Rabu, 26 Mei 2010

APAKAH BENAR, AKAL YANG MEMBEDAKAN MANUSIA DENGAN BINATANG?

Sudah menjadi pemikiran umum bahwa yang membedakan manusia dan binatang adalah akal. Sederhananya adalah manusia mempunyai akal sedangkan binatang tidak mempunyai akal. Jadi kadang diistilahkan orang yang berperilaku seperti tidak mempergunakan akal digambarkan seperti binatang.
Tapi sebenarnya apakah benar binatang tidak mempunyai akal? Atau apakah akal itu hanya domainnya manusia saja. Sebelum lebih jauh kita coba mencari definisi akal itu sendiri. Menurut WIkipedia Indonesia Akal berasal dari bahasa Arab 'aql yang secara bahasa berarti pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. Pengertian lain dari akal adalah daya pikir (untuk memahami sesuatu), kemampuan melihat cara memahami lingkungan, atau merupakan kata lain dari pikiran dan ingatan. Dengan akal, dapat melihat diri sendiri dalam hubungannya dengan lingkungan sekeliling, juga dapat mengembangkan konsepsi-konsepsi mengenai watak dan keadaan diri kita sendiri, serta melakukan tindakan berjaga-jaga terhadap rasa ketidakpastian yang esensial hidup ini. Akal juga bisa berarti jalan atau cara melakukan sesuatu, daya upaya, dan ikhtiar. Akal juga mempunyai konotasi negatif sebagai alat untuk melakukan tipu daya, muslihat, kecerdikan, kelicikan. Nah, kalau kita melihat definisi akal menurut wikipedia, apakah kita masih yakin bahwa binatang tidak punyai akal. Kita bisa melihat kehidupan binatang atau hewan peliharaan di rumah kita, kadang kita menemukan hewan kita cukup pintar untuk menemukan sesuatu atau makanannya padahal kita sudah mencoba menghalangi atau menyembunyikannya. Hewan peliharaan kita juga cukup pintar menghindar dari ancaman yang akan merugikan atau menyakiti dirinya. Begitu pula kita biasa melihat hewan di tempat sirkus, ada hewan yang bisa menghitung, ada yang menunjukkan kebolehannya yang tentunya berhubungan dengan akal si hewan itu. Kalau kita masih meragukan karena mereka adalah hewan yang terlatih dan hewan peliharaan. Ternyata itupun bisa dipatahkan ketika ketika kita melihat tayangan di televisi yang menayangkan kehidupan hewan liar. mereka terlihat menggunakan akalnya ketika mencoba menangkap hewan buruannya. atau menghindar dari hewan pemangsa.
Saya jadi ingat ada dosen dulu yang menerangkan tentang monyet yang dikurung, kemudian makanan digantung di bagian atas kurungan, yang secara logika tidak mungkin diraih oleh monyet itu dengan tangannya. tetapi kemudian dalam penelitian itu dimasukkanlah ke dalam kurungan kotak dan tongkat kayu panjang. Kalau hanya kotak yang dipakai sebagai pijakan makanan masih belum bisa diraih. ternyata monyet itu pun meraih tongkat kayu panjang dan mencoba untuk memukul makanan itu hingga jatuh dan bisa dimakan. Pertanyaannya : APakah monyet itu tidak punya akal? Satu lagi, dulu dosen saya seorang prof (sudah almarhum, lupa namanya tapi wajahnya masih terbayang, seorang keturunan cina tapi pintar sekali, mengajarnya enak dan biasa digelari prof tikus, karena selalu meneliti tentang tikus terutama hubungannya dengan pertanian, hingga punya hak paten alat penggembos tikus di pematang), beliau bilang bahwa tikus adalah binatang yang paling pintar. pintar tentu berhubungan dengan akal yang dipunyai si tikus. Kalau kita mau menangkap tikus atau memberantas tikus yang ada di rumah, apakah itu dengan perangkap kurungan, lem tikus atau racun tikus, ternyata kita tidak bisa menangkap semua tikus dengan hanya satu cara, karena tikus kalau sudah ada temannya yang kena perangkap yang kita pasang maka hal itu tidak akan terjadi lagi pada temannya. he-he....penasaran? coba buktikan. Jadi, dari uraian di atas, pertanyaan berikutnya adalah kalau binatang atau hewan juga punya akal, apa yang membedakan kita sebagai Manusia dan Binatang dilihat dari segi akalnya?


