KUNO
Suatu saat di sore hari teman saya yang sudah lama tidak bertemu, yang sebenarnya juga sampai sekarang belum pernah ketemu secara fisik selama lebih 20 tahun, menelepon saya. Biasanya kalau sudah nelepon di sore hari dan bicara panjang lebar itu artinya memanfaatkan sisa pulsa murah (klo nomor2 hp dari telkomsel diistilahkan TM) yang memang dibatasi sampai sore hari. Oh iya, teman saya ini dulunya sama2 aktif di salah satu masjid, setelah sama-sama lulus dari kuliahnya, masing-masing pergi meninggalkan tempat kita beraktivitas untuk memasuki dunia kerja, saya larinya ke Sulawesi sementara teman yang satu ini perginya ke ibukota. (tetapi ternyata terakhir dia terdampar di jawa timur, konon katanya sebagai pimpinan di salah satu universitas di sana)
Kami kembali berhubungan ketika jaringan social lewat internet yaitu facebook sedang marak2nya. Saya dapatkan account teman tersebut setelah melalui fase pencarian. Dari situlah kalau ada waktu kami saling berbicara lewat telepon selular, yang rasanya lebih spontan dan effective dibandingkan dengan menggunakan internet.
Dari pembicaraan terakhir, kami bernostalgia sewaktu sama-sama aktif di masjid, hingga masuk kepada pembicaran dimana dia mengikuti suatu kegiatan yang melibatkan teman-teman saya yang lainnya tetapi tidak mengajak saya dalam kegiatan tersebut. Sebenarnya saya pun tahu kegiatan tersebut tetapi saya pun hanya tersenyum melihat hal itu, karena fenomena seperti itu sudah terjadi dimana-mana termasuk di kampus saya sendiri waktu itu. Jadi saya tanyakan kepada teman saya kenapa waktu itu tidak mengajak saya untuk kegiatan itu. Teman saya menjawab bahwa dia dengan teman-teman menilai agak lain tentang pemikiran saya. Sebenarnya jawaban ini bagi saya tidak terlalu memuaskan saya, hanya kemudian teman saya itu menambahkan alasannya kenapa saya tidak diajak kegiatan itu, tetapi alasannya tambah aneh untuk saya, dia bilang bahwa teman saya sendiri kaget bahwa saya punya account di facebook atau punya email.
Mendengar alasan itu sebenarnya cukup menggelikan bagi saya, apa hubungannya? He-he…saya yakin masih ada alasan lain yang lebih valid hanya teman saya itu tidak mau menyampaikannya kepada saya. Saya pun tidak terlalu peduli dengan itu semua, biarlah kenangan menjadi kenangan. Hanya ada yang menarik dari alasan yang terakhir bahwa teman saya agak kaget bahwa saya mempunyai account di jarring social seperti facebook. Mereka menilai bahwa saya mungkin mempunyai pemikiran yang kuno atau antipati terhadap teknologi. Atau Mungkin teman saya itu menilai wajah saya agak kuno dan tidak mau menerima perkembangan teknologi yang ada???!!!!! He-he….
Kita tinggalkan dulu teman yang satu ini, saya mau menceritakan teman yang lain (sebutlah si B, sementara teman yang saya ceritakan di awal kita sebut si A). Si B ini tidak mengenal si A.. Secara sepintas saya ceritakan inti pembicaraan saya dengan si A lewat sms kepaa si B, intinya bahwa ada teman yang lama tidak bertemu dengan saya, kemudian dia kaget karena saya mempunyai account di jaringan social seperti facebook dan tentunya mempunyai email. Tanpa menunggu lama sms jawaban pun datang dari si B, dimana jawaban smsnya bernada mengecam, dia bilang secara ringkas isi smsnya adalah memangnya Islam itu kuno. Islam aan selalu menerima perkembangan teknologi selama teknologi itu tidak merusak manusia itu sendiri.
Saya jadi tertawa membaca jawaban sms dari si B, saya pun menjawab smsnya bahwa bukan Islam yang dimaksud dengan Si A yang kuno, tetapi mungkin si A menilai saya dari dulu baik wajah maupun pemikirinnya kuno he-he….sehingga si A dan teman-temannya dulu tidak mau mengajak terlibat dalam kegiatan mereka. Dengan enteng si B menjawab sms dari saya : iya itu yang dimaksud, si B bilang bahwa saya sudah mengerti apa yang dimaksud si B. wah-wah….ternyata saya addalah manusia KUNO!!!!!!
Senin, 16 Mei 2011
Jumat, 29 April 2011
MATI SATU TUMBUH SERIBU
MATI SATU TUMBUH SERIBU
Kata-kata di atas cukup populer di mayarakat Indonesia. Saya lupa apakah rangkaian kata tersebut dikategorikan sebagai sebuah istilah, atau kata-kata mutiara, atau peribahasa. Mungkin lebih dekat ke peribahasa, yang mempunyai arti atau makna yang lain yang lebih luas.
Kalau melihat dari makna sederhana dari peribahasa tersebut (saya katakana peribahasa saja) adalah bahwa sesuatu yang bersifat seperti itu, yaitu ketika satu jiwa, satu item apalah namanya mengalami kematian, maka akan tumbuh sesuatu yang sama sebanyak seribu jiwa atau seribu item tersebut. Artinya mempunyai makna perbanyakan, sehingga kalau seperti itu tidak akan ada istilah punah atau kepunahan. Bahkan bisa jadi diistilahkan dalam kejadian seperti itu adalah blooming.
Tetapi kalau kita melihat lebih dalam lagi dari istilah tersebut tentunya ada sebuah proses yang mengantarkan akan kejadian itu, yaitu kemampuan untuk mengembang diri atau berkembang biak kalau itu makhluk hidup yang cepat, ini yang pertama. Yang kedua adalah kemampuan yang terbatas pada predator atau sifat yang bertolak belakang dengan sesuatu tersebut yang akan mengimbangi atau menumpas objek yang berkembang pesat tersebut.
Dalam kehidupan di dunia ini, yang kita pelajari bersama dari rantai makanan memang semakin rendah tingkatannya akan semakin banyak populasinya dan tentunya karena adanya kemampuan berkembang biak yang lebih baik tetapi hal ini akan dimbangi proses pemangsaan dalam rantai makanan tersebut sehingga populasi tidak membengkak semakin besar. Dan biasanya akan timbul ketidakseimbangan populasi ketika salah satu mata rantai makanan tersebut hilang atau berkurang drastis yang akan mengakibatkan populasinya membengkak, sepeerti kejadian baru-baru ini wabah ulat bulu di beberapa tempat di jawa atau yang biasa petani rasakan adalah membengkaknya populasi tikus di sawah/kampung.
Namun ternyata peribahasa mati satu tumbuh seribu juga dipakai sesuatu yang berhubungan dengan keyakinan atau ideologi. Kita ingat bagaimana para pahlawan kita yang sedang berusaha merebut kemerdekaan dari tangan penjajah baik belanda maupun jepang menggunakan peribahasa ini ketika ada satu pejuang gugur karena perjuangan. Mereka tidak kecil hati dengan gugurnya satu pejuang karena mereka yakin akan muncul seribu pejuang baru yang akan memperjuangkan kemerdekaan. Kemampuan pengembangan ideology atau regenerasi ini disamping teknik berperang system gerilya mampu mengalahkan kemampuan teknologi perang yang dipunyai pihak penjajah.
Dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, khususnya pemerintah sedang memerangi terorisme yang seolah tidak ada habisnya, walaupun para pemimpinnya sudah ditembak mati, diperadilankan yang berujung dipenjara belasan tahun, begitu juga dengan perangkat yang ada diperbaharui entah itu perangkat hukumnya maupun kelembagaan yang menangani teroris ini, seperti densus 88 dan lain sebagainya, tetapi ternyata teroris seolah tidak pernah habis. Seperti diketahui bersama bahwa teroris di Indonesia berakar pada ideology atau keyakinan. Semua kejadian ini membuat semua pihak terutama masyarakat pada umum menjadi capai dan gerah dengan semua kejadian yang berhubungan dengan teroris ini. Tidak hanya itu pihak-pihak pemerintahan dari Negara luar pun seperti Amerika dan Australia ikut mencoba membantu dalam penyelesaian masalah terorisme di Indonesia ini.
Yang menjadi pertanyaan kita apakah terorisme di Indonesia yang berakar dari ideology atau keyakinan tersebut juga menganut peribahasa seperti judul yang di atas, mati satu tumbuh seribu. Artinya mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang, sementara penangkal dari proses perkembangan tersebut belumlah memadai atau belum tepat sasaran sehingga keberadaan terorisme di Indonesia tidak akan pernah punah!!! Semoga……..
===========
Kata-kata di atas cukup populer di mayarakat Indonesia. Saya lupa apakah rangkaian kata tersebut dikategorikan sebagai sebuah istilah, atau kata-kata mutiara, atau peribahasa. Mungkin lebih dekat ke peribahasa, yang mempunyai arti atau makna yang lain yang lebih luas.
Kalau melihat dari makna sederhana dari peribahasa tersebut (saya katakana peribahasa saja) adalah bahwa sesuatu yang bersifat seperti itu, yaitu ketika satu jiwa, satu item apalah namanya mengalami kematian, maka akan tumbuh sesuatu yang sama sebanyak seribu jiwa atau seribu item tersebut. Artinya mempunyai makna perbanyakan, sehingga kalau seperti itu tidak akan ada istilah punah atau kepunahan. Bahkan bisa jadi diistilahkan dalam kejadian seperti itu adalah blooming.
