pun dalam kondisi ekonomi seperti ini, tetep sebagian besar pemudi dan pemuda indoensia adalah penggemar berat budaya korea, mulai boy bandnya, filmnya, dan lain-lainnya. nanti setelah indonesia pulih, silahkan anda berdua mau baku hantam atau baku pukul atau baku telikung, kami dengan senang hati akan jadi penonton juga....entah apakah bisa diterapkan disini dalam konser tawuran antar kampung atau tidak!! Hiks. sekali lagi terima kasih!

Senin, 24 Agustus 2015

bertolak belakang!

Ketika suhu udara sungguh terasa panas melewati batas ambang toleransi hati sebagian manusia untuk menerimanya, tetes-tetes air hujan seolah mampu untuk menutupi keresahan dan kegerahannya, untuk karenanya sebagian orang berani melakukan apapun bahkan hingga menampakan kesalehan jiwanya.

Di sisi lain di sebagian hati manusia, tetes-tetes air hujan belum lah tepat untuk datang saat ini. Bunga-bunga yang bermekaran sebagai bakal buah menghiasi dan menutupi sebagian permukaan bumi dan membuat keindahan dalam pandangan tuannya, yang juga akan membuat hati-hati manusia itu berbunga-bunga pada waktunya.

Sungguh, kesenangan dan kepedihan pada diri manusia, tergantung pada hati manusia itu sendiri, dimana Allah swt berperan utama di dalamnya. boleh jadi itu akan dipergilirkan sebagai ujian yang nyata daripada-Nya.

Jadi, apakah kita akan menjadi makhluk yang egois karena kesenangan kita? (..........di atas kepedihan yang lainnya! Hiks)

Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Dosa Yang Lebih Besar Dari Zina

Post : Mukjizat Sholat Dan Doa

Apakah Dosa Yang Lebih Besar Dari Zina??

Suatu senja, seorang wanita melangkahkan kaki mendekati kediaman Nabi Musa. Setelah mengucapkan salam, dia masuk sambil terus menunduk.

Air matanya berderai tatkala berkata, “Wahai Nabi ALLAH, tolonglah saya. Doakan agar ALLAH mengampuni dosa keji saya”.
“Apakah dosamu wahai wanita...?” Tanya Nabi Musa.
“Saya takut mengatakannya,” jawab wanita itu.
“Katakanlah, jangan ragu-ragu...!”desak Nabi Musa.
Maka perempuan itu pun dengan takut bercerita, “Saya telah berzina.”
Kepala nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. “Dari perzinaan itu saya hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai mati,” lanjut perempuan itu seraya menangis.

Mata Nabi Musa berapi-api. Dengan muka yang berang dia menghardik. “Perempuan celaka, pergi dari sini. Agar siksa ALLAH tak jatuh ke dalam rumahku. Pergi...!!!! ” teriak nabi Musa sambil berpaling karena jijik.

Hati perempuan itu bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh. Dia menangis tersedu-sedu dan keluar dari rumah Nabi Musa. Ia tak tahu harus kemana lagi mengadu. Bahkan dia tak tahu ke mana harus melangkahkan kaki. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana manusia lain bakal menerimanya...?

Sepeninggalnya wanita tersebut, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.
Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak BERTAUBAT dari dosanya...? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari itu...? ”
Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu...? Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu...?” Tanyanya.
“Ada...!!!” Jawab Jibril dengan tegas. “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada SERIBU kali berzina. ”

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa memanggil wanita tadi, lalu berdoa memohon ampunan kepada ALLAH. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa penyesalan seakan menganggap remeh perintah ALLAH.
Sedangkan BERTAUBAT dan menyesali Dosa dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai IMAN di dadanya dan Yakin ALLAH itu ada.

https://www.facebook.com/246320798295/photos/a.10151828573278296.1073741825.246320798295/10153765303198296/?type=1&theater

Maklumat Muhammadiyah (Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Aliran Syiah)

Maklumat Muhammadiyah (Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Aliran Syiah)
Posted on Dec 12th, 2013by nahimunkar.com



MAKLUMAT MUHAMMADIYAH
Sikap Resmi Muhammadiyah Terhadap Aliran Syiah

Beberapa bulan ini Syi’ah Indonesia senantiasa menjadi pemberitaan di media, baik cetak, elektronik, hingga daring. Pemberitaan mengenai pertikaan Syi’ah dan Sunni di sejumlah daerah membuat sebagian kuli tinta mencari informasi mengenai Syi’ah pada beberapa tokoh Islam tanah air dari berbagai organisasi masyarakat.

Sebagian menyatakan bahwa Syi’ah bukanlah Islam, sebagian menyatakan bahwa Syi’ah merupakan aliran sesat, sebagian lagi menganggap bahwa Syi’ah merupakan salah satu mazhab Islam sebagaimana 4 mazhab Sunni yang lain.

Para tokoh yang dimintai pendapatnya seringkali berbicara atas nama pribadi, bukan atas nama organisasi masa yang menaunginya, namun media mengabarkan bahwa pernyataan oknum tokoh tersebut sebagai pernyataan resmi organisasi, padahal sebenarnya tidak demikian. Salah satu organisasi massa yang berbeda pendapat dengan oknum-oknum tokohnya mengenai status Syi’ah adalah Muhammadiyah.

Dikutip dari Majalah Tabligh, yang merupakan terbitan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, edisi No. 7/IX/Jumadal Awal-Jumadil Akhir 1433 H, hal 5, disebutkan bahwa akhir-akhir ini Syi’ah kembali mendapat sorotan, terlebih setelah muncul kasus di Sampang Madura dan yang terakhir di Suriah, dan lain sebagainya. Bahkan di forum-forum pengajian pun persoalan Syiah ini selalu diangkat menjadi tema pengajian.

Hal tersebut juga mendapat perhatian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sehingga dalam sidang plenonya telah mengeluarkan sikap yang berhubungan dengan kelompok Syi’ah tersebut. Di antaranya adalah sebagaimana disampaikan Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tajdid, Prod. Dr. KH. Yunahar Ilyas, MA yang beliau Ketua MUI/Majelis Ulama Indonesia, bahwa:

BismillahiRRahmaaniRRahiim

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu, ashadu’allah illah ha illallah, wa ashhadu’anna muhammaddan ‘abduhu wa rasulluh,,,,,Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin. Yaa ‘ayyuhhannasu attaqu rabbakumulladzi,,,khalaqakumminnaffsin wa hidah, wa khalaqa minha zau zaha wa bassa min humari jala katsira wa ni sha’a, wattaqullahalladzi ta staa’aluna bihi wal arham, innallaha kaana ‘alaikum raqiiba,… Yaa ayyuhalldzi na’amanuttaqullah,..wa kullu kaulan tsadida,…yuslih lakum ‘a’malakum wa ya’firlakum dzunubakum wa man yudiillaha warasullahu, faqadfadza faudjan ‘adzima,..amma ba’du,..

Fainna khairral hadist kitabbulloh, wa khairralhuda, huda Muhammad Rasullulloh Shallallohu ‘alaihi wassallam, washarrall ‘umuri muhdatsatuha, wa kulla muhdatsati Bid’ah, wa kulla Bid’ahti dholalah, wa kulla dhollallati finnar…….

