Senin, 10 Oktober 2016

5 Manfaat Daun Kelor. Dianjurkan WHO Untuk Anak Dan Bayi Dalam Pertumbuhan

Secara tidak sadar bahwa saya selama ini suka makan buah kelor yang disajikan teman sebagai sayur kalau makan di tempatnya.  Dan ketika saya tahu bahwa daun kelor sangat banyak manfaatnya bagi manusia, saya pun berkeinginan untuk menanamnya di depan rumah dan kadang saya juga menganjurkan kepada yang punya lahan kosong untuk menanam pohon kelor tersebut untuk sayur mayur teman dari nasi dan tidak usah pergi lagi di tukang sayur.

Alhamdulillah, batang pohon kelor yang saya tancap sudah menampakkan tunas baru walau masih kecil.  Semoga kalau sudah besar bisa bermanfaat untuk keluarga dan para tetangga yang membutuhkan.

Kemudian saya pun menemukan artikel ini sehingga saya pun ingin berbagi tentang pohon kelor ini di blog saya. Artikel ini saya mendapatkannya dari : http://blog.batikindonesia.com/16976/


moringa photo

The Miracle Tree (Moringa oleifera), Photo by Tatters ❀
Daun kelor, dimana daun ini terkenal sekali dengan ungakapa “dunia tidak seluas daun kelor”. Ya, ungkapan ini memang benar karena ukuran daun kelor sendiri berukuran kecil. Akan tetapi walaupun ukurannya kecil namun manfaat daun kelor sangatlah besar.
Bahkan karena besarnya manfaat daun kelor ini, WHO menganjurkan anak-anak dan bayi-bayi yang sedang masa pertumbuhan untuk sering mengkonsumsi daun kelor. WHO mengeluarkan opini bukan atas dasar latar belakang yang tidak jelas. Hal ini karena daun kelor memiliki kandungan nutrisi dan zat yang berguna untuk tubuh.
Selain itu kandungan yang terdapat pada daun kelor sendiri melebihi kandungan buah atau makanan lainnya yang memang unggul dalam kandungan zat tertentu. Seperti potassium yang 3 kali lebih besar dari pisang. Kalsium yang 4 kali lebih besar dari susu, vitamin C yang 7 kali lebih besar dari jeruk dan masih banyak lagi.
Berikut manfaat daun kelo bagi kesehatan.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Memiliki kulit sehat tentu keinginan setiap orang. Namun aktivitas dan pola hidup yang tidak sehat membuat orang tersebut lupa dan kerap tidak menjaga kesehatan kulitnya. Untuk membantu menjaga kulit anda agar tetap sehat anda bisa mengkonsumsi daun kelor baik dengan cara di sayur atau apapun.
Hal ini dianjurkan karena daun kelor memiliki kandungan vitamin C dan anti oksidan yang tinggi bahkan melebihi buah jeruk. Hal ini sangat baik sekali karena cukup dengan rutin mengkonsumsi daun kelor maka anda akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat untuk mempertahankan diri anda dari berbagai macam serangan mikroba pembawa benih penyakit.

Mengatasi diabetes

Anda yang memiliki masalah dengan gula atau memiliki riwayat penyakit diabetes tentu haruslah berhati-hati terhadapa sesuatu yang anda makan. Selain itu ditambah dengan rutin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat.
Satu menu makan yang bagus untuk anda konsumsi adalah daun kelor. Anda bisa membuat daun kelor menjadi sayur atau bentuk olahan lainnya. Hal ini karena daun kelor dapat mengurangi kadar gula darah anda. selain itu daun kelor dapat menjadi sumber insulin alami anda.

Menjaga mata agar tetap sehat.

Mata adalah alat vital kita untuk melihat keindahan alam yang Allah ciptakan. Betapa ruginya seandainya orang yang diberkati mata namun tidak mampu menjaganya dengan baik. Salah satu cara kita menjaga dan mensyukurinya adala dengan memakan makanan yang memiliki asupan gizi yang baik khususnya untuk mata kita.
Daun kelor merupakan daun yang dianjurkan untuk anda yang ingin menjaga kesehatan mata atau menyembuhkan berbagai keluhan dengan mata. Hal ini karena daun kelor memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi bahkan melebihi wortel sekalipun.