Tetapi kalau kita melihat lebih dalam lagi dari istilah tersebut tentunya ada sebuah proses yang mengantarkan akan kejadian itu, yaitu kemampuan untuk mengembang diri atau berkembang biak kalau itu makhluk hidup yang cepat, ini yang pertama. Yang kedua adalah kemampuan yang terbatas pada predator atau sifat yang bertolak belakang dengan sesuatu tersebut yang akan mengimbangi atau menumpas objek yang berkembang pesat tersebut.
Dalam kehidupan di dunia ini, yang kita pelajari bersama dari rantai makanan memang semakin rendah tingkatannya akan semakin banyak populasinya dan tentunya karena adanya kemampuan berkembang biak yang lebih baik tetapi hal ini akan dimbangi proses pemangsaan dalam rantai makanan tersebut sehingga populasi tidak membengkak semakin besar. Dan biasanya akan timbul ketidakseimbangan populasi ketika salah satu mata rantai makanan tersebut hilang atau berkurang drastis yang akan mengakibatkan populasinya membengkak, sepeerti kejadian baru-baru ini wabah ulat bulu di beberapa tempat di jawa atau yang biasa petani rasakan adalah membengkaknya populasi tikus di sawah/kampung.
Namun ternyata peribahasa mati satu tumbuh seribu juga dipakai sesuatu yang berhubungan dengan keyakinan atau ideologi. Kita ingat bagaimana para pahlawan kita yang sedang berusaha merebut kemerdekaan dari tangan penjajah baik belanda maupun jepang menggunakan peribahasa ini ketika ada satu pejuang gugur karena perjuangan. Mereka tidak kecil hati dengan gugurnya satu pejuang karena mereka yakin akan muncul seribu pejuang baru yang akan memperjuangkan kemerdekaan. Kemampuan pengembangan ideology atau regenerasi ini disamping teknik berperang system gerilya mampu mengalahkan kemampuan teknologi perang yang dipunyai pihak penjajah.
Dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, khususnya pemerintah sedang memerangi terorisme yang seolah tidak ada habisnya, walaupun para pemimpinnya sudah ditembak mati, diperadilankan yang berujung dipenjara belasan tahun, begitu juga dengan perangkat yang ada diperbaharui entah itu perangkat hukumnya maupun kelembagaan yang menangani teroris ini, seperti densus 88 dan lain sebagainya, tetapi ternyata teroris seolah tidak pernah habis. Seperti diketahui bersama bahwa teroris di Indonesia berakar pada ideology atau keyakinan. Semua kejadian ini membuat semua pihak terutama masyarakat pada umum menjadi capai dan gerah dengan semua kejadian yang berhubungan dengan teroris ini. Tidak hanya itu pihak-pihak pemerintahan dari Negara luar pun seperti Amerika dan Australia ikut mencoba membantu dalam penyelesaian masalah terorisme di Indonesia ini.
Yang menjadi pertanyaan kita apakah terorisme di Indonesia yang berakar dari ideology atau keyakinan tersebut juga menganut peribahasa seperti judul yang di atas, mati satu tumbuh seribu. Artinya mereka mempunyai kemampuan untuk berkembang, sementara penangkal dari proses perkembangan tersebut belumlah memadai atau belum tepat sasaran sehingga keberadaan terorisme di Indonesia tidak akan pernah punah!!! Semoga……..
===========
Maaf, ikut
nebeng, bagi yang mau memenuhi kebutuhan hidupnya klik http://onstore.co.id/s/00367940001
Baca juga : http://mang-emfur.blogspot.co.id/2016/05/apakah-kita-hanya-mau-berpangku-tangan.html
Senin, 07 Februari 2011
tanpa judul
Assalamu'alaikum.
Tanpa perencanaan, saya buka blog yang telah lama terlupakan. Terlihat bahwa terakhir input adalah bulan september 2010. Berarti sudah setahun saya tidak menginput ke blog saya, karena sekarang sudah tahun 2011 he-he...
Saya sempatkan baca artikel yang terakhir diinput, sehingga mengngatkan kembali kepada memory lama yang tersimpan dalam kotak yang rapi (???). Yah lumayan juga, karena menunggu proses attachment yang cukup lama, yang sampai saat ini sudah satu jam lebih, akhirnya terfikirkan untuk membuka blog saya,....sempurna! entahlah apakah ke depan saya bisa mengisi lagi lembaran-lembaran blog dengan tulisan saya. Insya Allah... hanya kadang sifat malas untuk menulis kembali muncul.
Semoga.....
Tanpa perencanaan, saya buka blog yang telah lama terlupakan. Terlihat bahwa terakhir input adalah bulan september 2010. Berarti sudah setahun saya tidak menginput ke blog saya, karena sekarang sudah tahun 2011 he-he...
Saya sempatkan baca artikel yang terakhir diinput, sehingga mengngatkan kembali kepada memory lama yang tersimpan dalam kotak yang rapi (???). Yah lumayan juga, karena menunggu proses attachment yang cukup lama, yang sampai saat ini sudah satu jam lebih, akhirnya terfikirkan untuk membuka blog saya,....sempurna! entahlah apakah ke depan saya bisa mengisi lagi lembaran-lembaran blog dengan tulisan saya. Insya Allah... hanya kadang sifat malas untuk menulis kembali muncul.
Semoga.....
Jumat, 10 September 2010
jangan merusak amal
ﺍﻋﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻤﻦ ﺍﻠﺸﻴـﻄﺎﻦ ﺍﻟﺮﺠﻴــﻢ
ﺒﺴـــﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴــﻢ
ﻴﺎﻴﮭﺎﺍﻠﺬﻴﻦﺍﻤﻧﻭﺍﺍﻄﻴﻌﻭﺍﷲﻭﺍﻄﻴﻌﻭﺍﺍﻠﺭﺴﻭﻝﻭﻻﺘﺒﻂﻠﻭﺍﺍﻋﻤﺎﻠﻜﻢ
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu. (Al-Quran Surat Muhammad ayat 33)
Setelah sebulan penuh, di bulan Ramadhan, bulan dimana diwajibkan atas kita untuk berpuasa yang dirangkaikan kepada kita kewajiban zakat fitri, bulan dimana limpahan rahmat, barokah, pahala yang dilipat gandakan oleh Allah swt dibandingkan bulan-bulan lainnya, sehingga dengan sekemampuan maksimal kita, kita raih dengan ibadah-ibadah lainnya. Tadarus al-quran, shalat-shalat sunat termasuk shalat tarawih/lail, infaq shodaqoh, I’tikaf, zakat harta dan lain-lainnya. Yang itu semua merupakan pengejawantahan dari perintah Allah swt dalam ayat di atas, taatlah kepada Allah dan kepada kepada Rasul.
Kini bulan Syawal telah tiba yang dimulai dengan hari ‘idul fitri sebagai hari kemenangan atas apa yang telah kita laksanakan sekemampuan kita di bulan ramadhan. Kalau kita melihat dari rangkaian waktu yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Syawal adalah bulan peningkatan, Zulqo’dah adalah masa persiapan fisik dan mental bagi yang mendapatkan undangan atau panggilan Allah swt untuk melaksanakan ibadah Haji di bulan Zulhijjah yang merupakan puncak kenikmatan ibadah, yang seharusnya sekembalinya dari tanah suci Mekkah tidak hanya menyandang title haji saja tapi juga siap menjadi ujung tombak dalam dakwah dan ibadah, tidak hanya untuk dirinya tapi juga di masyarakat sekitarnya, sehingga bulan Muharram dan seterusnya adalah bulan-bulan perjuangan menjadi tentara-tentara Allah swt dalam menegakkan Islam di muka bumi ini.
Namun, terlepas seseorang mendapatkan atau tidak mendapatkan undangan atau panggilan Allah swt dalam melaksanakan ibadah haji, Allah swt dalam ayat diatas menyatakan janganlah kamu merusak amal-amal kamu. Setelah usaha kita di bulan ramadhan, tentunya sangat disayangkan kalau itu semua kita rusak lagi dengan kelakuan kita yang tidak sesuai dengan perintah Allah swt dan Rasulullah saw. Sudah berapa kali kita melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, sayang kalau kita tidak bisa berubah atau ada peningkatan.
Salah satu usaha untuk tidak merusakan amalan kita, selain dari menjauhi larangan-larangan Allah swt adalah pelihara rasa malu. Rasulullah saw menyatakan bahwa malu itu sebagian dari pada iman. Bayangkan bagaimana orang yang tidak mempunyai rasa malu. Allah swt dan Rasulullah saw hanya dijadikan sebagai stempel saja. Setelah itu mereka tidak akan malu kepada sesama manusia. Kelakuan-kelakuan yang tidak sesuai dengan ajaran agama mereka anggap biasa saja. Apalagi jika diperparah dengan kondisi ternyata lingkungan pun tidak memberikan reaksi negative atas tingkah laku yang bertentangan dengan ajaran agama. Na’uzubillahi min dzalik.
…..
…..
“Ya, Allah, ampunilah kami atas dosa-dosa kami, dan tingkah laku kami yang melampui batas dalm urusan kami, dan teguhkanlah kami, dan tolonglah kami dari orang-orang yang tertutup hatinya.
ﺒﺴـــﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴــﻢ
ﻴﺎﻴﮭﺎﺍﻠﺬﻴﻦﺍﻤﻧﻭﺍﺍﻄﻴﻌﻭﺍﷲﻭﺍﻄﻴﻌﻭﺍﺍﻠﺭﺴﻭﻝﻭﻻﺘﺒﻂﻠﻭﺍﺍﻋﻤﺎﻠﻜﻢ
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu. (Al-Quran Surat Muhammad ayat 33)
Setelah sebulan penuh, di bulan Ramadhan, bulan dimana diwajibkan atas kita untuk berpuasa yang dirangkaikan kepada kita kewajiban zakat fitri, bulan dimana limpahan rahmat, barokah, pahala yang dilipat gandakan oleh Allah swt dibandingkan bulan-bulan lainnya, sehingga dengan sekemampuan maksimal kita, kita raih dengan ibadah-ibadah lainnya. Tadarus al-quran, shalat-shalat sunat termasuk shalat tarawih/lail, infaq shodaqoh, I’tikaf, zakat harta dan lain-lainnya. Yang itu semua merupakan pengejawantahan dari perintah Allah swt dalam ayat di atas, taatlah kepada Allah dan kepada kepada Rasul.
Kini bulan Syawal telah tiba yang dimulai dengan hari ‘idul fitri sebagai hari kemenangan atas apa yang telah kita laksanakan sekemampuan kita di bulan ramadhan. Kalau kita melihat dari rangkaian waktu yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Syawal adalah bulan peningkatan, Zulqo’dah adalah masa persiapan fisik dan mental bagi yang mendapatkan undangan atau panggilan Allah swt untuk melaksanakan ibadah Haji di bulan Zulhijjah yang merupakan puncak kenikmatan ibadah, yang seharusnya sekembalinya dari tanah suci Mekkah tidak hanya menyandang title haji saja tapi juga siap menjadi ujung tombak dalam dakwah dan ibadah, tidak hanya untuk dirinya tapi juga di masyarakat sekitarnya, sehingga bulan Muharram dan seterusnya adalah bulan-bulan perjuangan menjadi tentara-tentara Allah swt dalam menegakkan Islam di muka bumi ini.
Namun, terlepas seseorang mendapatkan atau tidak mendapatkan undangan atau panggilan Allah swt dalam melaksanakan ibadah haji, Allah swt dalam ayat diatas menyatakan janganlah kamu merusak amal-amal kamu. Setelah usaha kita di bulan ramadhan, tentunya sangat disayangkan kalau itu semua kita rusak lagi dengan kelakuan kita yang tidak sesuai dengan perintah Allah swt dan Rasulullah saw. Sudah berapa kali kita melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, sayang kalau kita tidak bisa berubah atau ada peningkatan.
Salah satu usaha untuk tidak merusakan amalan kita, selain dari menjauhi larangan-larangan Allah swt adalah pelihara rasa malu. Rasulullah saw menyatakan bahwa malu itu sebagian dari pada iman. Bayangkan bagaimana orang yang tidak mempunyai rasa malu. Allah swt dan Rasulullah saw hanya dijadikan sebagai stempel saja. Setelah itu mereka tidak akan malu kepada sesama manusia. Kelakuan-kelakuan yang tidak sesuai dengan ajaran agama mereka anggap biasa saja. Apalagi jika diperparah dengan kondisi ternyata lingkungan pun tidak memberikan reaksi negative atas tingkah laku yang bertentangan dengan ajaran agama. Na’uzubillahi min dzalik.
…..
…..
“Ya, Allah, ampunilah kami atas dosa-dosa kami, dan tingkah laku kami yang melampui batas dalm urusan kami, dan teguhkanlah kami, dan tolonglah kami dari orang-orang yang tertutup hatinya.
Senin, 16 Agustus 2010
percaya diri
PERCAYA DIRI MERUPAKAN SESUATU YANG SANGAT DIPERLUKAN SEMUA ORANG DALAM MELAKUKAN SESUATU TINDAKAN
DALAM 2 BULAN TERAKHIR INI, KETIKA SAYA MENGENDARAI SEPEDA MOTOR TIDAK PERNAH DIBERHENTIKAN POLISI KETIKA POLISI MENGADAKAN SWEEPING ATAU BIASA DISEBUT OPERASI RUTIN UNTUK MEMERIKSA KELENGKAPAN SURAT-SURAT UNTUK PENGENDARA KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN. SAYA SENDIRI TIDAK PERNAH MERASA TAKUT KALAU ADA KEGIATAN SEPERTI ITU DI JALAN. YA.KARENA DOKUMEN YANG SAYA MILIKI LENGKAP. APAKAH ITU YANG NAMANYA SIM MAUPUN STNK MOTOR. KADANG SAYA BERCANDA KEPADA TEMAN YANG IKUT MEMBONCENG DENGAN SAYA BAHWA POLISI TAKUT UNTUK MEMBERHENTIKAN MOTOR SAYA.
TETAPI ADA KEJADIAN YANG MENURUT SAYA LUCU YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH INI. WAKTU ITU SAYA MENGENDARAI MOTOR KE ARAH LUAR KOTA DAN SAYA TAHU BAHWA DI DAERAH PERBATASAN KOTA BOLEH DIKATAKAN SELALU ADA SWEEPING DARI POLISI. TETAPI SAYA TIDAK MEMPERDULIKANNYA KARENA YA..ITU TADI BAHWA KELENGKAPAN SURAT-SURAT KENDARAAN SAYA TIDAK KURANG SUATU APA PUN. DAN TERNYATA BENAR KETIKA MENDEKATI PERBATASAN KOTA DARI JAUH KELIHATAN POLISI BERJEJER DI TENGAH JALAN DAN ADA TANDA BAHWA MEREKA SEDANG MELAKUKAN OPERASI RUTIN.
DI DEPAN SAYA ADA BEBERAPA MOTOR, KALAU SAYA TIDAK SALAH ADA TIGA MOTOR.. JADI DENGAN SAYA BERARTI ADA EMPAT MOTOR YANG BERJALAN BERIRINGAN. RUPANYA SEMUA MOTOR YANG ADA DI DEPAN SAYA TETAP MELAJU WALAUPUN DARI KEJAUHAN ADA OPERASI SWEEPING DARI POLISI, MUNGKIN MEREKA JUGA MERASA TIDAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN KARENA MEREKA PUN LENGKAP SURAT-SURATNYA. MENDEKATI AREA OPERASI SWEEPING POLISI YANG BERADA DI TENGAH JALAN MEMBERI TANDA KEPADA MOTOR YANG PALING DEPAN UNTUK MENEPI DAN BERHENTI, DENGAN MAKSUD UNTUK DIPERIKSA KELENGKAPAN SURAT-SURATNYA. TETAPI RUPANYA PAK POLISI TERSEBUT TIDAK HANYA MEMBERHENTIKAN MOTOR YANG PALING DEPAN SAJA, SEMUA MOTOR YANG BERIRINGAN TERMASUK SAYA YANG BERADA PALING BELAKANG DIMINTA JUGA UNTUK MENEPI DAN BERHENTI.
SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK, SEMUA MOTOR YANG BERIRINGAN INI MENEPI DAN BERHENTI. HANYA KARENA SAYA BERADA DI POSISI PALING BELAKANG SAYA MENGAMBIL TEMPAT UNTUK BERHENTI PALING DEPAN DI ANTARA MEREKA BERTIGA, ARTINYA POSISI YANG PALING JAUH DARI POLISI YANG MEMBERHENTIKAN KAMI. SETELAH BERHENTI SAYA PUN MENGELUARKAN DOMPET DARI SAKU CELANA DAN BERSIAP-SIAP UNTUK MENGELUARKAN SURAT-SURAT DARI DALAM DOMPET. SAYA KEMUDIAN MENENGOK KE BELAKANG MELIHAT POLISI YANG MEMERINTAHKAN UNTUK BERHENTI TADI. SAYA LIHAT POLISI ITU SIBUK UNTUK MEMERIKSA MOTOR YANG PERTAMA KEMUDIAN SAYA LIHAT KE SEKELILING TIDAK ADA JUGA POLISI YANG BEBAS DARI PEKERJAANNYA, ARTINYA SEMUA POLISI YANG ADA SIBUK MEMERIKSA KENDARAAN YANG MEREKA BERHENTIKAN.
ADA PERASAAN JENGKEL JUGA DALAM HATI INI, SUDAH DIBERHENTIKAN TAPI TIDAK DIPERIKSA. SETELAH BEBERAPA SAAT SAYA PUN MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK JALAN LAGI. SAYA PUN MENJALANKAN MOTOR SAYA YANG BELUM SEMPAT DIMATIKAN DENGAN CARA JALAN PELAN-PELAN. KURANG LEBIH 5 SAMPAI 10 METER DARI TEMPAT SWEEPING SAYA LIHAT KE BELAKANG LEWAT KACA SPION. DENGAN MAKSUD APAKAH ADA POLISI YANG MENGEJAR SAYA ATAU TIDAK. RUPANYA SEMUA POLISI SIBUK DENGAN PEKERJAANNYA DAN TIDAK ADA YANG MENGEJAR SAYA, ENTAH APAKAH MEREKA TAHU SAYA PERGI BEGITU SAJA ATAU MEREKA JUGA TIDAK PEDULI DENGAN KEPERGIAN SAYA.
MENJELANG TENGAH HARI, SETELAH URUSAN SELESAI DI LUAR KOTA, SAYA PUN KEMBALI PULANG MASUK KOTA. DAN TENTUNYA SAYA HARUS KEMBALI MELEWATI TEMPAT DIMANA TADI ADA ACARA SWEEPING DARI POLISI. TETAPI TERNYATA ACARA SWEEPING POLISI SUDAH TIDAK ADA LAGI. SAYA PUN MELEWATI TEMPAT TADI DENGAN SANTAI.
