Dalam episode kekinian rasanya sulit untuk dikatakan perpisahan dalam arti yang sebenarnya kecuali setelah nyawa terlepas dari raganya. apalagi teknologi yang ada -yang kemungkinan masih akan dan terus berkembang- yang memungkinkan antar sesama manusia untuk saling berhubungan walau terpisah jarak dan tempat. ada berbagai media sosial yang bisa menghubungkan silaturrahim di antara sesama.
Yang ada adalah meretasnya ikatan yang kita alami selama ini, yang berhubungan dengan proses administrasi maupun status sosial. Dan itu pun, yaitu meretasnya sebuah ikatan, justru akan memasuki ikatan yang lain. sederhananya dulu sebagai siswa sekarang sudah menjadi mantan siswa, di masyarakat mungkin jadi kakak dan adik atau menjadi anggota masyarakat seperti yang lainnya, bahkan yang lebih heboh lagi misalnya ada yang berlanjut kepada ikatan yang lebih kuat lagi yaitu melalui jalur ka-u-a sebagai sebuah pasangan yang akan mewarnai kehidupan bermasyarakat. atau lebih luar biasanya karena kemampuan seseorang akan menjadi bos atau pejabat bagi yang lainnya, termasuk guru sekalipun.
Intinya dari perpisahan karena meretasnya ikatan selama ini adalah untuk mengantar kita semua, khususnya yang dulunya siswa untuk menjadi manusia yang paripurna sesuai kapasitasnya, terlepas apakah dia melanjutkan menjadi mahasiswa, pegawai atau pekerja, ibu dan bapak rumah tangga. Walau boleh jadi pendidikan yang diberikan belumlah sesempurna yang diharapkan karena segala keterbatasan para pendidik. Untuk itu saya pribadi memohon maaf jika selama ini belum maksimal mentranfer nilai-nilai yang positif dan luhur untuk mengantarkan kalian menuju tingkatan sosial yang lebih tinggi lagi. Namun begitu saya yakin, bahwa niat yang baik dan kemauan yang kuat dari kalian semua untuk menjadi seseorang yang orang lain akan melihat keberadaan kalian dengan rasa bangga dan nilai yang terpuji. apalagi kalau semua itu diikatkan kepada kekuatan Yang Maha Kuasa. kalau tu sudah kalian dapatkan tidak ada kata sulit dalam kehidupan ini. Insya Allah.
Selamat Jalan, Selamat menapakan kaki di belantara kehidupan dan menyongsong kehidupan dengan senyum dan rasa keyakinan yang tinggi. SMK bisaaaaa!!!!
Sabtu, 09 Mei 2015
Sabtu, 02 Mei 2015
Anda termasuk generasi mana?
Pilih yang mana atau anda berada di posisi mana? :
(1) Generasi Penerus
(2) Generasi Terus menerus
(3) Generasi Menunggu Terus.
(1) Generasi Penerus, generasi yang meneruskan generasi di atasnya.
(2) Generasi Terus Menerus, generasi yang terus di atas tidak mau turun lengser ke bawah. Mereka meninkmati posisinya hingga sepuasnya tanpa memikirkan masalah kebersamaan dan rasa keadilan. Kadang merasa diri lebih mampu dan orang lain tidak mampu.
(3) Generasi Menunggu Terus, generasi yang terus menunggu yang di atas untuk turun lengser ke bawah. Bagi yang ambisius maka akan gigit jari dan rasa yang mendongkol kelewat batas alias frustasi melihat yang di atas tidak mau lengser-lengser.
Kalau saya sih generasi emas, yaitu generasi yang selalu mencari peluang emas untuk kehidupan yang berkilau "emas", kini dan kemudian! Insya Allah. he-he.....
(1) Generasi Penerus
(2) Generasi Terus menerus
(3) Generasi Menunggu Terus.
(1) Generasi Penerus, generasi yang meneruskan generasi di atasnya.
(2) Generasi Terus Menerus, generasi yang terus di atas tidak mau turun lengser ke bawah. Mereka meninkmati posisinya hingga sepuasnya tanpa memikirkan masalah kebersamaan dan rasa keadilan. Kadang merasa diri lebih mampu dan orang lain tidak mampu.
(3) Generasi Menunggu Terus, generasi yang terus menunggu yang di atas untuk turun lengser ke bawah. Bagi yang ambisius maka akan gigit jari dan rasa yang mendongkol kelewat batas alias frustasi melihat yang di atas tidak mau lengser-lengser.
Kalau saya sih generasi emas, yaitu generasi yang selalu mencari peluang emas untuk kehidupan yang berkilau "emas", kini dan kemudian! Insya Allah. he-he.....
Kamis, 30 April 2015
di May Day kini, ada apa?
May day dimana-mana. Demo. Bikin macet. Tuntutan khususnya ke Pemerintah sebagai operator kebijakan bernegara. Untung-untung tidak anarkis atau merusak apa yang ada di jalan yang dilalui. Bagi saya semuanya itu adalah suatu yang sudah biasa.
Yang luar biasa, dalam gegap gempitanya May day yang sudah diberikan tanggal merah oleh Pemerintah yang berarti Hari Libur bagi Pegawai dan tahun ini bertepatan dengan hari Jum'at, yang biasanya hari jum'at selalu ada yang tiba-tiba memperoleh perhatian nasional sehingga dikatakan jum'at keramat, adalah penangkapan Anis Baswedan oleh Polisi. Anis Baswedan adalah salah seorang penyidik KPK, yang ditangkap dengan tuduhan menganiaya seorang tersangka pencurian sarang burung walet ketika Anis Baswedan menjadi Polisi beberapa tahun yang lalu.
Kalau tidak salah kasus Anis Baswedan ini sudah pernah muncul ke permukaan bahkan waktu itu beberapa orang polisi datang ke kantor KPK untuk menangkap Anis Baswedan. Hanya kasusnya menjadi berhenti karena campur tangan pak SBY sebagai presiden waktu itu. Tetapi campur tangan pak SBY bukan karena kasus Anis Baswedannya, tetapi munculnya pergesekan antara dua lembaga yaitu KPK dan POLRI.