Mengobati penyakit reumatik dan asam urat.

Menderita penyakit reumatik atau asam urat tentu sangat membuat kita terganggu. Terlebih jika anda harus melakukan aktivitas yang banyak dan tentu harus didukung dengan kondisi tubuh yang fit.
Asam urat dan reumatik sendiri merupakan penyakit yang menyerang sistem gerak kita karena terjadinya pengkristalan pada bagian sendi. Tidak jarang sendi kita merasa sakit jika kita memaksakan untuk beraktivitas. Untuk mengurangi sakit sendi tersebut anda dapat dengan rutin mengkonsumsi daun kelor.

Mengobati dan mencegah resiko terkena kanker.

Kandungan potassium dan anti oksidan yang tinggi terdapat pada daun kelor. Dengan kandungan ini maka daun kelor sangat cocok untuk membantu proses penyembuhan kanker atau mengurangi resiko kanker.
Karena hari ini banyak sekali makanan atau hal atau radikal bebas lainnya yang dapat memicu sel untuk membelah secara cepat dan tidak teratur yang kemudian menyebabkan penyakit kanker.

Dr OZ Indonesia, Manfaat Daun Kelor

https://youtu.be/nQhH4S23i7s

Minggu, 09 Oktober 2016

Hanya sebatas di Bibir

Anwar shared Indra Munif's post

TERNYATA KITA MEMBACA AL QUR'AN SELAMA INI HANYA SEBATAS DIBIBIR SAJA BELUM MELEWATI TENGGOROKAN APALAGI MASUK KE DALAM HATI

Kitab _At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur'an_ menerangkan Adab Qira'atil Qur`an antara lain sebagai berikut.

فينبغى أن يستحضر فى نفسه أنه يناجي الله تعالى , ويقرأ على حال من يرى الله تعالى ، فانه إن لم يكن يراه ، فإن الله تعالى يراه.

Seyogyanya saat membaca Al-Quran seorang qari` menyadari bahwa ia sedang bermunajat dengan Allah swt, sehingga sikapnya seperti orang yg melihat Allah swt. Jika belum mampu, maka ketahuilah bahwa Allah swt senantiasa melihatnya.

Alkisah, di suatu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Al-Quran dalam shalat malamku.”

Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Al-Quran. Rasakan seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”

Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya, “Tuan Guru, semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Al-Quran.”

“Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari menepuk pundaknya. “Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para shahabat Nabi saw yang telah mendengar Al-Quran itu langsung dari Rasulullah saw. Bayangkan baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”

Pagi-pagi buta, sang murid kembali menghadap dan mengadu, “Duh Guru, semalam bahkan hanya sepertiga Al-Quran yang dapat aku lafalkan.”

“Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,” kata sang guru, sambil mengelus kepala si santri. “Nanti malam bacalah Al-Quran dengan lebih baik lagi, sebab, yang akan hadir di hadapanmu untuk menyimak adalah Rasulullah saw sendiri, orang yang kepadanya Al-Quran itu diturunkan.''

Seusai shalat Shubuh, sang guru bertanya, “Bagaimana shalatmu semalam?” “Aku hanya mampu membaca satu juz, Guru, itu pun dengan susah payah.”

“Masya Allah,” kata sang guru, sambil memeluk sang santri dengan bangga. “Teruskan kebaikan itu, Nak. Dan nanti malam tolong hadirkan Allah swt di hadapanmu. Sungguh, selama ini pun sebenarnya Allah-lah yang mendengarkan bacaanmu. Allah swt yang telah menurunkan Al-Quran selalu hadir di dekatmu. Sekalipun engkau tidak melihat-Nya, Dia pasti melihatmu. Hadirkan Allah swt, karena Dia mendengar dan menjawab apa yang engkau baca.”

Keesokan harinya, santri itu jatuh sakit. Sang Guru pun datang menjenguknya. “Ada apa denganmu?” tanya Sang Guru.

