Rabu, 01 Januari 2014

SALAH PAHAM DAN PAHAM SALAH

Merambah dunia dan akherat

(SALAH PAHAM DAN PAHAM SALAH)

Dalam acara sosialisasi transplantasi terumbu karang di sebuah desa yang berada di pesisir pantai hari jum’at kemarin (29/11-’13), pak Profesor mengatakan bahwa sumber masalah di dunia ini hanya ada dua, yaitu yang pertama Salah Paham dan yang kedua Paham Salah. Beliau pun mengaitkanya dengan kondisi terumbu karang terutama di lokal, nasional maupun internasional.

Sebenarnya bukan hanya Salah Paham dan Paham Salah yang saya petik dari acara sederhana tetapi bernilai luar biasa tersebut, masih banyak memori yang tersimpan yang smoga bermanfaat dilain waktu, terutama berhubungan dengan proses perbaikan baik itu yang berhubungan dengan alam maupun kehidupan manusia itu sendiri yang secara langsung memanfaatkan alam dalam proses menjalani kehidupannya.

Walau sang Profesor mengaitkan Salah Paham dan Paham Salah dengan perilaku nelayan dalam menjalani kehidupannya dengan proses kerusakan lingkungan terutama terumbu karang yang tanpa disadari nelayan justru akan mengakibatkan kerugian bagi nelayan itu sendiri di masa yang akan datang, saya mencoba berfikir dan mengaitkan Salah Paham dan Paham Salah dalam kehidupan manusia secara keseluruhan sesuai dengan kapasitas pemikiran saya sendiri.

Akibat dari Salah Paham dan Paham Salah adalah sama yaitu akan timbul konfik, walaupun intensitas dan kualitasnya kemungkinan tidak sama. Penanganan konflik karena Salah Paham akan lebih mudah dibandingkan penanganan konflik karena Paham Salah. Karena orang-orang yang terlibat konflik karena Salah Paham biasanya karena perbedaan pengetahuan atau pemahaman saja, beda denga orang-orang yang terlibat konflik karena Paham Salah, disamping karena pengetahuan atau pemahaman yang beda tetapi juga disertai dengan keyakinan. Seperti kita ketahui bersama bahwa masalah keyakinan adalah masalah yang cukup sulit untuk berubah, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk berubah, diperlukan pemikiran dan hati yang bersih untuk merubah keyakinan.

Kalau kita telusuri jejak Salah Paham dan Paham Salah ini bahkan hingga awal kehidupan manusia, rupanya Salah Paham dan Paham Salah ini sudah sangat akrab dengan manusia di awal kehidupannya, bahkan muncul hampir secara bersamaan. Kita ingat bagaimana Allah swt menyampaikan ide untuk menjadikan manusia Khalifah di bumi. Kemudian seolah-olah malaikat protes , “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang menumpahkan darah di sana, sedang kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Sampai disini, malaikat nampaknya mempunyai pemikiran yang berbeda dengan Allah swt. Kemudian Allah menjawab keluhan atau protes malaikat itu dengan mengatakan,”Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” dan tentunya Allah swt memberikan fakta atau bukti dari kelebihan manusia (Adam as) dibandingkan malaikat. Malaikat pun akhirnya mengakui dan menyadari akan ke-Salah Paham-an nya terhadap Allah swt dengan mengatakan, “Maha suci Engkau tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh Engkau lah Yang Maha Mengetahui , Maha Bijaksana” (AQ surat Al-Baqoroh)

Lain malaikat, lain pula oknum jin, ketika Allah swt menyuruh semua makhluk untuk sujud kepada Adam as, ternyata ada oknum jin yang tidak mau mentaati perintah Allah swt tersebut, yang akhirnya disebut dengan iblis. Iblis mempunyai pemikiran atau pemahaman yang berbeda dengan malaikat, dia merasa bahwa bahan atau material yang menjadikan iblis sebagai makhluk Allah swt lebih baik dari pada bahan atau material yang manusia sebagai makhluk Allah swt, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan Engkau ciptakan dia dari tanah.” (AQ surat Al-A’raf) Iblis tidak belajar dari malaikat, kalau hanya sekedar bahan atau material sebenarnya bisa saja malaikatpun mengatakan hal yang serupa tapi malaikat tidak melakukan hal itu. Dengan ke-Paham Salah-annya akhirnya iblis diusir oleh Allah swt. Akhirnya kita ketahui bersama bahwa Paham Salah nya iblis merusak tatanan yang ada waktu itu dan juga tatanan yang ada di dunia setelahnya. Melalui anasir-anasirnya iblis, penegakan kalimat toyyibah menemui tantangan dan hambatannya.

