Minggu, 08 Mei 2016

Apakah kita hanya mau berpangku tangan?

http://inet.detik.com/read/2016/04/28/132457/3198815/398/kata-presiden-jokowi-e-commerce-bisa-gusur-mall

Beberapa tahun yang lalu kita dikejutkan dengan munculnya nama Jack Ma sebagai orang yang masuk jajaran orang terkaya di China.   Jack Ma, lewat perusahaan toko onlinenya alibaba.com setelah IPO membuat kekayaannya membengkak tidak ketulungan.  Orang pun mulai melek apa itu belanja online, seiring munculnya smartphone dan menggilanya orang menghabiskan waktunya di gagdet tersebut.

Masyarakat China boleh berbanggsa dengan pencapaian Jack Ma tersebut, tetapi kemudian masyarakat Indonesia dikejutkan dengan ekspansi Jack Ma mengakuisisi lazada.com. Kita tahu bersama bahwa lazada.com adalah salah satu toko online di Indonesia yang hanya dalam beberapa tahun terakhir ini menancapkan kukunya sebagai salah satu toko online yang sangat berhasil di Indonesia. (http://www.tribunnews.com/bisnis/2016/04/12/sukses-akuisisi-lazada-alibaba-ekspansi-ke-pasar-indonesia)

Kemajuan teknologi digital memang sungguh luar biasa, setelah dikejutkan dengan adanya gojek, uber taxi, traveloka.com dan belanja online yang diperkirakan akan terus tumbuh seperti yang disampaikan pak Jokowi, diiringi dengan keinginan orang untuk lebih cepat, lebih mudah dan tidak mau ribet karena urusan yang memakan waktu.  Hal itu terlihat dari iklan mereka di layar televisi anda yang pasti menggunakan biaya yang tidak sedikit, dengan asumsi bahwa perusahaan itu sungguh luar biasa omzet penjualannya (baca : keuntungannya).  Tentu dengan kenyataan itu menuntut kita mengikutinya sehingga kita tidak terlalu larut dikegelapan kemoderenan!! Hiks...  Bagaimana caranya?

Di bawah ini ministore, di bawah naungan Onstore, saya punya.  Silahkan klik untuk mengenal lebih dekat.

http://onstore.co.id/s/00367940001

Onstore adalah toko online indonesia yang baru lahir tahun lalu, yang ikut meramaikan dunia e-commerce di Indonesia yang sangat, sangat potensial marketnya. (makanya Jack Ma berani masuk ke Indonesia dan membeli lazada.com dengan harga yang luar biasa!!).  Tetapi walau baru lahir silahkan anda bandingkan wajah depannya dengan toko-toko online lainnya yang sudah berkiprah 5 tahunan.

Yang luar biasanya adalah Onstore, cq para pencetusnya, tidak ingin potensi kekayaan yang didapat seperti toko-toko online lainnya saat ini hanya dinikmati diantara mereka saja.  Setelah merampungkan aspek TI dan kerja sama dengan para suplyer produk, para Bos mengajak kepada kita semua untuk ikut mengembangkan onstore sehingga menjadi besar seperti mereka, yang tentunya ketika besar nanti kita pun bisa menikmatinya bersama. Itulah kenapa saya mempunyai ministore di onstore.

Anda tertarik?

(Hubungi saya di WA : 08124264750, email furqontea@yahoo.com)








