Senin, 13 Januari 2014

kebaikan

"Kebaikan"

Pada suatu kesempatan, saya pergi berboncengan motor dengan teman ke kota PAre pare yang berjarak kurang lebih 7 km dari lokasi pekerjaan. Setelah memasuki kota PAre pare, saya berniat untuk mengisi bensin motor saat kembali pulang dari Pare pare. Sebenarnya saya sendiri tidak mengetahui secara pasti kondisi sisa bensin yang berada di tangki bensin, karena penunjuk bensin di spedometer sudah rusak. JAdi hanya mengandalkan feeling untuk mengetahui isi tangki bensin, atau kalau mau memastikan dan mau repot sedikit sisa bensin di tangki dilihat dengan membuka sadel dan penutup tangki bensinnya.

Singkat cerita, setelah urusan saya dan teman selesai, dengan penuh barang di tempat-tempat yang bisa dipakai menyimpan barang, kami pun siap untuk kembali pulang. NAmun ups!, tidak sampai seberapa jauh jalan, tiba-tiba mesin motor mati, dengan gejala seperti kehabisan bensin! Saya bilang sambil tertawa, "wah..kehabisan bensin" Teman pun tertawa seperti mentertawakan kebodohan dan kelalaian apalagi kemarin kejadian kehabisan bensin juga terjadi sama teman saya dengan motrnya sendiri di Pare pare juga. Saya pun mengatakan bahwa memang punya niat untuk mengisi bensin menjelang pulang di pom bensin perbatasan kota. Akhirnya temanpun turun dari motor dengan menjinjing barang dikiri kanan tangannya, sementara saya mendorong motor yang penuh juga dengan barang sambil mencari penjual bensin eceran. Hanya kami kurang beruntung karena di sekitar tempat dimana mesin motor mati tidak ada penjual bensin eceran. Para tukang beca yang mangkal di pinggir jalan hanya menunjukan pom bensin terdekat (yang jaraknya lumayan jauh dengan kondisi seperti kami) ketika kami menanyakan penjual bensin eceran.


Kami pun meneruskan jalan menuju ke pom bensin terdekat. Tetapi tidak berapa lama ada sepasang remaja yang mengendarai motor yang mendekati kami, dan bertanya ke saya masalahnya. saya bilang bahwa motor saya kehabisan bensin. Dengan suara yang kurang jelas remaja itu menawarkan sesautu ke saya. KArena kurang jelas saya bertanya maksud dari tawaran remaja tsb. Dia bilang, "Saya bantu untuk tongkang motor kita" (maksudnya dia mau menbantu mendorong motor saya). MEndengar hal tersebut saya agak terkejut juga, ada orang -masih remaja lgi- bernawarkan diri untuk menbantu kesulitan yang saya punyai waktu itu. AKhirnya setelah saya berdialog dengan teman, saya dibantu oleh remaja itu dengan cara salah satu kakinya mendorong motor saya, sementara temen saya menunggu di tempat. Yang luar biasa, belum jauh kami berangkat datang mendekat juga seorang BApak berpakaian dinas pegawai negeri sipil. Bapak itu menanyakan masalahnya dan dari pembicaraannya siap juga membantu.

Motor saya pun didorong remaja tadi hingga sampai di lokasi pom bensin. karena posisi tempat pengisian berada agak di atas, saya berhenti dan turun dari motor dan mau mengucapkan terima kasih. Tetapi remaja itu pun turun dari motornya dan langsung mendorong lgi motor saya hingga tepat di depan meteran pom bensin. setelah sampai dia berlari cepat untuk kembali ke motornya, sehingga saya agak berteriak untuk mengucapkan terima kasih. Setengah ngos-ngosan saya pun membuka sadel motor dan tutup tangki bensin. Masya Allah, ternyata bensin masih banyak sekitar setengah tangki lagi. Saya pun keluar dari antrian dan berfikir masalah matinya mesin motor dan kemudian mencoba untuk menghidupkan mesin motor. Mesin motor pun hidup dan tidak ada masalah, saya pun mengucapkan syukur. Karena gembira saya langsung berangkat untuk menjemput teman yang menunggu di suatu tempat.


Didahului dengan tertawa saya sampaikan kepada teman kejadian tadi bahwa ternyata bukan karena kehabisan bensin mesin motor mati. Juga saya sampaikan bahwa ada orang lain juga yang mau menolong saya untuk membantu mengatasi masalah motor. Disampaikan begitu teman juga menimpali cerita yang sama bahwa kemarin ketika motornya kehabisan bensin (dan ini benar-benar kehabisan bensin) dia pun ditolong orang mendorong motornya hingga ke pompa bensin.

Masya Allah, jika semua penduduk suatu kota/negara berperilaku seperti itu, menyodorkan diri untuk membantu sesama yang sedang menemui masalah tanpa pamrih apalagi didasari dengan keimanan, insya Allah kota/negara itu akan sejahtera. Tidak ada rasa takut menghadapi kehidupan ini karena manakala usaha yang kita lakukan menemui proses kebuntuan ada saudara kita yang akan menolong. Di satu sisi, kelebihan yang kita punya, entah itu tenaga, fikiran dan materi akan sangat bernilai manakala kita pun dengan ikhlas untuk membagi dengan orang-orang yang sangat membutuhkan walau nilainya tidak seberapa!

Smoga kita termasuk kepada orang-orang yang siap untuk berbuat kebaikan karena Allah swt. Amin. (Maret 2013, FB)

Sabtu, 11 Januari 2014

tobat

"Saya ini bekas pimpinan perampok", salah satu kalimat dari H. Ero , "tapi saya kemudian tobat, dan berusaha untuk kebaikan di maysrakat, hingga saya bisa berhaji, di sini tidak boleh ada balo (minuman khas suku makassar yang bisa memabokkan) dan tidak ada bir". Dari kalimat ini saya jadi teringat dai Uje, yang mantan pemakai narkoba hingga bertobat dan menjadi dai yang jadi panutan hingga wafatnya.

H. Ero, umurnya mendekati 70 tahunan, di rumahnya lah saya tinggal semalam di pulau tanah keke kabuapaten takalar. tanah keke sendiri ditempuh dengan jolloro (sejenis perahu kecil ukuran 1 kali 7 meter) dari daratan takalar lama sekitar 30 menit. jarak tempuh ini sebenarnya tergantung kondisi musim yang mempengaruhi ombak dan arus di laut, teman bilang pernah menempuh hingga 1 jam perjalanan dengan ombak hingga di atas kepala!!!