Tidak usah kita telusiri Salah Paham dan Paham Salah setelah setelah periode dialog Allah swt-malaikat-iblis, karena itu akan buanyak sekali kita temui. Jangankan setelah zaman itu, untuk saat ini pun kita akan menjumpai buaanyak sekali kasus Salah Paham dan Paham Salah, bahkan ada di sekeliling kita, dalam kehidupan sehari-hari kita, dalam pergaulan dan aktivitas kita dan boleh jadi dalam mimpi-mimpi kita.

Bagaimana supaya kita tidak berjebak dalam lingkaran Salah Paham dan Paham Salah? Belajar dari sikap malaikat adalah tentunya meningkatkan pemahaman kita dan diiringi dengan hati dan pemikiran yang jernih, apalagi jika berbenturan dengan Paham Salah, jangan-jangan justru kita terbelit dan terjaring dengan Paham Salah tersebut. Terlebih lagi Paham Salah yang ditebar pesonakan oleh iblis/syeitan merupakan sebuah profesi dengan kesadaran penuh dari iblis dan syeitan itu sendiri, sedangkan kadang orang yang sudah terjerat Paham Salah tidak menyadari bahwa dia berada dalam lingkaran Paham Salah, bahkan berani mati untuk Paham Salahnya tersebut.

“Dan (ingatlah) ketika syeitan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) dan mengatakan, “Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini dan sungguh aku adalah penolongmu” Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), syeitan balik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat. Sesungguhnya aku takut kepada Allah swt.” Allah sangat keras siksa-Nya (AQ surat Al-Anfal ayat 48)

“Dan Syeitan berkata ketika perkata (Hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamupun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sungguh orang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.” (AQ surat Ibrahim ayat 22)