Bagi saya, kasus ini apalagi setelah mendengarkan wawancara kru televisi dengan Ka Bareskim POLRI, pak Budi Waseso, adalah sesuatu yang wajar maksudnya seseorang yang bersalah harus dihukum karena kesalahannya. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah tindakan polisi yang menyangkut tersangka pencurian (yang kemudian meninggal) kemudian diusut oleh Polisi sendiri. Kemudian ketika kasus ini sudah dihentikan oleh pak SBY kemudian muncul lagi saat ini. Logika saya bahwa apa yang dilakukan oleh pak SBY sifatnya sementara apalagi waktu itu berhubungan dengan gesekan antara KPK dan POLRI. Artinya kalau pergesekan itu sudah tidak ada maka kasusnya bisa diangkat lagi.
Hanya, belum lama ini gesekan antara KPK dan POLRI pun seolah muncul lagi ketika kasus pak Budi Gunawan muncul ke permukaan. Hingga pergesekan ini mengundang pak Jokowi sebagai presiden sekarang untuk turun terlibat menyelesaikan masalah tersebut. Apakah kasus Anis Baswedan ini merupakan lanjutan dari pergesekan itu atau bukan. Saya kira tidak juga, karena KPK dan POLRI kelihatannya sudah baikan. Namun sebagai orang awam, saya kurang mengerti saja kenapa muncul seperti ini lagi, dimana kita sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi.
Yaaahhhh....mudah-mudah semuanya menjadi lebih jelas dan membuka mata semua orang, sehingga penegakan hukum yang luar biasa yang berhubungan dengan korupsi bisa berjalan terus, tidak terhambat sedikit pun. #saveKPK dan #savePOLRI.
Yang luar biasa, dalam gegap gempitanya May day yang sudah diberikan tanggal merah oleh Pemerintah yang berarti Hari Libur bagi Pegawai dan tahun ini bertepatan dengan hari Jum'at, yang biasanya hari jum'at selalu ada yang tiba-tiba memperoleh perhatian nasional sehingga dikatakan jum'at keramat, adalah penangkapan Anis Baswedan oleh Polisi. Anis Baswedan adalah salah seorang penyidik KPK, yang ditangkap dengan tuduhan menganiaya seorang tersangka pencurian sarang burung walet ketika Anis Baswedan menjadi Polisi beberapa tahun yang lalu.
Kalau tidak salah kasus Anis Baswedan ini sudah pernah muncul ke permukaan bahkan waktu itu beberapa orang polisi datang ke kantor KPK untuk menangkap Anis Baswedan. Hanya kasusnya menjadi berhenti karena campur tangan pak SBY sebagai presiden waktu itu. Tetapi campur tangan pak SBY bukan karena kasus Anis Baswedannya, tetapi munculnya pergesekan antara dua lembaga yaitu KPK dan POLRI.
Bagi saya, kasus ini apalagi setelah mendengarkan wawancara kru televisi dengan Ka Bareskim POLRI, pak Budi Waseso, adalah sesuatu yang wajar maksudnya seseorang yang bersalah harus dihukum karena kesalahannya. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah tindakan polisi yang menyangkut tersangka pencurian (yang kemudian meninggal) kemudian diusut oleh Polisi sendiri. Kemudian ketika kasus ini sudah dihentikan oleh pak SBY kemudian muncul lagi saat ini. Logika saya bahwa apa yang dilakukan oleh pak SBY sifatnya sementara apalagi waktu itu berhubungan dengan gesekan antara KPK dan POLRI. Artinya kalau pergesekan itu sudah tidak ada maka kasusnya bisa diangkat lagi.
Hanya, belum lama ini gesekan antara KPK dan POLRI pun seolah muncul lagi ketika kasus pak Budi Gunawan muncul ke permukaan. Hingga pergesekan ini mengundang pak Jokowi sebagai presiden sekarang untuk turun terlibat menyelesaikan masalah tersebut. Apakah kasus Anis Baswedan ini merupakan lanjutan dari pergesekan itu atau bukan. Saya kira tidak juga, karena KPK dan POLRI kelihatannya sudah baikan. Namun sebagai orang awam, saya kurang mengerti saja kenapa muncul seperti ini lagi, dimana kita sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi.
Yaaahhhh....mudah-mudah semuanya menjadi lebih jelas dan membuka mata semua orang, sehingga penegakan hukum yang luar biasa yang berhubungan dengan korupsi bisa berjalan terus, tidak terhambat sedikit pun. #saveKPK dan #savePOLRI.
Selasa, 28 April 2015
Hukuman Mati dan Koruptor!
Pagi ini berita dipenuhi salah satunya adalah eksekusi mati para terpidana mati yang sudah lama diputuskan oleh pengadilan, yang dikenal dengan Eksekusi jilid 2. Seperti diketahui bersama bahwa sejak pak Jokowi terpilih menjadi presiden, maka para terpidana mati "sepertinya" digenjot untuk dieksekusi. Beberapa waktu lalu ada juga eksekusi mati jilid 1. Baik jilid 1 maupun jilid 2 ini dipenuhi oleh terpidana mati dari kasus Narkoba, yang mana para terpidana mati narkoba ini berasal dari berbagai negara termasuk dari anak negeri sendiri, yaitu Indonesia.
Sebenarnya putusan mati dari terpidana narkoba ini sudah berlangsung lama, hanya karena ada proses hukum lanjutan yang disediakan oleh peraturan yang ada di Indonesia sehingga pelaksaannya sangat lama hingga bertahun-tahun. Proses hukum lanjutan yang ada di Indonesia setelah keputusan pengadilan di tingkat pengadilan negeri akan berlanjut ke pengadilan tinggi berupa banding selanjutkan kasasi di Mahkamah Agung. Setelah itu ada juga Peninjauan Kembali hingga kadang sampai 2 kali. Terakhir adalah Grasi yang diberikan oleh Presiden. Namun dari kasus yang terakhir ini, yaitu jilid 2, bahkan ada yang berusaha melalui jalur PTUN (Pengadilan Tata usaha negara), yang menggugat aturan yang telah dikeluarkan.