Sabtu, 07 Mei 2016

Kesaksian ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF

Ali Mochtar with 'Yusman Siantar.
Subhanallah.....
Kesaksian ASTRONOT WANITA JADI MU'ALAF
Sunita Williams, seorang wanita India pertama yang pergi ke bulan pada tanggal 9-07-2011. Kembalinya dari Bulan langsung masuk dan memeluk Agama Islam.
Dia berkata :
''Dari Bulan seluruh Bumi kelihatan hitam dan gelap kecuali dua tempat yang terang dan bercahaya. Ketika aku lihat dengan Teleskop, ternyata tempat itu adalah Mekkah dan Madinah. Di Bulan semua frekuensi suara tidak berfungsi, Tapi aku masih mendengar suara Adzan.''
Prof Lawrence E Yoseph berkata dalam Encyclopedia Americana : "...Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam. Sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yang berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memencarkan gelombang elektromagnetik .
Hasil penelitian dari 15 Universitas menunjukkan Hajar Aswad adalah batu meteor yang mempunyai kadar logam yang sangat tinggi, yaitu 23.000 kali dari baja yang ada !!
Beberapa astronot yang mengangkasa melihat suatu sinar yang teramat terang mememancar dari bumi, dan setelah diteliti ternyata bersumber dari Bait Allah atau Ka'bah. Super konduktor itu adalah Hajar Aswad, yang berfungsi bagai mikrofon yang sedang siaran dan jaraknya mencapai ribuan mil jangkauan siarannya.
Prof Lawrence E Yoseph - Fl Whiple menambahkan : "...Sungguh kita berhutang besar kepada orang Islam yang telah shalat, tawaf dan tepat waktu menjaga super konduktor itu..."
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi. Radiasi yang berada di sekitar ka’bah ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam.
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’,
artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi.
Sebab itu lah ketika kitìa mengelilingi Ka’Bah, maka seakan- akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Makkah juga merupakan pusat bumi.
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini.
Allah berfirman :
‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-
Rahman:33).
Menurut riwayat Ibnu Abbas dan Abdullah bin Amr bin As, dahulu Hajar Aswad tidak hanya berwarna putih tetapi juga memancarkan sinar yang berkilauan.
Sekiranya Allah subhanahu wata'ala tidak memadamkan kilauannya, tidak seorang manusia pun yang sanggup mamandangnya.
Dalam penelitian lainnya, mereka mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air.
Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tatasurya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :
Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.
Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Illaha illallah, Allahu Akbar
Betapa bergetar hati kita melihat dahsyatnya gerakan thawaf haji dan Umroh. Ini adalah jawaban fitnah dan tuduhan jahiliyah yang tak didasari ilmu pengetahuan yaitu mengapa kaum Muslimin shalat ke arah kiblat dan bahwa umat Islam dianggap menyembah Hajar Aswad. Hanya Allah Yang Maha Kuasa dan Segala-Galanya.
Subhanallah ..
(Kalau Anda sedang online, sebarkan ke sesama muslim. Berarti anda telah membelanjakan hartamu di jalan Allah). Insya Allah.

Minggu, 01 Mei 2016

3P (Pilih, Pilah dan Putus)

Kita sudah sering mendengar bahwa hidup ini pilihan. Dan faktanya semua manusia melakukan itu, sadar atau tidak sadar. Setiap hari kita melakukan dan menentukan pilhan. artinya bahwa apa yang dilakukannya selama ini adalah buah dari pilih-pilih dari berbagai hal yang ada, kemudian pilah-pilah dari pilihan yang ada dan setelah memilah-milah adalah putusan mana yang akan diambil untuk dilakukan. Terlepas apakah proses dari ketiga tahapan itu cepat atau lambat.
Yang membedakan dari setiap orang dalam melakukan 3 proses itu (3P : Pilih, Pilah, Putus) adalah standar diri dari orang tersebut, dan standar diri orang banyak sekali faktor yang mempengaruhinya (keyakinan, ilmu, pergaulan dll). Boleh jadi standar diri beberapa orang hampir sama boleh jadi juga (pasti) berbeda.
Untuk itu selamat melakukan proses 3P pada pagi hari ini, semoga yang diputuskan adalah yang terbaik bagi kita semua.
"(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat." (Al-Quran surat Az-Zumar ayat 18)

Senin, 25 April 2016

Ada apa dengan kamu, saudaraku?