H. Ero sendiri perawakannya cukup kecil dibandingkan badan saya yang memang kecil, tapi boleh jadi sebagai mantan pemimpin perampok, nyali-nya sungguh luar biasa, dan tentunya ilmu merampok yang mumpuni. kita ingat, sosok seorang preman di jakarta yang badannya kecil tapi sungguh dihormati dan mempunyai banyak anggota. sebenarnya badan saya agak lebih besar sedikit dan lebih tinggi sedikit dari H. Ero, masalah keilmuan, seperti ilmu matematika saya bisa (dulu), ilmu biologi saya juga tahu sedikit, bahasa inggris juga tahu sedikit, tapi saya tidak punya nyali untuk jadi ...perampok!!!

Salah satu sikap yang saya acungi jempol adalah mau bertobat dan menegakkan kebaikan di masyarakat untuk hal-hal negatif pada saat ini. Boleh jadi sikap seperti ini tidak semua orang bisa fikirkan dalam kondisi seperti itu. apalagi untuk orang-orang yang memang tidak mengenal Tuhan. (sedangkan yang mengenal Tuhan pun masih banyak yang menjadi ...."perampok"). "Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya)" (84:14). Sikap H. Ero adalah sikap yang melihat sangat jauh ke depan, alangkah meruginya ketika dia meninggal masih dalam posisi sebagai perampok, pimpinan lagi!!!

Beliau bilang, ketika saya tanya masalah umurnya, saya mungkin tidak lama lagi hidup di dunia ini. Smoga Allah swt meneguhkan keimanan dalam diri beliau dan menghapuskan atau menutup segala kesalahan di masa lalu dengan kabaikannya selama ini, "agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keberuntungan yang besar" (48:5). Dan Smoga kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman H. Ero, masalah umur yang tidak pasti dan berapa banyak kebaikan yang telah kita torehkan dalam catatan kita. amin

Pagi ini, saya tinggalkan pulau dengan berbagai hal yang positif, lautan lahan rumput laut yang super luas yang tidak pernah saya lihat sebelumnya, jejeran tambak yang terbengkalai karena kurang menghasilkan, dan keheningan malam yang tidak kita sadari bahwa kita berada di sebuah pulau kecil yang dikelilingi laut serta tentunya sikap masyarakat pulau yang sangat baik, sehingga teman-teman saya yang nota bene berkulit putih dan berbeda keyakinan sudah dua tahun di sana membangun masyarakat yang seharusnya menjadi tugas yang berwenang!!!!

Pulau tanah keke, i will be back! (diiringi suara mesin yanmar dan goncangan kecil jolloro yang tidak seperti berangkat kemarin, dimana percikan air laut dari haluan membuat sekujur tubuh basah, seolah mandi bertahtakan baju kebesaran!!!) (mei 2013, FB)



===========



Allah swt berfirman, "Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepadanya! Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS Al-Ma'idah (5) : 74)

Rasulullah saw pernah bersabda, "Allah berfirman, "Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, lalu kamu berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan sesuatu dengan-Ku, pasti Aku akan datangkan kepadamu ampunan sebanyak itu." (HR At-Turmudzi)

Rasulullah saw bersabda, "Sungguh jika seorang hamba melakukan kesalahan (dosa) maka dalam hatinya akan ada satu noktah hitam. Jika ia meninggalkannya, beristighfar dan bertobat maka hatinya akan kembali bersih. Namun, jika ia mengulangi lagi perbuatan dosa tersebut maka noktah hitam itu akan bertambah banyak sehingga menutupi hatinya. Itulah ran yang disebutkan Allah, "Sekali-kali tidak (demikian). Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka." (QS Al-Muthaffifin (83) : 14). (HR At-Turmudzi)

Kamis, 09 Januari 2014

campur sari

laporan cuaca pagi hari inni :

cuaca di cappa batue pagi ini terjadi hujan dengan intensitas sedang-sedang saja dan merata, terlihat dari basahnya tanah di depan, belakang dan samping kiri dan kanan gubug empang, tetapi hujan ini cukup akan membasahi sekujur badan anda manakala anda tidak memakai jas hujan atau mantel, untuk itu siapkan payung sebelum anda beraktifitas di luar rumah. suhu udara berkisar antara dingin dan dingiiiin sekali hal ini ditunjukkan dengan kondisi saya yang pakai jaket dan sering pergi ke belakang untuk buang air kecil, jadi untuk anda yang dirumah secangkir teh hangat manis dan tawar atau se-mug kopi pahit dan manis akan menghangat tubuh anda untuk beberapa saat, tetapi jika tubuh anda hangat dengan waktu yang lama pergi ke dapur anda dan dekaplah dengan perasaan mesra kompor yang sedang menyala. untuk anda yang mau beraktifitas di luar rumah dan memakai kendaraan, hati-hati terutama untuk kendaraan yang bannya gundul pilihlah jalan yang betul-betul kering karena kecelakaan yang disebabkan terpeleset akan mengintai anda yang tidak hanya membuat kendaraan anda saja yang rusak tetapi kepala anda pun akan menjadi gundul. terakhir untuk melindungi keluarga anda dari penyakit flu dan influensa yang biasa muncul di musim hujan, berilah asupan vitamin dalam ransum makanan keluarga anda. sumber vitamin bisa diperoleh dari mangga-mangga yang jatuh di kebun anda pada malam hari tadi, silahkan untuk hunting ke kebun anda, ingat untuk membawa kantong plastik untuk.... menutup kepala anda dari air hujan! sekian laporan cuaca dari rumah empang di cappa batue. trima kasih (cappa batue, suppa, 6/01/14)



************

tenda biru sudah terbentang menunggu buka pintu yang mengfhadang untuk memenuhi harapan yang membentang tidak hanya untuk harii ini tapi juga yang akan datang yang akan membuat jiwa-jiwa kecil akan semakin matang sebagai tuntutan akan zaman yang semakin helaan nafas semakin cetang peretang layaknya perjalanan mentari menginjak petang tapi akankah kaki-kaki itu mampu dan layak sebagai pemenang? smoga, karena yang di atas sana adalah Maha Penenang dan Maha Pemenang!! (januari, 10, FB)


*****************

Hati-hati! Ada orang yang suka bermain di air keruh! Siapa tuh?