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh,
Segala puji Syukur bagi Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha mengetahui seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya. Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi dengan benar selain Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semata. Saya bersaksi pula bahwa Nabi Muhammad Rasullullah Sholallohu ‘Alaihi Wassallam adalah hamba dan utusan-Nya, penutup para Nabi yang tidak ada nabi setelahnya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan beserta keluarganya, serta para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti petunjuknya.

Kepada seluruh Warga Kehormatan Muhammadiyah dimanapun berada, dan Para simpatisan Muhammadiyah, Dengan ini Muhammadiyah ingin memurnikan Ajaran Agama Islam dan Membersihkan dari Paham Ajaran Sesat & Menyesatkan dari SYIAH RAFIDHOH. Dengan ini Menyatakan =

PERTAMA : Muhammadiyah meyakini bahwa Hanya Nabi Muhammad Rasullullah Shallallohu ‘allaihi was sallam yang Ma’shum. Oleh sebab itu, Muhammadiyah Menolak konsep kesucian Imam-imam 12 (ma’shumnya imam-imam) dalam ajaran Syi’ah.

KEDUA : Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad Rasullulloh shallallohu ‘allaihi wa sallam tidak menunjuk siapa pun pengganti beliau sebagai Khalifah. Kekhalifahan setelah beliau diserahkan kepada musyawarah umat, jadi kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhum (Khulafa’arrRasyidin) adalah SAH. Oleh sebab itu, Muhammadiyah MENOLAK Konsep khilafah Rafidhahnya Syi’ah.

KETIGA : Muhammadiyah menghormati Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhialloh ‘anhu sebagaimana sahabat-sahabat yang lain, tetapi Muhammadiyah menolak Meng-Kultus-kan individu terhadap Ali bin Abi Thalib dan keturunannya dan menolak Konsep Ahlul Bait versi Syiah.

KEEMPAT : Syi’ah hanya menerima hadis dari jalur Ahlul Bait, ini berakibat ribuan hadis shahih –walaupun diriwayatkan Bukhari Muslim- ditolak oleh Syi’ah. Dengan demikian, banyak sekali perbedaan antara Syi’ah dan Ahlussunnah baik masalah Aqidah, Ibadah, Munakahat, dan lain-lainnya. Sikap tersebut hendaknya menjadi pedoman bagi Warga Muhammadiyah membersihkan dari dalam dari ajaran dan pengaruh Syiah khususnya dan umat Islam pada umumnya, sehingga dengan demikian kita bersikap waspada terhadap ajaran dan doktrin Syi’ah yang memang sangat berbeda dengan faham Ahlussunnah/Sunni yang banyak dianut oleh mayoritas umat Islam Indonesia. Di samping itu, realitas, fakta dan kenyataan menunjukkan pada kita bahwa di manapun suatu negara di belahan ada Syi’ah hampir dapat dipastikan terjadi konflik horizontal, kerusuhan, anarkis, dan memberontak kepada pemerintahan yang Sah (Kudeta). Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian kita semua jika ingin negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh dan ukhuwah Islamiyah tetap terjaga. Jangan Sampai terjadi REVOLUSI SYIAH INDONESIA, Seperti yang terjadi di Negara iran dengan Revolusi Syiah Iran.

Demikian sikap resmi Muhammadiyah setelah melalui sidang pleno Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sehingga pendapat pribadi oknum tokoh Muhammadiyah tidak dapat dijadikan pegangan dan sandaran sikap kaum Muslimin pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Dengan demikian, Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kehidupan yang baik di dunia serta memberikan balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah diperbuat di akhirat kelak sebagaimana yang telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala janjikan. Aamiin.



Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Redaktur Situs SDL-Sunnah Defence League yakni:
www.sunnahdefenceleague.com

(http://www.nahimunkar.com/maklumat-muhammadiyah-sikap-resmi-muhammadiyah-terhadap-aliran-syiah/)

BELAJAR DARI KATA-KATA HIKMAH IMAM AS-SYAFIE

(Issagita Wati shared Imam Puji Hartono's post)

Imam Puji Hartono
BELAJAR DARI KATA-KATA HIKMAH IMAM AS-SYAFIE

"Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan."
- (Imam asSyafie)

"Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun".
- (Imam asSyafie)

"Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang"
- (Imam asSyafie)

"Jangan cintai orang yang tidak m'cintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu"
- (Imam asSyafie)

"Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia".
- (Imam Syafie)

"Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran."
- (Imam Syafie)

"Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
- (Imam Syafie)

"Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara: malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan".
- (Imam asSyafie)

"Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu''

- (Imam asSyafie)

"Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu"
- (Imam as Syafie)

Jumat, 21 Agustus 2015

PKI dalam timbangan NKRI kekinian!!!

Ramai-ramai isu ada "orang" mau minta maaf ke PKI, dan beberapa dukungan dari segelintir orang yang termasuk keluarga PKI dan -boleh jadi- yang mendukung PKI. Seolah diberi peluang, akhirnya muncul lambang-lambang PKI di beberapa tempat, yang tragisnya muncul ketika peringatan kemerdekaan NKRI dirayakan dimana-mana! Entah ini sebagai test case, atau sebuah proses akan berdirinya kembali PKI tersebut.

Setelah 50 tahun, dari kejadian pemberontakan PKI terakhir tahun 1965, dan perkembangan globalisasi saat ini, di mana pemikian liberal dalam kehidupan sudah semakin terbuka. Apalagi dengan rentang waktu tersebut tingkatan umur yang mengerti akan kejadian waktu itu sudah diperkirakan sudah pada meninggal. Generasi penerus yang mungkin saja tidak mengerti akan perjuangan para pejuang kemerdekaan yang berusaha mempertahakannya di awal-awal proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, akan bermain-main dengan pemikiran liberal dan global tersebut apalagi kalau dikaitkan dengan HAM (Hak Asasi Manusia). Ditambah lagi dari pihak-pihak ketiga yang akan ikut bermain di dalamnya. Kalau itu sampai terjadi Indonesia akan semakin berat menghadapi proses pembangunan manusia Indonesia itu sendiri!!




yang digebukin, babak belur lalu minta maaf, itu namanya orang yang tertindas, tidak berdaulat. siapa yang menindas dan ditindas tanya kepada orang yang mau minta maaf!!!

Kamis, 20 Agustus 2015

Perokok dan Qurban

Para Perokok Lebih Mampu Untuk Berkurban
Abdul Rohim 02/10/14 | 16:36 Editorial Ada 1 komentar 24.160 Hits



Spanduk sindiran merokok dan berkurban. (twitter)

dakwatuna.com – Berkurban pada hari raya Idul Adha merupakan ibadah yang dilaksanakan sekali dalam setahun. Tapi walaupun hanya sekali setahun, banyak umat Islam yang masih enggan melakukannya.

Biasanya, ada saja alasan yang dilontarkan bagi yang tidak ingin berkurban, seperti tidak memiliki uang atau tabungan. Ironisnya, banyak masyarakat perokok yang mudah sekali membeli rokok namun menyisihkan sedikit saja uangnya untuk berkurban tidak dilakukan. Padahal, semestinya perokok lebih mampu untuk membeli hewan kurban.