“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.” (Al-Quran surat Al-Mumtahanah ayat 8)

Asbabun Nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat ini adalah Qutailah, ibu kandung Asma, adalah istri Abu Bakar. Ia dicerai Abu Bakar pada masa Jahiliyah. Ia pernah menghadiahi Asma sebuah bingkisan. Mulanya, Asma menolak, bahkan tidak  memperkenalkan ibunya masuk rumah. Kemudian, Asma menanyai Rasulullah saw, “Bolehkan aku berbuat baik kepadanya dengan menerima bingkisan itu?” Beliau menjawab, “Ya, boleh.” Maka, turunlah ayat ini, menegaskan bahwa Allah swt membolehkan seseorang berbuat baik kepada orangtua yang tidak memusuhi Islam. (HR. Bukhari)

Walau asbabun nuzulnya bertalian hubungan anak dan orangtua yang berbeda keyakinan tetapi kita bisa membaca bahwa Allah menetapkan hubungan baik itu untuk semua orang yang berbeda keyakinan dengan kita, umat Islam.  Hubungan social kemasyarakatan dengan sesama manusia walau berbeda keyakinan tetap berjalan dengan baik selama mereka tidak memerangi kita karena agama.  Hal ini banyak digambarkan ketika zaman Rasulullah saw dan pada awal-awal kepemimpinan setelah Rasulullah saw meninggal.  Bagi saya, Justru melakukan hubungan baik dengan sesama manusia yang berbeda keyakinan merupakan suatu dakwah yang luar biasa dan yang sebenar-benarnya  kepada mereka, dibandingkan dengan hanya bicara di mimbar-mimbar. Banyak kisah yang menceritakan hal semacam ini sehingga mereka (kaum di luar Islam) akhirnya masuk Islam gara-gara perlakuan yang baik kaum muslimin terhadap mereka.

Madinah Al-Munawaroh di bawah kepemimpinan Rasulullah saw yang didasarkan kepada Al-Quran sebagai dasar hukum bermasyarakat dan bernegara,  ternyata banyak juga yang hidup dan berkehidupan di Madinah walau keyakinan mereka berbeda.  Bahkan Rasulullah saw sendiri pernah merawat seorang nenek Yahudi yang buta yang hidup sebatang kara.  Kebencian atau ketidak sukaan antar keyakinan pasti selalu ada entah itu dimunculkan atau tidak.  Allah swt sendiri menyatakan seperti itu, Walan tardho ‘ankal yahudi wan nashoro illa millatahum.   Mereka kaum yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.

Nah, yang jadi pertanyaan kita untuk saat ini yaitu pengertian memerangi dan mengusir, sampai sejauh mana hal itu menjadi batasan bagi kita.  Kalau perang secara fisik dan mempergunakan senjata  dan mengusir secara fisik dari kampong halaman kita, itu mungkin sudah jelas bagi kita tetapi bagaimana jika kita berada dalam lingkup kehidupan bermasyarakat yang majemuk dan aturan yang mengatur kehidupan bermasyarakat juga bukan berdasarkan Al-quran (plus kepemimpinan yang tidak terlalu mendukung kepada ajaran Islam)?  Rasulullah saw ketika menyuapi si nenek buta yang beragama yahudi, si nenek selalu menyumpahi dan berkata  hal-hal yang tidak baik tentang Rasulullah saw.  Tetapi Rasulullah saw pun tetap diam tidak menyampaikan bahwa beliau  adalah Rasulullah yang selalu disumpahi dan dicaki maki si nenek tersebut  dan kemudian  tetap merawat si nenek buta yang yahudi tersebut.  Karena perlakuan Rasulullah saw inilah sehingga ketika si nenek buta yahudi itu tahu bahwa yang merawat selama ini adalah orang yang dia benci akhirnya si nenek masuk Islam.

Apakah sikap si nenek buta yang yahudi itu sudah termasuk memerangi akidah kita dan mengusir segala embel-embel keislaman (ibadah, simbol-simbol dan sistem social kemasyarakat). Atau apakah sikap diamnya Rasulullah saw merupakan sikap menerima begitu saja ketika dicaci maki orang yang diluar keyakinan (saya yakin tidak, di luar mukjizat kehebatan sebagai seorang Rasul yaitu yang dengan izin Allah swt mengetahui sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari,  minimal Rasulullah saw akan mendoakan akan hidayah Allah swt baginya, si nenek buta yang yahudi itu) atau Rasulullah saw menilai kekuatan yang mencaci maki dirinya hanyalah seorang nenek-nenek tua yang  tidak punya kekuatan apapun di belakangnya, sebatang kara, buta lagi?? Apalagi yang mengetahui tentang kejadian ini hanyalah Rasulullah saw sendiri saja.  Siti Aisyah ra sebagai istri yang sangat dicintai Rasulullah saw hanya tahu bahwa Rasulullah saw  secara rutin berangkat ke rumah nenek buta yang yahudi itu, beliau tidak tahu apa yang terjadi di rumah si nenek buta yang yahudi itu.