Sang santri berlinang air mata. “Demi Allah, wahai Tuan Guru, semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku, walaupun cuma al-Fatihah. Ketika sampai pada ayat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” lidahku kelu. Aku merasa aku sedang berdusta. Di mulut aku ucapkan “Kepada-Mu ya Allah, aku menyembah” tapi jauh di dalam hatiku aku sering memperhatikan yang selain Dia. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya.”

“Nak...,” kata sang guru sambil berlinang air mata, “Mulai hari ini engkaulah guruku. Dan sungguh, aku ini muridmu. Ajarkan padaku apa yang telah kau peroleh. Sebab, meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada pemahaman yang kau peroleh hari ini

Sabtu, 08 Oktober 2016

Para Pembela Kebenaran

Saya like yang ini, tapi dengan catatan : "Tidak perlu kaget!!!", yaaa...karena itu mah bukan sesuatu yang baru atuh!!! Dari dulu ge, da sudah ada. Justru yang saya bikin kaget kenapa si dia tidak nongol-nongol ya, kayak ongol-ongol!!! Apakah dia sedang menyepi di tempat sepi, meresapi kesepian yang ada, menghindari hiruk pikuknya dunia.

Tapi apa pun, siapa pun kamu, saya dan yang lainnya, Allah Maha Tahu, yang nampak maupun yang tersembunyi, bahkan di lubuk hatimu yang terdalam sekalipun. Boleh jadi kamu, saya menghindari konfrontasi dengan sesama makhluk (baca : Manusia) di dunia ini tapi tidak di kemudian hari kelak.

Semoga kita semua selalu berada di jalan-Nya. Wahai, Yang Maha Membolak-balikan hati, tetapkanlah hati kami dalam agama-Mu. Amin.

Rabu, 28 September 2016

Makna keberkahan

(Nurtejo Wahyono shared Herbudhi S Tomo's post.)
Makna keberkahan : ujian untuk menjadi taat dan Ridho atas keputusan Allah SWT
KISAH BUAH SEMANGKA
Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli Buah Semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar.
.
Dan sang isteri pun marah.
.
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus:
.
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah?
atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?"
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq
.
Istri beliau terdiam.
.
Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
.
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!".
.
Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
.
Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya :
.
"Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”
"Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan."
.
pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridha dengan ketetapan Allah SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita.
.
Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.
.
Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Allah
Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
.
Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Allah
.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
.
Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah...tiada banding....tiada tara.
Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.
.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.
.
Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan jg jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.
Semoga kita semua dianugrahi kekuatan untuk senantiasa Menjalankan Seluruh Perintah"Nya, Meninggalkan Seluruh Larangan"Nya, bersyukur padaNya, agar kita mendapatkan keberkahanNya Serta Selalu Dlm Petunjuk, Lindungan Jg RidhoNya Aamiin...YRA

Senin, 26 September 2016

Solar cell

Setelah dinilai tidak unggul dalam persaingan, Energi solar akhirnya menempati posisinya di garis terdepan terutama untuk mereka yang sangat membutuhkan dan jauh dari pusat kekuasaan, ekonomi dan sosial.






Sabtu, 24 September 2016

Tulisan yang tercecer : Haji dalam keinginan!