Dengan merokok satu hari dapat menghabiskan Rp 12 ribu per bungkus. Jika selama satu bulan maka akan menghabiskan uang sejumlah Rp 360 ribu. Sedangkan jika selama setahun uang yang dihabiskan untuk merokok sebanyak Rp 4,32 juta. Begitupula ketika seseorang dengan mudahnya membeli sebuah alat telekomunikasi yang harganya jutaan rupiah, walaupun alat telekomunikasi yang lama terbilang masih layak pakai, namun ketika keluar merek baru, tanpa pertimbangan yang cukup matang langsung dibeli.

Sebenarnya, jika kita ingin berkurban seekor kambing atau domba, maka kita dapat mencicilnya selama setahun, setiap hari hanya dengan menyisihkan uang sekitar Rp 7 ribu maka dalam sebulan akan terkumpul sekitar Rp 210 ribu, jika dikumpulkan selama setahun, maka akan didapatkan uang sebesar Rp 2,52 juta. Dengan hitungan perkiraan tersebut maka sebenarnya perokok lebih mampu untuk membeli hewan kurban, karena untuk membeli rokok saja mampu mengapa untuk berkurban tidak?

Maka pantaslah seringkali kita temukan ilustrasi atau tulisan sindiran di dunia maya yang mengungkapkan ketidakmampuan seseorang dalam berkurban dengan kalimat “Qurban Setahun Sekali Bilang Gak Mampu??!!….” (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/10/02/57738/para-perokok-lebih-mampu-untuk-berkurban/#ixzz3jPKICt4O
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Rabu, 19 Agustus 2015

Aku Bangga Dikatakan Wahabi

Mari Semua Muwahiddin Ucapkan : Aku Bangga Dikatakan Wahabi…
POSTED ON MARET 13, 2011



Penulis : Ummu Abdullah Al-Butoni *)

Seiring dengan perjalanan kedewasaan menuju proses pematangan diri, terlebih lagi pemikiran, gairah untuk mencai ilmu yang shahih, lebih mengenal agama Islam dari sumber-sumbernya yang asli, menjadi semakin tinggi. Perkenalan tanpa sengaja dengan manhaj salaf nyaris seolah mencuci otak, memutarbalikkan pemahaman hingga apa yang tersisa dari pemahaman terdahulu nyaris menjadi tanpa arti.

Sebenarnya bukanlah hal yang aneh, jika gairah itu kemudian timbul. Ketidakmampuan diri dalam mengelola dan memecahkan persoalan hidup secara memuaskan membuat agama yang semula menjadi pelarian untuk menenangkan diri, justru terbukti menjadi sumber mata air jernih pelepas dahaga. Itulah solusinya, pemahaman yang benar untuk menuju keseimbangan hidup sebagaimana manusia diciptakan diatas fitrahnya.

Satu hal yang menjadi konsekuensi dari proses ini adalah sebuah perubahan nyata. Perubahan yang sangat mungkin – bahkan terbukti – banyak menyelisihi kebiasaan yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Meskipun perbedaan itu dalam tahap tertentu masih dapat ditoleransi, namun pada saat-saat lain ada hal-hal prinsipil yang membuat gerah dan menimbulkan keinginan kuat untuk merubahnya,

Perbincangan dengan seorang sahabat seputar persoalan kehidupan beragama menimbulkan sebuah komentar yang mengejutkan, “Dasar Wahabi!” Meskipun kata-kata itu diucapkan dengan nada bercanda namun pernyataan itu membekas dalam hati. Benarkah aku seorang Wahabi?

Sejauh ini pengenalan akan seorang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab – dimana orang-orang yang mengikutinya dinisbatkan kepada namanya menjadi Wahabi – teramat sangat minim.

Proses pembelajaran yang selama ini dilalui dan yang pemikirannya banyak mempengaruhi dan merubah alur berpikir, yang mendorong untuk terus mempelajari agama ini dari sumbernya yang asli, Al Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman para sahabat, adalah seorang tokoh besar Ibnu Qayyim al Jauziyah, salah seorang murid terbaik ulama sekaliber Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan bukannya Syaikh Muhammad bin Abdul wahab.

Lalu apakah karena alur pemikiran yang sejalan, orang juga akan mengatakan bahwa Ibnu Qayyim dan gurunya Ibnu Taimiyah – yang hidup jauh sebelum syaikh Muhammad bin Abdul Wahab – adalah pengikut Wahabi?

Baru kemudian teringat perbincangan dengan seorang teman yang lain, dan memang itulah yang dituduhkan kepada Ibnu Taimiyah, bahwa beliau ada seorang wahabi!

Sungguh aneh, bahkan sangat lucu. – jika tidak ingin dikatakan bodoh – Ibnu Taimiyah yang lahir tahun 661 H – 728 H dituduh sebagai wahabi, dengan kata lain sebagai pengikut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang lahir jauh sesudahnya yaitu pada tahun 1115 H?.

Siapa yang mengikuti dan siapa yang diikuti? Dengan menggunakan logika berpikir yang paling sederhana pun tuduhan itu akan terlihat sangat menggelikan!

Terlepas dari perdebatan seputar siapa mengikuti siapa, ada rasa penasaran yang mendorong untuk mencari tahu lebih lanjut, siapa sebenarnya seorang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Para ulama berkata, kenalilah seseorang melalui tulisannya. Dan itulah yang saya lakukan, mulai mencari tulisan-tulisan beliau, mencari tahu dimana letak momok menakutkan yang membuat orang begitu alergi terhadap beliau.

Adalah Kitab Tahuid, sebuah karya monumental beliau, dan kemudian disyarah oleh Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh, kitab Tiga Landasan Utama yang disyarah oleh Syaikh Utsaimin, serta Menyingkap Argumen Penyimpangan Tauhid, yang seluruhnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Komentar… ? Subhanallah!

Jika tuduhan wahabi dilekatkan kepada mereka yang membenci pengangungan kuburan, termasuk kuburan orang-orang shalih, maka aku adalah seorang wahabi!

Jika label wahabi dilekatkan kepada mereka yang berdakwah untuk memurnikan tauhid, seperti firman Allah : ”Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun“ (QS Al Mu’minuun : 59), maka aku adalah seorang wahabi!

Jika istilah wahabi disandarkan kepada mereka yang mengharamkan berdo’a kepada selain Allah mengikuti firmanNya : ”Dan janganlah kamu berdo’a kepada selain Allah, yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.” (QS Yunus : 106) , maka aku ada seorang wahabi!

Jika seorang wahabi adalah mereka yang selalu berusaha menjauhkan segala macam kesyirikan sebagaimana firman Allah , ”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.“ (QS An Nisa : 48), maka aku adalah seorang wahabi!

Jika sebutan wahabi dinisbatkan kepada mereka yang percaya bahwa Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam tidak dapat memberikan syafaat melainkan dengan seizin Allah Subhanahu wa ta’ala sebagaimana firmanNya, ”Katakanlah: (hai Muhmmad) “Hanya kepunyaan Allah lah syafaat itu semuanya..“ (QS Az Zumar : 44) dan firmanNya : ,“ Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.“ (QS Al Baqarah : 255), ataupun firmanNya, ”Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu..“ (QS Saba : 23), maka aku adalah seorang wahabi!

Jika tuduhan wahabi dilontarkan kepada mereka yang mengharamkan segala jenis pengagungan atau keberkahan benda-benda dan tempat-tempat keramat, jimat, guna-guna termasuk segala ritual yang terkait dengannya, maka aku adalah seorang wahabi!