MASUK DI KOTA, SAYA MEMPUNYAI RENCANA UNTUK KE ATM DULU SEBELUM KE RUMAH. SESAMPAINYA DI ATM, SAYA PUN MENGELUARKAN KARTU ATM YANG BERADA DI DOMPET YANG ADA DI SAKU CELANA. SETELAH MENGAMBIL KARTU ATM YANG DIMAKSUD SAYA PERHATIKAN DI DOMPET SAYA TERNYATA TIDAK ADA SIM DI DALAM DOMPET TERSEBUT, BAIK SIM MOBIL, MAUPUN SIM MOTOR. DAN SAYA PERHATIKAN LEBIH SEKSAMA TERNYATA TIDAK ADA JUGA KTP DI DALAM DOMPET TERSEBUT. SAYA KAGET JUGA MELIHAT KENYATAAN ITU. SAYA PIKIR-PIKIR, SEMUA DOKUMEN TERSEBUT DUA HARI YANG LALU DIPAKAI UNTUK MENCETAK BUKU TABUNGAN BARU YANG SUDAH PENUH DI BANK TERTENTU. DAN SETELAH SELESAI URUSANNYA SEMUA DOKUMEN TERSEBUT PLUS BUKU TABUNGAN BARU SAYA MASUKKAN DI TAS, BUKANNYA DI DOMPET. SEMENTARA WAKTU ITU SAYA TIDAK MEMBAWA TAS DIMANA SIM, KTP DAN BUKU TABUNGAN BERADA.
WAH…SAYA JADI TERINGAT KETIKA TADI SAYA DIBERHENTIKAN POLISI DI OPERASI SWEEPING. SAYA JADI TERSENYUM KECUT KARENANYA, BAGAIMANA KALAU POLISI MENGEJAR SAYA DAN TERNYATA SAYA MEMANG TIDAK LENGKAP SURAT-SURATNYA, KARENA SIM MOTOR SAYA TIDAK ADA SAYA PEGANG. SAYA HANYA BISA MENGUCAPKAN SYUKUR ALHAMDULILLAH. SETELAH ITU, MENUJU PULANG KE RUMAH SAYA PUN LEBIH BERHATI-HATI MELIHAT KE DEPAN. KARENA JALUR KE RUMAH PUN BIASANYA SELALU ADA OPERASI SWEEPING. TENTUNYA KALAU ADA OPERASI SWEEPING SAYA TIDAK AKAN BERANI UNTUK MELANJUTKAN PERJALANAN MELEWATI OPERASI TERSEBUT. TERNYATA OPERASI SWEEPING MENUJU KE RUMAH TIDAK ADA, SAYA PUN LEGA KARENANYA HINGGA SAMPAI DI RUMAH DENGAN SELAMAT TANPA ADA URUSAN YANG MENG-HEBOHKAN!
TERNYATA SESAMPAI DI RUMAH SAYA CEK DI TAS MEMANG BENAR SURAT-SURAT PENTING YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN MOTOR ADA DI DALAMNYA. DARI KEJADIAN TERSEBUT, HIKMAHNYA ADALAH SAYA HARUS LEBIH BERHATI-HATI LAGI KALAU MAU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT. HARUS DICEK DULU SEMUANYA SEHINGGA TIDAK AKAN ADA GANGGUAN DALAM PERJALANAN NANTINYA. INSYA ALLAH.
BAGI SAYA KEPERCAYAAN DIRI YANG BENAR HARUS DIIKUTI DENGAN KEMAMPUAN YANG MAKSIMAL DAN KELENGKAPAN PENDUKUNG YANG OPTIMAL.
DALAM 2 BULAN TERAKHIR INI, KETIKA SAYA MENGENDARAI SEPEDA MOTOR TIDAK PERNAH DIBERHENTIKAN POLISI KETIKA POLISI MENGADAKAN SWEEPING ATAU BIASA DISEBUT OPERASI RUTIN UNTUK MEMERIKSA KELENGKAPAN SURAT-SURAT UNTUK PENGENDARA KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN. SAYA SENDIRI TIDAK PERNAH MERASA TAKUT KALAU ADA KEGIATAN SEPERTI ITU DI JALAN. YA.KARENA DOKUMEN YANG SAYA MILIKI LENGKAP. APAKAH ITU YANG NAMANYA SIM MAUPUN STNK MOTOR. KADANG SAYA BERCANDA KEPADA TEMAN YANG IKUT MEMBONCENG DENGAN SAYA BAHWA POLISI TAKUT UNTUK MEMBERHENTIKAN MOTOR SAYA.
TETAPI ADA KEJADIAN YANG MENURUT SAYA LUCU YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH INI. WAKTU ITU SAYA MENGENDARAI MOTOR KE ARAH LUAR KOTA DAN SAYA TAHU BAHWA DI DAERAH PERBATASAN KOTA BOLEH DIKATAKAN SELALU ADA SWEEPING DARI POLISI. TETAPI SAYA TIDAK MEMPERDULIKANNYA KARENA YA..ITU TADI BAHWA KELENGKAPAN SURAT-SURAT KENDARAAN SAYA TIDAK KURANG SUATU APA PUN. DAN TERNYATA BENAR KETIKA MENDEKATI PERBATASAN KOTA DARI JAUH KELIHATAN POLISI BERJEJER DI TENGAH JALAN DAN ADA TANDA BAHWA MEREKA SEDANG MELAKUKAN OPERASI RUTIN.
DI DEPAN SAYA ADA BEBERAPA MOTOR, KALAU SAYA TIDAK SALAH ADA TIGA MOTOR.. JADI DENGAN SAYA BERARTI ADA EMPAT MOTOR YANG BERJALAN BERIRINGAN. RUPANYA SEMUA MOTOR YANG ADA DI DEPAN SAYA TETAP MELAJU WALAUPUN DARI KEJAUHAN ADA OPERASI SWEEPING DARI POLISI, MUNGKIN MEREKA JUGA MERASA TIDAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN KARENA MEREKA PUN LENGKAP SURAT-SURATNYA. MENDEKATI AREA OPERASI SWEEPING POLISI YANG BERADA DI TENGAH JALAN MEMBERI TANDA KEPADA MOTOR YANG PALING DEPAN UNTUK MENEPI DAN BERHENTI, DENGAN MAKSUD UNTUK DIPERIKSA KELENGKAPAN SURAT-SURATNYA. TETAPI RUPANYA PAK POLISI TERSEBUT TIDAK HANYA MEMBERHENTIKAN MOTOR YANG PALING DEPAN SAJA, SEMUA MOTOR YANG BERIRINGAN TERMASUK SAYA YANG BERADA PALING BELAKANG DIMINTA JUGA UNTUK MENEPI DAN BERHENTI.
SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK, SEMUA MOTOR YANG BERIRINGAN INI MENEPI DAN BERHENTI. HANYA KARENA SAYA BERADA DI POSISI PALING BELAKANG SAYA MENGAMBIL TEMPAT UNTUK BERHENTI PALING DEPAN DI ANTARA MEREKA BERTIGA, ARTINYA POSISI YANG PALING JAUH DARI POLISI YANG MEMBERHENTIKAN KAMI. SETELAH BERHENTI SAYA PUN MENGELUARKAN DOMPET DARI SAKU CELANA DAN BERSIAP-SIAP UNTUK MENGELUARKAN SURAT-SURAT DARI DALAM DOMPET. SAYA KEMUDIAN MENENGOK KE BELAKANG MELIHAT POLISI YANG MEMERINTAHKAN UNTUK BERHENTI TADI. SAYA LIHAT POLISI ITU SIBUK UNTUK MEMERIKSA MOTOR YANG PERTAMA KEMUDIAN SAYA LIHAT KE SEKELILING TIDAK ADA JUGA POLISI YANG BEBAS DARI PEKERJAANNYA, ARTINYA SEMUA POLISI YANG ADA SIBUK MEMERIKSA KENDARAAN YANG MEREKA BERHENTIKAN.
ADA PERASAAN JENGKEL JUGA DALAM HATI INI, SUDAH DIBERHENTIKAN TAPI TIDAK DIPERIKSA. SETELAH BEBERAPA SAAT SAYA PUN MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK JALAN LAGI. SAYA PUN MENJALANKAN MOTOR SAYA YANG BELUM SEMPAT DIMATIKAN DENGAN CARA JALAN PELAN-PELAN. KURANG LEBIH 5 SAMPAI 10 METER DARI TEMPAT SWEEPING SAYA LIHAT KE BELAKANG LEWAT KACA SPION. DENGAN MAKSUD APAKAH ADA POLISI YANG MENGEJAR SAYA ATAU TIDAK. RUPANYA SEMUA POLISI SIBUK DENGAN PEKERJAANNYA DAN TIDAK ADA YANG MENGEJAR SAYA, ENTAH APAKAH MEREKA TAHU SAYA PERGI BEGITU SAJA ATAU MEREKA JUGA TIDAK PEDULI DENGAN KEPERGIAN SAYA.
MENJELANG TENGAH HARI, SETELAH URUSAN SELESAI DI LUAR KOTA, SAYA PUN KEMBALI PULANG MASUK KOTA. DAN TENTUNYA SAYA HARUS KEMBALI MELEWATI TEMPAT DIMANA TADI ADA ACARA SWEEPING DARI POLISI. TETAPI TERNYATA ACARA SWEEPING POLISI SUDAH TIDAK ADA LAGI. SAYA PUN MELEWATI TEMPAT TADI DENGAN SANTAI.