Seperti eksekusi mati jilid 1, eksekusi mati jilid 2 ini juga mengundang dinamika politik khususnya yang berhubungan dengan terpidana mati warga luar negeri dan sosial di masyarakat. Berbagai usaha dilakukan oleh para penguasa negeri yang warganya menjadi calon yang akan dieksekusi, hingga sampai menekan kedaluatan bangsa Indonesia. Yaa...di satu sisi itu adalah sikap dan usaha yang wajar bagi peminpin suatu bangsa untuk melindungi warganya yang terkena masalah di luar negeri walau berbuat salah. Tetapi di satu sisi, mereka harus menghormati kebijakan hukum yang ada dan diterapkan di Indonesia. Di dalam negeri sendiri, banyak penggiat Hak Asasi Manusia atau pribadi-pribadi yang mempunyai kedudukan yang biasa suaranya disiarkan oleh media yang menolak adanya hukuman mati. Bagi mereka hukuman mati bertolak belakang dengan hak asasi manusia untuk hidup, hukuman mati hanyalah hak Tuhan kepada manusia!
Dalam Islam sendiri hukuman mati ada dalam aturan. Kita kenal dengan adanya hukum Qishash bagi seseorang yang membunuh orang lain, walau pun sisi pemaafan tetap diutamakan. Di ayat lain juga Allah swt juga berfirman, "...jangan membunuh seseorang kecuali dengan haq." Hakim di pengadilan yang memutuskan hukuman mati sesuai dengan kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan.
Di Indonesia ini, terutama dekade terakhir ini hukuman mati sudah beberapa kali dilaksanakan. Memang gaungnya sangat menggelegar pada era presiden Jokowi ini, tetapi pada era presiden SBY pun eksekusi hukuman mati pun pernah dilaksanakan. Hanya kalau kita lihat dari penyebab hukuman mati itu berasal dari kasus-kasus Narkoba dan Terorisme. Tidak ada yang berasal dari kasus Korupsi, padahal kosupsi juga sudah ditetapkan sebagai Extra Ordinary Crime. Ups! kalau diterjemahkan secara bahasa gaul Kejahatan yang kelewat batas. he-he....
Di negara-negara lain, seperti China yang kadang menjadi acuan dalam pemberantas korupsi, hukuman mati sudah diterapkan bagi para koruptor. Langkah ini konon cukup efektif untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kosupsi, tentunya karena hukuman mati memberikan pembelajaran bagi yang lainnya. Meskipun begitu, China masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperkecil kasus-kasus korupsi. Pertanyaannya : Kenapa di Indonesia belum juga dilakukan penerapan hukuman mati ya?... Padahal kalau kita melihat kasus-kasus korupsi yang merugikan negara hingga bejibun, sangat banyak kasusnya, apalagi setelah lembaga KPK dibentuk di Indonesia ini.
Dilihat dari dampak kejahatan Narkoba, Teroris dan Korupsi, menurut teman saya Korupsi lebih luas dampaknya bagi masyarakat luas. Narkoba, orang yang terkena narkoba yang menjadi korban. Kalaupun ada kasus kecelakaan karena pengemudinya terpengaruh narkoba korbannya tidak terlalu banyak (maaf bukan meremehkan nyawa seseorang). Begitu juga dengan teroris, bahkan hingga menggunakan bom, dampak korban hanya sekitar kejadian. Tetapi kalau korupsi semua masyarakat dirugikan. Masyarakat yang ingin menjadi orang baik pun terkena korban dari korupsi. misalnya karena fasilitas proyek yang dikorupsi kualiatasnya tidak sesuai dengan kualifikasi, padahal uang proyek diambil dari pajak yang dibayar oleh masyarakat. he-he...difikir-fikir benar juga ya! Apalagi kalau sang koruptor divonis hanya beberapa tahun, setelah di penjara mendapat potongan hukuman. Ketika keluar dari penjara, hidupnya masih enak-enak. Duduk ongkang-oagkang kaki di kursi goyang menikmati hasil korupsinya! Semenatara masyarakat pada umumnya hidup setengah mati untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Hiks
Sungguh Pe-Er yang sangat panjang bagi penegakan hukum di Indonesia! Bagaimana dengan anda, apakah setuju Hukuman mati bagi para Koruptor????
Sebenarnya putusan mati dari terpidana narkoba ini sudah berlangsung lama, hanya karena ada proses hukum lanjutan yang disediakan oleh peraturan yang ada di Indonesia sehingga pelaksaannya sangat lama hingga bertahun-tahun. Proses hukum lanjutan yang ada di Indonesia setelah keputusan pengadilan di tingkat pengadilan negeri akan berlanjut ke pengadilan tinggi berupa banding selanjutkan kasasi di Mahkamah Agung. Setelah itu ada juga Peninjauan Kembali hingga kadang sampai 2 kali. Terakhir adalah Grasi yang diberikan oleh Presiden. Namun dari kasus yang terakhir ini, yaitu jilid 2, bahkan ada yang berusaha melalui jalur PTUN (Pengadilan Tata usaha negara), yang menggugat aturan yang telah dikeluarkan.
Seperti eksekusi mati jilid 1, eksekusi mati jilid 2 ini juga mengundang dinamika politik khususnya yang berhubungan dengan terpidana mati warga luar negeri dan sosial di masyarakat. Berbagai usaha dilakukan oleh para penguasa negeri yang warganya menjadi calon yang akan dieksekusi, hingga sampai menekan kedaluatan bangsa Indonesia. Yaa...di satu sisi itu adalah sikap dan usaha yang wajar bagi peminpin suatu bangsa untuk melindungi warganya yang terkena masalah di luar negeri walau berbuat salah. Tetapi di satu sisi, mereka harus menghormati kebijakan hukum yang ada dan diterapkan di Indonesia. Di dalam negeri sendiri, banyak penggiat Hak Asasi Manusia atau pribadi-pribadi yang mempunyai kedudukan yang biasa suaranya disiarkan oleh media yang menolak adanya hukuman mati. Bagi mereka hukuman mati bertolak belakang dengan hak asasi manusia untuk hidup, hukuman mati hanyalah hak Tuhan kepada manusia!