Wallahu a’lam

Jumat, 27 Desember 2013

Kebenaran dan Kesesatan

Merambah dunia dan akherat (Kebenaran VS Kesesatan) Sudah menjadi suratan Ilahi bahwa ada kebenaran, ada kesesatan. Ada pembawa kebenaran, ada pembawa kesesatan. Ada pendukung kebenaran dan ada pendukung kesesatan. Kedua-duanya selalu bertolak belakang. Dalam kasus awal, iblis yang sudah divonis sebagai Rajanya kesesatan karena tidak mau tunduk kepada perintah Yang Maha Pencipta swt sebagai Sumber kebenaran, sudah memproklamirkan diri untuk menghalangi manusia dari jalan kebenaran bahkan akan dijadikannya sebagai budak-budaknya, dalam surat Al-A’raf ayat 16-17 :”Karena Engkau sudah telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau akan mendapati mereka bersyukur” Dengan demikian pembawa kesesatan akan selalu bersifat agresif untuk mengalihkan keimanan manusia menuju kesesatan dalam hidupnya. Dari satu sisi sekenario akan kehadiran Iblis/syetan adalah sebagai ujian bagi orang-orang yang berada dalam kebenaran, pembawa dan pendukung kebenaran akan keimanan yang mereka anut dalam perjalanan hidup mereka. Sehingga ketika secara komunitas kebenaran keimanannya sudah mulai luntur, Allah swt akan me-charger mereka dengan mengutus Rasul dan Nabi yang baru. Sehingga dalam sejarah selalu dikatakan bahwa setiap Rasul sebagai pembawa kebenaran akan selalu mempunyai musuh. Muhammad, sebagai Rasulullah saw merupakan Rasul yang terakhir yang diutus oleh Allah swt dalam kehidupan manusia. Dalam periode dakwah dan kehidupan yang relatif singkat dibandingkan dengan Rasul-Rasul sebelumnya, Muhammad Rasulullah saw telah berhasil meletakkan dasar-dasar keimanan dan miniatur kehidupan Islam sebagai kebenaran dalam kehidupan di dunia ini untuk menjadi anutan bagi manusia generasi berikutnya hingga akhir zaman. Keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang didapat dengan mudah, karena peran iblis/syeitan pun bergerak sungguh luar biasa dalam membendung kebenaran tersebut. Mereka pun berupaya hingga berdarah-darah dalam membendung Islam ini, baik dari luar Islam maupun dari dalam Islam itu sendiri. Sehingga ada diistilahkan dengan kaum kafir dan kaum munafiq. Pencapaian adanya kaum munafiq merupakan prestasi tersendiri dari iblis/syeitan, karena proses menghalang-halangi keimanan manusia dimulai dari dalam kaum sendiri. Allah berfirman dalam Al-Quran, “Dan diantara manusia ada berkata, “ Kami beriman kepada Allah dan hari akhir, padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.” Di ayat lain dikatakan, “Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada syeitan-syeitan (para pemimpin) mereka, mereka berkata , “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.” Tipu daya mereka untuk membelokkan ajaran Allah swt sungguh luar biasa . Namun Rasulullah saw sudah mewasiatkan kepada umatnya untuk memegang Al-Quran dan Sunnahnya , dan menjadikannya imam dalam kehidupan sehari-hari. Sepeninggal Rasulullah saw, perjuangannya menegakkan kebenaran dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin. Seperti disabdakan oleh beliau saw, “ikutilah Sunnahku dan sunnah khulafaur Rasyidin”. Hanya boleh jadi iblis/syeitan, agak berbangga hati karena para khulafaur rasyidin adalah manusia biasa ditambah lagi dengan semakin banyak orang yang memeluk Islam dan semakin luas daerah kekuasan Islam. Tetapi janji Allah swt tetap berlaku bagi orang-orang yang beriman dan tetap dalam keimanannya akan memdapatkan kebahagian di akherat kelak. Zaman Abu Bakar dan Umar bin khaththab ra. dilewati dengan letupan-letupan kecil (dibandingkan dengan kejadian-kejadian berikutnya) yang mampu diatasi. Zaman Ustman bin Affan ra terjadilah apa yang dinamakan fitnah hingga kematian menjemputnya seperti yang sudah disampaikan oleh Rasulullah saw, “Sesungguhnya kalian akan menemui fitnah dan perselisihan –atau (kalau tidak salah) beliau bersabda, ‘perselisihan dan fitnah’- setelahku nanti. Seseorang bertanya, “Siapa yang harus kami ikuti ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ikutilah al-Amin (yang terpercaya) ini dan para sahabatnya (yang berada di pihaknya). Sambil beliau menunjuk kepada Ustman.” Di hadist lain dikatakan bahwa “Orang yang menutupi wajahnya ini, akan terbunuh secara zhalim waktu itu’ Lalu aku melihat orang tersebut, ternyata ia adalah Ustman bin Affan ra.” Dimulai dari Kejadian zaman Ustman bin affan ra inilah rentetan kejadian-kejadian besar berikutnya terjadi, termasuk pada zaman khalifah berikutnya yaitu Ali bin Abi Thalib ra. Mulai dari tuntutan akan kematian Ustman bin Affan ra, hingga munculnya golongan-golongan dalam Islam. Upaya iblis/syeitan dengan pasukannya sungguh luar biasa hebatnya. Dengan mengadu domba kaum muslimin dari dalam sehingga kaum muslimin dalam bentuk berkelompok-kelompok dan berselisih. Sampai Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra berkhutbah, “Sesungguhnya Allah telah memuliakan kita dengan Islam dan mengangkat derajat kita dengannya. Dan Allah telah menjadikan kita bersaudara setelah kita hina, minoritas, saling membenci dan saling menjauhi. Umat manusia mempertahankan hal itu sampai waktu yang dikehendaki Allah. Islam adalah agama mereka. Kebenaran tegak di antara mereka. Kitabullah adalah imam mereka. Hingga lelaki ini (yakni Ustman bin Affan ra) terbunuh di tangan orang-orang yang disesatkan oleh syeitan untuk menghembuskan api permusuhan di tengah umat ini. Kita berlindung dari keburukan yang terjadi. Dan hal itu pasti terjadi. Ketahui, umat ini akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Golongan yang paling buruk adalah golongan yang menisbatkan diri kepadaku, namun tidak mengikuti amal perbuatanku. Kalian telah menemukan dan melihat sendiri. Komitmenlah di atas agamamu dan ikutilah petunjuk Nabimu. Ikutilah sunnah beliau saw. Tinggalkanlah masalah-masalah sulit atas kalian, hingga kalian mendapatkan solusinya pada Kitabullah. Ambilah perkara-perkara yang diakui Al-Quran, sedangkan perkara-perkara yang ditolak maka tolaklah. Ridhoilah Allah sebagai Rab kalian, Islam sebagai agama kalian, Muhammad sebagai nabi kalian dan Al-Quran sebagai hakim dan imam kalian.” Namun apa daya, setelah melewati masa-masa yang sulit, Ali bin Abi Thalib ra pun terbunuh ditangan pengikut iblis/syeitan. Bisikan-bisikan syeitan akan selalu mengganggu hati kita, mengganggu keimanan kita, hingga kita keluar dari jalan kebenaran. Berbagai cara mereka tempuh untuk meruntuhkan Kebenaran Islam. Semoga kita tetap istiqomah dalam kebenaran dan diberi kekuatan oleh Allah swt menolak kesesatan yang akan meruntuh keimanan diri kita maupun Islam secara keseluruhan. “Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa” (Al-An’am ayat 153) Wallahu a’lam