MASUK DI KOTA, SAYA MEMPUNYAI RENCANA UNTUK KE ATM DULU SEBELUM KE RUMAH. SESAMPAINYA DI ATM, SAYA PUN MENGELUARKAN KARTU ATM YANG BERADA DI DOMPET YANG ADA DI SAKU CELANA. SETELAH MENGAMBIL KARTU ATM YANG DIMAKSUD SAYA PERHATIKAN DI DOMPET SAYA TERNYATA TIDAK ADA SIM DI DALAM DOMPET TERSEBUT, BAIK SIM MOBIL, MAUPUN SIM MOTOR. DAN SAYA PERHATIKAN LEBIH SEKSAMA TERNYATA TIDAK ADA JUGA KTP DI DALAM DOMPET TERSEBUT. SAYA KAGET JUGA MELIHAT KENYATAAN ITU. SAYA PIKIR-PIKIR, SEMUA DOKUMEN TERSEBUT DUA HARI YANG LALU DIPAKAI UNTUK MENCETAK BUKU TABUNGAN BARU YANG SUDAH PENUH DI BANK TERTENTU. DAN SETELAH SELESAI URUSANNYA SEMUA DOKUMEN TERSEBUT PLUS BUKU TABUNGAN BARU SAYA MASUKKAN DI TAS, BUKANNYA DI DOMPET. SEMENTARA WAKTU ITU SAYA TIDAK MEMBAWA TAS DIMANA SIM, KTP DAN BUKU TABUNGAN BERADA.
WAH…SAYA JADI TERINGAT KETIKA TADI SAYA DIBERHENTIKAN POLISI DI OPERASI SWEEPING. SAYA JADI TERSENYUM KECUT KARENANYA, BAGAIMANA KALAU POLISI MENGEJAR SAYA DAN TERNYATA SAYA MEMANG TIDAK LENGKAP SURAT-SURATNYA, KARENA SIM MOTOR SAYA TIDAK ADA SAYA PEGANG. SAYA HANYA BISA MENGUCAPKAN SYUKUR ALHAMDULILLAH. SETELAH ITU, MENUJU PULANG KE RUMAH SAYA PUN LEBIH BERHATI-HATI MELIHAT KE DEPAN. KARENA JALUR KE RUMAH PUN BIASANYA SELALU ADA OPERASI SWEEPING. TENTUNYA KALAU ADA OPERASI SWEEPING SAYA TIDAK AKAN BERANI UNTUK MELANJUTKAN PERJALANAN MELEWATI OPERASI TERSEBUT. TERNYATA OPERASI SWEEPING MENUJU KE RUMAH TIDAK ADA, SAYA PUN LEGA KARENANYA HINGGA SAMPAI DI RUMAH DENGAN SELAMAT TANPA ADA URUSAN YANG MENG-HEBOHKAN!
TERNYATA SESAMPAI DI RUMAH SAYA CEK DI TAS MEMANG BENAR SURAT-SURAT PENTING YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELENGKAPAN MOTOR ADA DI DALAMNYA. DARI KEJADIAN TERSEBUT, HIKMAHNYA ADALAH SAYA HARUS LEBIH BERHATI-HATI LAGI KALAU MAU PERGI MENINGGALKAN TEMPAT. HARUS DICEK DULU SEMUANYA SEHINGGA TIDAK AKAN ADA GANGGUAN DALAM PERJALANAN NANTINYA. INSYA ALLAH.
BAGI SAYA KEPERCAYAAN DIRI YANG BENAR HARUS DIIKUTI DENGAN KEMAMPUAN YANG MAKSIMAL DAN KELENGKAPAN PENDUKUNG YANG OPTIMAL.
Rabu, 26 Mei 2010
APAKAH BENAR, AKAL YANG MEMBEDAKAN MANUSIA DENGAN BINATANG?
Sudah menjadi pemikiran umum bahwa yang membedakan manusia dan binatang adalah akal. Sederhananya adalah manusia mempunyai akal sedangkan binatang tidak mempunyai akal. Jadi kadang diistilahkan orang yang berperilaku seperti tidak mempergunakan akal digambarkan seperti binatang.
Tapi sebenarnya apakah benar binatang tidak mempunyai akal? Atau apakah akal itu hanya domainnya manusia saja. Sebelum lebih jauh kita coba mencari definisi akal itu sendiri. Menurut WIkipedia Indonesia Akal berasal dari bahasa Arab 'aql yang secara bahasa berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. Pengertian lain dari akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu), kemampuan melihat cara memahami lingkungan, atau merupakan kata lain dari pikiran dan ingatan. Dengan akal, dapat melihat diri sendiri dalam hubungannya dengan lingkungan sekeliling, juga dapat mengembangkan konsepsi-konsepsi mengenai watak dan keadaan diri kita sendiri, serta melakukan tindakan berjaga-jaga terhadap rasa ketidakpastian yang esensial hidup ini. Akal juga bisa berarti jalan atau cara melakukan sesuatu, daya upaya, dan ikhtiar. Akal juga mempunyai konotasi negatif sebagai alat untuk melakukan tipu daya, muslihat, kecerdikan, kelicikan. Nah, kalau kita melihat definisi akal menurut wikipedia, apakah kita masih yakin bahwa binatang tidak punyai akal. Kita bisa melihat kehidupan binatang atau hewan peliharaan di rumah kita, kadang kita menemukan hewan kita cukup pintar untuk menemukan sesuatu atau makanannya padahal kita sudah mencoba menghalangi atau menyembunyikannya. Hewan peliharaan kita juga cukup pintar menghindar dari ancaman yang akan merugikan atau menyakiti dirinya. Begitu pula kita biasa melihat hewan di tempat sirkus, ada hewan yang bisa menghitung, ada yang menunjukkan kebolehannya yang tentunya berhubungan dengan akal si hewan itu. Kalau kita masih meragukan karena mereka adalah hewan yang terlatih dan hewan peliharaan. Ternyata itupun bisa dipatahkan ketika ketika kita melihat tayangan di televisi yang menayangkan kehidupan hewan liar. mereka terlihat menggunakan akalnya ketika mencoba menangkap hewan buruannya. atau menghindar dari hewan pemangsa.
Saya jadi ingat ada dosen dulu yang menerangkan tentang monyet yang dikurung, kemudian makanan digantung di bagian atas kurungan, yang secara logika tidak mungkin diraih oleh monyet itu dengan tangannya. tetapi kemudian dalam penelitian itu dimasukkanlah ke dalam kurungan kotak dan tongkat kayu panjang. Kalau hanya kotak yang dipakai sebagai pijakan makanan masih belum bisa diraih. ternyata monyet itu pun meraih tongkat kayu panjang dan mencoba untuk memukul makanan itu hingga jatuh dan bisa dimakan. Pertanyaannya : APakah monyet itu tidak punya akal? Satu lagi, dulu dosen saya seorang prof (sudah almarhum, lupa namanya tapi wajahnya masih terbayang, seorang keturunan cina tapi pintar sekali, mengajarnya enak dan biasa digelari prof tikus, karena selalu meneliti tentang tikus terutama hubungannya dengan pertanian, hingga punya hak paten alat penggembos tikus di pematang), beliau bilang bahwa tikus adalah binatang yang paling pintar. pintar tentu berhubungan dengan akal yang dipunyai si tikus. Kalau kita mau menangkap tikus atau memberantas tikus yang ada di rumah, apakah itu dengan perangkap kurungan, lem tikus atau racun tikus, ternyata kita tidak bisa menangkap semua tikus dengan hanya satu cara, karena tikus kalau sudah ada temannya yang kena perangkap yang kita pasang maka hal itu tidak akan terjadi lagi pada temannya. he-he....penasaran? coba buktikan. Jadi, dari uraian di atas, pertanyaan berikutnya adalah kalau binatang atau hewan juga punya akal, apa yang membedakan kita sebagai Manusia dan Binatang dilihat dari segi akalnya?
===========
Tapi sebenarnya apakah benar binatang tidak mempunyai akal? Atau apakah akal itu hanya domainnya manusia saja. Sebelum lebih jauh kita coba mencari definisi akal itu sendiri. Menurut WIkipedia Indonesia Akal berasal dari bahasa Arab 'aql yang secara bahasa berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. Pengertian lain dari akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu), kemampuan melihat cara memahami lingkungan, atau merupakan kata lain dari pikiran dan ingatan. Dengan akal, dapat melihat diri sendiri dalam hubungannya dengan lingkungan sekeliling, juga dapat mengembangkan konsepsi-konsepsi mengenai watak dan keadaan diri kita sendiri, serta melakukan tindakan berjaga-jaga terhadap rasa ketidakpastian yang esensial hidup ini. Akal juga bisa berarti jalan atau cara melakukan sesuatu, daya upaya, dan ikhtiar. Akal juga mempunyai konotasi negatif sebagai alat untuk melakukan tipu daya, muslihat, kecerdikan, kelicikan. Nah, kalau kita melihat definisi akal menurut wikipedia, apakah kita masih yakin bahwa binatang tidak punyai akal. Kita bisa melihat kehidupan binatang atau hewan peliharaan di rumah kita, kadang kita menemukan hewan kita cukup pintar untuk menemukan sesuatu atau makanannya padahal kita sudah mencoba menghalangi atau menyembunyikannya. Hewan peliharaan kita juga cukup pintar menghindar dari ancaman yang akan merugikan atau menyakiti dirinya. Begitu pula kita biasa melihat hewan di tempat sirkus, ada hewan yang bisa menghitung, ada yang menunjukkan kebolehannya yang tentunya berhubungan dengan akal si hewan itu. Kalau kita masih meragukan karena mereka adalah hewan yang terlatih dan hewan peliharaan. Ternyata itupun bisa dipatahkan ketika ketika kita melihat tayangan di televisi yang menayangkan kehidupan hewan liar. mereka terlihat menggunakan akalnya ketika mencoba menangkap hewan buruannya. atau menghindar dari hewan pemangsa.