Jika tudingan wahabi ditujukan kepada mereka yang berusaha mengenal Allah, agama Islam dan Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam, dengan lebih baik dan mendalam seprti yang dituliskan dalam kitab Utsuluts Tsalasah (3 Landasan Utama), maka aku adalah seorang wahabi!

Dan masih ada banyak jika semisalnya yang dinisbatkan kepada mereka yang dianggap wahabi, yang secara menyeluruh berupaya memurnikan kalimat tauhid laa ilaaha illallah beserta segala aspek yang terkait dengannya berikut konsekuensinya, maka alhamdulillah, saksikanlah aku telah menjadi seorang wahabi!

Sungguh yang perlu dipertanyakan kepada mereka yang berpandangan ”miring” dan cenderung meremehkan ketika memberi cap kepada seseorang sebagai wahabi, manakala semua jika diatas dikumpulkan dan dipertanyakan kepada diri masing-masing, kalimat apakah yang akan tertera mengikuti kata maka sebagai konsekuensinya? Karena menolak semua jika diatas maka keimanan akan persaksian terhadap kalimat tauhid yang selalu diulang dalam setiap shalat, perlu dipertanyakan.

Bahkan sesungguhnya bukanlah yang memecah belah ummat ini dakwah untuk menegakkan tauhid – sebagaimana inti dakwah para nabi –melainkan dakwah lemah lembut yang membiarkan agama ini bercampur dengan segala kemusyrikan, adat istiadat, kepercayaan, bid’ah dan khurafat dengan dalih menghindari perpecahan ummat.

Wallahu a’lam

Sumber : http://www.khayla.net/

http://metafisis.net/2011/03/13/mari-semua-muwahiddin-ucapkan-aku-bangga-dikatakan-wahabi%E2%80%A6/

Selasa, 18 Agustus 2015

Syeitan pun Menjemput Bola (Kisah Nyata Dibawa ke Tempat Pesugihan di Bogor)

Kisah Nyata Dibawa ke Tempat Pesugihan di Bogor

Posted on 18/08/2015 by Maryam Imran in Kisah & Hikmah

Akhwatmuslimah.com – Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Kisah nyata ini adalah hasil diskusi antara saya dengan seorang teman yang kebetulan mempunyai seorang tetangga yang awalnya tetangganya itu adalah orang yang cukup berada.

Namun karena situasi dan kondisi, mendadak usahanya menjadi bangkrut hingga sekedar untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja sudah teramat sulit. sebut saja tetangga temanku itu namanya Aston.

Aston dulunya disamping orang berada tapi sangat dekat dan peduli kepada lingkungannya. Ia sering membantu warga, baik yang membutuhkan pertolongan atau pun kegiatan-kegiatan sosial lainnya, tegasnya Aston itu sangat disukai oleh warga di lingkungannya.

Namun siapa menduga, namanya rezeki memang sudah diatur oleh yang maha kuasa, atau memang si Aston itu sedang mendapat ujian dari ALLAH, usaha yang dulunya sangat sukses berubah menjadi bencana hingga lambat laun kehidupannya pun berubah drastis Warga disekitar lingkungan tetap hormat kepada yang bersangkutan. Walaupun kondisi ekonominya sangat memprihatinkan tetapi mengingat budi pekerti dan jiwa sosialnya tetap tidak pernah dilupakan oleh warga setempat.

Cerita ini dimulai ketika Aston sedang pergi kesuatu tempat, lokasinya diseputar Sawangan. Kota Depok, persis di pertigaan Bojongsari Sawangan. Aston seperti orang yang sedang bingung, kemana dia harus melangkah untuk sekedar mencari sedikit rezeki buat keluarganya dirumah.

Tiba-tiba ketika dia sedang kebingungan, pundaknya ada yang menepuk. Ia kaget lalu melihat kebelakang, dilihatnya seorang yang sudah tua, memandangnya sambil berkata? “Jangan bingung pak, saya tahu apa yang sedang bapak rasakan, saya bisa merubah apa yang dulu pernah bapak dapat. bila bapak berminat, saya bisa mengantar bapak kesuatu tempat, yang mana keinginan bapak itu bisa segera terwujud.”

Aston hanya bisa bengong seperti kerbau dicucuk hidungnya, dia ikut saja ketika orang tua tersebut mengajaknya melangkah menuju tempat yang dikatakannya itu.

Singkat kata menjelang waktu magrib, sampailah Aston di suatu tempat di sebuah hutan di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor. Dia baru sadar ketika melihat disekelilingnya, banyak pohon-pohon besar hingga dia berpikir, bahwa ini adalah sebuah hutan yang awalnya dia tidak tahu dimana lokasi ini berada.

Di dalam hutan tersebut ada sebuah rumah, melangkahlah Aston dengan orang tua tersebut menuju kerumah yang cukup besar, ketika dia sudah masuk ke dalam rumah, dilihatnya ada seseorang sedang duduk bertapa, terlihat orang itu dengan janggut putih di dagunya dan nampak lebih tua dari bapak yang mengantarnya.

Maka dipersilahkan Aston untuk duduk menghadap ke orang tua berjanggut putih itu, pengantarnya pun sesaat kemudian terlihat sudah tidak ada lagi.

Tiba-tiba orang tua berjanggut putih itu menyapanya, “Saya tahu apa yang sedang bapak rasakan, lihatlah di sekeliling bapak ada 5 orang sedang bertapa, mereka punya tujuan yang sama datang kemari ingin merubah nasibnya agar menjadi lebih baik.”

Setelah orang tua itu berkata, dia lalu melihat di sekelilingnya, memang benar ada yang sedang bertapa. Jumlahnya ada 5 orang.

Sontak Aston kaget, karena memang dia tidak punya niat sedikitpun untuk melakukan prosesi seperti itu, apalagi dengan mencari kekayaan dengan cara yang dia lihat tadi.

Terucap tiba-tiba dari mulutnya kata-kata “Ya ALLAH, ampunilah dosa hamba-Mu ini.”

Setelah dia bicara seperti itu mendadak semua gelap, mendadak pula rumah dan orang tua serta yang bertapa itu sudah tidak ada lagi. Dia hanya melihat di sekelilingnya, pepohonan yang besar-besar dan dia hanya seorang diri.

Merasa ada yang aneh, Aston berlari sekencang-kencangnya sambil terus mengucap kalimat ALLAH. Tak lama kemudian dia berjumpa dengan warga setempat yang baru pulang dari hutan.

Warga tersebut bertanya, kenapa bapak berlari dan bapak darimana asalnya? Aston dengan nafas tersengal-sengal menjawab, “Saya tidak tahu pak ini dimana, saya tadi diantar sama seseorang dan bertemu dengan beberapa orang di dalam hutan tapi ketika saya menyebut nama ALLAH mendadak semuanya hilang.”

Warga tersebut langsung menjawab, “Bapak masih dilindungi oleh ALLAH, yang bapak datangi itu adalah tempat pemujaan setan dan tempat orang mencari kekayaan, mari saya antar bapak kerumah saya.” Aston akhirnya untuk sementara menginap semalaman sampai keesokan harinya baru dia pamit untuk pulang.