(1) anak-anak. Pada dasarnya anak-anak memang suka main air. Tapi bermain di air keruh? Bagi orang tua yang memperhatikan anak-anaknya pada umumnya melarang anak-anaknya untuk bermain di air keruh! Tapi ada orang tua walaupun perhatian, kadang membiarkan anaknya sekali-sekali untuk bermain di air keruh sebagai pelajaran dan juga memberikan pengalaman hidup bagi anaknya, tidak ada masalah dengan baju dan badan yang kotor , apalagi sekarang banyak iklan yang menjamin terhadap masalah2 yang kotor! (bagaimana dengan fikiran kotor?!!)

(2) Orang dewasa, yang mampu berfikir positif dan negatif. Contoh sederhana, ada orang yang mau menangkap ikan dengan kondisi minim alat. Untuk mendapatkan hasil dengan cepat, dia justru mengaduk-aduk air kolam supaya keruh, sehingga ikan akan mabuk karena lumpur yang mengandung amoniak hasil dari dekomposisi menyebar kemana-mana, yang akhirnya ikan untuk mendapatkan oksigen berenang mengapung ke permukaan. Akibat tragis dari ikan adalah kesenangan bagi orang yang ingin menangkapnya dengan mudah dan cepat.

(3) orang gila. Dia bermain-main air untuk kesenangannya, yang kadang dia tidak memperdulikan dirinya, apakah baju dan celananya menutup yang seharusnya untuk orang normal ditutupi. Celakanya kesenangan orang gila bermain di air keruh menjadi tontonan yang menyenangkan bagi orang yang tidak ada kerjaan atau orang yang sekedar lewat untuk hiburan sesaat!

Pertanyaannya : APakah kita salah satu diantaranya? he-he..... (januari, 9. FB)

Uji Nyali

Uji Nyali.

satu bulan terakhir ini, saya sering pergi ke pantai dimana di sana terdapat tempat untuk praktek budidaya rumput laut anak-anak SMK, bahkan untuk itu saya dengan anak-anak sering beremdam di air laut untuk praktek budidaya rumput laut.

dengan seringnya saya ke pantai tersebut, membuat perhatian dari masyarakat utamanya para nelayan yang perahunya ditambatkan di sekitar itu. kadang sebelum saya terjun ke laut saya sempatkan juga untuk berkomunikasi dengan mereka, khususnya untuk lebih mengetahui kondisi perairan di sekitar dimana praktek itu dilakukan. Mereka pun banyak bertanya tentang apa yang saya lakukan dan kadang memberi masukan untuk kelayakan dan kelancaran praktek.

Di sela-sela itu, kadang saya memperhatikan kehidupan mereka sebagai nelayan, yang umumnya adalah nelayan kecil -dilihat dari perahu yang mereka pergunakan- dimana perahunya hanya perahu yang dipakai untuk memancing ikan saja dengan kapasitas 2 sampai 3 orang. Dengan kondisi seperti sekarang ini, yaitu musim yang dikenal dengan musim barat, dimana angin dan ombak cukup besar, merupakan hambatan yang utama untuk mencari kehidupan. Tetapi mereka tetap beraktifitas untuk memancing ikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti yang saya lihat tadi pagi, perahu yang ditambat di pantai sisa satu dua perahu, padahal kemarin pagi masih banyak perahu yang ditambatkan di pantai. entah suatu perjuangan dalam kehidupan atau perjudian dalam kehidupan. Saya teringat ajakan dengan nada penekanan seorang nelayan tua ke saya dua hari yang lalu, bahwa saya harus ikut dia untuk memancing ikan (sunu) besok lusa, dia bilang jangan hari ini ombak sedang keras! memang sejak saya lihat perahu-perahu mereka sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarganya, ada terbersit keinginan untuk suatu saat ikut bersama mereka memancing ikan dengan perahu mereka, tapi tidak kali ini (musim ini) dan setelah saya punya baju pelampung! saya dengan tersenyum menjawab nelayan tua itu dengan, iya saya ingin tahu juga. Teringat beberapa tahun yang lalu, saya pun pernah pergi naik perahu penangkap telur ikan terbang, yang mana perahunya lebih besar dari perahu mancing nelayan tua itu, tapi tetap intinya sama tidak ada kamar untuk berbaring, kita hanya duduk di atas atap ruangan mesin kena panas dan air hujan. berangkat dari galesong, takalar sore hari, tiba di pulau barangcaddi dan barang lompo pagi harinya, dengan tanpa baju pelampung!! (begitu pula pulangnya, diguyur hujan sejak berangkat hingga sampai di tujuan, tidak bisa menutup mata sedekitpun dengan perasaan menggigil karena kedinganan!!! modal nekat!)

Dengan nelayan tua ini, saya tidak mau berangkat dengan modal nekat, apalagi dengan perahu yang lebih kecil! smoga kita menjadi lebih bersyukur dengan kondisi kita yang boleh jadi sudah berada di zona nyaman dalam kehidupan ini dan menikmati kesyukuran itu dengan mau berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan. amin (februari 2013, FB) 61

Rabu, 08 Januari 2014

kemarau, sampah dan rokkok!