===========

Maaf, ikut nebeng, bagi yang mau memenuhi kebutuhan hidupnya klik http://onstore.co.id/s/00367940001


Baca juga : http://mang-emfur.blogspot.co.id/2016/05/apakah-kita-hanya-mau-berpangku-tangan.html

Rabu, 28 April 2010

Proposal Sumbangan Mushaf Al-quran

ﺍﻋﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻤﻦﺍﻠﺸﻴـﻄﺎﻦ ﺍﻟﺮﺠﻴــﻢ
ﺒﺴـــﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴــﻢ


PROPOSAL PERMOHONAN SUMBANGAN
MUSHAF AL-QURAN


I. PENDAHULUAN

Seperti diketahui bersama bahwa Al-Quran adalah Kitab Suci ummat Islam. Dalam pengertian syariat, Al-Quran adalah pedoman dasar hidup (way of life) bagi ummat Islam. Segala aspek kehidupan baik yang bersifat ibadah maupun muamalah, apakah itu berhubungan kehidupan pribadi, bermasyarakat bahkan bernegara sekalipun harus didasarkan kepada Al-Quran. Dengan menjadikan Al-Quran sebagai dasar kehidupan bagi ummat Islam maka Allah swt akan menjamin kehidupannya baik di dunia maupun di akhirat.
Allah berfirman :

اِنَّ ھٰٰذَاالقُرْاٰن َيَھْدِيْ لِلَّتِيْ ھِي َاَقْوَمُ وَيُبَِشِّرُ الْمُٶْمِنِيْنَ الَّذِيْن َيَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنّ َلَھُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا ﴿اﻻسراء ٩﴾َ

“Sungguh Al-Quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebaikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar” (Surat Al-Isro :9).

Dengan kondisi seperti itu Al-Quran tidak bisa dilepaskan dari ummat Islam itu sendiri. Dalam bentuk sebagai kitab, mushaf Al-Quran harus selalu berada di di antara ummat Islam. Setiap orang yang mengaku dirinya orang Islam pasti akan mempunyai mushaf Al-Quran di rumahnya dan harus menjadikan Al-Quran sebagai bahan bacaan harian. Bagaimanapun arti bahasa dari kata Quran itu sendiri adalah bacaan. Apalagi dihubungkan dengan Al-Quran sebagai dasar kehidupan ummat Islam itu sendiri, intensitas membaca dalam arti mendalami maknanya harus lebih diintensifkan.

Sebagai kitab, Al-Quran mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan kitab-kitab sebelumnya. Rasulullah saw menyatakan bahwa dengan membaca ayat-ayat Al-Quran saja walaupun kita tidak mengerti akan artinya Allah swt memberikan pahala untuk setiap huruf Al-Quran yang dibaca. Ali bin abi thalib kw. berkata : “Setiap orang yang membaca Al-Quran dalam shalat, tiap huruf yang dibacanya akan mendapat pahala lima puluh kebajikan. Bagi yang membacanya di luar shalat dengan berwudlu, tiap-tiap huruf yang dibacanya mendapat dua puluh lima kebajikan. Dan bagi yang membacanya di luar shalat tanpa berwudlu pahalanya sepuluh kebajikan”. (diambil dari buku Islam untuk Remaja).


Allah swt berfirman dalam surat Fatir ayat 29-30 :

اِنَّ الَّذِيَْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اﷲِ وَاَقََََامُوا الصَّلٰوۃَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّارَزَقْنٰھُمْ سِرَّا وَّعَلاََ نِيَۃً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّن ْتَبُوْرَ
لِيُوَفِّيَھُمْ اُجُوْرَھُمْ وَيَزِيْدَھُمْ مِنْ فَضْلِهۗ اِنَّه غَفُوْرٌ شَكُوْرٌِ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Quran) dan melaksanakan shalat dan menginfaqkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahala-Nya kepada mereka dan menambahkan karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri”

Rasulullah saw bersabda :

اَفْضَلُ عِبَادَتِ ٲُمَّتِى تِلاَوَۃُ الْقُرْاٰنِ

“Ibadah ummatku yang paling utama adalah membaca Al-Quran” (HR. Al Baihaqy)

Dalam hadist riwayat Bukhari dikatakan, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”