Cerita ini bukan rekayasa, ini fakta bahwa saat ini ketika kondisi kehidupan masyarakat yang serba kesulitan, dapat dimanfaatkan oleh setan untuk menyesatkan manusia, setan sekarang tidak menunggu bola, tapi dia menjemput bola.

Bagi siapa saja yang kurang imannya, tentu akan sangat mudah terjerumus oleh rayuan setan dengan melakukan pemujaan setan, hanya untuk mendapatkan kekayaan yang sifatnya hanya sementara.

Sudah pasti ketika kita terjerat oleh bisikan dan rayuan setan dan melakukan perjanjian dengan setan, niscaya perjanjian tersebut pasti membutuhkan tumbal sebagai prasyarat untuk mendapatkan kekayaan, karena perjanjian dengan setan tidak pernah gratis. Setan berharap manusia-manusia yang lemah imannya ini bisa menjadi pengikutnya kelak.

Akhir kata semoga kisah nyata ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua, bahwa setan sekarang sudah menjemput bola, dia memanfaatkan situasi dan kondisi kehidupan anak manusia yang sedang diuji oleh ALLAH dalam keadaan ekonomi yang serba kesulitan.

Bagi kita semua yang lemah imannya tentu akan sangat mudah tergoda oleh bisikan sesat setan ini. Maka memohonlah kita semua kepada ALLAH agar dilindungi dari godaan setan yang terkutuk.

Wallahu a’lam bish-shawab …

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …
…. Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa’atuubu Ilaik ….

http://www.akhwatmuslimah.com/2015/08/18/2761/kisah-nyata-dibawa-ke-tempat-pesugihan-di-bogor/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Senin, 17 Agustus 2015

Humor Hari Kemerdekaan

Orangtua itu mengatakan bahwa upacara bendera tadi pagi di istana negara lancar-lancar saja (he-he...beliau tidak tahu bahwa wakil presiden tidak memberi hormat, yang membuat ribut beberapa orang!).
Saya pun bertanya, “Siapa saja mantan presiden yang hadir, Megawati pasti hadir ya?”
Orangtua itu menjawab, “Iya hadir, Habibi juga hadir”
“SBY bagaimana?” saya memotong perkataannya.
Beliau pun menjawab, “SBY tidak hadir, Gus Dur juga!”
Waduh, tepok jidat dah!!! (gus dur kan sudah meninggal, pak!!!)

===========

Ketika lomba makan kerupuk di TK Al-Furqon, salah satu siswa makan kerupuk dengan cepatnya. Nampaknya dialah calon juaranya di sesi itu. Tetapi ketika kerupuknya tinggal sedikit, anak ini tidak bisa menggigitnya sisa kerupuk yang ada. Sehingga membuat para penonton yang kebanyakan ibu-ibu pengantar siswa TK dan teman-temannya berteriak-teriak kegirangan hingga ruangan kelas yang kecil itu menjadi tambah gaduh. Entah karena jengkel tidak bisa menggigit sisa kerupuknya dan atau karena riuhnya suara dari teman-teman dan ibu-ibu yang ada, hati dia nampaknya menjadi ciut dan kemudian menangis dan lari ke arah ibunya. Setelah memeluk ibunya, perut ibunya pun digigitnya hingga si ibu pun kesakitan karenanya! Hiks Setelah ditelusuri, rupanya gigi si anak ini memang belum lengkap di bagian tengah. weleh-weleh...

=========

Dari status sebelah!!                                                                                                                                                      



======

Dari wa group

(diterjemahkan dari bahasa sunda)

Si Jaya dan si Udin, hidup bertetangga, tetapi mereka bermusuhan. Keduanya tidak mau kalah dari musuh. Kalau Jaya membeli sepeda, Udin pun tidak mau kalah, dia pun membeli sepeda.  Kalau rumah Jaya di cat Hijau, rumah Udin pun begitu.  Karena satu hari lagi menjelang 17 Agustusan, Jaya pun memasang sepanduk di depan rumahnya, dengan tulisan INDONESIA TETAP JAYA.  Udin pun terasa panas hatinya, besoknya dia pun pasang sepanduk dengan tulisan INDONESIA TETAP UDIN.


=========

Dari wa group

NINI MILU LOMBA BALAP KARUNG AGUSTUSAN

Biasana lamun hari kemerdekaan sok dimeriahkeun ku sarupaning lomba, timimiti balap lari tepi ka balap karung.

Harita aya nini-nini ani berpartisipasi ngilu balap karung, panitia geus nyiapkeun alat-alatna termasuk karung.

Begitu piriwit di tiup si nini, langsung melesat aclog-aclogab ninggalkeun peserta lainna anu ngarora keneh, tepi ka garis finish, kabeh penonton euweuh anu teu surak jeung keprok, "Nini hebat, nini hebat!"

Si Nini katingali masih keneh ngahegak nafasna, bari rada nafsu si Nini ngagorowok, "Garandeng siah, hebat-hebat naon, mana panitiana Saha tadi anu ngasupkeun Beurit kana karung aing, getek siah nyaho?"




Minggu, 16 Agustus 2015

70 Tahun Indonesia Merdeka!

Tanggal 17 agustus rupanya hari ini! Ketika saya cek laporan penayangan blog saya, eehhh....masih ada orang yang melihat tulisan saya yang berhubungan dengan hari kemerdekaan ini tahun lalu, sehingga membuat saya penasaran untuk melihat dan membaca ulang. he-he...ternyata banyak juga kesalahan pengetikan dan mungkin kalimat yang susah dicerna yang baca. (inilah susahnya kalau tidak ada editor profesional dan terlalu bernafsu untuk cepat tayang!).

Untuk hari ini, apa yaaaa.....? oh iya, kemarin, ketika saya jalan kaki menuju pulang ke rumah bersama orang tua yang sudah pensiun, jalannya saja pelan dan penuh kehati-hatian karena matanya sudah bermasalah, takut jatuh karena jalan yang berlobang dan itu pernah terjadi! Hiks Tanpa ba, bi. bu, orangtua itu langsung bicara tentang hari kemerdekaan ini. Saya pun manggut-manggut mendengarkannya. Begini katanya, "17 Agustus itu identik dengan lomba-lomba, lomba karung, lomba makan kerupuk, lomba-lomba lainnya..." Sampai disini pun saya tidak menyela melalui mulut, tetapi dalam hati ikut mengomentari, "yaaa...bagus untuk pembelajaran bagi anak-anak bahwa kemerdekaan itu tidak diraih dengan mudah, ada usaha dan pengorbanan, yang setidaknya itu tergambar dalam perlombaan. Disamping juga....." Belum selesai mengomentari di dalam hati, orangtua ini melanjutkan pembicaraannya, "di tingkat pejabat, di de-pe-er juga berlomba membuat proyek...." Ups! yaa...pak Tua, kalau proyek untuk kesejahteraan masyarakat sih kan tidak apa-apa masalah toh? Jangan sampai berlomba bikin proyek untuk kesejahteraan diri dan kelompok dengan cara yang salah!! (komentar ini masih dalam hati).

