Kamis, 08 Januari 2015

Kembali ke zaman batu (II)

Sang mantan Pacar -dalam acara makan siang dengan menu ikan asin, tahu tepung goreng, sambel+pete+udang dan tentunya lalapan- menyampaikan bahwa di makassar ini sedang ramai-ramainya orang bergelut dengan batu cincin. Saya bilang, "bukan hanya di makassar saja, tapi dimana-mana". Sang mantan pacar, ternyata baru tahu itu (kasihan kodon!). Akhirnya beliau pun melanjutkan ceritanya, yaitu dimulai dari anak temannya yang masih SD merengek-rengek minta dibelikan batu cincin ke ibunya. Karena sayang anak, sang ibu membawa anaknya ke pasar central. Surprise bagi sang ibu, dimana sepengetahuannya tempat dimana dijual batu-batu cincin itu adalah daerah yang sepi dulunya (sepi dari pembeli, maksudnya). Sekarang, rrruuuaaarbiasa, buuuuaaanyakkk orang berkumpul di tempat itu untuk melihat-lihat dan membeli batu, yang lebih rrrruuuuaaarbiasanya lagi karena kaum ibu-ibu pun banyak nongkrok di tempat itu! (hadeuh....sudah masak bu?)

Lanjut cerita, sepulangnya dari pasar central itu, sang ibu dan anak ini tidak puas dengan hanya membeli batu cincinnya saja, karena di pete-pete (nama angkot di makassar), mereka berdua dan para penumpang pun disuguhin ceramah tentang batu cincin dari sang supir. weleh-weleh....hati-hati daeng mata harus tetap tertuju ke depan! hiks

Di pamungkas cerita, sang mantan pacar menambahkan bahwa di kantor pendidikan pun dimana beliau ada urusan di sana, juga orang-orang di sana maksudnya pegawai di sana ramai membicarakan tentang batu cincin. he-he....mudah-mudahan tidak mengganggu pekerjaan dan jangan sampai -karena dinas pendidikan- masalah batu ini masuk juga di materi di kurikulum pendidikan di sekolah. hiks.....wuenak untuk para pedagang batu don! (tapi kalau para guru setuju sih, yaaa...monggo wae! xixixi....)

e, e, e, e.......yang jadi fikiran, itu anak SD tahu darimana tentang batu cincin ya? apa bapak ibu gurunya mengajarkan tentang itu? he-he....!!!

Batuuuu, batu!!



=================



Dalam kesempatan pengajian, persoalan batu cincin ini juga ada yang menanyakan. Pak Ustadz menjawab bahwa pada zaman Rasulullah saw pun perdagangan batu cincin atau perhiasan sudah ada. Karena keindahannya batu sehingga ada nilainya. Tetapi yang menjadi masalah adalah ketika batu cincin itu memberi sesuatu yang berhubungan dengan manusia, seperti kekebalan, tambah percaya diri dan lain sebagainya yang sifatnya tidak benar secara akidah. Kadang ada pedagang batu yang memberikan harga untuk menjadikan batu itu sesuatu bahkan lebih mahal dari harga batu itu sendiri sebagai perhiasan. Ini yang dilarang!!!

Rabu, 07 Januari 2015

Proses tercabutnya nyawa dari raga/tubuh manusia dan kejadian setelahnya.

Di dalam Al-Musnad disebutkan dari hadits Al-Barra' bin Azib, dia berkata, "Kami keluar bersama Nabi Shallalluhu 'Alaihi wa Sallam untuk mengiringi jenazah seseorang dari kalangan Anshar. Ketika kami sudah sampai di kuburan dan mayat sudah dikuburkan, beliau duduk dan kamipun duduk di sekeliling beliau. Saat itu seakan-akan di atas kepala kami ada burung, sementara di tangan beliau ada tangkai rantai pohon dan beliau mengetuk-ngetukan ke tanah. Beliau mengangkat kepala lalu bersabda, "Berlindunglah kalian dari siksa kubur," hingga dua atau tiga kali. Kemudian beliau bersabda lagi, "Sesungguhnya jika hamba sedang terputus dari dunia dan menuju akherat, maka para malaikat turun dari langit, muka mereka berwarna putih, yang seakan-akan muka mereka itu matahari. Mereka membawa salah satu kafan dari kafan-kafan penghuni surga dan salah satu keranda dari keranda-keranda surga, hingga mereka duduk di sekelilingnya sepanjang mata memandang. Kemudian malaikat pencabut nyawa datang dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata, "Keluarlah wahai jiwa yang tentram, keluarlah kepada ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya" Maka jiwa itu keluar, mengalir seperti tetes air yang mengalir dari bibir tempat air, lalu malaikat itu mengambilnya. Bila Malaikat pencabut nyawa mengambilnya, para malaikat yang lain tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya lalu meletakannya di kafan dan keranda itu. Jiwa itu keluar dengan aroma yang amat harum seperti hembusan minyak kesturi yang ada di muka bumi. Mereka membawanya naik ke atas. Mereka tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan berkata, "Siapakah roh yang harum itu?"

Para Malaikat yang membawanya menjawab, "Ini roh Fulan bin Fulan." Mereka menyebutnya dengan nama yang paling bagus seperti biasanya mereka menyebutnya kala di dunia. Lalu mereka meminta untuk dibukakan, hingga dibukakan baginya. Mereka melakukan hal yang sama di setiap langit untuk beralih ke langit berikutnya, hingga di langit ke tujuh.

Di sana Allah berfirman, "Tulislah kitab hamba-Ku di Illiyyin dan kembalikan ia ke bumi, karena sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi, di sana Aku dikembalikan dan dari sana Aku mengeluarkan mereka pada saat yang lain."