kemarau, sampah dan rokok September 17, 2011 at 8:30pm Seharusnya saya iri mendengar dan melihat di daerah lain terjadi hujan bahkan hingga banjir, sehingga rasa panas ini terobati dengan -setidaknya- sejuknya udara dingin. tapi untuk sekarang kondisi cuaca tidaklah bisa dikatakan seperti sewaktu saya masih sekolah dasar. musim hujan...ya musim hujan dimana-mana, musim kemarau...ya musim kemarau dimana-mana. perkiraan cuaca dari pihak yang berwenang pun kadang tidak bisa menjadi acuan. dengan kondisi seperti ini lebih baik saya mengembalikan kepada Allah swt, yang memang menjadikan semua itu terjadi. Dia lebih mengetahui kapan akan diturunkan hujan dan dijadikan kemarau di suatu tempat. panas dan hujan ada nilai positifnya masing-masing. memang, musim kemarau kali ini mengakibatkan permukaan bukit dan ladang didominasi warna coklat, yaitu warna tanah dan rumput-rumput yang kering. tetapi di tempat-tempat tertentu dimana air tanah masih memungkinan di dapat, hamparan tanaman semangka tersebar dimana-mana, begitu pula dengan buah semangkanya berjejer rapi dan tertib di pinggir jalan merayu sang pembeli. dan ternyata tidak hanya semangka, lahan kosong di sekitar rumah pun di musim kemarau itu berubah menjadi hamparan kebun kangkung darat dan sayur sawi. menampakkan senyum manis bagi sang petani ketika panen tlah tiba (kadang beberapa ikat mampir dirumah tanpa diminta alias anu-gra..tis he-he...) pagi ini, di lokasi kerja, saya lihat di halaman banyak sekali sampah berserakan yang tentunya di dominasi oleh daun-daun kering dan bunga yang layu. Daun-daun tua dari pohon jawa yang tumbuh subur merelakan dirinya untuk jatuh ke permukaan tanah, begitu pula bunga-bunga layu dari tanaman bunga kertas warna merah muda dengan sukacita melepaskan diri dari inangnya karena telah habis masa mekarnya. ternyata disamping daun dan bunga, sebagian ranting yang rapuh pun ikut meramaikan suasana kemarau ini. masya Allah...itulah kehidupan alami. tetapi ah sayang...di sana juga terlihat sampah puntung rokok dan bungkus rokok berserakan di sela-sela daun, ranting dan bunga yang telah mati. (aih...kodong) akhirnya, dengan kerja sama yang baik bersama seikat sapu lidi terkumpullah semua sampah itu pada dua lokasi tumpukan yang berbeda. tanpa basa basi yang berkepanjangan sang korek api mengambil peran berikutnya, sehingga tanpa tersisa semua terlumat api yang semakin membesar. uh...udara panas semakin panas terasa, peluh pun seolah tidak mau ketinggalan partisipasinya dengan membasahi kaos putih berlengan panjang yang menempel membalut seluruh badan yang 'masih' proposional (he-he...) sebenarnya babak terakhir berada di ujung bale-bale, dengan menggenggam gelas kaca berisi air teh tawar hangat, yang siap mengantarkannya ke lubang mulut yang kekeringan dan membilaskannya akan dahaga di kerongkongan, ah...ni'matnya kian terasa ketika sang peluh semakin deras keluar dari pori-pori kulit yang sudah tidak muda lagi. seharusnya kata berikutnya adalah di en alias wis dah sampai sini. ternyata tdak, setiap langkah pikiran selalu berputar tentang semuanya yang terjadi, dan yang luar biasanyo adalah begitu banyak puntung rokok yang bertebaran yang berada di antara sampah yang berserakan. dan hal itu sudah berulang-ulang. dan ini pasti terjadi karena orang yang merokok tidak mau bertanggung jawab akan perilaku merokoknya, sehingga salah satunya membuang sembarangan puntung dan bungkus rokoknya. fenomena orang yang merokok adalah fenomena yang luar biasa. orang yang merokok tidak tergantung kepada status sosial dari orang tersebut. tidak tergantung kepada tingkat pendidikan orang tersebut, dan juga tidak tergantung kepada karakter orang tersebut. kita tahu kalau ada sesauatu yang dicap jelek di masyarakat seperti misalnya korupsi, dan ada koruptor yang mempunyai jabatan tinggi, kaya berpendidikan tinggi maka orang akan menyebutnya bahwa dia adalah oknum. dan biasanya perbandingan orang melakukan itu dengan yang tidak melakukan perbandingannya bisa jadi 1 : 1000 atau bahkan lebih. tapi merokok biar sudah dikatakan secara medis tidak baik (apalagi secara hukum agama) bikin rusak paru-parulah, bikin tidak bisa lurus burung kesayangannya, atau membahayakan janin dan bayi bagi ibu-ibu, eh....tetap saja mereka teh merokok, dan orang itu tidak dikatakan sebagai oknum karena jumlahnya juga buaanyak, mungkin hampir setara dengan yang tidak merokok. yah...ternyata ketika saya belajar tentang keberkahan dari kejadian yang ada, kemarau, hujan dan lain sebagainya, akhirnya saya pun dapat pelajaran bahwa rokok tidak memberikan keberkahan untuk sang.......hapunten anu kasuhun, adios parantos waktosna

makalah pilkades tasiwalie

I. PENDAHULUAN

Berbicara masalah Potensi Desa dan permasalahannya adalah berbicara mengenai kondisi alam dan masyarakat desa tersebut serta aspek-aspek yang berhubungan serta berpengaruh terhadap dinamika kehidupan di desa tersebut. Desa Tasiwalie, merupakan salah satu desa dari delapan desa dan dua kelurahan yang berada di kecamatan Suppa . Kecamatan Suppa sendiri merupakan kecamatan dari kabupaten Pinrang yang berada di bagian paling selatan yang berbatasan langsung dengan kotamadya Pare pare.

Jarak dari desa Tasiwalie dengan ibu kota kecamatan berjarak kurang lebih 4 km dan jarak dari desa Tasiwalie ke ibukota kabupaten berjarak kurang lebih 28 km. Sedangkan jarak dari desa Tasiwalie ke kotamadya Pare pare kurang lebih 7 km.

Secara Geografi, desa Tasiwalie mempunyai luas wilayah sekitar 11.536 km2 yang berbatasan langsung dengan (4) empat wilayah, yaitu :

- Sebelah Utara : Desa Lotang Salo - Sebelah Timur : Desa Maritengngae - Sebelas Selatan : Desa Wiring Tasi - Sebelah Barat : Selat Makassar

Terbagi atas 3 (tiga) dusun, yaitu : 1. Dusun KaE 2. Dusun Parengki 3. Dusun Sabamparu

Secara Topografi, desa Tasiwalie yang merupakan daerah pesisir pantai, mempunyai dataran yang rata atau datar dengan ketinggian rata-rata berkisar 2 (dua) meter di atas permukaan laut. Hal ini menjadikan desa Tasiwalie, 60 (enam puluh) persen adalah kawasan pertambakan dan 40 (empat puluh) persen kawasan perkebunan dan Peternakan.

Jumlah penduduk desa Tasiwalie berdasarkan data tahun 2011 sebanyak 4.196 orang, yang termasuk ke dalam 754 Kepala Keluarga dengan perincian berdasarkan jenis kelamin, 2.814 orang laki-laki dan 1.382 orang perempuan.