Dalam hadits lain dikatakan :”Dari sahabat Mu’adz bin Jabal ra. Ia berkata : Saya pernah bersama-sama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan, ketika itu saya bertanya kepada Beliau : “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu yang dapat memberi manfaat kepadaku. Beliau menjawab : Kalau kamu ingin hidup bahagia, mati syahid, selamat pada hari kiamat, mendapat naungan di padang mahsyar, memperoleh petunjuk dari kesesatan, maka hendaklah kamu mendawamkan bacaan Al-Quran. Sebab ia adalah Kalam Tuhan Yang Maha Penyayang, benteng dari godaan syeitan dan menambah berat timbangan amal kebaikan di neraca akhirat” (diambil dari buku Keutamaan dan Hikmah puasa Ramadhan)

Dalam hadist Riwayat Al-Bukhori dan Muslim dari Siti Aisyah menyatakan :”Orang yang pandai membaca Al-Quran, kelak mendapat tempat di surga bersama-sama Rasul yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Quran tetapi membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya, baginya dua pahala” (diambil dari Buku Qiro’atul Quran).

Bahkan dengan membaca Al-Quran, maka Al-quran akan memberikan syafaat nanti di hari Kiamat sebagai mana hadits dari Muslim :”Dari Abu Umamah ra., ia berkata :” Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :”Bacalah Al-Quran, karena di hari Kiamat ia datang memberi syafaat pada orang yang membacanya. Bacalah Az Zahrawain, yaitu; surat Al-Baqarah dan Ali Imran, nanti di hari kiamat kedua surat tersebut datang bagaikan dua gumpalan awan, atau bagaikan dua rombongan burung yang terbang membentangkan sayapnya, membela orang yang selalu membacanya, bacalah surat al-Baqarah, karena membacanya membawa keberkahan, dan meninggalkannya adalah penyesalan, dan tukang sihir tidak mampu menyihir orang yang membacanya .”

Dengan demikian setiap ummat Islam diwajibkan untuk bisa membaca Al-Quran. Bahkan untuk hal ini di beberapa pemerintahan kabupaten/kota atau bahkan provinsi berbagai kebijakan telah diterapkan untuk menunjang setiap ummat Islam untuk bisa membaca Al-Quran. Seperti setiap anak-anak Sekolah Dasar yang akan mengikuti ujian kelulusan diharuskan untuk mempunyai ijazah TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), yang berarti bahwa anak-anak tersebut telah mampu membaca Al-Quran dengan baik. Begitu pula di beberapa tempat yang lain di lembaga pemerintahan, bagi yang akan memegang jabatan tertentu harus mempunyai kemampuan untuk membaca Al-Quran yang baik. Bahkan pada pemilihan gubernur Aceh yang terakhir, para calon gubernur disyaratkan untuk memperlihatkan kemampuannya dalam membaca Al-Quran di hadapan publik.




II. MUSHOLLA AL-FURQON

Musholla Al-Furqon, terletak di dusun Parengki, desa Tasiwalie kecamatan Suppa kabupaten Pinrang. Musholla Al-Furqon yang mempunyai luas bangunan 10 x 11 meter persegi mulai dibangun pada bulan Januari 2009. Sampai saat ini walau dari segi bangunan belum selesai secara sempurna tetapi bangunan Musholla sudah mulai dipergunakan untuk shalat pertama kali pada bulan Ramadhan pada tahun 2009, baik shalat wajib berjamaah maupun shalat tarawih dengan sikap antusias yang positif dari masyarakat sekitar Musholla. Bahkan hingga saat ini atas inisiatif jamaah yang direspon oleh Pengurus Musholla Al-Furqon, musholla sudah melaksanakan shalat iedul Adha dan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Rasulullah saw. Insya Allah ke depan acara-acara serupa akan dilaksanakan sesuai kemampuan yang ada.

Dengan kondisi umur musholla yang masih dalam hitungan jari dan bentuk bangunan yang belum sempurna tentunya fasilitas pendukungpun belum begitu lengkap. Sebagai wadah aktualisasi ibadah untuk jamaah dan terkandung di dalamnya proses pembinaan keagamaan bagi dan untuk jamaah maka program pengurus selanjutnya adalah berhubungan dengan kemampuan jamaah dalam membaca Al-Quran yang benar pada semua tingkatan umur. Untuk tahap awwal dari program tersebut yang disesuaikan dengan kondisi adalah pengadaan mushaf Al-Quran sebagai pegangan jamaah dalam membaca Al-Quran ketika berada di Musholla sehingga tidak perlu repot-repot untuk membawa mushaf Al-Quran dari rumah masing-masing.