Saya jadi ingat ada dosen dulu yang menerangkan tentang monyet yang dikurung, kemudian makanan digantung di bagian atas kurungan, yang secara logika tidak mungkin diraih oleh monyet itu dengan tangannya. tetapi kemudian dalam penelitian itu dimasukkanlah ke dalam kurungan kotak dan tongkat kayu panjang. Kalau hanya kotak yang dipakai sebagai pijakan makanan masih belum bisa diraih. ternyata monyet itu pun meraih tongkat kayu panjang dan mencoba untuk memukul makanan itu hingga jatuh dan bisa dimakan. Pertanyaannya : APakah monyet itu tidak punya akal? Satu lagi, dulu dosen saya seorang prof (sudah almarhum, lupa namanya tapi wajahnya masih terbayang, seorang keturunan cina tapi pintar sekali, mengajarnya enak dan biasa digelari prof tikus, karena selalu meneliti tentang tikus terutama hubungannya dengan pertanian, hingga punya hak paten alat penggembos tikus di pematang), beliau bilang bahwa tikus adalah binatang yang paling pintar. pintar tentu berhubungan dengan akal yang dipunyai si tikus. Kalau kita mau menangkap tikus atau memberantas tikus yang ada di rumah, apakah itu dengan perangkap kurungan, lem tikus atau racun tikus, ternyata kita tidak bisa menangkap semua tikus dengan hanya satu cara, karena tikus kalau sudah ada temannya yang kena perangkap yang kita pasang maka hal itu tidak akan terjadi lagi pada temannya. he-he....penasaran? coba buktikan. Jadi, dari uraian di atas, pertanyaan berikutnya adalah kalau binatang atau hewan juga punya akal, apa yang membedakan kita sebagai Manusia dan Binatang dilihat dari segi akalnya?
===========
Maaf, ikut
nebeng, bagi yang mau memenuhi kebutuhan hidupnya klik http://onstore.co.id/s/00367940001
Baca juga : http://mang-emfur.blogspot.co.id/2016/05/apakah-kita-hanya-mau-berpangku-tangan.html
Rabu, 28 April 2010
Proposal Sumbangan Mushaf Al-quran
ﺍﻋﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴـﻄﺎﻦ ﺍﻟﺮﺠﻴــﻢ
ﺒﺴـــﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴــﻢ
PROPOSAL PERMOHONAN SUMBANGAN
MUSHAF AL-QURAN
I. PENDAHULUAN
Seperti diketahui bersama bahwa Al-Quran adalah Kitab Suci ummat Islam. Dalam pengertian syariat, Al-Quran adalah pedoman dasar hidup (way of life) bagi ummat Islam. Segala aspek kehidupan baik yang bersifat ibadah maupun muamalah, apakah itu berhubungan kehidupan pribadi, bermasyarakat bahkan bernegara sekalipun harus didasarkan kepada Al-Quran. Dengan menjadikan Al-Quran sebagai dasar kehidupan bagi ummat Islam maka Allah swt akan menjamin kehidupannya baik di dunia maupun di akhirat.
Allah berfirman :
اِنَّ ھٰٰذَاالقُرْاٰن َيَھْدِيْ لِلَّتِيْ ھِي َاَقْوَمُ وَيُبَِشِّرُ الْمُٶْمِنِيْنَ الَّذِيْن َيَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنّ َلَھُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا ﴿اﻻسراء ٩﴾َ
“Sungguh Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebaikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar” (Surat Al-Isro :9).
Dengan kondisi seperti itu Al-Quran tidak bisa dilepaskan dari ummat Islam itu sendiri. Dalam bentuk sebagai kitab, mushaf Al-Quran harus selalu berada di di antara ummat Islam. Setiap orang yang mengaku dirinya orang Islam pasti akan mempunyai mushaf Al-Quran di rumahnya dan harus menjadikan Al-Quran sebagai bahan bacaan harian. Bagaimanapun arti bahasa dari kata Quran itu sendiri adalah bacaan. Apalagi dihubungkan dengan Al-Quran sebagai dasar kehidupan ummat Islam itu sendiri, intensitas membaca dalam arti mendalami maknanya harus lebih diintensifkan.
Sebagai kitab, Al-Quran mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan kitab-kitab sebelumnya. Rasulullah saw menyatakan bahwa dengan membaca ayat-ayat Al-Quran saja walaupun kita tidak mengerti akan artinya Allah swt memberikan pahala untuk setiap huruf Al-Quran yang dibaca. Ali bin abi thalib kw. berkata : “Setiap orang yang membaca Al-Quran dalam shalat, tiap huruf yang dibacanya akan mendapat pahala lima puluh kebajikan. Bagi yang membacanya di luar shalat dengan berwudlu, tiap-tiap huruf yang dibacanya mendapat dua puluh lima kebajikan. Dan bagi yang membacanya di luar shalat tanpa berwudlu pahalanya sepuluh kebajikan”. (diambil dari buku Islam untuk Remaja).
Allah swt berfirman dalam surat Fatir ayat 29-30 :
اِنَّ الَّذِيَْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اﷲِ وَاَقََََامُوا الصَّلٰوۃَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّارَزَقْنٰھُمْ سِرَّا وَّعَلاََ نِيَۃً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّن ْتَبُوْرَ
لِيُوَفِّيَھُمْ اُجُوْرَھُمْ وَيَزِيْدَھُمْ مِنْ فَضْلِهۗ اِنَّه غَفُوْرٌ شَكُوْرٌِ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Quran) dan melaksanakan shalat dan menginfaqkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahala-Nya kepada mereka dan menambahkan karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri”
Rasulullah saw bersabda :
اَفْضَلُ عِبَادَتِ ٲُمَّتِى تِلاَوَۃُ الْقُرْاٰنِ
“Ibadah ummatku yang paling utama adalah membaca Al-Quran” (HR. Al Baihaqy)
Dalam hadist riwayat Bukhari dikatakan, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”
Dalam hadits lain dikatakan :”Dari sahabat Mu’adz bin Jabal ra. Ia berkata : Saya pernah bersama-sama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan, ketika itu saya bertanya kepada Beliau : “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu yang dapat memberi manfaat kepadaku. Beliau menjawab : Kalau kamu ingin hidup bahagia, mati syahid, selamat pada hari kiamat, mendapat naungan di padang mahsyar, memperoleh petunjuk dari kesesatan, maka hendaklah kamu mendawamkan bacaan Al-Quran. Sebab ia adalah Kalam Tuhan Yang Maha Penyayang, benteng dari godaan syeitan dan menambah berat timbangan amal kebaikan di neraca akhirat” (diambil dari buku Keutamaan dan Hikmah puasa Ramadhan)
Dalam hadist Riwayat Al-Bukhori dan Muslim dari Siti Aisyah menyatakan :”Orang yang pandai membaca Al-Quran, kelak mendapat tempat di surga bersama-sama Rasul yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Quran tetapi membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya, baginya dua pahala” (diambil dari Buku Qiro’atul Quran).
Bahkan dengan membaca Al-Quran, maka Al-quran akan memberikan syafaat nanti di hari Kiamat sebagai mana hadits dari Muslim :”Dari Abu Umamah ra., ia berkata :” Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :”Bacalah Al-Quran, karena di hari Kiamat ia datang memberi syafaat pada orang yang membacanya. Bacalah Az Zahrawain, yaitu; surat Al-Baqarah dan Ali Imran, nanti di hari kiamat kedua surat tersebut datang bagaikan dua gumpalan awan, atau bagaikan dua rombongan burung yang terbang membentangkan sayapnya, membela orang yang selalu membacanya, bacalah surat al-Baqarah, karena membacanya membawa keberkahan, dan meninggalkannya adalah penyesalan, dan tukang sihir tidak mampu menyihir orang yang membacanya .”
Dengan demikian setiap ummat Islam diwajibkan untuk bisa membaca Al-Quran. Bahkan untuk hal ini di beberapa pemerintahan kabupaten/kota atau bahkan provinsi berbagai kebijakan telah diterapkan untuk menunjang setiap ummat Islam untuk bisa membaca Al-Quran. Seperti setiap anak-anak Sekolah Dasar yang akan mengikuti ujian kelulusan diharuskan untuk mempunyai ijazah TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), yang berarti bahwa anak-anak tersebut telah mampu membaca Al-Quran dengan baik. Begitu pula di beberapa tempat yang lain di lembaga pemerintahan, bagi yang akan memegang jabatan tertentu harus mempunyai kemampuan untuk membaca Al-Quran yang baik. Bahkan pada pemilihan gubernur Aceh yang terakhir, para calon gubernur disyaratkan untuk memperlihatkan kemampuannya dalam membaca Al-Quran di hadapan publik.