Sumber mata pencaharian penduduk desa Tasiwalie pada umumnya adalah petani, nelayan dan peternak. Namun ada juga yang bekerja sebagai pedagang, pegawai negeri, pegawai swasta dan buruh bangunan. Secara umum kondisi ekonomi masyarakat desa Tasiwalie sudah berada dalam kategori sejahtera, meskipun masih ada yang berada dalam kondisi miskin.

Fasilitas umum yang terdapat di desa Tasiwalie selain dari kantor desa terbatas pada fasilitas untuk sektor kesehatan dan sektor pendidikan serta tempat ibadah. Untuk sektor kesehatan fasilitas yang ada adalah : - PUSTU (Puskesmas Pembantu) sebanyak 1 (satu) unit - POSYANDU (Pos Pelayanan Terpadu) sebanyak 3 (tiga) unit Sedangkan Fasilitas di sektor pendidikan terdiri dairi : - Taman kanak-kanak (TK) sebanyak 2 (dua) unit - Sekolah Dasar (SD) sebanyak 3 (tiga) unit - Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 1 (satu) unit Sementara fasilitas tempat ibadah berupa Masjid terdapat 5 (empat) masjid dam 1 (satu) musholla, dengan perincian berdasarkan lokasi, yaitu sebagai berikut : - Di dusun KaE terdapat 1 (satu) Masjid dan 1 (satu) musholla - Di dusun Parengki terdapat 2 (dua) Masjid - Di dusun Sabamparu terdapat 2 (dua) Masjid

II. POTENSI DESA DAN PERMASALAHANNYA

Seperti yang sudah disampaikan terdahulu bahwa berbicara masalah potensi desa dan permasalahannya harus mengacu pada kondisi alam desa dan masyarakatnya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk mempermudah pembahasan maka saya akan membaginya ke dalam bagian-bagian yang sesuai.

2.1. Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia adalah subjek dan objek dari proses pembangunan. Baik pembangunan fisik maupun mental. Dengan mudahnya akses informasi baik itu media elektronik maupun alat telekomunikasi serta sarana dan prasarana transportasi, sumber daya manusia desa Tasiwalie cukup terbuka terhadap perubahan baik itu yang sifatnya sosial maupun teknologi. Hal ini merupakan potensi yang utama dan mendasar untuk proses pembangunan desa menuju kesejahteraan masyarakatnya.

Masyarakat dengan berbagai latar belakang dan profesi menerima dengan tangan terbuka siapa pun yang mengembangkan kehidupan perekonomian di desa Tasiwalie. Begitu pula dengan pola pemikiran dalam berusaha dan berkeluarga, seperti pemakaian teknologi dalam bertani dan nelayan, menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Meskipun begitu, masih ada permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan sumber daya manusia ini. Kemudahan informasi yang didapat juga merupakan salah satu aspek rawan terutama bagi para remaja dan pemuda dalam pergaulan sehari-hari. Di mana jika pertahanan mentalnya kurang kuat akan mengakibatkan mereka terjerumus ke perilaku yang kurang baik dan bersinggungan dengan masalah hukum, atau lebih jauh lagi merusak tatanan kehidupan bermasyarakat. Juga masih ditemukan kekurang mengertian terutama dalam pemikiran berkeluarga, seperti : pernikahan di usia dini, kesehatan ibu dan anak dan lain sebagainya.

2.2. Sumber Daya Alam. Sumber Daya Alam desa Tasiwalie yang terdiri dari lahan perkebunan, pertambakan dan pesisir pantai, menjadikannya sebagai mata pencaharian pada umumnya masyarakat desa Tasiwalie.

2.2.1. Lahan perkebunan. Dari beberapa tahun yang lalu potensi lahan perkebunan desa Tasiwalie sudah di kenal orang sebagai salah satu penghasil buah mangga, yang hasilnya dikirim antar pulau. Walaupun belakangan ini produksi buah mangga menurun seiring adanya penyakit, sebagian masyarakat mengalihkan lahan perkebunannya dengan menamam tanaman semusim seperti palawija dan jagung manis. Hanya permasalahan yang utama dari tanaman semusim adalah harga yang tidak stabil. Kemudian dengan pertimbangan bahwa desa Tasiwalie dekat dengan pusat-pusat bisnis seperti kotamadya Parepare dan juga karena kondisinya yang sesuai, mengundang para pengusaha lokal maupun dari luar desa untuk berusaha di lahan ini dengan mendirikan peternakan ayam, baik ayam petelur maupun ayam pedaging. Perkembangan usaha ini menunjukan hal yang positif. Hanya ke depan perlu difikirkan mengenai aspek lingkungannya, bagaimana pun kehidupan dan pertumbuhan pendudukan juga akan berkembang, artinya tempat pemukiman akan semakin meluas semestara usaha peternakan ayam yang ada member efek tercemarnya udara dari kotoran ayamnya.

Lahan perkebunan ini juga biasa dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk dipergunakan memelihara hewan peliharaan yang mempunyai nilai ekonomi seperti sapi dan ayam dalam kapasitas terbatas (skala rumah tangga), bukan sistem intensif, seperti peternakan ayam di atas. Hanya permasalahan yang timbul khususnya untuk sapi, perlunya diberi pengertian yang lebih intensif kepada para pemilik sehingga tidak terjadi gesekan antar masyarakat dikarenakan sapi memakan tanaman milik orang lain atau merusak properti orang lain. Juga untuk menjaga keamanan dari pencurian sapi diharapkan para pemilik mempunyai kandang sapi masing-masing, di samping itu saat ini kotoran sapi sudah bisa dimanfaatkan untuk biogas. Permasalahan bagi peternak ayam skala rumah tangga, yaitu pengetahuan mengenai kesehatan ayam masih dikurang diketahui sehingga jika ada wabah penyakit ikut juga terserang hingga menyebabkan kematian ayam.

2.2.2. Lahan Pertambakan. Ketika udang windu (dikenal juga dengan nama udang sitto) masih menjadi primadona hasil ekspor dari Indonesia, kecamatan Suppa adalah salah satu daerah di kabupaten Pinrang yang disebut sebagai daerah penghasil Dollar. Produksi udang dari kecamatan Suppa termasuk yang terbesar. Tetapi ketika udang sudah mulai banyak penyakit sehingga petani dan pengusaha tambak kesulitan untuk budaya udang windu, sinar kecamatan Suppa seolah meredup. Begitu pula dengan desa Tasiwalie yang meupakan bagian dari kecamatan Suppa.