Dalam Islam sendiri hukuman mati ada dalam aturan. Kita kenal dengan adanya hukum Qishash bagi seseorang yang membunuh orang lain, walau pun sisi pemaafan tetap diutamakan. Di ayat lain juga Allah swt juga berfirman, "...jangan membunuh seseorang kecuali dengan haq." Hakim di pengadilan yang memutuskan hukuman mati sesuai dengan kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan.
Di Indonesia ini, terutama dekade terakhir ini hukuman mati sudah beberapa kali dilaksanakan. Memang gaungnya sangat menggelegar pada era presiden Jokowi ini, tetapi pada era presiden SBY pun eksekusi hukuman mati pun pernah dilaksanakan. Hanya kalau kita lihat dari penyebab hukuman mati itu berasal dari kasus-kasus Narkoba dan Terorisme. Tidak ada yang berasal dari kasus Korupsi, padahal kosupsi juga sudah ditetapkan sebagai Extra Ordinary Crime. Ups! kalau diterjemahkan secara bahasa gaul Kejahatan yang kelewat batas. he-he....
Di negara-negara lain, seperti China yang kadang menjadi acuan dalam pemberantas korupsi, hukuman mati sudah diterapkan bagi para koruptor. Langkah ini konon cukup efektif untuk mencegah terjadinya kasus-kasus kosupsi, tentunya karena hukuman mati memberikan pembelajaran bagi yang lainnya. Meskipun begitu, China masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperkecil kasus-kasus korupsi. Pertanyaannya : Kenapa di Indonesia belum juga dilakukan penerapan hukuman mati ya?... Padahal kalau kita melihat kasus-kasus korupsi yang merugikan negara hingga bejibun, sangat banyak kasusnya, apalagi setelah lembaga KPK dibentuk di Indonesia ini.
Dilihat dari dampak kejahatan Narkoba, Teroris dan Korupsi, menurut teman saya Korupsi lebih luas dampaknya bagi masyarakat luas. Narkoba, orang yang terkena narkoba yang menjadi korban. Kalaupun ada kasus kecelakaan karena pengemudinya terpengaruh narkoba korbannya tidak terlalu banyak (maaf bukan meremehkan nyawa seseorang). Begitu juga dengan teroris, bahkan hingga menggunakan bom, dampak korban hanya sekitar kejadian. Tetapi kalau korupsi semua masyarakat dirugikan. Masyarakat yang ingin menjadi orang baik pun terkena korban dari korupsi. misalnya karena fasilitas proyek yang dikorupsi kualiatasnya tidak sesuai dengan kualifikasi, padahal uang proyek diambil dari pajak yang dibayar oleh masyarakat. he-he...difikir-fikir benar juga ya! Apalagi kalau sang koruptor divonis hanya beberapa tahun, setelah di penjara mendapat potongan hukuman. Ketika keluar dari penjara, hidupnya masih enak-enak. Duduk ongkang-oagkang kaki di kursi goyang menikmati hasil korupsinya! Semenatara masyarakat pada umumnya hidup setengah mati untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Hiks
Sungguh Pe-Er yang sangat panjang bagi penegakan hukum di Indonesia! Bagaimana dengan anda, apakah setuju Hukuman mati bagi para Koruptor????
Senin, 27 April 2015
Apakah anda JUJUR?
Trima kasih untuk pak Rachmat Santosa (teman yang sudah lama tidak bertemu. pensiunan dosen di perguruan tinggi negeri yang terkenal di Makassar. Pindah tempat tinggal ke pedesaan, di mana desa tersebut biasa saya lewati ketika saya bertugas ke pulau Tanakeke di Takalar) atas makan siangnya. Menu yang luar biasa, ada kepiting, ikan bakar, kerang rebus, plus sayur bernuansa udang putih. tidak lupa makanan dan minuman penutup berupa langsat dan kopi manis! Beuuu....maknyous pisan euy!
Lebih dari itu, saya pun mengambil pelajaran dari hasil obrolan kita. Salah satunya adalah yang terutama ketika Bapak men-tes calon manager lulusan pariwisata untuk menjadi manager cafe yang Bapak punya, yaitu : "Apakah anda sholat?" yang dijawab oleh calon manager, " Iya!" tetapi ternyata kemudian dia menggelapkan uang dan properti cafe dengan cara yang kasar sekali!!
Saya tahu, bapak sedang mencari seseorang yang jujur dengan pertanyaan tadi. Sebuah proses yang luar biasa dan saya acungkan dua jempol. Karena boleh jadi, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan banyak juga orang yang jujur tapi tidak melaksanakan sholat, walau dia seorang muslim. tetapi Bapak menginginkan jujur yang paripurna yang berangkat dari nilai spiritual orang tersebut. sehingga nantinya usaha yang dilakukan bersama dengan orang-orang yang menggantungkan kepada Maha Pemberi Rizki memberikan keberkahan dari dan bagi semuanya.
Hanya, memang jujur tidak bisa digantungkan kepada lidah yang tidak bertulang. terlepas dari jujur yang digantungkan kepada akhlak hablum minalah yang tercermin kepada hablim minannas atau jujur karena moral akan sesama manusia. Jujur adalah sebuah karakter (dan boleh jadi ada klasifikasinya), sehingga dalam hal tertentu memerlukan sebuah proses untuk mengetahuinya!