II. MUSHOLLA AL-FURQON
Musholla Al-Furqon, terletak di dusun Parengki, desa Tasiwalie kecamatan Suppa kabupaten Pinrang. Musholla Al-Furqon yang mempunyai luas bangunan 10 x 11 meter persegi mulai dibangun pada bulan Januari 2009. Sampai saat ini walau dari segi bangunan belum selesai secara sempurna tetapi bangunan Musholla sudah mulai dipergunakan untuk shalat pertama kali pada bulan Ramadhan pada tahun 2009, baik shalat wajib berjamaah maupun shalat tarawih dengan sikap antusias yang positif dari masyarakat sekitar Musholla. Bahkan hingga saat ini atas inisiatif jamaah yang direspon oleh Pengurus Musholla Al-Furqon, musholla sudah melaksanakan shalat iedul Adha dan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Rasulullah saw. Insya Allah ke depan acara-acara serupa akan dilaksanakan sesuai kemampuan yang ada.
Dengan kondisi umur musholla yang masih dalam hitungan jari dan bentuk bangunan yang belum sempurna tentunya fasilitas pendukungpun belum begitu lengkap. Sebagai wadah aktualisasi ibadah untuk jamaah dan terkandung di dalamnya proses pembinaan keagamaan bagi dan untuk jamaah maka program pengurus selanjutnya adalah berhubungan dengan kemampuan jamaah dalam membaca Al-Quran yang benar pada semua tingkatan umur. Untuk tahap awwal dari program tersebut yang disesuaikan dengan kondisi adalah pengadaan mushaf Al-Quran sebagai pegangan jamaah dalam membaca Al-Quran ketika berada di Musholla sehingga tidak perlu repot-repot untuk membawa mushaf Al-Quran dari rumah masing-masing.
III. KEBUTUHAN MUSHAF AL-QURAN MUSHOLLA AL-FURQON
Kondisi jamaah tetap Musholla Al-Furqon berdasarkan shalat berjamaah di waktu shalat wajib, memang tidak selalu sama untuk setiap waktu shalatnya. Pada umumnya kalau shalat berjamaah di waktu siang hari relatife kurang dibandingkan dengan shalat berjamaah di waktu malam hari dan subuh. Biasanya di siang hari banyak jamaah tetap shalat berjamaah di malam hari dan subuh masih berada di tempatnya bekerja apakah itu di tambak, kebun atau di tempatnya bekerja.
Di waktu shalat berjamaah shalat maghrib dan isya, jumlah jamaah relatife sama ditambah lagi dengan hadirnya anak-anak yang menempati shaf tersendiri di belakang shaf orang dewasa. Shaf orang dewasa laki-laki kadang melebihi satu baris shaf, dimana satu baris shaf bisa mencapai 20 orang jamaah. Begitu pula dengan jamaah perempuan, bisa mencapai satu baris shaf lebih. Karena di waktu-waktu inilah, yaitu shalat berjamaah maghrib dan isya yang mencapai jumlah yang paling banyak sehingga kebanyakan rapat-rapat yang perlu dibicarakan dengan jamaah dan juga untuk mendengarkan aspirasi dari jamaah dilaksanakan di antara waktu ini.
Program belajar Al-Quran atau program taddarus Al-Quran untuk kelompok umur dewasa apakah itu laki-laki maupun perempuan akan dilaksanakan pada waktu di antara maghrib dan isya. Untuk rencana awwal akan dilaksanakan 1 kali dalam seminggu, tentunya dengan bimbingan guru yang telah menguasai keilmuan membaca Al-Quran yang benar. Untuk itu diperlukan kurang lebih sebanyak 50 (lima puluh) eksemplar Al-Quran, sehubungan yang akan mempergunakan kebanyakan orangtua maka yang kami harapkan mushaf Al-Quran berukuran besar.
Dengan kondisi keuangan dari Musholla Al-Furqon yang masih terbatas, maka diputuskan untuk mencari bantuan keluar dari lingkungan musholla. Bagi para aghniya atau orang yang mempunyai kelebihan materi, ini adalah ladang kebaikan untuk beramal berupa sodaqoh dan infaq yang balasannya hanya dari Allah swt. Atau bagi Lembaga/Pemerintah yang mempunyai kewenangan dalam penyediaan Mushaf Al-Quran dan sifatnya sebagai program kebijakan untuk masyarakat supaya mampu membaca Al-Quran, musholla Al-Furqon beserta pengurusnya salah satu yang ada dalam barisan untuk mensukseskan program tersebut.
ھَل جَزَاءُ الاِحْسَانِ اِلاّ َالاِحْسَانُ ﴿الرّحمٰن ٦٠﴾
“Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan (pula)” (Ar-Rahman, ayat 60)
وَمَا تُقَدِّمُوْا ِلا َنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْر ٍتَجِدُوْهُ عِنْدَ اﷲِ ﴿البقرۃ ١١٠﴾
“Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah.” (Al Baqoroh, ayat 110)
Allah berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 40 :
وَلَيَنْصُرَنَّ اﷲُ مَنْ يَنْصُرُﻩ
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya”
Terakhir, kami ucapkan Jazakumullahu khoiron kastiron. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak, Ibu, Saudara/saudari dengan kebaikan yang lebih banyak. Amin.
IV. DAFTAR PUSTAKA
1. AL-QUR’ANULKARIM. SYAAMIL AL-QUR’AN. TERJEMAH PER KATA TYPE HIJAZ. Yayasan Penyelenggara/Penafsir Al-Quran Revisi Terjemah oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an. Departemen Agama Republik Indonesia. 2007
2. M. Quraish Shihab, Dr. MA. MEMBUMIKAN AL-QURAN. Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Penerbit MIZAN. Bandung. 1994
3. Buku Qiro’atul Qur’an. Taman Kanak-kanak Al-Qur’an. Taman Pendidikan Al-Qur’an.
4. S. Idrus, Keutamaan dan Hikmah Puasa Ramadhan. Penerbit Husaini. Bandung. 1991
5. Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry. Penerjemah : Team Indonesia. Keutamaan Al-Quran. Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. Islamhouse.com
6. Tim Penulis Rosda. Islam untuk Remaja. Materi Pesantren Kilat SMU. Penerbit PT Remaja Rosdakarya. Bandung. 1997
========
ﺒﺴـــﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴــﻢ
PROPOSAL PERMOHONAN SUMBANGAN
MUSHAF AL-QURAN
I. PENDAHULUAN
Seperti diketahui bersama bahwa Al-Quran adalah Kitab Suci ummat Islam. Dalam pengertian syariat, Al-Quran adalah pedoman dasar hidup (way of life) bagi ummat Islam. Segala aspek kehidupan baik yang bersifat ibadah maupun muamalah, apakah itu berhubungan kehidupan pribadi, bermasyarakat bahkan bernegara sekalipun harus didasarkan kepada Al-Quran. Dengan menjadikan Al-Quran sebagai dasar kehidupan bagi ummat Islam maka Allah swt akan menjamin kehidupannya baik di dunia maupun di akhirat.
Allah berfirman :
اِنَّ ھٰٰذَاالقُرْاٰن َيَھْدِيْ لِلَّتِيْ ھِي َاَقْوَمُ وَيُبَِشِّرُ الْمُٶْمِنِيْنَ الَّذِيْن َيَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنّ َلَھُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا ﴿اﻻسراء ٩﴾َ
“Sungguh Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebaikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar” (Surat Al-Isro :9).
Dengan kondisi seperti itu Al-Quran tidak bisa dilepaskan dari ummat Islam itu sendiri. Dalam bentuk sebagai kitab, mushaf Al-Quran harus selalu berada di di antara ummat Islam. Setiap orang yang mengaku dirinya orang Islam pasti akan mempunyai mushaf Al-Quran di rumahnya dan harus menjadikan Al-Quran sebagai bahan bacaan harian. Bagaimanapun arti bahasa dari kata Quran itu sendiri adalah bacaan. Apalagi dihubungkan dengan Al-Quran sebagai dasar kehidupan ummat Islam itu sendiri, intensitas membaca dalam arti mendalami maknanya harus lebih diintensifkan.
Sebagai kitab, Al-Quran mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan kitab-kitab sebelumnya. Rasulullah saw menyatakan bahwa dengan membaca ayat-ayat Al-Quran saja walaupun kita tidak mengerti akan artinya Allah swt memberikan pahala untuk setiap huruf Al-Quran yang dibaca. Ali bin abi thalib kw. berkata : “Setiap orang yang membaca Al-Quran dalam shalat, tiap huruf yang dibacanya akan mendapat pahala lima puluh kebajikan. Bagi yang membacanya di luar shalat dengan berwudlu, tiap-tiap huruf yang dibacanya mendapat dua puluh lima kebajikan. Dan bagi yang membacanya di luar shalat tanpa berwudlu pahalanya sepuluh kebajikan”. (diambil dari buku Islam untuk Remaja).