Lahan Pertambakan merupakan lahan yang mendominasi desa Tasiwalie yaitu sebanyak 60 (enam puluh) persen dar keseluruhan wilayan desa Tasiwalie. Saat ini lahan pertambakan dikelola secara tradisional yang kebanyakan dengan pola polikultur, yaitu menggabungkan budidaya udang wndu dengan ikan bandeng (disebut juga dengan ikan bolu). Permasalahan yang ada adalah tingkat kematian udang masih selalu terjadi pada udang windu, hal ini juga bisa disebabkan pengetahuan petani tambak kurang memahami tentang teknik budadaya udang yang baik, yang sekarang sedang gencar disuarakan oleh Dinas Perikanan. Penyuluhan yang rutin tentang hal ini juga masih kurang dari instansi terkait. Perlu juga diberikan alternatif jenis udang yang dibudidayakan kepada para petani tambak. Saat ini di beberapa daerah sudah memasyarakat budidaya udang vanname (biasa disebut udang putih), seperti di kabupaten Barru, para petani tambak sebagian besar sudah memelihara udang vanname dengan sistem tradisional dengan hasil yang cukup menggembirakan.

2.2.3. Lahan Pesisir Pantai. Sejak budidaya udang windu mulai dikenal masyarakat Sulawesi Selatan akhir tahun 1980, kecamatan Suppa terknal sebagai daerah penghasil benih udang, yang biasa disebut dengan Benur, yang dihasilkan dari Hatchery-hatchery udang baik yang berskala usaha besar maupun yang berskala rumah tangga (HSRT/back yard). Sebagian Hatchery tersebut berada di desa Tasiwalie, yang saat ini yang masih beroperasi ada 2 (dua) Hatchery besar dan 3 (tiga) Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT/back yard).

Dengan adanya Hatchery-hatchery tersebut desa Tasiwalie dikenal sebagai penyuplai kebutuhan benur, baik untuk kebutuhan lokal dalam arti kebutuhan di kabupaen Pinrang maupun untuk di luar Pinrang bahkan kadang sampai dikirim ke Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Keberadaan Hatchery ini juga menjadikan sebagian masyarakat mendapatkan penghasilan dari jalur tata niaga benur itu sendiri, ada yang berprofesi sebagai penyalur benur dan penggelondong benur. Untuk menjaga kesinambungan usaha pada setiap level tata niaga, pihak instansi terkait dalam hal ini dinas perikanan harus tetap memberikan dorongan dan bimbingan yang sifatnya teknis maupun kebijakan yang memudahkan kepada semua pelaku di bidang usaha ini, terutama pada masyarakat yang sifatnya usaha pribadi.

Lahan pesisir pantai desa Tasiwalie juga menjadi lahan untuk masyarakat mencari penghidupan dengan berprofesi sebagai nelayan. Namun nelayan yang ada masih terbatas kepada nelayan kecil dengan sarana dan peralatan yang sederhana. Perlu juga dorongan dan bimbingan dari instansi pemerintah yaitu dinas perikanan setempat (kabupaten maupun provinsi) untuk meningkatkan ketrampilan dan alat, serta pengetahuan dan tanggung jawab moral untuk kelestarian pesisir pantai dari kegiatan yang melanggar hukum seperti pengunaan bom ikan dan racun yang akan merusak ekosistem perairan laut, terutama hilangnya atau semakin jauhnya daerah hidup dari ikan itu sendiri.

Lahan pesisir pantai desa Tasiwalie yang mempunyai kecuraman yang tidak terlalu tajam dengan ombak yang tidak terlalu besar, menjadikannya sebagai daerah atau desa wisata. Hal ini mendorong beberapa pengusaha untuk membuat tempat-tempat untuk rekreasi pantai. Begitu pula Pemrintah pusat melalui salah satu departemennya memberikan bantuan untuk pengembangan kawasan wisata ini. Hal ini perlu disosialiisasikan kepada masyarakat dan pengusaha yang bergerak di bidang usaha itu untuk memberikan konstribusi bagi peningkatan penghasilan masyarakat setempat, misalnya dengan membuka tempat berjualan di tempat rekreasi pantai tersebut. Ke depan, perlu ditata ulang mengenai pengawasan sehingga pihak-pihak luar yang berekreasi pantai tidak membawa dampak negatif ke masyarakat sekitar.

Lahan pesisir Pantai desa Tasiwaie juga berpotensi mengundang penusaha-pengusaha di bidang sarang burung walet. Datangnya investor yang menginvestasikan dananya di desa Tasiwalie akan membuka perputaran uang di desa Tasiwalie akan semakin cepat dan tentunya juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.

2.3. Sosial dan Pendidikan Kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat desa Tasiwalie termasuk yang baik. Tidak ada kasus-kasus yang menonjol yang berhubungan dengan masalah sosial, kalaupun ada bisa diselesaikan dengan baik. Tetapi kehidupan yang baik ini harus tetap dijaga, melalui pendidikan baik formal (sekolah) maupun informal (pengajian, musyawarah dll). Meskipun sarana pendidik di desa Tasiwalie hanya ada sampai tingkat lanjutan pertama tetapi dengan kesadaran yang tinggi orangtua dan kemaupun anak-anak untuk menggapai pendidikan yang lebih tinggi, banyak anak-anak yang sekolah keluar dari desa Tasiwalie untuk melanjutkan di tingkat lebih tinggi, baik SMA maupun SMK. Bahkan banyak orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Hal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk proses pembangunan di desa Tasiwalie. Walaupun anak-anaknya nanti tidak tinggal di kampung halamannya, mereka hidup dan berusaha di luar desa Tasiwalie, tetapi sumbangsih kepada kampung halaman masih tetap ada, entah itu berupa materi atau pemikiran, dan hal itu sudah terjadi selama ini. Contoh sederhana adalah adanya sumbangan untuk pembangunan masjid-masjid sebagian berasal dari mereka.