Beliau bersabda, "Maka rohnya dikembalikan ke bumi, hingga dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, seraya bertanya kepadanya "Siapakah Rabbmu?"
Dia menjawab, "Rabb-ku adalah Allah Azza wa Jalla."
"Apa agamamu?" tanya kedua malaikat.
"Agamaku Islam," jawabnya.
"Siapakah orang yang diutus di tengah kalian ini?" tanya dua malaikat.
"Dia adalah Rasul Allah," jawabnya.
"Apa ilmumu?" tanya dua malaikat.
"Aku membaca Kitab Allah Azza wa Jalla, lalu aku percaya dan membenarkannya," jawabnya.

Lalu terdengar seruan dari langit, "Hamba-Ku benar. Maka hamparkanlah sebagian tempat dari surga baginya, kenakanlah sebagian pakaian dari surga dan bukakanlah satu pintu menuju surga baginya."
Maka rohnya dibawa dengan keharumannya dan dilapangkan kubur baginya sepanjang mata memandang.

Beliau bersabda lagi, "Lalu dia didatangi orang yang bagus mukanya, bagus pakaiannya dan harum baunya, seraya berkata, "Terimalah kabar gembira dengan sesuatu yang membuatmu gembira. Ini adalah hari yang dulu dijanjikan kepadamu." Dia bertanya, "Siapakah engkau dengan muka yang datang dengan kebaikan?" Orang itu menjawab, "Aku adalah amalmu yang shalih". Dia berkata, "Ya Rabbi, bangkitkanlah segera hari kiamat, bangkitkanlah segera hari kiamat, agar aku dapat kembali kepada keluargaku dan harta bendaku."

= Beliau bersabda lagi, "Sesungguhnya jika hamba kafir sedang terputus dari dunia dan menuju akherat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan muka hitam, sambil membawa kain kasar. Mereka duduk di sekelilingnya sejauh mata memandang. Kemudian melaikat pencabut nyawa datang dan duduk di dekat kepalanya, seraya berkata, "Wahai jiwa yang buruk, keluarlah kepada kemurkaan dari Allah dan kemarahan-Nya." Jiwanya menyebar ke seluruh badan lalu dicabut sebagaimana besi tusukan daging yang dicabut dari kain wool yang basah. Malaikat mengambilnya, dan jika sudah mengambilnya, para malaikat yang lain tidak membiarkan jiwanya ada di tangannya walau sekejap mata pun, hingga mereka meletakkannya pada kain yang kasar itu. Ia keluar dari sana dengan bau yang lebih busuk daripada bangkai yang ada di muka bumi. Lalu mereka membawa na naik ke atas. Mereka tidak membawanya melewati sekumpulan malaikat, melainkan bertanya, "Siapakah roh yang busuk ini?" Mereka menjawab, 'Ini roh Fulan bin Fulan", dengan panggilan paling buruk yang disebutkan di dunia. Lalu dinintakan untuk dibukakan baginya, namun tidak dibukakan baginya."

Kemudian Rasulullah saw membaca ayat, yang artinya, "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga onta masuk ke lubang jarum." (Al-A'raaf ayat 40)

Lalu Allah berfirman, "Tulislah kitabnya di dalam Sijjin, di bumi yang paling bawah." Lalu rohnya dilemparkan dengan sekali lemparan. Kemudian beliau membaca ayat, "Dan, barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." (Al-Hajj ayat 31)

Lalu rohnya dikembalikan ke jasadnya, dan dua malaikat mendatanginya, mendudukkannya dan bertanya kepadanya, "Siapakah Rabbmu?"
Dia menjawab, "Hah, hah, aku tidak tahu."
"Apakah agamamu?" tanya dua malaikat.
"Hah, hah, aku tidak tahu." jawabnya.

Lalu ada seruan dari langit, "Hamba-Ku ini telah berdusta, maka bentangkanlah neraka baginya dan bukakanlah baginya satu pintu yang menuju neraka."

Dia mendatanginya dengan panas dan racunnya serta kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya berserakan di sana.

Lalu dia didatangi seorang laki-laki yang buruk mukanya, buruk pakaiannya dan busuk baunya, seraya berkata, "Terimalah kabar yang menyedihkanmu. Ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu."
"Siapakah engkau?" tanyanya, "wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa keburukan."
Orang itu menjawab, "Aku adalah amalmu yang buruk."
Dia berkata, "Ya Rabbi, janganlah Engkau bangkitkan hari kiamat."

Di dalam Lafazh Ahmad disebutkan, 'Kemudian dia diwafatkan dalam keadaan buta, bisu dan tuli, sedangkan di tangannya ada tongkat besi, yang sekiranya tongkat itu digunakan untuk menghantam gunung, maka gunung itu berkeping-keping menjadi abu, kemudian Allah mengembalikannya sediakala. Lalu dia dipukul sekali lagi dengan suatu pukulan hingga membuatnya meraung-raung yang dapat didengar segala sesuatu kecuali jin dan manusia."

Al-Barra' berkata, "Kemudian dibukakan pintu baginya ke nereka dan dihamparkan baginya tempat tidur dari api neraka."

REPOSTING : SETIAP PENYAKIT ADA OBATNYA. IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH. PENERBIT DARUL FALAH. CETAKAN KELIMA. 2013

Minggu, 04 Januari 2015

Kembali : Musibah!