Perlakuan adil terhadap mereka yang diluar keyakinan Islam, juga banyak dikisahkan, bahkan itu berhubungan dengan pemimpim Islam sendiri. Salah satunya kita pernah mendengar bagaimana Ali bin Abi Thalib ra sebagai khalifah ketika itu bermasalah dan berperkara dengan seorang yahudi karena sesuatu hal.  Ali bin Abi Thalib ra sendiri meminta kepada hakim yang menangani perkara itu yang tiada lain sahabatnya sendiri meminta menempatkannya bukan sebagai pemimpin tetapi sebagai rakyat biasa dalam persidangan itu.  Dan akhirnya karena fakta persidangan kasus itu dimenangkan oleh lawan Ali bin Abi Thalib yang seorang Yahudi.  Tetapi justru karena hal tersebut membuat si Yahudi akhirnya memeluk Islam.

Tetapi dalam kesempatan lain Rasulullah saw dengan izin Allah swt memerangi dan mengusir komunitas yahudi dari Madinah yang mau mencelakai dirinya dengan mempergunakan kekerasan fisik.  Padahal mereka terikat perjanjian dengan Rasulullah saw dan itu merupakan harga yang pantas yang mereka dapatkan jika melawan Rasulullah saw dan Islam.  

Ibnu Umar berkata, “kaum Yahudi Bani Nadhir dan Bani Quraizhah selalu memerangi Rasulullah saw, sehingga beliau pun mengusir Bani Nadhir dan membiarkan Bani Quraizhah sekaligus membebaskan mereka. Namun setelah itu, Bani Quraizhah juga ikut memerangi, maka beliau pun membunuh kaum laki-laki serta membagikan kaum wanita, anak-anak kecil berikut harta benda mereka di antara kaum muslimin. Kecuali, mereka yang meminta perlindungan kepada beliau, maka beliau pun memberikan keamanan kepada mereka sehingga mereka pun beriman. Rasulullah saw juga mengusir orang-orang yahudi Madinah seluruhnya, yaitu Bani Qainuqa’ (kaum Abdullah bin Salam), Yahudi Bani Haritsah dan setiap orang yahudi yang berada di Madinah.” (HR. Muslim)

Kisah lain dialami oleh sahabat terbaik Rasulullah saw yaitu Abu Bakar Ash-shiddiq ra yang merupakan sebab turunnya ayat Al-Quran surat Al-Mujadalah ayat 22.  Ibnu Juraij menuturkan, pada suatu hari, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar ra) mencaci maki Nabi saw. Lalu Abu Bakar memukulinya keras-keras sampai jatuh terpelanting.  Lalu, hal itu dilaporkan kepada Nabi saw.  Beliau kemudian menanyai Abu Bakar ra, “Apakah benar engkau telah melakukan hal itu, Abu Bakar?” Dia menjawab, “Demi Allah seandainya di dekatku ada pedang, niscaya ia akan aku sabet dengan pedang itu.” (HR. Ibnul Mundzir)


Sedangkan firman Allah yang berkaitan dengan hadits tadi adalah, “Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akherat saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.  Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap terhadap (limpahan rahmat)-Nya.  Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.”

Kalau berkasih sayang dengan mereka saja sesuatu yang tidak mungkin, bagaimana mungkin mereka bisa dijadikan pemimpin untuk kita dan mengurusi kebutuhan kita di kehidupan di dunia ini? Dalam sejarah awal kehidupan oknum yang menentang Allah  adalah Iblis.  Iblis sendiri berasal dari kata ablasa yang berarti menolak.  Iblis yang pertama menolak dan menentang perintah Allah adalah Jin.  Gambaran ini diceritakan oleh Allah melalui firmannya surat Al-Kahfi ayat 50-51, "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) Jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim. Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri, dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkanitu sebagai penolong."