III. KESIMPULAN DAN SARAN

Desa Tasiwalie, kecamatan Suppa kabupaten Pinrang dengan kondisi alam dan masyarakatnya serta akses yang ada didalamnya mempunyai potensi yang luar biasa untuk berkembang dan mensejajarkan diri dalam proses pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat desa Tasiwalie sendiri maupun masyarakat Indonesia secara menyeluruh melalui proses dinamika usaha yang terus berkembang yang ada di desa Tasiwalie. Hambatan dan permasalahan akan selalu ada dan muncul seiring kemajuan yang ingin dicapai. Jadikan hambatan dan permasalahan yang ada pemicu tujuan keberhasilan untuk segera tercapai dengan kebijaksaan semua pihak dan elemen masyarakat.

Dibutuhkan figur yang mampu untuk menata atau memenej semua potensi dan permasalahannya yang ada sehingga proses berjalan dengan baik dan meminimalisir kegagalan yang ada. Tidak ada figur yang sempurna, tetapi figur yang mempunyai keinginan dan kemauan untuk bergerak ke arah positif untuk kesejaheraan masyarakat desa Tasiwalie. Sehingga figur tersebut menjadi panutan di masyarakat untuk bersama bergandeng tangan membangun desa Tasiwalie menjadi lebih baik lagi.



Dari uraian Makalah di atas, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim saya menetapkan VISI dan MISI dalam rangka pencalonan sebagai Kepala Desa Tasiwalie Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang periode 2013 – 2019. Semoga Allah merahmati. Amin

VISI Menjadi Kepala desa Tasiwalie yang bersih, transpasan dan amanah dalam rangka mewujudkan masyarakat desa Tasiwalie yang agamis, dinamis, kompak, kreatif, inovatif, santun dan berkepribadian.

MISI 1. Memperkokoh persatuan dan kesatuan antar warga desa Tasiwalie tanpa memandang agama, status sosial, golongn maupun jenis kelamin. 2. Meningkatkan sistem pelayanan kepada masyarakat. 3. Memberdayakan masyarakat dalam proses pembangunan melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan optimalisasi potensi lokal. 4. Terwujudnya tranparansi dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan. 5. Pelestarian lingkungan hidup dalam setiap kebijakan pembangunan. 6. Mendorong partisipasi masyarakat dala proses pembangunan sebagai upaya wujudkan pembangunan yang berkeadilan sosial.

Senin, 06 Januari 2014

Hasan bin Ali bin Abi Thaib ra (Cucu pertama Rasulullah saw)

Merambah dunia dan akherat

(Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra.)

Kita semua tahu bahwa selain Husain bin Ali bin Abi Thalib ra ada juga Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra sebagai cucu kesayangan dari Rasulullah saw. Hasan bin Abi Thalib ra adalah anak pertama dari Ali bin Abi Thalib kw dan Fatimah Azzahro ra. Rasulullah saw sendiri yang langsung memberi nama Hasan untuk cucunya tersebut. Sebelumnya Ali bin Abi Thalib ra memberi nama Harban (peperangan) untuk anaknya yang pertama, yang kemudian diganti oleh Rasullullah saw. Hasan dan Husain ra bukan saja kesayangan Rasulullah saw, tetapi Rasulullah saw menyatakan bahwa “Sesungguhnya kalian (cucu-cucuku) sungguh termasuk kesayangan Allah swt. Dan kalian membuat kami bakhil dan penakut”

Secara fisik Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra adalah yang mirip dengan Rasulullah saw., sebagaimana pengakuan dari Abu Bakar ra setelah beliau mengimami kaum muslimin shalat beberapa malam setelah wafat Rasulullah saw, kemudian beliau keluar bersama Ali bin Abi Thalib kw dan melihat al- Hasan sedang bermain bersama anak-anak lainnya. Maka Abu Bakar menggendongnya di atas punggungnya seraya berkata, “(Demi Allah) ayahku sebagai tebusannya, anak ini sangat mirip dengan Nabi saw, tidak mirip dengan Ali” Perawi berkata, “Ali tertawa saja mendengarnya”. Bahkan ibunya sendiri mengatakan hal sama, ‘Fathimah ra membuat al-Hasan bin Ali meloncat sambil mengatakan, “(Demi Allah), ayahku sebagai tebusannya, (sungguh sangat) mirip dengan Nabi, tidak mirip dengan Ali”

Dalam perkembangan hidupnya, sebagaimana didikan dalam keluarga Nabi saw, Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra tumbuh menjadi sosok yang menjadi anutan. Ketika Ibnu Muljam menikam Ali bin Abi Thalib kw, mereka berkata kepada Ali, “Tunjuklah khalifah sepeninggalmu wahai Amiirul Mukminin!” Ali berkata, “Tidak! Aku akan membiarkan kalian sebagaimana Rasulullah saw meninggalkan kalian (yakni tanpa menunjuk khalifah). Apabila Allah menghendaki kebaikan atas kalian niscaya Allah menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang yang terbaik dari kalian sebagaimana Dia telah menyatukan di bawah kepemimpinan orang yang terbaik dari kalian sepeninggal Rasulullah saw” Majulah Qais bin Saad bin Ubaidah untuk membaiat al-Hasan untuk menjadi khalifah pengganti setelah meninggalnya Ali bin Abi Thalib kw, yang diikuti oleh orang banyak sesudahnya.

Mengenai pengangkatan al-Hasan sebagai Khalifah ini, ada ahli sejarah yang memasukannya sebagai salah seorang yang termasuk Khulafa rasyidin, selain Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib ra. Hal ini berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw sendiri setelah dikalkukasi lamanya al-Hasan menjadi khalifah, yaitu hanya kurang lebih satu tahun. Rasulullah saw bersabda, “Khilafah (nubuwwah) sesudahku tiga puluh tahun, setelah itu akan menjadi kerajaan”

Kiprah al-Hasan sebagai pemimpin umat ini sudah digambarkan sendiri Rasulullah saw, yang sejalan dengan sosok yang digambarkan oleh ibnu kastir bahwa al-Hasan adalah sayyid kaum muslimin, salah seorang ‘ulama, orang yang lembut dan cerdik pandai di kalangan sahabat. Suatu hari Rasulullah saw naik ke atas mimbar lalu al-Hasan bin Ali duduk di samping beliau, Beliau menghadap para hadirin dan pada kesempatan lain menoleh kepada al-Hasan, kemudian beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya cucuku ini adalah sayyid (pemimpin), Allah akan mendamaikan dua kelompok besar kaum Muslimin melalui tangannya”

Seperti kita ketahui bersama, bahwa rentetan peristiwa besar pada zaman Khulafa Rasyidin berujung kepada terbelahnya kekuatan kaum Muslimin, dimana satu pihak berada di syam di bawah kendali Mu’awiyyah ra dan satu pihak berada di kufah yang akhirnya berada dalam kendali Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Namun dengan kearifan dan tanggungjawabnya al-Hasan bin Ali ra menyerahkan kekuasan kekhalifahan kepada Mu’awiyyah ra, bukan karena kelemahannya dan dukungan yang kurang. Shalih bin Ahmad berkata, “Aku mendengar ayahku berkata, sebanyak sembilan puluh ribu pasukan telah berbai’at kepada al-Hasan, namun beliau meninggalkan jabatan khalifah, beliau berdamai dengan Mu’awiyyah. Tidak setitik darahpun mengalir selama masa pemerintahannya.”