Sesungguhnya musibah yang paling mengerikan adalah kematian tidak dalam rahmat Allah swt (sering dikatakan sebagai su'ul khotimah = akhir yang jelek, sebalikan dari khusnul khotimah = akhir yang bagus). Jika demikian musibah berupa kelaparan, kekurangan harta, kegagalan usaha tidak seburuk kematian itu sendiri, tentunya jika kita bisa mengambil hikmah dari semua itu, karena untuk mendapatkan husnul khotimah atau su'ul khotimah, para ustad mengatakan, bahwa itu merupakan proses dari perjalanan hidup manusia itu sendiri. Artinya ketika kita mendapatkan musibah yang masih memungkinkan untuk menghirup nikmat dan karunia-Nya, hendaknya kita mengevaluasi diri akan keberadaan kita selama ini akan kaitannya dengan Allah swt. Boleh jadi kita selama ini menyia-nyiakan kehidupan kita dengan hal-hal yang tidak diridloi-Nya. Boleh jadi kita selama ini berada dalam jalur yang sangat jauh dari yang telah ditetapkan oleh-Nya untuk kita lewati. Boleh jadi kita telah menyakiti makhluk-makhluk ciptaan-Nya, melalui perilaku kita sadar dan atau tanpa sadar. Boleh jadi justru kita menjadi pembangkang dan musuh dari Allah swt. Apalagi kematian tidak tahu kapan akan datangnya, itu hanya hak prerogratif dari Allah swt. Berarti kematian selalu mengintai kita, mengintai untuk memutuskan posisi kematian kita. khusnul khotimah atau su'ul khotimah.

Perlu diingat bahwa Musibah bukan hal sederhana dalam fikiran manusia, yaitu sebagai proses sebab akibat secara fisik yang terlihat manusia. seperti banjir karena hutan sudah gundul, kerusakan alat sehingga kecelakaan terjadi, dan lain-lain. Tetapi kuasanya Allah swt, musibah memungkinkan terjadi dalam kondisi normal sekalipun, karena pada intinya bahwa musibah merupakan sebuah proses ujian atau cobaan akan keimanan manusia kepada Allah swt. Jadi jangan merasa aman ketika kita merasa sehat, harta yang menggunung, jabatan setinggi langit, relasi dan kolega seluas gurun pasir, karena semua itu akan dikaitkan dengan keimanan kita. Allah swt mempunyai kemampuan menghilangkan semua kenyamanan kita baik dalam sekejap maupun perlahan-lahan, dengan rasa sakit maupun tidak.

Dai sejuta ummat, Zainuddin MZ (semoga Allah swt merahmatinya) mengklasifikasi musibah menjadi dua yaitu sebagai cobaan atau ujian dan azab. Menjadi cobaan atau ujian jika kita berada dalam jalur keimanan kepada Allah dan menjadi azab ketika kita berada di luar jalur keimanan kepada Allah swt.

Rahmat dan ampunan Allah swt, tidak terbatas karena ruang dan waktu kecuali ruh sudah berada di kerongkongan (sakaratul maut). Untuk itu marilah kita bersama-sama mengevaluasi diri untuk kembali ke jalan-Nya. Dengan kebersamaan ada proses untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran, sehingga kita terhindar dari penyesalan yang tiada hentinya dalam kebinasaan dan kesakitan yang tidak terkira dan berkepanjangan tak berujung.

Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya, berusaha terus dalam keimanan kepada-Nya hingga kita selalu berada dalam arahan-nya dalam menjalani kehidupan ini dan tentunya berada dalam kondisi khusnul khotimah di akhir penantian dalam ampunan-Nya. Amin



=======



"Diterjang Badai taifun" (Re-posting dari status FB)

semalem nonton kompas tv ada interview dengan Capt Pilot ACHMAD FARUQ, saya sangat terkesan dengan sisi spiritualitas yg beliau ceritakan yg dimuat di buku 9 Pilot Mencari Tuhan dan iseng googling siapa beliau, nemu tulisan salah satu pengalaman beliau ini...

Saya juga pernah merasakan saat-saat maut seakan sudah sedemikian dekat, ketika itu tengah bertugas bersama seorang rekan menerbangkan pesawat berbadan lebar, yaitu Airbus A-330 yang memiliki kapasitas 300 penumpang, menuju Hongkong. Pesawat ini merupakan pesawat canggih seharga kurang lebih 1,2 triliun rupiah, dilengkapi dengan tiga buah sistem komputer navigasi yang berfungi untuk cross-check informasi agar menghasilkan data dan angka yang akurat.

Saya masih ingat, peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 1997, hampir pukul 11 pagi, pesawat raksasa tersebut mengangkasa. Ahli cuaca meramalkan akan terjadi Taifun Edward, sejenis angin topan beliung raksasa yang besar, lebih kurang 20 menit setelah pesawat tiba di Hongkong. Setelah memasuki wilayah Point of No return (PNR) pesawat memiliki altenatif memilih, yaitu pindah tujuan ke Manila atau melanjutkan perjalanan, sesuai dengan rencana menuju Hongkong. Karena airport tidak ditutup, maka keputusan yang kami ambil adalah meneruskan perjalanan menuju Hongkong. Ketika kami sedang turun/desend menuju holding point, ada Wx-info update yang menyatakan perubahan cuaca yang memburuk dengan cepat karena ujung depan taifun sudah mendekati Airport. Saat itu pesawat Cathay Pasific di depan kita yang sedang Approach (pendekatan mendarat) dapat landing dengan selamat. Karena clearence atau izin telah diberikan oleh airport Hongkong untuk melakukan approach. Maka ketika memasuki ketinggian 4500 feet untuk melakukan descent (menurunkan ketinggian) dengan IGS approach pesawat justru memasuki CB/cumulunimbus yang sangat keras goncangannya hingga bergetar seluruh isi pesawat. Supervisor kabin crew memberitahukan bahwa penumpang dalam keadaan ketakutan dan panik karena badan pesawat terguncang hebat oleh badai.