Sukses selalu Pak! (saya pun ingin nebeng sukses don, Pak!) Jazakallahu Khoiron Katsiron
============
Kejujuran adalah salah satu akhlak mulia. Dalam bahasa arab, ia disebut dengan shidq, yaitu benar, sesuatu sesuai dengan kenyataannya, baik berupa perkataan, sikap atau pun perbuatan. Shidq memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa. Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga." (HR. Al-Bukhari)
Beliau saw juga bersabda, "Empat hal, apabila ada padamu, niscaya harta duniawi yang lepas darimu tidak akan membuatmu rugi, yaitu : memelihara amanah, tutur kata yang benar, akhlak yang baik dan bersih dari tamak." (HR. Ahmad)
Rasulullah saw bersabda, "Tunaikanlah amanah pada orang yang memberikan amanah kepadamu, dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu." (HR. Abu Dawud dari Mahak Al-Makki)
Di Hadits lain dikatakan bahwa salah satu ciri dari orang yang menafik itu adalah berkhianat ketika diberi amanah.
Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw pernah berdoa, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar, karena lapar merupakan pendamping yang paling buruk. Aku juga berlindung kepada-Mu dari sifat khianat (yaitu tidak menunaikan amanat Allah dan manusia), karena khianat merupakan perangai yang paling buruk." (HR. Abu Dawud)
============
"Bacalah Kitab (Al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (Shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut (29) : 45)
Ibnu Mas'ud ra berkata, Nabi saw bersabda, "Shalat tidak bermakna bagi orang yang tidak mentaati shalat, dan mentaati shalat adalah mencegah dari perbuatan yang dilarang dan keji." (HR. At-Thabrani)
Lebih dari itu, saya pun mengambil pelajaran dari hasil obrolan kita. Salah satunya adalah yang terutama ketika Bapak men-tes calon manager lulusan pariwisata untuk menjadi manager cafe yang Bapak punya, yaitu : "Apakah anda sholat?" yang dijawab oleh calon manager, " Iya!" tetapi ternyata kemudian dia menggelapkan uang dan properti cafe dengan cara yang kasar sekali!!
Saya tahu, bapak sedang mencari seseorang yang jujur dengan pertanyaan tadi. Sebuah proses yang luar biasa dan saya acungkan dua jempol. Karena boleh jadi, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan banyak juga orang yang jujur tapi tidak melaksanakan sholat, walau dia seorang muslim. tetapi Bapak menginginkan jujur yang paripurna yang berangkat dari nilai spiritual orang tersebut. sehingga nantinya usaha yang dilakukan bersama dengan orang-orang yang menggantungkan kepada Maha Pemberi Rizki memberikan keberkahan dari dan bagi semuanya.
Hanya, memang jujur tidak bisa digantungkan kepada lidah yang tidak bertulang. terlepas dari jujur yang digantungkan kepada akhlak hablum minalah yang tercermin kepada hablim minannas atau jujur karena moral akan sesama manusia. Jujur adalah sebuah karakter (dan boleh jadi ada klasifikasinya), sehingga dalam hal tertentu memerlukan sebuah proses untuk mengetahuinya!
Sukses selalu Pak! (saya pun ingin nebeng sukses don, Pak!) Jazakallahu Khoiron Katsiron
============
Kejujuran adalah salah satu akhlak mulia. Dalam bahasa arab, ia disebut dengan shidq, yaitu benar, sesuatu sesuai dengan kenyataannya, baik berupa perkataan, sikap atau pun perbuatan. Shidq memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa. Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga." (HR. Al-Bukhari)
Beliau saw juga bersabda, "Empat hal, apabila ada padamu, niscaya harta duniawi yang lepas darimu tidak akan membuatmu rugi, yaitu : memelihara amanah, tutur kata yang benar, akhlak yang baik dan bersih dari tamak." (HR. Ahmad)
Rasulullah saw bersabda, "Tunaikanlah amanah pada orang yang memberikan amanah kepadamu, dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu." (HR. Abu Dawud dari Mahak Al-Makki)
Di Hadits lain dikatakan bahwa salah satu ciri dari orang yang menafik itu adalah berkhianat ketika diberi amanah.
Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw pernah berdoa, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar, karena lapar merupakan pendamping yang paling buruk. Aku juga berlindung kepada-Mu dari sifat khianat (yaitu tidak menunaikan amanat Allah dan manusia), karena khianat merupakan perangai yang paling buruk." (HR. Abu Dawud)
============
"Bacalah Kitab (Al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (Shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut (29) : 45)
Ibnu Mas'ud ra berkata, Nabi saw bersabda, "Shalat tidak bermakna bagi orang yang tidak mentaati shalat, dan mentaati shalat adalah mencegah dari perbuatan yang dilarang dan keji." (HR. At-Thabrani)
Tes Wajah!
Sudah lama rasanya saya tidak pernah diberhentikan oleh Pak Polisi yang sedang bertugas di operasi Penertiban di jalan. Tadi, sewaktu pulang dari kabupaten Takalar, selepas kota Takalar saya melihat ada keraguan dari beberapa pengendara motor yang searah dengan tujuan saya. Gelagat seperti itu biasanya karena ada operasi Polisi di jalanan yang memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor. Saya pun mencoba mencari ruang supaya bisa lebih leluasa melihat ke arah depan, karena waktu itu deretan mobil di depan saya lumayan banyak. Tetapi sepenglihatan saya operasi Polisi itu tidak nampak tanda-tandanya, baik itu tanda tulisan dari papan kayu yang ada tulisannya atau pun sekumpulan pak Polisi yang bertugas untuk itu, dan biasanya juga kurang lebih satu kilometer dari tempat operasi itu banyak pengendara motor yang berhenti karena tidak berani melewati area operasi Polisi tersebut. yaaa....bisa ditebak karena mereka surat-surat kendaraannya tidak lengkap. Dari pada ambil resiko kena tilang dan harus membayar denda yang bisa jadi sampai ratus ribu rupiah, mereka lebih memilih menunggu operasi itu selesai dan kemudian mereka lewat.