Belum sampai bicara banyak, kami sampai di suatu tempat dimana banyak orang duduk-duduk berkumpul, dan biasanya orangtua ini ikut nimbrung di situ. Namanya juga orangtua, biasanya jadi selalu pusat perhatian yang lain. Akhirnya, dari kalimat terakhir yang mengandung keprihatinan orangtua terhadap kondisi saat ini, setelah 70 tahun merdeka, yang mungkin bagi beliau tidak sebanding dengan perjalanan pengisian kemerdekaan selama itu dengan hasil yang ada saat ini, padahal kekayaan negara ini sungguh sangat luar biasa!! Hiks. Kami pun berpisah, beliau ikut nimbrung dengan kumpulan itu, sementara saya terus berjalan dengan di otak ini penuh dengan tanda ??????. Apa yang harus saya lakukan? Apakah kata ‪#‎bukanurusansaya‬ masih tepat untuk saya lontarkan???? Hiks (Terlihat, rumput masih tetap bergoyang, mungkin dia menunggu pertanyaan dari saya!!! entah apakah kalau saya bertanya pada rumput yang bergoyang, dia bisa menjawabnya?)

Merdeka!!! (satu kali saja, rasanya saya ingin minum dulu!)

Kamis, 13 Agustus 2015

Sapiii, sapiii......

Saya heran, di setiap berita selalu mengupas harga daging yang membumbung ke awang-awang, padahal saya lihat di suppa pinrang komunitas sapi bertambah banyak. Kenapa ya? Apakah mereka ogah untuk dipotong? Atau ada orang yang memotong jatahnya orang banyak untuk makan daging sapi? Jangan-jangan ini juga akal-akalan orang/sapi, berhubung idul adha semakin dekat dimana harga sapi akan membumbung ke awang-awang!!! Atau jangan-jangan kamu sapii ingin bersaing dengan dollar yang juga meroket ke angkasa!!

Sapiiii, sapiiiii......
(diiringi lagu : aku dan cow, suka dan cow, karena cow kayak ker bau!)

Rabu, 12 Agustus 2015

Angka-angka!

Angka-angka ada di diri kita dan di sekitar kita

Karena angka kita menjadi tahu akan status kita,
mulai rangkaian angka dari tanggal, bulan dan tahun, kita tahu akan kelahiran kita.
angka sebagai anak ke berapa menjadikan kita paham posisi kita di keluarga.
angka yang menunjukkan jumlah anak menjadikan kita tahu tanggung jawab kita.
hingga angka yang menggambarkan bahwa kita berani berpoligami atau tidak! wkwkwk.....

Karena angka menjadikan kita jelas arah langkah kaki kita
Dengan angka, kita pergi
dengan angka, kita pulang
dengan angka, kita berkeringat
dengan angka, kita tertawa
dengan angka, kita berleha-leha
dengan angka, kita semangat
dengan angka, kita manah

Tetapi gara-gara angka, kita curiga
gara-gara angka, kita marah
gara-gara angka, kita bertengkar
gara-gara angka, kita bercerai.
gara-gara angka, kita ingkar janji
Hiks!

Akhirnya,
kita sendiri adalah angka itu sendiri!!!

Kumandang Adzan

Sejak dirilis Rasulullah saw melalui Bilal bin Rabah ra. 14 abad yang lalu, adzan sudah merupakan syiar Islam, bukan hanya sekedar pemberitahuan masuknya waktu shalat. Sudah banyak cerita atau fakta orang masuk Islam karena awalnya hanya mendengar kumandang adzan.

Dengan kalimat-kalimatnya yang sederhana, kumandang adzan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh anak-anak kecil sekalipun. Ditambah dengan alunan irama adzan kadang membuat orang terhanyut ke dalam suasana ruhani yang dalam. Apalagi disabdakan oleh Rasulullah saw, kalau adzan dikumandangkan syeitan akan lari tunggang langgang. Terkadang juga untuk menumbuhkan jiwa keislaman pada anak-anak diadakan lomba adzan. Apalagi dikatakan dalam hadits lain bahwa orang yang mengumandangkan adzan kedudukannya lebih tinggi dari imam shalat.

Tetapi walau kalimat-kalimat adzan sangat sederhana, saat ini terkadang ada orang tidak memperhatikan aturan pembacaan kalimat adzan dengan benar. Mereka mengumandangkan adzan karena hanya dari mendengar dan tidak mempelajarinya. Karena kumandang adzan menggunakan bahasa Arab, tentu aturan-aturan pengucapan huruf (makhroj) dan tatacara membaca (tajwid) juga harus benar!

Dari pengalaman selama ini, yang lebih parah adalah banyak dari kita tidak bisa membedakan mana adzan yang benar dan yang belum sempurna. Sehingga kadang saya menyampaikan bahwa tidak perlu lagu dan panjangnya suara, tetapi benarnya pengucapan kalimat adzan itu sendiri.

Semoga kita semua mengetahui ilmu tentang adzan itu, sehingga mampu mengucapkan atau mengumandangkannya dengan benar! Amin

============

Kisah Bilal dan Azan Terakhirnya
Reporter : Sandy | Selasa, 3 Maret 2015 06:14

http://www.dream.co.id/jejak/kisah-bilal-dan-adzan-terakhirnya-150302p.html

==============



Salah satunya:

http://www.dream.co.id/orbit/takjub-suara-azan-di-india-wanita-ini-mantap-menjadi-muslimah-150826v.html

Senin, 10 Agustus 2015

Dalam Kasus ini, Putih bukanlah Suci!

Beberapa hari terakhir dan juga beberapa hari ke depan (insya Allah) kita semua akan diakrabi dengan warna-warna merah dan putih di setiap pojok dalam aktifitas kita, mulai dari bendera, asesoris, umbul-umbul, busana, hingga makanan (ingat ada bubur merah dan bubur putih!). Hal itu terjadi karena kita bangsa indonesia sedang memperingati hari kemerdekaan yang ke 70.

Kita semua tahu bahwa Merah-Putih adalah bendera kita semua. Merah melambangkan berani dan Putih melambangkan kesucian. Mendengar uraian ini, saya jadi teringat pada diri saya sendiri bahwa putih tidak selalu melambangkan kesucian.

Selama bulan puasa kemarin saya tidak pernah pergi keluar kota, keluar rumah pun kalau perlu sekali. Tanpa saya sadari boleh jadi karena hal itu pula sobat saya, pak Sulaiman Cule berkata sewaktu melihat saya ketika bertemu dengannya beberapa hari setelah Idul Fitri, "weehhh, tambah putih saja!" Ups! terus terang saya agak gelagapan menerima pernyataan itu, untuk menenangkan situasi saya pun menjawab, "Sebulan lebih saya tidak pernah kemana-mana, kalau pun keluar rumah hanya sebentar saja!"

Tetapi bagaimana pun menjadi putihnya kulit wajah saya, walaupun karena mengeram selama bulan ramadhan bukanlah menunjukkan bahwa saya menjadi suci, karena saya menyadari bagaimana bagi orang yang kulitnya yang berwarna hitam, legam lagi? seperti kemudian datang teman lain bergabung dengan kita malam itu, Oskar Namaku. Saya kaget melihatnya hingga berseru, "Kenapa menjadi hitam sekali kulitmu?" Beliau bilang, "Tidak tahu juga, karena hari-hari terakhir tidak pernah (jarang) keluar rumah juga".

Jadi, putihnya saya waktu itu (sekarang sih sudah mulai hitam lagi) dan hitamnya Oskar Namaku pada waktu itu (sekarang sih masih tetep hitam, ngkalee!) bukan menunjukkan Suci atau Tidak Sucinya seseorang. Jangan bangga dan kuatir bagi orang yang berkulit putih dan bagi orang yang berkulit hitam, karena Kesucian itu terletak pada hati kita semua bukan pada warna kulit.