Senin, 20 Februari 2012

yang baru yang kukejar kini

setelah sekian lama waktu dalam kebersamaan, sudah waktunya untuk mengevaluasi perjalanan itu, bagaimana pun idealisme selama ini nampaknya sudah menggerogoti kehidupan yang nyata. sebelum begitu parah terjerembab dalam kesulitan yang amat sangat, sudah seharusnya berancang-ancang mengubah arah perjalanan ini. walau semuanya berada dalam skenario-Nya, saya yakin bahwa skenario-Nya pula yang membuat saya membuat keputusan ini. dan saya tidak ragukan itu. entahlah ketika ada peluang-peluang lain sebelum ini, rasa untuk itu tidak begitu kuat mempengaruhiku. tapi yang satu ini,saya coba untuk melangkah mendalami dan mempelajarinya. walaupun tidak mudah karena daya yang sudah bukan zamannya lagi untuk itu, tapi usaha harus ditempuh baik dengan keberadaanku saat ini maupun tentunya permohonan intervensi dari yang Maha Berkehendak.

detik-detik ini adalah penantian awal dari misteri kehidupan yang saya usahakan ke depan, yang penuh asa akan sesuatu yang lebih baik bukan hanya untuk diri ini saja tapi semua yang terlibat di diri ini, tentunya!!!

Smoga....

Selasa, 14 Februari 2012

rindu

setelah sekian lama, ternyata ku ingat sesuatu, yang mengakibatkan aku rindu akan sesuatu tersebut. setelah ku ikuti alurnya, nampak sudah bahwa untuk mencapainya adalah sesuatu yang tidak mudah, ku harus lewati jalan yang telah terhapus jejaknya. namun walau begitu dengan keterbatasan yang ada ku coba urai keruwetan itu untuk membuka kembali alur yang benar dimana ku selalu jejaki hingga membuat alur yang sebelumnya. alhamdulillah....

kini, 2012 sudah lewat dalam beberapa pijakan. entahlah beberapa pijakan lagikah kan lalui di tahun ini!!!! smoga ku dapat lewati dengan benar dan membawa kebaikan yang bermanfaat bagi semuanya. amin....