Sebenarnya, fisik sudah merasakan capai, maunya badan ini bergabung secara damai dengan bantal/guling di atas ranjang yang sudah tersedia, bagaimanapun organ-organ bagian luar yang dipakai bergerak sudah terasa berat untuk diajak beraktifitas alias lelet.com. tetapi untuk meringankan beban pekerjaan esok hari saya paksakan untuk input data dan mau tidak mau saya harus membuka laptop. sebagai selingan di sela-sela aktifitas itu saya pun mencoba cek status fb. alhamdulillah, fisik yang tadinya lelah tersegarkan dengan jalinan silaturahim dengan teman2 walau hanya melalui atau membaca status yang ada. kadang karena saking menyegarkannya status tersebut (lucu) saya tersenyum bahkan tertawa kecil sendirian (klo tertawa besar dilarang, karena takut kedengaran orang sebelah!!!)
Karena fisik dan mental ini sudah terasa segar kembali, nampaknya ada dorongan pada diri saya untuk menyampaikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman2 semua. Berawal dari sholat subuh berjamaah di masjid yang terdekat dengan lokasi pekerjaan. waktu itu saya shalat berdampingan di sebelah kiri saya dengan seseorang yang sudah tua, berkisar umur 60an lebih. dalam bebreapa pekan terakhir ini memang saya tidak melihat orangtua ini pergi shalat berjamaah, pernah hal itu terfikirkan oleh saya, tetapi entah kenapa saya tidak menanyakan ke jamaah yang lain tentang keberadaan orang tua yang satu ini.
Singkat cerita, ketika do'a sudah dipanjatkan ke hadirat Allah swt, seperti biasa diantara jama'ah saling bersalaman. Pas, ketika saya menyodorkan kedua tangan saya untuk bersalaman dengan orangtua tersebut, seperti biasa orangtua itu pun menyodorkan kedua tangannya dan kemudian kami saling menggenggam erat. Tetapi ketika saya melonggarkan genggaman saya dengan maksud untuk melepaskan salaman orangtua itu masih tetap menggenggam tangan saya dengan erat sambil berkata bahwa beliau akan melaksanakan niat pergi haji tahun ini, ah...dengan rasa malu saya pun kembali mengeratkan genggaman tangan, dan membalas dengan ucapan syukur alhamdulillah. beliaupun melanjutkan pembicaraannya bahwa semua persiapan sudah selesai dilakukan, hanya keberangkatannya bukan dari embarkasi makassar, tetapi dari palu (balikpapan). barulah setelah itu genggaman tangan orangtua tersebut dilepaskan.
Setelah kejadian subuh itu, terkadang menggangu fikiran saya, semoga dalam sisa umur ke depan saya pun mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Rasanya akan nikmat ketika setelah selama sebulan ditempa training keimanan di bulan ramadhan dilanjutkan untuk menyongsong ibadah haji di bulan dzulhijjah nantinya. bulan syawal dan dzulqodah adalah masa-masa yang tidak boleh menurunkan tingkat keimanan untuk selanjutnya menyempurnakannya secara paripurna di ibadah haji. sehingga nantinya akan muncul insan kamil pembela kebenaran islam, tentara penjuang nilai2 keislaman di tengah-tengah masyrakat.
Dalam Al-quran dikatakan :"Dan ingatlah, ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang i'tikaf, orang yang ruku dan orang yang sujud!" Ibadah haji bukan akhir dari proses tingkatan ibadah, justru dengan ibadah haji merupakan awal dari semuanya. dengan berani menyambut undangan Allah swt berarti sudah siap dengan komitmen diri sebagai hamba-Nya yang tercermin tidak hanya dalam rangkaian ibadah haji itu saja tetapi yang terpenting adalah ketika sudah kembali ke kampung halamannya masing2.
simbol2 tawaf, i'tikaf dan tentunya ruku dan sujud, harus lebih dibumikan dalam kehidupan sehari-hari setelah ibadah haji tersebut. kita akan membayangkan ada sekitar 200rb umat muslim indoensia yang melaksanakan ibdaha haji yang akan memakmurkan masjid di kampungnya masing2, menyantuni kaum fakir miskin di kampungnya masing-masing. dan berdiri paling depan ketika persoalan umat timbul di masyarakatnya. labbaika allahumma labbaik...labbaika laa syarika laka labbaik...
masya Allah.....
Untuk teman-teman yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini, silahkan persiapkan dengan sebaik-baiknya dari sekarang, buktikan bahwa pergi ke tanah suci bukan untuk menggapai gelar dari manusia, tapi adalah keridloan dari Allah swt adalah impian tertinggi dengan gelar haji mabrur. Selamat dan tentunya doakan kami yang belum sempat untuk melaksanakan ibdaha haji tahun ini untuk bisa melaksanakannya di tahun-tahun mendatang, amin....mohon maaf dan terima kasih.
(sang orangtua itu masih menunggu saya diluar masjid ketika shalat dhuhur telah usai, wajahnya yang bersih penuh ke wibawaan, mengundang saya untuk datang di acara syukuran di rumahnya ba'da ashar, insya Allah. ------makan lagi!)