Karena tidak melihat tanda-tanda adanya operasi Penertiban oleh Polisi, saya pun tetap jalan dan tidak menyalakan lampu depan motor saya. Heran juga ini peraturan, yang mengharuskan kendaraan motor harus menyalakan lampu depan di siang hari. wong di Indonesia ini berada di daerah tropis kok, jadi kalau siang hari akan terlihat jelas apa saja yang berada di depan kita, kecuali (1) mata pengendaranya rabun berat (2) di daerah pegunungan dimana kabut sering menyelimuti permukaan bumi (3) atau sedang hujan lebat sehingga pandangan menjadi terbatas karena rapatnya air hujan yang mengaburkan pandangan. Tetapi biasanya untuk point (2) dan (3), para pengendara yang smart sudah mengerti apa yang harus dilakukan ketika sedang menjalankan kendaraannya, yaitu menyalakan lampu kendaraaanya hingga menyalakan lampu kedip sebagai tanda hati-hati.
Sedang asyiknya jalannya, kurang lebih 10 km dari lepas kota, saya melihat dari kejauhan ada tanda bahwa di sana ada operasi Penertiban oleh Sang Polisi. Tandanya pun sungguh menyakinkan saya seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Melihat hal tersebut, saya pun dengan reflek menyalakan lampu depan motor saya. Di depan saya ada mobil kecil dan di depan mobil ada bis besar. Saya berfikir kalau saya mengambil jalan ke sebelah kanan mobil, artinya tengah-tengah dari ruas jalan, saya takut pak Polisi curiga kepada saya dan memberhentikan saya untuk diperiksa kelengkapan surat-surat saya. Sebenarnya saya tidak takut dengan masalah surat-surat kendaraan motor saya karena semuanya sudah komplik plit. Yang saya tidak mau adalah waktu saya jadi terhambat karenanya karena pak Polisi akan meminta surat-surat dari saya dan saya mengeluarkannya dari domppet saya dan kemudian polisi memeriksanya dan kemudian lagi menyerahkannya kepada saya sambil mempersilahkan saya untuk pergi dengan sedikit basa-basi, "Hati-hati Pak di jalan!" (weeewwwwwwww...............)
Saya pun tetap di sisi sebelah kiri ruas jalan dan dengan posisi bisa melihat ke depan, artinya tidak terhalang mobil di depan saya. Kemudian saya berfikir untuk membuka kaca helm saya, dengan kepercayaan diri saya bahwa wajah saya bukanlah wajah kriminal sehingga polisi tidak perlu memeriksa surat-surat kendaraan bermotor saya. xixixixixi....... Sebelum-sebelumnya saya tidak pernah membuka kaca helm saya karena kaca helm saya sebenarnya juga tidak gelap banget alias transparan, tetapi saya memberi kesempatan lebih luas kepada pak Polisi untuk melihat wajah saya dengan tanpa halangan sedikit pun dan meyakinkan bahwa wajah saya bukan....WAJAH KRIMINAL!!!!!!!!!
Seiring berjalan dengan waktu, jarak saya dengan kumpulan polisi pun semakin dekat. Saya melihat ada 3 polisi yang menganggur melihat ke arah kami, sebagian lagi sibuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan yang diminta berhenti. Ketika jarak berkisar 1-2 meter, salah satu polisi mengangkat tangan sambil meniup peluitnya, tetapi kemudian saya melihat tangan pak polisi menunjuk ke seseorang yang berada di belakang saya, bukan kepada saya. he-he..... kembali saya lolos dan semoga seterusnya seperti itu. Bagaimana pun saya adalah orang Baik (yeeee...ge-er banget) yang berusaha untuk mengikuti aturan yang diterapkan. Dari kaca spion, saya melihat kendaraan motor di belakang saya menepi seperti di minta pak Polisi tadi. Setelah semakin jauh, saya pun mematikan lampu depan saya. Eh....katanya orang baik yang akan mengikuti aturan? ha-ha-ha.... bagi saya aturan itu adalah aturan pemborosan accu (baca : aki, baterai), entah bagaimana aturan itu dijadikan sebagai aturan positif di Indonesia. Apakah ada konspirasi dengan pengusaha accu? (Hus! tidak boleh begitu!) atau salah dari para pengambil keputusan dari hasil jalan-jalan studi banding ke negara yang menerapkan seperti itu? Ahhh....saya tidak tahu. Untuk yang satu ini, saya minta maaf yaaa, pak Polisi! Gaungnya juga saat ini, tidak seperti awal penerapan aturan. Pak Polisi juga tidak terlalu peduli dengan lampu itu. Banyak para pengendara tidak menyalakan lampunya dan pak Polisi juga tidak bereaksi!!!
Kembali ke Tes Wajah! Jadi jika anda ingin mengetahui apakah wajah anda wajah kriminal atau tidak : Bukalah kaca helm anda di hadapan Polisi ketika sedang ada operasi Penertiban! Ha-ha-ha.....
Karena tidak melihat tanda-tanda adanya operasi Penertiban oleh Polisi, saya pun tetap jalan dan tidak menyalakan lampu depan motor saya. Heran juga ini peraturan, yang mengharuskan kendaraan motor harus menyalakan lampu depan di siang hari. wong di Indonesia ini berada di daerah tropis kok, jadi kalau siang hari akan terlihat jelas apa saja yang berada di depan kita, kecuali (1) mata pengendaranya rabun berat (2) di daerah pegunungan dimana kabut sering menyelimuti permukaan bumi (3) atau sedang hujan lebat sehingga pandangan menjadi terbatas karena rapatnya air hujan yang mengaburkan pandangan. Tetapi biasanya untuk point (2) dan (3), para pengendara yang smart sudah mengerti apa yang harus dilakukan ketika sedang menjalankan kendaraannya, yaitu menyalakan lampu kendaraaanya hingga menyalakan lampu kedip sebagai tanda hati-hati.