III. KEBUTUHAN MUSHAF AL-QURAN MUSHOLLA AL-FURQON

Kondisi jamaah tetap Musholla Al-Furqon berdasarkan shalat berjamaah di waktu shalat wajib, memang tidak selalu sama untuk setiap waktu shalatnya. Pada umumnya kalau shalat berjamaah di waktu siang hari relatife kurang dibandingkan dengan shalat berjamaah di waktu malam hari dan subuh. Biasanya di siang hari banyak jamaah tetap shalat berjamaah di malam hari dan subuh masih berada di tempatnya bekerja apakah itu di tambak, kebun atau di tempatnya bekerja.


Di waktu shalat berjamaah shalat maghrib dan isya, jumlah jamaah relatife sama ditambah lagi dengan hadirnya anak-anak yang menempati shaf tersendiri di belakang shaf orang dewasa. Shaf orang dewasa laki-laki kadang melebihi satu baris shaf, dimana satu baris shaf bisa mencapai 20 orang jamaah. Begitu pula dengan jamaah perempuan, bisa mencapai satu baris shaf lebih. Karena di waktu-waktu inilah, yaitu shalat berjamaah maghrib dan isya yang mencapai jumlah yang paling banyak sehingga kebanyakan rapat-rapat yang perlu dibicarakan dengan jamaah dan juga untuk mendengarkan aspirasi dari jamaah dilaksanakan di antara waktu ini.

Program belajar Al-Quran atau program taddarus Al-Quran untuk kelompok umur dewasa apakah itu laki-laki maupun perempuan akan dilaksanakan pada waktu di antara maghrib dan isya. Untuk rencana awwal akan dilaksanakan 1 kali dalam seminggu, tentunya dengan bimbingan guru yang telah menguasai keilmuan membaca Al-Quran yang benar. Untuk itu diperlukan kurang lebih sebanyak 50 (lima puluh) eksemplar Al-Quran, sehubungan yang akan mempergunakan kebanyakan orangtua maka yang kami harapkan mushaf Al-Quran berukuran besar.

Dengan kondisi keuangan dari Musholla Al-Furqon yang masih terbatas, maka diputuskan untuk mencari bantuan keluar dari lingkungan musholla. Bagi para aghniya atau orang yang mempunyai kelebihan materi, ini adalah ladang kebaikan untuk beramal berupa sodaqoh dan infaq yang balasannya hanya dari Allah swt. Atau bagi Lembaga/Pemerintah yang mempunyai kewenangan dalam penyediaan Mushaf Al-Quran dan sifatnya sebagai program kebijakan untuk masyarakat supaya mampu membaca Al-Quran, musholla Al-Furqon beserta pengurusnya salah satu yang ada dalam barisan untuk mensukseskan program tersebut.


ھَل جَزَاءُ الاِحْسَانِ اِلاّ َالاِحْسَانُ ﴿الرّحمٰن ٦٠﴾

“Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan (pula)” (Ar-Rahman, ayat 60)

وَمَا تُقَدِّمُوْا ِلا َنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْر ٍتَجِدُوْهُ عِنْدَ اﷲِ ﴿البقرۃ ١١٠﴾

“Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah.” (Al Baqoroh, ayat 110)

Allah berfirman dalam surat Al-Hajj ayat 40 :

وَلَيَنْصُرَنَّ اﷲُ مَنْ يَنْصُرُﻩ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya”


Terakhir, kami ucapkan Jazakumullahu khoiron kastiron. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak, Ibu, Saudara/saudari dengan kebaikan yang lebih banyak. Amin.



IV. DAFTAR PUSTAKA

1. AL-QUR’ANULKARIM. SYAAMIL AL-QUR’AN. TERJEMAH PER KATA TYPE HIJAZ. Yayasan Penyelenggara/Penafsir Al-Quran Revisi Terjemah oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an. Departemen Agama Republik Indonesia. 2007
2. M. Quraish Shihab, Dr. MA. MEMBUMIKAN AL-QURAN. Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Penerbit MIZAN. Bandung. 1994
3. Buku Qiro’atul Qur’an. Taman Kanak-kanak Al-Qur’an. Taman Pendidikan Al-Qur’an.
4. S. Idrus, Keutamaan dan Hikmah Puasa Ramadhan. Penerbit Husaini. Bandung. 1991
5. Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijry. Penerjemah : Team Indonesia. Keutamaan Al-Quran. Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah. Islamhouse.com
6. Tim Penulis Rosda. Islam untuk Remaja. Materi Pesantren Kilat SMU. Penerbit PT Remaja Rosdakarya. Bandung. 1997