Catatan : Beliau yang saya ceritakan sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, Semoga diterima segala amal ibadahnya.

Rabu, 21 September 2016

Hubungan Manusia, Alam dan Rasa Malu.


Mungkin anda yang tinggal di kota dan sudah tersentuh budaya modern akan heran jika pada saat ini masih ada orang yang punya rumah, kendaraan bermotor tetapi untuk urusan membuang hajat (maaf, BAB) masih pergi ke suatu tempat di luar rumah, artinya di rumahnya tidak tersedia WC atau toilet untuk menyelesaikan urusan yang satu itu.  Mereka pergi ke kebun, hutan atau padang rumput yang tinggi.  Heran anda akan semakin berkurang karena itu tidak terjadi di kota di mana anda tinggal, tetapi di desa yang jauh dari kota. 
Anda mungkin akan bertanya apakah tidak repot, malu dan mungkin nantinya akan menyebarkan penyakit dengan perilaku seperti itu.  Yaaa….untuk urusan repot, barangkali pengertian repot antara anda dengan masyarakat desa yang seperti itu agak berbeda, dan penjelasan berikutnya mungkin anda akan lebih memahami.  Urusan malu!! Malu sama siapa, karena di kebun dan hutan yang banyak pohon2 memudahkan anda untuk bersembunyi dari pandangan orang biar siang hari, kalaupun ada orang yang lewat mungkin dengan isyarat suara orang yang lewat akan mengerti apa maksudnya.  Di padang rumput ilalang yang tingginya hampir satu meter dengan mudah menyembunyikan diri dari pandangan orang.  Jadi apa masalahnya?  Penyakit! Yaa…kejadian penyebaran penyakit dari kotoran manusia di desa jarang terjadi, bahkan saya berfikir dengan dengan perilaku seperti itu tanah menjadi subur secara alami! He-he….
Tetapi kemudian dalam dua tahun terakhir ini ada perubahan perilaku tentang hal tersebut.  Di mulai dengan sebagian orang mencoba untuk menanam padi di lahannya pada musim hujan.  Ternyata hasilnya cukup lumayan sehingga mereka tidak perlu lagi membeli beras ke pasar.  Langkah awal menanam padi ini kemudian menyebar ke semua masyarakat sehingga mereka pun yang sebelumnya tidak menanam padi mulai membersihkan lahannya dari pohon2 besar, rumput ilalang dan yang menghambat proses penanaman padi.  Praktis setiap tahun lahan di desa tersebut menjadi bersih karena persiapan mereka menyabut musim hujan dan musim menanam padi.  Di pertengahan musim hujan terlihat desa tersebut hijau dengan tanaman padi yang terhampar luas, dan keindahan padi yang menguning dengan bulir-bulirnya yang bergelayutan  di akhir musim menjelang panen.   
Karena lahan menjadi kosong, bersih dan desa seakan diwarnai tanah kecoklatan, justru mengurangi lahan untuk warga yang biasa membuang hajat (maaf, BAB) di sembarang tempat. Rasa malu dari masyarakat pun muncul karena tidak terlalu bebas lagi untuk melakukan hal itu, hatta jika malam sekalipun.  Sehingga terfikirkan bagi mereka untuk membuat WC atau toilet di rumah mereka masing-masing, walau dengan bentuk yang sangat sederhana!!  Lahan yang selama bertahun-tahun menampung pupuk organic dari manusia sehingga menjadi subur, lama-lama kesuburannya berkurang karena ditanami tumbuhan padi.  Tetapi karena pintarnya manusia untuk mengurangi kesuburan tersebut dan karena doktrin yang sudah mengakar maka digantilah dengan pupuk kimia untuk menjaga dan meningkatkan kesuburan lahan. 

Karena pemanfaatan lahan menimbulkan perubahan perilaku pada manusia tetapi disisi lain lahan menerima akibatnya dengan menerima unsur-unsur kimiawi yang justru mengurangi nilai alami dari alam itu sendiri.