Minggu, 24 April 2016

SUBHANALLAH...! PUTRI USTADZ YUSUF MANSUR MIMPI BERTEMU RASULULLAH, SEPERTI INI KISAH LENGKAPNYA


Ustadz Yusuf Mansur menceritakan bahwa putrinya yang bernama Wirda Salamah Ulya pernah bermimpi bertemu Rasulullah, dalam mimpinya Wirda di tanya tentang hafalan Al-Qur’an serta diajak Sholat dirumah Rasulullah. Peristiwa langka ini membuat Ustadz Yusuf terkejut bercampur bahagia.

Berikut ini cerita Wirda bermimpi Rasulullah yang telah ditulis di website yusufmansur. com

Malam sebelom Wirda mimpi ketemu Rasul, kami bercanda-canda di meja makan. Waktu itu Wirda baru 7 th.. Mamahnya wirda, Maemunah, ngasih tau saya, “Pah, Kakak dah hafal Yaasiin sampai Innamaa amruhu loh…”.

Saya terkejut puas. Putrikuuuu… 7 tahun… tapi telah hafal Yaasiin sampai innamaa amruhuu… “Masa sih…? ” tanya saya.

Wirda dan Mamahnya juga dua-duanya tersenyum. Lantas Wirda saya suruh baca. Mulailah Wirda baca. Saat Wirda mulai baca, menetes air mata saya. Bapak mana yang ngga terharu. Putrinya hafal Yaasiin!

“… Yaasiin Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. ” Begitu Wirda baca.

Saya yang lagi terharu, eh koq simak Wirda sama mamahnya senyum-senyum. Saya baru sadar sesuatu. Apa itu?

Mereka Sedang bercanda dengan saya.

Ya, Wirda dan mamahnya bercanda. Bukannya Wirda hafal utuh satu Yaasiin. Tetapi benar-benar Yaasiin Innamaa amruhu… Itu “hanya” ayat pertama serta ayat 82. (Yaasiin 83 ayat). “Wuah.. Papah dikerjain nih.. tapi Papah suka.. 2 ayat juga, Qur’an. ”

Istri saya senyum-senyum lagi. “Saya duluan Pah yang dikerjain Wirda. “Mah, Mamah, Kakak udah hafal Yaasiin sampai Innamaa amruhuu…”

Kemudian, Wirda bilang sama saya, “Boleh ngga Pah, ngafalnya satu juz saja? Atau 15 juz dah. Ngga usah 30 juz…? ”

“Kenapa…? ”

“Berat. Sulit. ”

Sebagai ayah, saya mencoba bijak. Serta ini sekaligus saya coba jadi ciri-ciri saya, memudahkan.

“Boleh Kak…” ucap saya.

Lalu, malam itu, sekitar jam 9 malam, Wirda kecil, My Little Princess, tidur di kamarnya. Serta peristiwa itu pun terjadi.

Sekitar jam 2 awal hari Wirda masuk kamar saya. Bangunin saya sembari terisak. “Pah… Pah… Kakak dimarahin…”

Saya bingung… “Siapa Kak yang marahin…? ”

Saya ngga ngerti, siapa yang malem-malem begini geramin…? Dimarahin siapa…?

“Rasulullah…”, kata Wirda.

Saya mencoba mulai menebak… Subhaanallaah nih jika bener Wirda mimpi Rasul.

Saya lanjutin nanya, “Rasul koq marahin Kakak…? Kenapa…? ”

“Kakak ditanya, kenapa cuma ingin ngafal 1 juz? 15 juz? Kenapa ngga semua


aja? 30 juz? ” kata Wirda sambil nangis.

Saya tertegun saat itu.

MasyaAllah, malamnya Wirda bercanda-canda dengan saya, eh Rasul datangin Wirda dalam mimpinya…

Wirda ngajak saya ke kamarnya. Dia nunjukin kertas. Berisi syair. “Dari Rasul…”, katanya. “Tapi jangan diberi tau yang lain…”

Saya kembali tertegun. Subhaanallaah…

Wirda kemudian berkata, “Kakak meniatkan serta berjanji ngafal Qur’an sampai 30 juz. ”

Ya. Wirda bukannya dimarahin, namun di tanya sama Rasul.