Jumat, 05 Agustus 2011

Puasa tanpa shalat

Ada sebagian orang yang berpuasa tetapi mereka tidak melakukan shalat wajib, karena sebelumnya memang tidak pernah melakukan shalat. Motivasi mereka berpuasa tanpa melakukan shalat wajib beraneka macam, karena merasa malu terhadap lingkungan/keluarga, ikut-ikutan, atau ada juga karena alasan kesehatan. Tetapi bagaimanapun dilihat dari tinjauan agama puasa seperti itu tidak mendatangkan nilai pahala bagi dirinya. Shalat adalah hal pertama yang akan diperiksa oleh Allah swt di yaumil akhir nanti. dikatakan bahwa jika shalatnya benar maka amalan lainnya pun akan benar.



Semoga kita berada dalam jalur yang benar dalam beribadah kepada Allah swt.

"Allahummaj'alni muqimasholati, wamin dzurriati. Robbana taqobbal du'a" Ya..Allah jadikanlah aku, orang-orang yang tetap mendirikan shalat, dan begitu pula keturunanku. Ya Tuhanku kabulkanlah doaku"



"Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akherat) adalah bagi orang yang bertakwa" (AQ 20:132)



"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang Nabi.

Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oelh Allah, yaitu dari (golongan) para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (ya'kub) dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis.

Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka kelak mereka akan tersesat.

Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan maka mereka akan masuk surga dan tidak dizalimi (dirugikan) sedikit pun. (AQ 19:56-60)

Senin, 16 Mei 2011

tanpa judul dan entah sudah selesai

tiada hening malam ini kecuali gemericik air yang bersua atap dan lantai
pekarangan....
tiada dosa keduanya dalam kesengajaan ketika hening terusir.
mereka mengalir dalam alur kemandirian dan keterikatan.....

PRODUK CINA

PRODUK CINA

Dalam seminggu ini media massa baik tulisan maupun elektronik menyampaikan berita tentang jatuhnya pesawat merpati di kaimana papua. Di samping berita-berita tentang proses evakuasi korban dan reruntuhan pesawat yang jatuh juga memuat berita tentang profil dan asal dari jenis pesawat yang jatuh tersebut. Ternyata pesawat yang berjenis MA 60 tersebut adalah buatan Cina.

Ketika tahu bahwa pesawat tersebut, yang nota bene masih terbilang baru dioperasikan artinya pesawat baru, buatan Cina, secara pribadi saya kaget juga begitu pula dengan teman-teman saya. Hanya akhirnya saya maklumi bahwa Cina bisa membuat pesawat terbang, lah wong roket yang terbang ke luar angkasa pun Cina sudah mampu membuatnya.

Hanya image produk Cina di Indonesia agak kurang bagus di kalangan masyarakat awan. Memang dalam decade terakhir ini Indonesia kebanjiran produk dari Cina, berbagai macam produk mulai dari mainan anak-anak, kendaraan bermotor sampai ke produk-produk mesin industry. Apalagi setelah terbebasnya pajak bea masuk untuk produk-produk dari luar khususnya asia, produk dari Cina lebih deras lagi masuk ke Indonesia. Kita masih ingat ketika awal-awal masuknya produk Cina yang terkenal dengan istilah serba seribu, serba lima ribu dan serba-serba yang lainnya. Dijajakan ke masyarakat mulai dari super market kelas atas sampai dijajakan keliling oleh penjual keliling dengan mempergunakan sepeda motor atau becak.

Ada teman yang mengomentari produk-produk serba seribu atau serba serbi yang lainnya. Dia bilang bagaimana barang seperti itu bisa dijual dengan harga seribu sedangkan ongkos kirimnya sudah berapa belum beban-beban lainnya yang melekat ke barang tersebut. Tapi memang wajar kalau dilihat dari segi kualitas dari barang-barang tersebut, kadang hanya dipakai dalam waktu singkat sudah rusak, bahkan ada barang yang ketika dibuka kemasannya sudah rusak memang!!! Ada istilah Harga memang tidak bisa membohongi, tetapi kadang produk-produk Cina yang murah dengan kualitas pas-pasan tersebut membantu para pengusaha dan masyarakat umum juga. Mereka memperhitungan dengan masa kerja dari barang tersebut 2-3 tahun dengan proses yang sama dengan barang yang mahal dengan kualitas bagus tapi bisa membantu produksi yang baik juga mereka abaikan tentang kualitas yang jelek dari barang tersebut. Bos saya yang orang Jepang memang agak sinis kalau membicarakan produk Cina untuk proses produksi yang mengharuskan mempergunakan mesin-mesin. Mesin buatan atau merek Jepang dengan merek Cina tentu dari harga seperti langit dan bumi, secara kualitas memang buatan jepang lebih diatas dari Cina, tetapi untuk menghemat permodalan untuk item-item tertentu kita pakai buatan cina!!