Allah swt berfirman dalam surat Fatir ayat 29-30 :
اِنَّ الَّذِيَْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اﷲِ وَاَقََََامُوا الصَّلٰوۃَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّارَزَقْنٰھُمْ سِرَّا وَّعَلاََ نِيَۃً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّن ْتَبُوْرَ
لِيُوَفِّيَھُمْ اُجُوْرَھُمْ وَيَزِيْدَھُمْ مِنْ فَضْلِهۗ اِنَّه غَفُوْرٌ شَكُوْرٌِ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Quran) dan melaksanakan shalat dan menginfaqkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahala-Nya kepada mereka dan menambahkan karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri”
Rasulullah saw bersabda :
اَفْضَلُ عِبَادَتِ ٲُمَّتِى تِلاَوَۃُ الْقُرْاٰنِ
“Ibadah ummatku yang paling utama adalah membaca Al-Quran” (HR. Al Baihaqy)
Dalam hadist riwayat Bukhari dikatakan, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”
Dalam hadits lain dikatakan :”Dari sahabat Mu’adz bin Jabal ra. Ia berkata : Saya pernah bersama-sama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan, ketika itu saya bertanya kepada Beliau : “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu yang dapat memberi manfaat kepadaku. Beliau menjawab : Kalau kamu ingin hidup bahagia, mati syahid, selamat pada hari kiamat, mendapat naungan di padang mahsyar, memperoleh petunjuk dari kesesatan, maka hendaklah kamu mendawamkan bacaan Al-Quran. Sebab ia adalah Kalam Tuhan Yang Maha Penyayang, benteng dari godaan syeitan dan menambah berat timbangan amal kebaikan di neraca akhirat” (diambil dari buku Keutamaan dan Hikmah puasa Ramadhan)
Dalam hadist Riwayat Al-Bukhori dan Muslim dari Siti Aisyah menyatakan :”Orang yang pandai membaca Al-Quran, kelak mendapat tempat di surga bersama-sama Rasul yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Quran tetapi membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya, baginya dua pahala” (diambil dari Buku Qiro’atul Quran).
Bahkan dengan membaca Al-Quran, maka Al-quran akan memberikan syafaat nanti di hari Kiamat sebagai mana hadits dari Muslim :”Dari Abu Umamah ra., ia berkata :” Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :”Bacalah Al-Quran, karena di hari Kiamat ia datang memberi syafaat pada orang yang membacanya. Bacalah Az Zahrawain, yaitu; surat Al-Baqarah dan Ali Imran, nanti di hari kiamat kedua surat tersebut datang bagaikan dua gumpalan awan, atau bagaikan dua rombongan burung yang terbang membentangkan sayapnya, membela orang yang selalu membacanya, bacalah surat al-Baqarah, karena membacanya membawa keberkahan, dan meninggalkannya adalah penyesalan, dan tukang sihir tidak mampu menyihir orang yang membacanya .”
Dengan demikian setiap ummat Islam diwajibkan untuk bisa membaca Al-Quran. Bahkan untuk hal ini di beberapa pemerintahan kabupaten/kota atau bahkan provinsi berbagai kebijakan telah diterapkan untuk menunjang setiap ummat Islam untuk bisa membaca Al-Quran. Seperti setiap anak-anak Sekolah Dasar yang akan mengikuti ujian kelulusan diharuskan untuk mempunyai ijazah TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), yang berarti bahwa anak-anak tersebut telah mampu membaca Al-Quran dengan baik. Begitu pula di beberapa tempat yang lain di lembaga pemerintahan, bagi yang akan memegang jabatan tertentu harus mempunyai kemampuan untuk membaca Al-Quran yang baik. Bahkan pada pemilihan gubernur Aceh yang terakhir, para calon gubernur disyaratkan untuk memperlihatkan kemampuannya dalam membaca Al-Quran di hadapan publik.
II. MUSHOLLA AL-FURQON
Musholla Al-Furqon, terletak di dusun Parengki, desa Tasiwalie kecamatan Suppa kabupaten Pinrang. Musholla Al-Furqon yang mempunyai luas bangunan 10 x 11 meter persegi mulai dibangun pada bulan Januari 2009. Sampai saat ini walau dari segi bangunan belum selesai secara sempurna tetapi bangunan Musholla sudah mulai dipergunakan untuk shalat pertama kali pada bulan Ramadhan pada tahun 2009, baik shalat wajib berjamaah maupun shalat tarawih dengan sikap antusias yang positif dari masyarakat sekitar Musholla. Bahkan hingga saat ini atas inisiatif jamaah yang direspon oleh Pengurus Musholla Al-Furqon, musholla sudah melaksanakan shalat iedul Adha dan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Rasulullah saw. Insya Allah ke depan acara-acara serupa akan dilaksanakan sesuai kemampuan yang ada.
Dengan kondisi umur musholla yang masih dalam hitungan jari dan bentuk bangunan yang belum sempurna tentunya fasilitas pendukungpun belum begitu lengkap. Sebagai wadah aktualisasi ibadah untuk jamaah dan terkandung di dalamnya proses pembinaan keagamaan bagi dan untuk jamaah maka program pengurus selanjutnya adalah berhubungan dengan kemampuan jamaah dalam membaca Al-Quran yang benar pada semua tingkatan umur. Untuk tahap awwal dari program tersebut yang disesuaikan dengan kondisi adalah pengadaan mushaf Al-Quran sebagai pegangan jamaah dalam membaca Al-Quran ketika berada di Musholla sehingga tidak perlu repot-repot untuk membawa mushaf Al-Quran dari rumah masing-masing.
III. KEBUTUHAN MUSHAF AL-QURAN MUSHOLLA AL-FURQON
Kondisi jamaah tetap Musholla Al-Furqon berdasarkan shalat berjamaah di waktu shalat wajib, memang tidak selalu sama untuk setiap waktu shalatnya. Pada umumnya kalau shalat berjamaah di waktu siang hari relatife kurang dibandingkan dengan shalat berjamaah di waktu malam hari dan subuh. Biasanya di siang hari banyak jamaah tetap shalat berjamaah di malam hari dan subuh masih berada di tempatnya bekerja apakah itu di tambak, kebun atau di tempatnya bekerja.
Di waktu shalat berjamaah shalat maghrib dan isya, jumlah jamaah relatife sama ditambah lagi dengan hadirnya anak-anak yang menempati shaf tersendiri di belakang shaf orang dewasa. Shaf orang dewasa laki-laki kadang melebihi satu baris shaf, dimana satu baris shaf bisa mencapai 20 orang jamaah. Begitu pula dengan jamaah perempuan, bisa mencapai satu baris shaf lebih. Karena di waktu-waktu inilah, yaitu shalat berjamaah maghrib dan isya yang mencapai jumlah yang paling banyak sehingga kebanyakan rapat-rapat yang perlu dibicarakan dengan jamaah dan juga untuk mendengarkan aspirasi dari jamaah dilaksanakan di antara waktu ini.
Program belajar Al-Quran atau program taddarus Al-Quran untuk kelompok umur dewasa apakah itu laki-laki maupun perempuan akan dilaksanakan pada waktu di antara maghrib dan isya. Untuk rencana awwal akan dilaksanakan 1 kali dalam seminggu, tentunya dengan bimbingan guru yang telah menguasai keilmuan membaca Al-Quran yang benar. Untuk itu diperlukan kurang lebih sebanyak 50 (lima puluh) eksemplar Al-Quran, sehubungan yang akan mempergunakan kebanyakan orangtua maka yang kami harapkan mushaf Al-Quran berukuran besar.
Dengan kondisi keuangan dari Musholla Al-Furqon yang masih terbatas, maka diputuskan untuk mencari bantuan keluar dari lingkungan musholla. Bagi para aghniya atau orang yang mempunyai kelebihan materi, ini adalah ladang kebaikan untuk beramal berupa sodaqoh dan infaq yang balasannya hanya dari Allah swt. Atau bagi Lembaga/Pemerintah yang mempunyai kewenangan dalam penyediaan Mushaf Al-Quran dan sifatnya sebagai program kebijakan untuk masyarakat supaya mampu membaca Al-Quran, musholla Al-Furqon beserta pengurusnya salah satu yang ada dalam barisan untuk mensukseskan program tersebut.
ھَل جَزَاءُ الاِحْسَانِ اِلاّ َالاِحْسَانُ ﴿الرّحمٰن ٦٠﴾
“Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan (pula)” (Ar-Rahman, ayat 60)
وَمَا تُقَدِّمُوْا ِلا َنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْر ٍتَجِدُوْهُ عِنْدَ اﷲِ ﴿البقرۃ ١١٠﴾
“Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah.” (Al Baqoroh, ayat 110)
Allah berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 40 :
وَلَيَنْصُرَنَّ اﷲُ مَنْ يَنْصُرُﻩ
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya”
Terakhir, kami ucapkan Jazakumullahu khoiron kastiron. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak, Ibu, Saudara/saudari dengan kebaikan yang lebih banyak. Amin.
IV. DAFTAR PUSTAKA
1. AL-QUR’ANULKARIM. SYAAMIL AL-QUR’AN. TERJEMAH PER KATA TYPE HIJAZ. Yayasan Penyelenggara/Penafsir Al-Quran Revisi Terjemah oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an. Departemen Agama Republik Indonesia. 2007
2. M. Quraish Shihab, Dr. MA. MEMBUMIKAN AL-QURAN. Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Penerbit MIZAN. Bandung. 1994
3. Buku Qiro’atul Qur’an. Taman Kanak-kanak Al-Qur’an. Taman Pendidikan Al-Qur’an.
4. S. Idrus, Keutamaan dan Hikmah Puasa Ramadhan. Penerbit Husaini. Bandung. 1991
5. Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry. Penerjemah : Team Indonesia. Keutamaan Al-Quran. Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. Islamhouse.com
6. Tim Penulis Rosda. Islam untuk Remaja. Materi Pesantren Kilat SMU. Penerbit PT Remaja Rosdakarya. Bandung. 1997
========
Maaf, ikut
nebeng, bagi yang mau memenuhi kebutuhan hidupnya klik http://onstore.co.id/s/00367940001
Baca juga : http://mang-emfur.blogspot.co.id/2016/05/apakah-kita-hanya-mau-berpangku-tangan.html
Langganan:
Postingan (Atom)