Sedang asyiknya jalannya, kurang lebih 10 km dari lepas kota, saya melihat dari kejauhan ada tanda bahwa di sana ada operasi Penertiban oleh Sang Polisi. Tandanya pun sungguh menyakinkan saya seperti yang saya sampaikan sebelumnya. Melihat hal tersebut, saya pun dengan reflek menyalakan lampu depan motor saya. Di depan saya ada mobil kecil dan di depan mobil ada bis besar. Saya berfikir kalau saya mengambil jalan ke sebelah kanan mobil, artinya tengah-tengah dari ruas jalan, saya takut pak Polisi curiga kepada saya dan memberhentikan saya untuk diperiksa kelengkapan surat-surat saya. Sebenarnya saya tidak takut dengan masalah surat-surat kendaraan motor saya karena semuanya sudah komplik plit. Yang saya tidak mau adalah waktu saya jadi terhambat karenanya karena pak Polisi akan meminta surat-surat dari saya dan saya mengeluarkannya dari domppet saya dan kemudian polisi memeriksanya dan kemudian lagi menyerahkannya kepada saya sambil mempersilahkan saya untuk pergi dengan sedikit basa-basi, "Hati-hati Pak di jalan!" (weeewwwwwwww...............)
Saya pun tetap di sisi sebelah kiri ruas jalan dan dengan posisi bisa melihat ke depan, artinya tidak terhalang mobil di depan saya. Kemudian saya berfikir untuk membuka kaca helm saya, dengan kepercayaan diri saya bahwa wajah saya bukanlah wajah kriminal sehingga polisi tidak perlu memeriksa surat-surat kendaraan bermotor saya. xixixixixi....... Sebelum-sebelumnya saya tidak pernah membuka kaca helm saya karena kaca helm saya sebenarnya juga tidak gelap banget alias transparan, tetapi saya memberi kesempatan lebih luas kepada pak Polisi untuk melihat wajah saya dengan tanpa halangan sedikit pun dan meyakinkan bahwa wajah saya bukan....WAJAH KRIMINAL!!!!!!!!!
Seiring berjalan dengan waktu, jarak saya dengan kumpulan polisi pun semakin dekat. Saya melihat ada 3 polisi yang menganggur melihat ke arah kami, sebagian lagi sibuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan yang diminta berhenti. Ketika jarak berkisar 1-2 meter, salah satu polisi mengangkat tangan sambil meniup peluitnya, tetapi kemudian saya melihat tangan pak polisi menunjuk ke seseorang yang berada di belakang saya, bukan kepada saya. he-he..... kembali saya lolos dan semoga seterusnya seperti itu. Bagaimana pun saya adalah orang Baik (yeeee...ge-er banget) yang berusaha untuk mengikuti aturan yang diterapkan. Dari kaca spion, saya melihat kendaraan motor di belakang saya menepi seperti di minta pak Polisi tadi. Setelah semakin jauh, saya pun mematikan lampu depan saya. Eh....katanya orang baik yang akan mengikuti aturan? ha-ha-ha.... bagi saya aturan itu adalah aturan pemborosan accu (baca : aki, baterai), entah bagaimana aturan itu dijadikan sebagai aturan positif di Indonesia. Apakah ada konspirasi dengan pengusaha accu? (Hus! tidak boleh begitu!) atau salah dari para pengambil keputusan dari hasil jalan-jalan studi banding ke negara yang menerapkan seperti itu? Ahhh....saya tidak tahu. Untuk yang satu ini, saya minta maaf yaaa, pak Polisi! Gaungnya juga saat ini, tidak seperti awal penerapan aturan. Pak Polisi juga tidak terlalu peduli dengan lampu itu. Banyak para pengendara tidak menyalakan lampunya dan pak Polisi juga tidak bereaksi!!!
Kembali ke Tes Wajah! Jadi jika anda ingin mengetahui apakah wajah anda wajah kriminal atau tidak : Bukalah kaca helm anda di hadapan Polisi ketika sedang ada operasi Penertiban! Ha-ha-ha.....
Sabtu, 25 April 2015
Semifinal Liga Champion UEFA 2015
Sungguh mengejutkan ketika malam tadi, jumat malam, saya membaca di berita online bahwa Barcelona akan bertemu dengan Bayern Munchen di semifinal Liga Champion Eropa. Apa yang ditakutkan bahwa akan terjadi reuni antara Bercelona dan Pep Guardiola, kejadian di Semifinal ini. Dan yang saya takutkan adalah bahwa kedua tim ini adalah klub favorit saya di eropa, sayang rasanya kalau di semifinal di antara mereka sudah saling mengalahkan, kecuali di partai puncak.
Sebenarnya Semifinal tahun ini sungguh luar biasa, karena tim-tim yang tampil adalah tim-tim yang mempunyai nama di Liga Champion Eropa setidaknya mereka adalah tim-tim yang telah mencicipi predikat juara. Apalagi kalau kita melihat prestasi Real Mardid yang sudah 10 kali menjuarainya, dan sekarang status sebagai juara bertahan. Sulit nampaknya bagi tim-tim lain untuk mendekati prestasi dari Real Mardid, bahkan untuk para semifinal lainnya, seperti Barcelona (4 kali juara), Bayern Munchen (5 kali juara) dan Juventus (2 kali juara). Apalagi langkah Managemen Real Mardid tidak pernah mengendurkan kebijakan untuk terus berprestasi di liga domestik dan eropa hingga dunia. (Ingat, AC Milan (kalau tidak salah sudah 5 kali juara liga Champions), ketika kencang-kencangnya menjadi tim terkuat di itali dan eropa bahkan dunia, kemudian managemennya mengendurkan kebijakan dengan membeli pemain-pemain terkenal tapi sudah tua yang produtifitasnya sudah mulai menurun atau masa puncaknya sudah dilewati! sehingga akhirnya prestasi AC Milan anjlok jeblok bahkan musim ini terseok-seok di peringkat tengah di liga lokal (Itali). Segala usaha dengan mengganti pelatih sudah beberapa kali dilakukan tetapi tetap susah untuk bangkit!)
Tim Semifinal lainnya, adalah juara-juara atau yang sedang memimpin di klasemen sementara di liganya masing-masing. Bahkan Bayern Munchen dan Juventus, nilai perolehannya sungguh berbeda jauh dengan peringkat di bawahnya. Barcelona, memang sementara ini memimpin tetapi dengan perasaan yang tidak tenang karena perbedaan pointnya sangat sedikit dengan peringkat di bawahnya (2 point), yaitu Real Mardid sendiri. Salah sedikit, maka Real Mardid akan mengkudeta posisi puncaknya!