Saya waktu itu bertanya ke Wirda, mengenai bagaimana Rasul, bagaimana rumahnya? Lantaran Wirda katakan, di ajak shalat sama Rasul di tempat tinggalnya.

Saya geleng-geleng kepala. Luar biasa. Subhaanallaah… Di ajak shalat. Makmunan imaman sama Rasulullaah.

Beberapa tahun lalu, Wirda memperoleh hadiah dari Allah.

Hadiah yang dimaksud yaitu umrah … Pergilah ke Madinah. Ke kota Rasul.

Wirda menaruh pertanyaan, kemana serta dimana tempat tinggal yang dia lihat, serta dia masukin? Lah memang telah ngga ada.

Wirda juga mencari jawaban, kemana sungai yang dia simak, pohon buah yang dia simak? Ya juga ngga ada.

Terlebih pohon buahnya, buah mangga. Wirda waktu di mimpi lihat pohon mangga, yang buahnya telah dalam kondisi terkupas kulitnya.

Pertanyaan itu rupanya dia taruh. Dia ikutin ziarah ke makam nabi, shalat di Nabawi, ke Roudhoh…

Hingga saya kehadiran Dr. Syafiq. Asal Jember, sebagai ahlul Madinah. Relasinya begitu luas.

Dr. Syafiq ini bahkan pengisi nada di CD-CD histori Makkah, Madinah, yang diterbitkan Saudi sana. Berikut alih bahasanya.

Kemudian terbersitlah ajakan ngajak anak-anak, termasuk juga Wirda, ke musium Madinah. Ini rute yang ngga umum untuk jamaah umroh. Ke manakah itu?

Kami pergi ke Musium Nabawi. Sampai disana, Wirda memekik… “Pah….!!! ”

“Pah…! Lihat… Ini tempat tinggalnya Rasul…! ”. Benar, ada tiruan rumahnya Rasul. Wirda nunjuk-nunjuk ke tiruan itu.

“Persis yang kakak simak serta kaka masuk…”. Saya simak matanya berbinar, serta seperti ingin nangis. Dr. Syafiq lalu bercerita.

Menceritakan satu untuk satu apa yang ada di musium Madinah tersebut…

Alhamdulillaah… Demikian dulu… Mohon doanya buat Wirda serta 4 adiknya yang lain. Saya doakan buat semuanya juga.

Saya doain seluruhnya dapat rajin shalawat, agar dapat ke Masjid Nabawi, ziarah ke makam Rasul, serta shalat disana, khushushon di Roudhoh.

Saya doain juga supaya dapat miliki anak-anak penghafal Qur’an. Bahkan juga diri kita semuanya, dapat ngafal Qur’an. Di tengah kesibukan serta profesi.

Salam hormat,

(http://www.kabar-gembira.com/2016/04/subhanallah-putri-ustadz-yusuf-mansur.html?spref=fb)

Sabtu, 23 April 2016

Dokumentasi perjalanan ke Tanakeke

Sore hari




Malam hari


Siang hari, 
Tanakeke saat ini dihijaukan oleh tanaman padi.  Di beberapa tempat sudah memasuki musim ketiga, ditempat lain musim kedua, dan ditempat lain musim pertama.  Sehingga ada istilah, jika selama masyarakat pulau Tanakeke membeli besar dari daratan, justru sekarang masyarakat membawa besar ke daratan untuk diberikan kepada keluarganya yang ada di daratan, atau bahkan suatu saat bisa menjualnya.
Sektor pertanian bisa menjadi sumber pendapatan yang lain selain sektor perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung mereka, walau untuk menanam padi sangat  tergantung kepada musim hujan. Lahan yang dipergunakan adalah lahan kebun.







Perjalanan pulang






Senin, 18 April 2016

Pendengaran dan Mendengarkan


Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada yang kufur.
(Al-Quran surat Al-Insan ayat 2-3)
Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala."
(Al-Quran surat Al-Mulk ayat 10)
(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi pentunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.
(Al-Quran surat Az-Zumar ayat 18)