(maafkan daku Oskar Namaku, dikau daku jadikan model dalam tulisan daku! Hiks)

Tambah Muda dan Tambah Tua

Dari semenjak awal saya hanya ingin berkumpul dengan teman-teman yang selama ini terbentur dengan jadwal pekerjaan mengajar saya, istilah kerennya silaturrahim. Padahal waktu untuk berkumpul itu, yaitu bersamaan dengan pembukaan pesta olah raga dan seni sekecamatan suppa, bukanlah jadwal mengajar saya . saya rela untuk menempuh perjalanan 175 km untuk bertemu dengan teman-teman.

Acara pembukaan biasanya berlangsung sore hari, dan ini awalnya saya terlupakan. Saya berfikir acaranya pagi hari sehingga saya bisa pulang lagi ke rumah sore harinya. Mengetahui begitu, pagi harinya saya pergi ke sekolah untuk bertemu teman yang sangat saya butuhkan berhubungan dengan perangkat pembelajaran. Menjelang siang, saya harus kembali ke home base, untuk memastikan apakah karib saya, Pak Sulaiman bisa atau tidak mengantar anaknya, Aini, untuk ikut defile pembukaan dimana saya dan teman-teman di sekolah akan ikut juga berdefile.

Tidak jauh dari sekolah, saya melewati lahan kosong seluas dua hektar lebih. Terlihat di sisi terjauh ada mobil putih nongkrong dengan bebasnya. Disampingnya beberapa orang berdiri, karena efek sudah Tua saya tidak bisa memastikan siapa mereka karena penglihatan tidak begitu jelas merekam keadaan. Walau begitu saya merasa yakin bahwa salah satu dari mereka adalah yang empunya lahan, yang juga mantan bos saya di sekolah. Pak Andering. Lama tidak bertemu beliau menimbulkan rasa ingin bertemu dengannya, tetapi karena urusan saya sendiri dan tentunya tidak mau mengganggu urusan pak Andering saya tetap tancap gas my black Juvi menuju home base. Tentu dengan harapan, lain kali bisa bertemu lagi dengan beliau.

Sesampai di home base, saya sudah mendapatkan kepastian bahwa pak Sulaiman tidak bisa datang ke acara pembukaan pesta olah raga dan seni, sehingga saya pun bersiap-siap untuk itu, termasuk mengeluarkan mobil avanzanya pak Sulaiman untuk mengantar istri dan anaknya pak Sulaiman. Ternyata bukan hanya mereka berdua yang saya antar, rupanya teman-teman TKnya Aini pun ikut bersama kami. Mereka menunggu di salah satu rumah di jalur menuju tujuan.

Sudah diperkirakan sebelumnya area di sekitar acara pembukaan suasana sangat ramai, saya berencana memarkir kendaraan di sekolah dimana saya mengajar. Di ujung jalan sebelum belokan ke sekolah, jalanan sudah macet karena banyak kendaraan menurunkan penumpang yang akan ikut defile atau sekedar menonton, dan kemudian mencari tempat parker yang nyaman. Terlihat dari jalanan menuju sekolah nampak mobil pak Andering sedang menunggu untuk keluar dari arah sana. Berjarak sekitar sepuluh meteran nampaknya pak Andering pun sudah melihat saya dan tersenyum kepada saya. Setelah saya menurunkan penumpang, saya pun akan memarkirkan mobil di sekolah seperti rencana semula. Tentu kami akan berpapasan dengan mobilnya pak Andering.

Kami pun bersapa ria penuh kegembiraan, ketika mobil kami berdampingan walau berbeda arah, yang justru membuat kami leluasa karena posisi kami jadi berdekatan meskipun juga tidak bisa bersalaman. Namun kami pun menyadari waktu sapa ria kami tidaklah bisa berlangsung lama karena jalanan sedang macet. Mobil di belakang kami berdua menginginkan kami untuk terus berjalan walau lajunya lambat. Sebelum berpisah, ibu Andering dari tempat duduk di samping pak Andering setengah berteriak kepada saya, “Pak Furqon tambah muda saja!” Saya pun tertawa mendengarnya he-he….tanpa mengomentarinya. Pak Andering dan saya tidak terlalu jauh umurnya, beliau kalau tidak salah 2 atau 3 tahun lebih tua dari saya. Setelah itu kami pun berpisah, semoga lain waktu bisa bertemu kembali!

Di sekolah, setelah memarkir kendaraan, tidak ada kegiatan yang special kecuali bercengkrama dengan teman-teman sambil menunggu waktunya acara defile dimulai. Bahkan saya sempat tertidur sejenak di kursi karena saking mengantuknya. Alhamdulillah, pak Syukur, salah satu staf sekolah, membuat kopi panas di dapur dan saya pun meminta satu gelas kecil kopi dengan harapan bisa mengurangi rasa kantuk saya. Menjelang dimulainya defile, salah satu teman mendekat ke saya dan meminta teman lainnya untuk memontret kami berdua dengan hp nya. Dia bilang, “tolong foto dulu dengan bos” He-he…. Kata bos di sini bukanlah arti sebenarnya. Di Sulawesi Selatan ini, kadang kata bos dipakai untuk saling mengakrabkan satu dengan yang lainnya dalam pergaulan. Setelah dua kali pengambilan foto, teman yang meminta difoto mengambil hpnya dan memeriksa hasil jepretan temannya. Saya pun ikut melihatnya, terlihat saya dan dia sedang berdiri berdampingan. Teman yang meminta foto dengan saya, umurnya berkisar setengah dari umur saya. Dia berseru, “wah, kenapa tambah tua saya!” Saya pun tertawa mendengarnya, kemudian mengomentari, “Makanya cepat menikah!”

Kalau boleh mengomentari kata Tambah Muda dan Tambah Tua, dari ibu Andering dan teman saya, itu adalah efek dari kebersamaan dan efek kaca cermin. Maksudnya, karena ibu Andering setiap hari melihat pak Andering, jadi tahu perubahan dan perkembangan wajah dan tubuh dari pak Andering. Jadi ketika melihat saya yang sudah lama sekali tidak pernah ketemu terasa saya seperti lebih muda, padahal umur mah terus saja bertambah. Tambah Tua dari teman saya karena kemungkinan dia selalu melihat cermin dan melihat selalu wajahnya, maklum anak muda yang belum menikah. Penampilan wajah dan tubuh adalah nomoro satu, supaya tidak terlihat jelek di hadapan cewek! Hi-hi!