Pesawat mencoba terus approach dan leaving 4500 (meninggalkan ketinggian dan turun dari 4500 feet). Radar berwarna ambar kemerahan, menandakan adanya badai hebat di depan pesawat. Pada ketinggian antara 3000-1500 feet itulah kaca depan cockpit merah bagai membara karena bergesekan dengan awan yang bermuatan gelombang elektromagnetik. Pesawat dihempas-hempas dengan keras. Pada saat approach mendekati minimum decission altitude, kurang lebih 675 feet, saat itulah keputusan harus dibuat; over shoot (naik kembali) atau landing. Sementara itu, pandangan seluruhnya terhalang oleh awan gelap, sehingga tidak terlihat apapun. Keputusan untuk landing masih dalam proses hingga kami dapat melihat dengan jelas tepat diatas DH/decition height. Ketegangan dalam cockpit terjadi. Apabila salah dalam mengambil keputusan, maka pesawat akan menabrak gunung yang ada di depan atau menghantam gedung-gedung bertingkat di sebelah kanannya.

Saat itu keadaan sangat mencekam, saya merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali pasrah dan mengharap pertolongan dari Allah. Saat itu saya menundukkan hati dan berdoa; sepenuhnya menyerahkan hidup pada Allah. Saya berbisik, ”Laa hawlaa walaa quwwata illaa billah” (tiada kekuatan kecuali milik Allah). Tiba-tiba ada cahaya di atas saya yang sangat tajam menembus awan yang pekat hingga threshold runway. Maka saya langsung berteriak, ”runway insight!” (landasan pacu terlihat). Rekan saya menjawab, ”negative!” (tidak terlihat). Saya kembali mengulangi, ”runway insight!”, rekan saya kembali menanggapi, ”negative”. Akhirnya rekan saya mengikuti petunjuk yang saya berikan. ”fly right!”(ke kanan), ”fly down” (ke bawah). Kemudian saya berkata lagi, ”on the glide” yang berarti pesawat masuk dalam sudut pendaratan. Barulah pada ketinggian 50 feet, rekan saya berkata, "runway insight". Pesawat pun langsung landing. Pada saat itulah taifun edward berputar dan menggulung di ujung depan landasan. Pesawat seberat 170 ton itu berguncang-guncang dan seperti terangkat di landasan. Pada saat yang bersamaan, di seberang landasan, mobil-mobil berterbangan dan tercebur ke laut, dihempas oleh taifun edward yang dahsyat. Allahu Akbar...

Saya sangat bersyukur, Allah memberikan saya kesempatan hidup untuk beribadah dan memberikan petunjuk di saat yang paling kritis. Saya yakin, apa yang terlihat semata-mata adalah petunjuk dari Allah. Saya tidak akan melihat apapun bila Allah tidak berkenan/berkehendak untuk menolong kami. Semata-mata itu bukanlah suatu kebetulan.

Saya yakin, bukan hanya saya yang punya pengalaman seperti ini. Setiap manusia pasti juga pernah mengalami kejadian-kejadian luar biasa dalam hidupnya. Namun kebanyakan manusia tidak sadar karena terkadang terbelit oleh rutinitas. Padahal segala aktivitas kita sesungguhnya harus dilakukan dengan kesadaran sebagaimana melaksanakan shalat. Terkadang manusia juga suka merasa imannya lemah, padahal bukan imanya yang lemah tetapi penghayatan terhadap apa yang dipraktekkan itulah yang belum teresapi. kadang kita hanya membaca ayat saja, meyakininya tetapi tidak teresapi dan terealisasi dalam kehidupan.

Sebenarnya dalam kehidupan kita, lebih banyak hikmah dari kenormalan yang kita hadapi. Sayangnya tak banyak dari kita yang bisa mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang normal tersebut. Banyak orang yang merasa kenikmatan yang diberikan Allah itu biasa-biasa saja, karena sudah biasa merasakan kenikmatan tersebut. Seperti halnya kehidupan seorang pilot, kami sudah biasa terbang melintas di langit-Nya tetapi jarang sekali memahami bahwa melintasi langit-Nya adalah karunia, sekaligus keajaiban dari-Nya yang tak diberikan pada semua orang. Begitu pula dengan kenormalan lainnya, terkadang karena kita sudah terbiasa dengan hal tersebut, maka kita tidak lagi menganggapnya sebagai keajaiban dalam hidup kita. Padahal Allah pasti tidak akan memberikan sesuatu tanpa makna untuk kita. Setelah semua itu terlihat baik dengan mata telanjang maupun dengan mata hati, saya sungguh sangat bersyukur karena Allah telah mendidik dengan ilmu dan goresan peristiwa diri yang penuh dengan hikmah Al-Quran. Dan saya tersadar bahwa ternyata tempat beribadah dalam arti keseluruhan amalan adalah apa yang telah Allah berikan sekarang ini.

Suatu ketika saya di tanya oleh Bapak Ary Ginanjar Agustian "doa dan Amalan apa yang di lakukan"?, saya katakan "tidak tahu persis" mungkin karena saya selalu berusaha menjaga wudlu dan dzikir dalam hati dengan mengikuti setiap denyut nadi serta selalu mohon doa dari Ibunda tercinta.

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah seseorang kecuali dia berusaha merubah dirinya sendiri demi masa depannya. Dan Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Semoga sebagian dari kisah nyata kami ini dapat memberikan manfaat pada seluruh pembaca yang sedang dan selalu ingin membaca dirinya sebagai subsistim dari alam ini yang sekaligus sebagai pemimpin/khalifah di muka bumi ini.

"...saya jadi sering merenung, kami bekerja semaksimal mungkin untuk mengantarkan ratusan orang ke tempat tujuannya dengan selamat, alangkah baiknya jika kedekatan kami dengan Allah pun semakin rapat agar selalu dapat perlindungan/keselamatan serta sekaligus dapat menghilangkan kepenatan..."Wallahu a’lam bishshawab.