Yang sungguh menggembirakan dari empat tim semifinal ini adalah munculnya Juventus. Selain Juventus, dalam 5 tahun terakhir ini, mereka (Barcelona, Real Mardid dan Bayern Munchen) adalah tim-tim yang selalu mendominasi liga champions ini. Juventus, memang sudah 2 kali menjuarai liga Champions ini, tetapi itu sudah berlangsung lama. Selama ini Juventus seolah tenggelam, dimulai ketika ada kasus pengaturan skor sehingga mendapat sangsi dari otoritas sepakbola eropa dan juga hebatnya tim-tim lainnya di liga itali (AC Milan dan Inter Milan) sehingga Juventus tambah tenggelam dari percaturan persaingan sepakbola eropa.
Walau Juventus bukan favorit saya dari dulu tetapi saya melihat bahwa Juventus adalah tim yang mempunyai mental juara. Kalau kita melihat di liga lokalnya, Juventus adalah pemegang rekor juara paling banyak. Mental juara itu diperlihatkannya tahun ini di liga Eropa, walau tidak sementereng pemain-pemain dari tim lainnya, dan itu yang dikeluhkan pelatih Juve sebelumnya, tetapi mereka mampu menunjukkan hingga semifinal. Meskipun, misalnya Juve, tidak sampai ke final atau menjuarainya pada tahun ini, saya yakin Juve akan terus menjadi pesaing serius bagi tim-tim lainnya di liga Champions di tahun-tahun berikutnya.
Ok. kita tunggu penampilan mereka di semifinal. Semoga mereka mampu menampilkan permainan yang menghibur dan memberikan pelajaran penting kepada tim-tim sepakbola yang sedang berkembang terutama di negara-negara yang sedang membangun persepakbolaan menuju persaingan regional dan dunia. Tetapi bagi saya sendiri, saya berharap salah satu favorit saya bisa menjadi juara tahun ini!!!!!!!!!!! Bravo Barcelona!!!!!!!!! Bravo Bayern Munchen!!!!!!!!!!!!!!!
Sebenarnya Semifinal tahun ini sungguh luar biasa, karena tim-tim yang tampil adalah tim-tim yang mempunyai nama di Liga Champion Eropa setidaknya mereka adalah tim-tim yang telah mencicipi predikat juara. Apalagi kalau kita melihat prestasi Real Mardid yang sudah 10 kali menjuarainya, dan sekarang status sebagai juara bertahan. Sulit nampaknya bagi tim-tim lain untuk mendekati prestasi dari Real Mardid, bahkan untuk para semifinal lainnya, seperti Barcelona (4 kali juara), Bayern Munchen (5 kali juara) dan Juventus (2 kali juara). Apalagi langkah Managemen Real Mardid tidak pernah mengendurkan kebijakan untuk terus berprestasi di liga domestik dan eropa hingga dunia. (Ingat, AC Milan (kalau tidak salah sudah 5 kali juara liga Champions), ketika kencang-kencangnya menjadi tim terkuat di itali dan eropa bahkan dunia, kemudian managemennya mengendurkan kebijakan dengan membeli pemain-pemain terkenal tapi sudah tua yang produtifitasnya sudah mulai menurun atau masa puncaknya sudah dilewati! sehingga akhirnya prestasi AC Milan anjlok jeblok bahkan musim ini terseok-seok di peringkat tengah di liga lokal (Itali). Segala usaha dengan mengganti pelatih sudah beberapa kali dilakukan tetapi tetap susah untuk bangkit!)
Tim Semifinal lainnya, adalah juara-juara atau yang sedang memimpin di klasemen sementara di liganya masing-masing. Bahkan Bayern Munchen dan Juventus, nilai perolehannya sungguh berbeda jauh dengan peringkat di bawahnya. Barcelona, memang sementara ini memimpin tetapi dengan perasaan yang tidak tenang karena perbedaan pointnya sangat sedikit dengan peringkat di bawahnya (2 point), yaitu Real Mardid sendiri. Salah sedikit, maka Real Mardid akan mengkudeta posisi puncaknya!
Yang sungguh menggembirakan dari empat tim semifinal ini adalah munculnya Juventus. Selain Juventus, dalam 5 tahun terakhir ini, mereka (Barcelona, Real Mardid dan Bayern Munchen) adalah tim-tim yang selalu mendominasi liga champions ini. Juventus, memang sudah 2 kali menjuarai liga Champions ini, tetapi itu sudah berlangsung lama. Selama ini Juventus seolah tenggelam, dimulai ketika ada kasus pengaturan skor sehingga mendapat sangsi dari otoritas sepakbola eropa dan juga hebatnya tim-tim lainnya di liga itali (AC Milan dan Inter Milan) sehingga Juventus tambah tenggelam dari percaturan persaingan sepakbola eropa.
Walau Juventus bukan favorit saya dari dulu tetapi saya melihat bahwa Juventus adalah tim yang mempunyai mental juara. Kalau kita melihat di liga lokalnya, Juventus adalah pemegang rekor juara paling banyak. Mental juara itu diperlihatkannya tahun ini di liga Eropa, walau tidak sementereng pemain-pemain dari tim lainnya, dan itu yang dikeluhkan pelatih Juve sebelumnya, tetapi mereka mampu menunjukkan hingga semifinal. Meskipun, misalnya Juve, tidak sampai ke final atau menjuarainya pada tahun ini, saya yakin Juve akan terus menjadi pesaing serius bagi tim-tim lainnya di liga Champions di tahun-tahun berikutnya.
Ok. kita tunggu penampilan mereka di semifinal. Semoga mereka mampu menampilkan permainan yang menghibur dan memberikan pelajaran penting kepada tim-tim sepakbola yang sedang berkembang terutama di negara-negara yang sedang membangun persepakbolaan menuju persaingan regional dan dunia. Tetapi bagi saya sendiri, saya berharap salah satu favorit saya bisa menjadi juara tahun ini!!!!!!!!!!! Bravo Barcelona!!!!!!!!! Bravo Bayern Munchen!!!!!!!!!!!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)