========

Maaf, ikut nebeng, bagi yang mau memenuhi kebutuhan hidupnya klik http://onstore.co.id/s/00367940001


Baca juga : http://mang-emfur.blogspot.co.id/2016/05/apakah-kita-hanya-mau-berpangku-tangan.html


ajaran yang "asing"

HAJI SANUSI, PANGGILANNYA, NAMA LENGKAPNYA SAYA SENDIRI KURANG BEGITU TAHU. PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI, YANG SAYA KENAL DI PENGAJIAN FIQIH YANG BIASA SAYA HADIRI. BEBERAPA KALI TERAKHIR KETEMU, DAN ITU WAKTUNYA SUDAH DEMIKIAN LAMA, SELALU MENGAJAK SAYA UNTUK MENGHADIRI PENGAJIAN TAFSIR AL-QURAN DI MASJID LAIN YANG SELALU BELIAU HADIRI. DAN SAYA SELALU MENJAWAB INSYA ALLAH.

SEBENARNYA DULU PERNAH SAYA HADIRI PENGAJIAN TAFSIR TERSEBUT, BAHKAN SAYA TIDAK INGIN MELEWATKANNYA. TETAPI SEJAK PAK KIAINYA MENINGAL DAN PENGGANTINYA YANG JUGA SAYA KAGUMI (ORANGNYA MASIH MUDA DAN BUTA TETAPI HAFAL AL-QURAN DAN KITAB-KITAB YANG MASYHUR) PINDAH KE LUAR KOTA, KEMUDIAN PENGAJIANNYA BERHENTI LAMA.

RUPANYA PENGGANTI UNTUK PENGAJIAN TAFSIR TERSEBUT SUDAH ADA DAN PAK HAJI SANUSI KALAU KETEMU SAYA SELALU BILANG PAK USTADZNYA BAGUS SEPERTI PENDAHULUNYA. HANYA MEMANG HARI DIMANA PENGAJIAN ITU DILAKSANAKAN SELALU BERBENTURAN DENGAN KEGIATAN SAYA ATAU KADANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT SAYA SENDIRI YAITU LUPA.

TAPI HARI ITU PENYAKIT LUPA SAYA, COBA SAYA LAWAN KARENA MEMANG TIDAK ADA KEGIATAN LAIN, SEHINGGA MENJELANG MAGHRIB SAYA SIAP-SIAP UNTUK BERANGKAT KE MASJID DIMANA PENGAJIAN TAFSIR AL-QURAN ITU DIADAKAN. WAH…TERNYATA KENDALA LAINNYA ADALAH SAYA HARUS MENUNGGU DULU MOTOR YANG AKAN SAYA PAKAI KARENA DIPAKAI ISTRI SAYA MENGAJAR MEMBACA AL-QURAN DI KOMPLEKS SEBELAH. SAYA LUPA UNTUK MENYAMPAIKAN RENCANA SAYA SIANG HARINYA UNTUK MENGHADIRI PENGAJIAN TERSEBUT. JADI AKHIRNYA SAYA HARUS TERBURU-BURU KE MASJID YANG DI MAKSUD. SAMPAI DISANA, SAYA TERLAMBAT 1 RAKAAT DAN BERADA DI SHAF KE DUA. DENGAN LEBAR MASJID SEPERTI MASJID ITU BISA MEMUAT 35-40 ORANG SATU SHAFNYA.

HANYA SAYANG, DAN MUNGKIN INI PENYAKIT DI HAMPIR ACARA SEPERTI INI –TENTUNYA DENGAN BERBAGAI ALASAN, PENGAJIAN NYA HANYA DIHADIRI KURANG DARI SEPULUH ORANG. PADAHAL MATERI DAN PENYAJIAN PAK USTADZ CUKUP MENARIK BAGI SAYA. DALAM HADIST RIWAYAT MUSLIM DIKATAKAN: “……..SIAPA YANG BERUSAHA MENCARI ILMU, ALLAH SWT MEMUDAHKAN BAGINYA JALAN KE SURGA. BILA SUATU KAUM BERKUMPUL DI SALAH SATU RUMAH ALLAH (MASJID), LALU MEREKA MEMBACA KITABULLAH DAN MEMPELAJARINYA SESAMA MEREKA, DITURUNKAN KEPADA MEREKA KETENANGAN DAN DISELUBUNGI MEREKA DENGAN RAHMAT. MEREKA DI KERUMUNI OLEH PARA MALAIKAT, DAN ALLAH MENYEBUT-NYEBUT MEREKA DENGAN BANGGA KEPADA ORANG-ORANG YANG DI DEKAT-NYA. SEDANGKAN ORANG YANG LALAI BERAMAL, IA TIDAK AKAN DAPAT MENGEJAR KETINGGALANNYA DENGAN GELAR KEBANGSAWANANNYA.” (DARI BUKU TERJEMAHAN HADIST SHAHIH MUSLIM JILID IV HALAMAN 263 PENERBIT “WIJAYA” JAKARTA)