Eka Satriana

=======



HIKMAH MUSIBAH (Reposting dari AR Rahman The Inspire. Al-Quranul Karim)

(1) Musibah diberikan dalam rangka memberikan ampunan dan rahmat. Allah berfirman, "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un (sesunguhnya kami milik Allah dan keoada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah yang memperoleh petunjuk" (QS Al-Baqarah (2) :155-157)

(2) Musibah diberikan dalam rangka mengetahui orang-orang yang beriman dan yang tidak beriman. Allah berfirman, "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?" Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti akan mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta." (QS Al-Ankabut (29) : 2-3)

(3) Abu Huraerah berkata, Nabi bersabda, "Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah dalam bentuk kelelahan, sakit, kesusahan, kesedihan, dangguan dan kecemasan, kecuali Allah menghapuskan darinya segala kesalahan dan dosa, hingga duri yang menusuknya." (HR AL-Bukhari)

=====

Sa'ad bin Abi Waqqash pernah bertanya kepada Rasulullah, "Rasulullah siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Beliau menjawab, "Para Nabi, kemudian yang meniru (menyerupai) mereka, dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah), dia diuji sesuai dengan itu (ringan). Dan bila imannya kokoh, dia diuji sesuai dengan itu (keras). Seseorang diuji terus menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa." (HR. Al-Bukhari) =======

Selasa, 30 Desember 2014

syeitan, makhluk apakah itu?

Kata Syeitan, sudah bukan merupakan kata yang aneh dalam kehidupan kita bahkan boleh dibilang sangat familiar. Ibu-ibu kadang untuk menakuti anak-anaknya bilang, "awas, ada syeitan!" Begitu pula anak-anak remaja atau pun orang dewasa terutama wanita mengatakan sesuatu yang menakutkan dengan kata syeitan. padahal boleh jadi ibu-ibu atau anak-anak remaja dan orang dewasa itu sendiri tidak pernah melihat sosok yang sebenarnya dari syeitan itu sendiri. Tetapi walaupun begitu masyarakat umum selalu mengaitkan sosok syeitan sebagai sosok yang menakutkan dan dari golongan makhluk halus.

Saya mencoba pun mencari gambar tentang sosok syeitan di yahoo.co.id, ternyata yang muncul adalah berbagai gambar yang kalau tidak salah berhubungan dengan jenis makanan. Ups! loh kok begitu ya? Sebelum membuat lapar sang perut karena gambar tersebut, akhirnya saya coba mengganti huruf syeitan dengan setan, ketika klik bekerja, muncullah berbagai bentuk yang mengerikan dengan berbagai pose. walau mengerikan tapi bagi saya tidak terlalu menakutkan karena saya yakin itu bukan bentuk aslinya, apalagi kalau yang dinampakkan adalah sosok manusia (umumnya wanita) dengan polesan bedak atau tinta yang menyolok mata dengan maksud untuk membuat takut pihak ketiga. he-he.....
Tapi apakah seperti itu bentuk sosok syeitan? Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita perlu mengerti dulu mengenai syeitan itu sendiri. Bagaimanapun, seperti sudah ditetapkan oleh Allah swt bahwa syeitan adalah musuh yang nyata bagi manusia dan bagi manusia yang berakal harus menjadikan syeitan sebagai musuh yang harus dihadapi dan diperangi. Jadi apakah karena wajah yang mengerikan sehingga syeitan menjadi musuh bagi manusia?

Menurut pak Ustadz, syeitan berasal dari kata syatana, yang artinya jauh, sangat jauh. Maksudnya adalah jauh dan sangat jauh dari kebenaran. Kebenaran yang mana? untuk menjawab ini, tentu kita harus melihat ke asal mula munculnya syeitan itu sendiri. Silahkan baca sendiri....tetapi yang jelas bahwa syeitan adalah sebuah sosok (dalam keterangan bisa berbentuk jin dan manusia) yang selalu membelokkan arah dari tujuan penciptaan manusia itu sendiri, yaitu yang tugasnya untuk beribadah kepada Allah swt, menjadi khalifah di muka bumi untuk menegakkan kalimat Tauhid, serta memakmurkan hidup dan kehidupan di permukaan bumi ini.

Kalau begitu, syeitan bisa jadi bukanlah sosok dengan wajah yang mengerikan, bisa jadi justru syeitan adalah sosok dengan wajah yang menarik hati, menawan dalam pandangan, merdu dalam pendengaran dan menghanyutkan dalam perasaan, yang jelas bahwa dia berusaha membelokkan manusia dari tujuan semula dari penciptaannya. Berbagai cara dia akan gunakan agar tujuannya bisa tercapai. Dan faktanya ternyata banyak juga manusia yang berteman baik dengan syeitan, bahkan dalam kasus tertentu manusia pun menjadi syeitan yang sebenarnya! Hiks

Allah swt berfirman dalam surat Al-A'raaf ayat 16-17: "(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi jalan mereka dari jalan-Mu yang lurus. kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."

Ulama menyatakan bahwa syeitan akan mudah menggoda manusia dengan karakteristik :
(1) Kurang ilmu agamanya,
(2) Jauh dari jamaah dan
(3) Kurang mengingat Allah swt.

Untuk itu, jika kita ingin menjauh dari syeitan maka
(1) mulailah mencari ilmu agama yang benar. ilmu agama yang salah akan lebih memudahkan syeitan masuk didalamnya, dengan amalan-amalan ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw. Disebutkan bahwa orang yang berilmu yang benar lebih baik dari seribu orang ahli ibadah.
(2) Mulailah bergabung dengan jamaah, shalat wajib berjamaah pada awal waktu dan di masjid. berkumpul dan bergaul dengan orang-orang sholeh. Diistilahkan srigala akan memangsa kambing yang terlepas dari kumpulannya.
(3) Mulailah berdzikir di sepanjang waktu. mulailah segala kegiatan dengan doa, masuk rumah, makan dan minum, tidur dan bangun tidur, masuk dan keluar kamar mandi dan lain-lainnya. Dikatakan, bahwa syeitan tidak akan mempunyai tempat untuk bermalam ketika kita masuk rumah dengan doa. Begitu pula ketika kita makan, tidak ada bagiannya syeitan dari makanan kita ketika kita membaca doa.