Sabtu, 08 Agustus 2015

Buya Hamka Kepada Iran

Kami Bangsa Merdeka dan Bukan Penganut Syiah! Tegas Buya Hamka Kepada Iran
Kamis 26 Zulhijjah 1434 / 31 October 2013 10:22
(https://www.islampos.com/kami-bangsa-merdeka-dan-bukan-penganut-syiah-tegas-buya-hamka-kepada-iran-84868/)

DALAM artikel berjudul “Majelis Ulama Indonesia Berbicaralah!” di Harian Kompas 11 Desember 1980, Buya Hamka menegaskan bahwa Indonesia adalah golongan Sunni. Bahwa dalam menegakkan aqidah, umat Islam di Indonesia menganut faham Abul Hasal Al Asy’ari dan Abu Mansur Al Maturidy. Di dalam amalan syariat Islam kita mengikuti Madzhab Syafi’i terutama dan menghargai juga ajaran-ajaran dari ketiga imam yang lain Hahafi, Maliki, Hambali). Buya Hamka lalu menulis:

Menilik kesemuanya ini dapatlah saya, sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia atau sebagai pribadi menjelaskan pendirian saya dengan Revolusi Iran. 1. Sesuai dengan preambul UUD 1945, saya simpati atas revolusi yang telah berlaku di negeri Iran. Saya simpati karena mereka telah menentang feodalisme Kerajaan Syah yang tidak adil.
2. Karena ternyata revolusi Islamnya ialah berdasar Mazhab Syiah, maka kita tidak berhak mencampuri urusan dalam negeri orang lain, dan sayapun tetap seorang Sunni yang tak perlu berpegang pada pendapat orang Syiah dan ajaran-ajaran ayatullah.

Ketika saya di Iran, datang empat orang pemuda ke kamar hotel saya, dan dengan bersemangat mereka mengajari saya tentang revolusi dan menyatakan kenginannya untuk datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Islam Syiah itu di Indonesia. Boleh datang sebagai tamu, tapi ingat kami adalah bangsa yang merdeka dan tidak menganut Syiah! Ujar saya.

Posisi Buya Hamka sendiri terkait Syiah dapat kita rujuk dari tulisan-tulisannya. Dalam majalah Panji Masyarakat No. 169/Tahun ke XVII, 15 Februari 1975 (4 Shafar 1395 H) hal 37-38, Buya Hamka sudah menjelaskan lebih jauh kritiknya terhadap ajaran Syiah yang menyelisihi ahlussunah. Bahkan Buya Hamka pun mendudukkan posisi Hassan dan Muawiyah sebagai dua pihak yang menghendaki persatuan Islam. Jauh dari lontaran caci maki seperti ditulis oleh para tokoh-tokoh dan kitab-kitab Syiah selama ini terhadap Muawiyah. Lebih lanjut baca: Membantah Klaim Syiah Atas Buya Hamka.

[Pz/Islampos]

Ancaman Muhammadiyah!

Saya pernah mengomentari sistem pemilihan pemimpin di muktamar muhammadiyah, ketika teman bertanya tentang hal itu, saya nyatakan bahwa sistemnya panjang hingga bisa dikatakan rumit (dalam fikiran saya). Hal itu terbukti dengan sampai detik-detik terakhir kerja formatur 13, belum diketahui siapa kira-kira calon yang akan menjadi ketua. Atau dari awal mulai muktamar tidak diketahui siapa yang akan masuk di 13 besar yang akan menjadi pengurus pusat. Namun ternyata, justru hal itu adalah filter yang sangat luar biasa bagi organisasi massa yang sangat besar, baik dari keanggotaannya maupun kiprahnya di belantara kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia ini. Apalagi di zaman saat ini dimana kepentingan orang, kelompok, bahkan aliran, selalu mencari celah untuk menanamkan kepentingannya bahkan dengan baju orang/kelompok yang berbeda untuk tujuannya sendiri.

Tentu dengan mengaitkan kepada ormas besar semacam Muhammdiyah ini, menurut mereka gerak langkah mereka akan semakin mudah atau setidaknya satu langkah lebih maju dari rencana mereka. Bahkan boleh jadi ketika mereka sudah masuk didalamnya, bukan hanya idealisme nya saja yang akan dimunculkan tetapi mereka pun akan memanfaatkan aset yang ada di ormas tersebut untuk tujuannya. weleh..weleh....modal sedikit tapi dapat banyak. Uang turunnya lebih banyak daripada uang panaiknya xixixi.....!!!!

Tetapi saya menyadari bahwa mereka bukanlah orang bodoh dan mudah menyerah dengan sistem yang ada bahkan yang rumit sekalipun. Perlu kerja ekstra keras dan dengan perencaan yang sangat panjang, tentu dengan biaya yang tidak sedikit (kalau yang ini no problem, kan ada uang turunnya he-he...), mereka akan menanam bibit bagaikan tanaman keras, yang baru bisa dipanen ketika 4/5 tahun ke depan, itu pun hasil dari panen awal yang baru belajar menghasilkan (tentu dengan catatan pemeliharaan yang baik dan benar). Arti dari semua ini adalah Kalau ternyata Muhammadiyah pun bisa ditembus oleh mereka-mereka berarti ckckckcck......luar biasa! Mata warga muhammadiyah telah dibutakan dengan gerak-gerik mereka!

Namun, saya masih bisa berharap bahwa hal itu tidak terjadi! Meskipun saya yakin usaha-usaha untuk para penyusup selalu ada!!!

Kita harus yakin, siapa pun itu, saya, anda, kalian, kelompok, ormas, bahkan mungkin parpol sekalipun kalau sudah berbicara Islam dengan ikhlas dalam gandengannya berarti membawa Nur Ilahi ke dalamnya, terlepas seberapa keilmuan dan keimanannya. Allah swt sudah menjanjikan kepada kita bahwa barangsiapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan meneguhkan kedudukannya. Di lain ayat dikatakan bahwa Allah akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya walau mereka akan berusaha untuk memadamkannya dengan mulut-mulut mereka dan tindakan mereka!!!

=======

http://www.salam-online.com/2015/08/din-muhammadiyah-hadapi-potensi-bahaya-yang-mengancam-dari-dua-kelompok-berbeda.html

Kamis, 06 Agustus 2015

Mengantar Orang Kembali!

Tadi malam pengantar 2 kejadian.

(1) sekitar jam tujuh malam, mengantar teman untuk kembali ke bumi dimana dia dilahirkan. dengan diiringi harapan ke depan yang baik untuk semuanya mengiringi langkahmu, berangkat dengan kesedihan meninggalkan karib yang selama ini ada di sekitarnya, untuk menjemput kebahagian bersama qurrata a'yunnya dengan perjalanan berbelas jam, walau boleh jadi kenyamanan dan ketidaknyamanan akan dia rasakan selama itu. Semoga kembali mu mendapatkan kebahagian sebagaimana langkah yang telah engkau rintis selama ini di sini, nun jauh dari tanah kelahiranmu.

(2) lewat tengah malam menjelang dini hari, mengantar seseorang untuk kembali ke bumi pangkuannya dimana dia seharusnya menuju. dengan kalimat istirja yang mengirngimu, meninggalkan kesedihan dari keluarga dan karib di sekitarnya, tetapi entah kesedihan dan kegembiraan yang akan didapatkan seperti yang diharapkan selama ini, entah kepedihan dan kesenangan selama perjalanannya, yang tidak tahu berapa lama itu akan terjadi, cepat atau lama atau lama sekali hingga ketetapan besar akan datang terjadi. tanpa kita sendiri bisa merubahnya. Semoga kembali mu khusnul khatimah dan mendapatkan kebahagiaan sebagaimana langkah yang telah engkau rintis selama ini, nun jauh ke belakang dari titik akhir perjalananmu.

Semoga menjadi ibroh (pelajaran) bagi kita semua, dengan selalu kembali dengan mendapatkan kesenangan, kini dan kelak! amin