Kelembutan hati al-Hasan bin Ali menjadi dasar dari semua yang terjadi, ketika seseorang mempertanyakan kertas yang berada di tangan beliau, beliau menjawa bahwa itu adalah surat dari Mu’awiyah berisi janji dan ancaman. Lelaki itu berkata, “Dahulu engkau menuntut hal yang serupa darinya?” Beliau menjawab, “Benar, akan tetapi aku khawatir pada hari Kiamat nanti 70.000 atau 80.000 orang, bisa lebih dan bisa kurang, datang pada Hari Kiamat seluruhnya dengan urat leher mengalirkan darah. Mereka semua menuntut kepada Allah mengapa darah mereka ditumpahkan”

Di lain keterangan ketika beliau, al-Hasan bin Ali, ditanya, “orang-orang mengatakan bahwa engkau menginginkan khalifah?’ Al-Hasan berkata, “Dahulu orang-orang Arab berada dibawah kendaliku. Mereka berdamai dengan orang-orang yang berdamai denganku dan mereka memerangi orang-orang yang aku perangi. Namun aku lepaskan jabatanku itu demi mencari Wajah Allah. Apakah lantas kemudian aku mengutamakan khalifah daripada kambing hutan penduduk Hijaz?”

((Kalau kita analisa/lihat berdasarkan pada sabda Rasulullah saw di atas mengenai kiprah al-Hasan bin Ali ra yang bersikap lebih menyerahkan kekuasaan kepada Mu’awiyah ra demi perdamaian kaum Muslimin. Namun ada sabda Rasulullah saw yang berhubungan dengan jabatan kepemimpinan yaitu pada ke khalifahan Ustman bin Affan ra yang jelas-jelas Rasulullah saw menegaskan untuk tidak melepaskan jabatan kepemimpinan karena kelompok yang menginginkan lepasnya jabatan itu adalah kaum munafiq, “Wahai Utsman, mudah-mudahan Allah akan menyandangkan untukmu sebuah pakaian, dan jika orang-orang munafiq ingin engkau menanggalkan pakaian tersebut, maka jangan engkau lepaskan, hingga engkau menemuiku (meninggal).” (Beliau bersabda demikian) tiga kali”. ))

Pelimpahan kepemimpinan dari al-Hasan bin Ali ra kepada Muawiyah ra ini, tidak lah berjalan mulus terutama untuk pribadi al-Hasan bin Ali sendiri, yang mana banyak cacian dan ejekan yang khususnya datang dari pendukungnya sendiri. Diberitakan hal itu terjadi ketika al-Hasan bin Ali beserta rombongan kembali ke madinah dari kufah. Di setiap kabilah dimana ada pendukungnya, mereka merasa kecewa dengan sikapnya dan memunculkan ejekan dan cacian untuk beliau. Namun, karena ketinggian ilmu dan juga karena sabda Rasulullah saw, beliau tidak bergeming dengan hal itu, karena pasti beliau tahu bahwa syeitan sedang memainkan peranan di dalamnya yang menginginkan kaum Muslimin bercerai berai dengan pandangan yang salah!

Kelembutan hati, sikap tidak mau berselisih dan ketinggian ilmu diperlihatnya oleh al-Hasan bin Ali ketika beliau menyampaikan uneg-unegnya kepada ayahnya Ali bin Abi Thalib kw ketika akan menghadapi perang Jamal., “Aku telah melarangmu namun kamu tidak menurutinya. Kamu akan terbunuh esok secara tersia-sia tanpa ada seorangpun yang membelamu!” Ali berkata kepada putranya itu, “Engkau masih saja merengek kepadaku seperti anak kecil. Apa laranganmu yang telah aku langgar?” Al-Hasan berkata, “Bukankah aku telah menyarankan kepadamu sebelum terbunuhnya Ustman agar keluar dari Madinah? Supaya Ustman tidak terbunuh sementara engkau berada di dalamnya sehingga orang-orang membicarakan atau mempersoalkannya? Bukankah aku telah menyarankan agar jangan membai’at orang-orang, setelah terbunuhnya Ustman sebelum wakil-wakil dari setiap daerah datang kepamu untuk berbai’at? Dan aku telah menyarankan kepadamu agar tatkala wanita ini (maksudnya adalah Aisyah) dan dua lelaki ini (maksudnya Thalhah dan az- Zubair) keluar sebaiknya engkau duduk saja di rumah hingga mereka berdamai? Namun engkau melanggar semua saranku itu?” Bisa terbayangkan pada kehidupan kita sehari-hari, anak-anak kadang merasa lebih pintar dari orangtuanya, seperti ini pula yang terjadi pada dialog al-Hasan bin Ali dengan ayahnya!

((Sebelum terbunuhnya Ustman bin Affan ra. Ali bin Abi Thalib ra, menyuruh al-Hasan bin Ali dengan beberapa pemuda untuk menjaga Ustman bin Affan di rumahnya tetapi Ustman bin Affan ra menolak untuk dijaga dan menyuruh mereka untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Boleh jadi Ustman bin Affan ra menyadari dan menjalani takdirnya seperti yang disabdakan Rasulullah saw, sebagaimana Hasan bin Ali ra ketika mendamaikan kaum Muslimin dan Husain bin Ali ra mati terbunuh di karbala!!))

Keluarbiasaan sikap al-Hasan bin Ali ra tidak berhenti hingga ajal menemuinya. Menurut sejarah beliau meninggal karena diracun dan ketika Husain bin Ali ra sebagai adiknya menanyakan siapa yang meracuninya, beliau tidak mau memberitahukannya hingga maut merenggutnya!

Wallahu ‘alam.