Di akhir tahun ini, mungkin kita memerlukan cermin untuk melihat wajah kita yang sebenarnya, terlepas dari tampannya wajah kita atau bahkan mengerikannya wajah kita, apakah ada berkas cahaya yang muncul di wajah kita! cahaya kebenaran seperti yang telah ditanamkan oleh Allah swt ketika ruh kita ditanamkan dalam rahim ibu kita? ada atau tidak, adalah bahan untuk perenungan kita detik ini dan jika umur kita menginjakkan kaki hingga esok hari, tanggal 31 desember 2014 untuk melangkah di jam 00;01 tanggal 01 Januari 2015, langkah yang akan menguburkan cahaya atau menyuburkan cahaya, apakah kita di hadapan Allah swt nantinya akan menjadi sosok syatana, syeitan atau bukan!



KARAKTER SYEITAN
(Ar Rahman - The Inspire)

Abu Huraerah berkata, Nabi bersabda, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan masing-masing mempunyai mempunyai kebaikan. Gemarlah kepada kepada hal-hal yang berguna bagimu. Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu , jangan berkata, "Andaikata aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu" Tetapi katakanlah, "Allah telah mentakdirkan, dan terserah Allah dengan apa yang Dia berbuat" sebab, kata-kata, "Andaikata" membuat pekerjaan setan." (HR. Muslim)



JEBAKAN-JEBAKAN SYEITAN
(Ar Rahman - The Inspire)

Pertama, Kekufuran dan Kesyirikan. Kedua, Bid'ah. Ats-Tauri berkata, "Bid'ah lebih disenangi Iblis daripada perbuatan maksiat, karena perilaku maksiat biasanya bertobat, sedangkan perilaku bid'ah tidak'. Ketiga, Dosa besar. Keempat, Dosa kecil. Setan selalu membujuk manusia untuk melakukan dosa kecil hingga dia menganggap enteng dosa tersebut, maka orang berbuat dosa besar dengan rasa takut masih lebih baik ketimbang orang yang meremehkan dosa walaupun kecil. (Sumber : Madarijus Solikin

========
Ciri-ciri golongan syeitan :
(1) selalu lupa kepada Allah. Manusia apabila sudah dikuasai syeitan, niscaya ia akan lupa kepada Allah. Pada akhirnya, mereka akan mudah melakukan pelanggaran-pelanggaran dan menikmati hal-hal yang dilarang Islam.
(2) mengekor hawa nafsu. Ketika seseorang lupa dengan Allah, orientasi hidupnya dunia, dan pemandu hidupnya adalah hawa nafsu.
(3) menjauhi Al-Quran. Sebagai konsekuensi dari mengikuti hawa nafsu, golongan syeitan hidup tidak berpedoman Al-Quran dan Sunnah Rasul.
(4) dikuasai syeitan. Allah berfirman, "Syeitan telah mengusasi mereka, lalu menajdikan mereka lupa kepada Allah, mereka itulah golongan syeitan. Ketahuilah, bahwa golongan syeitan itulah golongan yang rugi." (QS Al-Hasyr (58) : 19)
(5) loyal kepada musuh-musuh Allah.
(Ar Rahman. The Inspire)

===========

"Dan Barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Quran), Kami biarkan syeitan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya" (QS Az-Zukhruf (43) : 36)

==========

Zikir menjadi penangkal dari gangguan syeitan dan jin, "Dan jika syeitan mengganggu mu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui" (QS. Fushshilat (41) : 36)

==========

Abu Huraerah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, "Syeitan mengikat tengkuk seorang di antara kamu pada waktu tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan dikatakan, "Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah". Apabila ia bangun dan ingat kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka terlepaslah satu ikatan (lagi) dan jika dia mengerjakan shalat, maka terlepaslah seluruh ikatannya. Dia memasuki pagi hari dengan tangkas dan segar jiwanya. Jika tidak, maka dia masuk pagi dengan jiwa yang buruk dan malas." (HR. Al-Bukhari)

==========

Menutup pintu Syeitan
Anda punya dua pilihan yaitu antara menutup pintu syeitan sehingga hati bisa menjadi tempat hikmah dan tempat turunya Malaikat, atau membiarkan pintu tersebut terbuka sehingga hati menjadi tempat bersarangnya syeitan. (Ihya Ulumuddin dalam Ar Rahman. The Inspire)

=========


"Wahai Manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (syeitan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
Sungguh, syeitan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya syeitan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."
Surat Fathir ayat 5-6


Senin, 29 Desember 2014

Makan dengan tangan kiri?

Makan dengan tangan kanan bukan hanya sekedar moral atau kebiasaan di suatu tempat tertentu, tetapi bagi orang Islam itu adalah syariat yang harus diikuti. Kalau namanya itu perintah dari Rasulullah saw tahap awal adalah sami’na wa atho’na. Mungkin ada yang berfikiran bahwa itu hal sepele, apa bedanya tangan kanan dan tangan kiri, apalagi dengan adanya kebiasaan orang sono yang merasa mempunyai peradaban yang tinggi yang selalu makan dengan tangan kiri, yang kadang diikuti oleh kita yang seolah-olah dengan makan dengan tangan kiri (pake garpu lagi) menunjukkan bahwa kita termasuk orang yang sudah modern.
He-he….saya jadi teringat di masa masih muda dulu (berarti sudah tua nih yee!), ketika bergabung dengan kelompok anak-anak muda yang mempunyai tujuan yang sama dalam masalah kehidupan. Kita sepakat kalau diantara kita ada yang makan dan minum dengan tangan kiri, temannya yang melihat tidak usah menegor lagi dengan kata-kata, tapi langsung tangan kiri kita dipukul oleh teman yang melihat. He-he….maklum, namanya juga manusia, tempat salah dan lupa, sehingga diperlukan teman yang tidak sungkan lagi untuk meluruskannya. Pasti ada yang bertanya bagaimana dengan orang yang kidal, yang aktifitasnya selalu menggunakan tangan kiri? Mereka makan dengan tangan kiri dan sudah biasa dilakukan sejak kecil.