Tetapi teman-teman saya yang keturunan cina dan sering bepergian ke cina, mereka mengatakan bahwa produk-produk cina yang kualitas bagus pun ada di jual di cina tentunya dengan harga yang berbeda. Yang kualitas kurang bagus biasanya produk-produk home industry atau juga kadang dari mental pengusaha di cina juga yang mudah tergoda dengan para buyer yang meminta produk yang mereka inginkan. Mereka para buyer datang membawa contoh barang dan harga yang diinginkan para buyer tentunya dengan melupakan kualitas. Karena melihat keuntungan mereka para pengusaha di cina menyetujui memproduksinya.

Kembali ke persoalan pesawat merpati yang jatuh di kaimana papua. Saya tidak mengatakan bahwa pesawat tersebut kualitasnya sama dengan barang serba seribu atau yang lainnya yang dari segi kualitas agak dibawah. Saya rasa di Cina pun masih banyak orang yang punya tanggung jawab yang besar terhadap produk, apalagi yang berhubungan dengan keselamatan banyak orang seperti pesawat terbang. Saya rasa untuk pesawat terbang ada standarisasi baik local maupun internasional. Apalagi kecelakaan pesawat atau yang lainnya kadang bukan hanya karena pesawatnya tapi juga bisa karena factor lain seperti cuaca dan kesalahan operatornya (human error).

Intinya adalah untuk zaman sekarang yang keterbukaan sudah dimana-mana, walaupun yang ditutupi masih juga bertebaran dimana-mana, menuntut kita untuk hidup semakin pintar dan cerdas. Ada istilah bahwa hidup ini adalah pilihan. Dengan begitu pilihlah sesuatu dengan pintar dan cerdas pula. Dan ketika kita tidak menemukan sesuatu yang tidak ada pilihannya (apalagi yang berhubungan dengan nyawa manusia), tetap pintar dan cerdas masih kita butuhkan, yaitu bahwa kita hanyalah manusia yang tidak mempunyai kekuasaan untuk kehidupan ini. Masih ada sesuatu yang menguasai kehidupan ini yang dengan hal itu kita menjadi tenang dan aman untuk melakukan sesuatu yaitu : Allah subhana wata’ala, Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Kita sandarkan semuanya kepada-Nya, sehingga ketika terjadi sesuatu yang paling pahit sekalipun semua sudah ada yang menanggungnya!

Catatan:
Dalam perjalanan Islam terminology cina dengan budayanya sudah ada sejak zaman Rasulullah saw masih hidup. Kta pernah mendengar hadist yang menyampaikan tentang Rasulullah saw menganjurkan kepada ummatnya untuk mencari ilmu walaupun hingga ke negeri cina. Walaupun Rasulullah saw tidak pernah menginjakkan kakinya di negeri Cina tetapi karena kekuasaan Allah swt, Rasulullah saw tahu bahwa nun jauh di negeri sana ada suatu komunitas masyarakat yang dari segi budayanya sudah tinggi, dimana waktu itu negeri cina terkenal akan kain suteranya. Suatu masyarakat yang berbudaya tentu mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi di bidangnya.

Harian Fajar dari Makassar dalam periode minggu ini mengulas tentang perjalanan wartawannya yang berkunjung ke negeri cina, dimana wartawan tersebut sampai di daerah Guangzhou yang terdapat masjid yang dinamakan sesuai dengan pendirinya, yaitu sahabat Rasulullas saw sendiri, Sa’ad bin abi Waqqosh. Dalam pemberitaannya diceritakan bahwa awwal mula didirikan masjid tersebut yaitu untuk mengenang Rasulullah saw. Alhamdulillah masjid itu terpelihara sampai sekarang, tentunya karena adanya dukungan dari pemerintah cina juga yang nota bene negeri komunis!