Anak saya, sejak kecil terlihat sebagai orang kidal, tapi Alhamdulillah saya dan istri saya mengajarkan ke anak saya untuk makan tetap dengan menggunakan tangan kanan. Pernah saya melihat anak-anak di acara perkawinan makan dengan tangan kiri, saya pun mencoba menegurnya dengan menyuruhnya makan dengan tangan kanan. Rupanya ada ibunya di dekat di mana si anak ini duduk dan ibunyalah yang menjawab teguran saya. Ibu itu bilang, “tidak bisa Pak!” Ups! Anggota saya dan salah satu siswa saya juga begitu, sebagai orang kidal yang sudah terbiasa dari kecil makan dengan tangan kiri, ketika saya tegur mereka menjawab dengan jawaban yang sama. Atas jawaban mereka, saya pun beristighfar karenanya. Untuk anggota dan siswa saya, saya masih memberikan nasihat lainnya bahwa makan dengan tangan kanan adalah perintah agama.


Suatu kejutan yang luar biasa yang berhubungan dengan makan menggunakan tangan kanan, saya temukan di restoran yang khusus menyajikan makanan dengan menu orang barat sebagai menu utamanya sehingga dijadikan nama restorannya. Ketika saya diajak sang Boss makan di tempat itu dan ketika menunggu pesanan datang saya melihat-lihat sekeliling ruang dalam dari restoran. Wah…ternyata di dinding ada beberapa tulisan yang yang berhubungan dengan cara makan, seperti hendaknya berdoa sebelum makan. Lebih baik makan dengan tangan kanan. (Dan ketika saya ke toiletnya, di dalam dinding toilet juga tertulis, masuk ke toilet dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan). Memang tidak saklek bahwa itu perintah agama Islam tapi intinya mengarah ke sana, sehingga saya berfikiran yang punya restoran ini adalah orang beragama Islam.

Padahal di restoran tersebut kita harus menggunakan garpu dan pisau untuk memotong-motong daging (Steak) sehingga menjadi kecil-kecil untuk kita makan, yaahhh…seperti orang barat kalau makan. Pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Kita lihat orang barat setelah memotong langsung tangan kiri yang pegang pisau masuk dimulut! Xixixi….(sebenarnya tidak semua juga sih. Boss saya yang satu ini, dia potong-potong kecil dagingnya, kemudian dia makan dengan garpu di tangan kanan!!! Wkwkwk!!)
Supaya lebih jelas lagi, saya akan tampilkan hadist yang menyatakan bahwa makan harus dengan tangan kanan.


Dari Iyas bin Salamah bin Al-Akwa’ ra. Dia mengatakan bahwa bapaknya menceritakan kepadanya, ”seorang lelaki makan di sisi Nabi dengan menggunakan tangan kirinya, lalu beliau bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu” Orang itu berkata, “Saya tidak bisa” Beliau bersabda, “tidak bisa? Tidak ada orang yang melarangmu melainkan perasaan sombongmu”. Kata Iyas Lelaki itu akhirnya benar-benar tidak dapat mengangkat tangan kanannya ke mulutnya. (HR. Muslim)

Dari Ibnu ‘Umar ra katanya Rasulullah saw bersabda, “Apabila kamu makan dan minum, makan dan minumlah dengan tangan kanan, karena hanya setan makan minum dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)

Pilihannya adalah apakah kita mau berperilaku seperti Rasulullah saw perintahkan atau berperilaku seperti syeitan, musuh manusia yang beriman?

Minggu, 21 Desember 2014

Hari IBU

Gara-gara acara televisi yang menampilkan seorang ustadz dan istrinya yang diwawancarai oleh para host acara (hostnya lebih dari satu) yang berhubungan dengan hari ibu pada hari esok tanggal 22 Desember 2014, saya jadi teringat bahwa saya pernah membuat status berhubungan dengan hari ibu ini. Namun saya tidak ingat hari ibu tahun berapa?

Tetapi status ini masih membekas di memori di otak kecil saya karena hal itu tentang kebahagiaan seorang ibu. Ya, Kebahagiaan seorang ibu! Bukankah pada hari ibu, kita akan memuliakan ibu-ibu yang telah melakukan segalanya bagi kita sejak dalam kandungan hingga kini, tanpa merasakan beban yang berat, dan menyisihkan penderitaan yang menggayuti nyawanya. Sehingga pada hari ibu diharapkan ibu-ibu kita berbahagia, tanpa pekerjaan, tanpa fikiran yang berat hingga surprise dengan hadiah yang kita berikan.

Silahkan, bahagiakanlah ibu-ibu kita selama dan apalagi ibu kita masih ada di sekitar kita, yang boleh jadi dengan fisik yang sudah tidak seperti dulu lagi. Sakit yang merongrong raganya dan fikiran yang membebani yang mungkin karena rasa penasaran dari hal yang belum dirasakan atau ingin dicapainya, yang tidak mau diketahui anak-anaknya karena takut memberatkan anak-anaknya!

Hanya status yang saya buat waktu itu adalah kebahagiaan yang sifatnya haqiqi. Yang intinya adalah sebagai berikut, "Kebahagiaan dari seorang ibu adalah ketika sang Ibu mampu menjawab dan mempertanggung jawabkan tugas dan kewajiban seorang ibu akan anaknya di hadapan Allah swt di akherat kelak. Apakah seorang ibu mampu men-estafeta-kan kalimah tauhid kepada anaknya di kehidupan di dunia." Tentu akibat dari mampu menjawab dan mempertanggungjawabkan tugas dan kewajiban seorang ibu akan anaknya, Allah swt akan memberikan hak seorang Ibu dengan surga-Nya, sehingga kebahagiaan haqiqi akan dirasakan sang Ibu.

Saya pribadi, sudah setahun lebih ditinggalkan ibu tercinta (Semoga Allah swt memberikan rahmat-Nya kepada Ibu saya, berupa taman-taman surga di alam kuburnya saat ini. Amin), yang boleh jadi dialami juga oleh teman-teman sekalian. Tetapi Allah swt dengan Maha Kuasa-Nya, masih memberikan kesempatan kepada kita untuk tetap membahagiakan beliau, tidak hanya untuk hari ibu saja, tetapi hari-hari selama kita masih bisa menghirup udara di dunia ini. Tentu, bukan dengan memberikan hadiah fisik di kuburan di mana ibu kita dikebumikan. Tetapi kita mengambilkan tongkat estafeta kalimah tauhid dalam kehidupan kita dari ibu kita, sehingga apa yang kita lakukan dalam kehidupan di dunia, pahalanya pun mengalir ke Ibu kita, bukan hanya sekedar doa yang dipanjatkan. Insya Allah. (Allahummaghfirlaha, warhamha wa'afihi wa'fuanha. Amin)

Mari kita menjadi anak-anak Sholeh untuk kebahagiaan ibu-ibu kita! Sholeh berdasarkan standarisasi Allah swt
Selamat Hari IBU!!!!!

Kamis, 18 Desember 2014

Kembali ke jaman Batu!!!

Rasa-rasanya kini kita kembali ke jaman Batu. jaman Batu? he-he...iya Batu ali kata orang sunda mah! itu tuh batu hias yang baisa dipakai orang-orang di jari-jari tangannya! di media sosial macam Fb pun sudah banyak orang gandrung akan batu ali/hias ini, terlihat dengan status + gambar hingga batu asalnya (bahan baku) yang ditawarkan untuk dilelang.

Saya juga jadi heran sendiri, anggota di tambak, sebelum saya pulang minggu lalu, memperlihatkan batu hiasnya ke saya sambil bilang sama saya, "saya main batu hias juga nih, (sambil memperlihatkan batu yang sudah berbentuk)" Saya perhatikan batunya, he-he...kayak pengamat saja, saya pun berkomentar, "yahh, jelek tidak bersinar!" Dia pun menyela. "belum, makanya saya beli kertas amplas untuk menghaluskannya!" Lanjutnya, "jangan lupa singgah di tambak. Di sana orang-orang sedang bikin batu hias juga!" (sambil menyebutkan nama-nama orang yang ada di sana) Ups!

Benar juga, dari kejauhan ketika masuk di jalan setapak menuju tambak terlihat beberapa orang sedang sibuk. terdengar suara mesin gerinda yang sedang memainkan perannya! Yang lain, saya lihat sedang bercengkrama dengan kertas amplas. Melihat kedatangan saya mereka tersenyum tidak banyak berkomentar, begitu pula dengan saya. Mereka tahu maksud kedatangan saya dan menunjukan dus yang berisi mangga untuk saya bawa pulang. Setelah dus ada dalam genggaman dan penguasaan saya, saya pun cabut dengan pamit terlebih dahulu pada mereka.

Beberapa hari setelah itu, di makassar, saya berkesempatan mengantarkan Bos ke Prodia untuk mengambil hasil general check. Sambil menunggu Bos yang masuk ke dalam, saya pun membaca koran yang tersedia di ruang tunggu. Di tengah episode membaca, lewat sang satpam di depan saya, sambil tersenyum dan kemudian memperlihatkan batu hiasnya yang belum ada cincinnya. "Bagus nih Pak!" Sok akrabnya ini sang satpam, baru ketemu hari ini langsung ngajak ngobrol! (tidak lihat ya, saya sedang asyik baca? hadeuh! batu lagi yang dikasih lihat!!!! mungkin sang satpam melihat wajah saya kayak batu hias jadi disangkanya penggemar batu juga! hiks). Supaya tidak kecewa, saya pun mengubah posisi duduk dan kemudian melipat koran yang saya baca, terus merespon apa yang sang satpam bilang, tentunya dengan melihat batu hias yang disodorkan -seolah-olah seorang pengamat batu, ahay!!.

"Iya, bagus!" dalam hati tertawa juga dengan jawaban itu. ya, saya bukan penggemar batu dan tidak tahu tentang batu at all. Mendengar jawaban itu, sang satpam, tampak sumringah. Saya kira dia mau tawarkan batu itu, tapi tebakan saya meleset. Dia justru lebih bersemangat untuk cerita, dia bilang, "itu tuh, tukang parkir bawa dua bongkah batu berwarna hijau sebesar kepalan tangan, Bos klinik ini mau beli. harganya 7 juta!" "waahhhh....mahal juga!" saya bilang, Lanjut dia, "Batu bongkahan sebesar itu bisa jadi menjadi sekian batu hias (saya lupa berapa jumlahnya!)". Respon saya pun hanya dengan kata-kata, "ooooohhhhhhhhhhhh........." Untung tidak berapa lama Bos saya keluar dari ruangan, sehingga tertolong dari obrolan yang saya sendiri kurang begitu mengerti, yaitu tentang Batu! Untuk sang satpam sendiri, sebenarnya saya menyukai kepribadiannya, orangnya welcome, pandai bicara, supel lagi! he-he.....Save by the Boss!!!

he-he.....batu, batu ali, batu cincin, batu hias!!! dengan berbagai nama, corak, warna, mungkin juga karakter!!! dan tentunya harga.........