TULISAN KALI INI TIDAK AKAN MEMBAHAS INTI SARI PENGAJIANNYA, WALAUPUN ADA BEBERAPA POINT YANG MENJADI CATATAN UNTUK SAYA YANG SELAMA INI SAYA BELUM TAHU. TETAPI YANG INGIN SAYA CATAT DISINI ADALAH INTI OBROLAN SAYA DENGAN PAK H. SANUSI SETELAH PENGAJIAN ITU SELESAI YANG DISAMBUNG DENGAN SHALAT ISYA BERJAMAAH.

RUPANYA PAK H. SANUSI BARU PULANG DARI UMRAH. BELIAU BANYAK BERCERITA SELAMA PERGI UMRAH TERSEBUT, TERUTAMA YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH IBADAH YANG BIASA KITA LAKUKAN SEHARI-HARI, YAITU IBADAH SHALAT. MEMANG KAMI INI YANG SELALU MENGIKUTI PENGAJIAN SELALU MENCARI CARA IBADAH YANG BENAR YANG BERSANDARKAN KEPADA HADIST YANG SHOHIH, BUKAN HANYA SEKEDAR ASAL ADA HADISTNYA. SEPERTI SLOGANNYA USTADZ YUSUF MANSUR “BENAHIN YANG WAJIB HIDUPKAN YANG SUNNAH”.

BAGAIMANAPUN PAK H. SANUSI MENGAMATI CARA IBADAH SHALAT DI MEKKAH DAN MADINAH KARENA DARI PAK KIAI DINFORMASIKAN BAHWA DI MEKKAH DAN MADINAH PARA ULAMANYA TIDAK TERGANTUNG KEPADA PENDAPAT SALAH SATU MAHZAB YANG ADA YANG SELAMA INI DIPAKAI SEBAGIAN PARA ULAMA TETAPI KEPADA HADIST YANG SHOHIH YANG MENDEKATI KEBENARAN AL-QURAN DAN SUNNAH RASULULLAH SAW. SAYA MENJADI TERINGAT JUGA PADA HADIST :”DARI IBNU ‘UMAR RA., DARI NABI SAW. SABDANYA : “SESUNGGUHNYA ISLAM ITU MULA-MULANYA ASING DAN AKAN KEMBALI ASING BAGAI SEMULA. DIA AKAN KEMBALI KEPADA DUA MASJID SEBAGAIMANA ULAR KEMBALI KE SARANGNYA.” (HR. MUSLIM, (DARI BUKU TERJEMAHAN HADIST SHAHIH MUSLIM JILID I HALAMAN 70 PENERBIT “WIJAYA” JAKARTA) APAKAH PENGERTIAN DARI HADIST ITU BAHWA NILAI DAN CARA IBADAH YANG BENAR AKAN TERPELIHARA DI DUA MASJID ITU, YAITU MASJIDIL HARAM DAN MASJID NABAWI. ITU PERLU SAYA TANYAKAN LEBIH LANJUT.

ADA POINT YANG MENARIK DARI CERITA PAK H. SANUSI, BAHWA DI SANA ITU KALAU KITA SHALAT BERJAMAAH TIDAK AKAN TERLEPAS DARI SHAF YANG LURUS DAN RAPAT. KALAU ADA SHAF YANG TIDAK LURUS MAKA ORANG ARAB DI SANA AKAN MENYURUH KITA UNTUK MAJU ATAU MUNDUR MELURUSKAN SHAF KITA. BEGITU PULA DENGAN RAPATNYA SHALAT BERJAMAAH. ADA LONGGAR SEDIKIT MAKA ORANG DARI BELAKANG AKAN LANGSUNG MASUK DI ANTARA SHAF YANG LONGGAR TERSEBUT. UNTUK YANG SATU INI PAK H. SANUSI SAMPAI MENGATAKAN BAHWA KITA TIDAK BISA UNTUK MELAKUKAN DUDUK TAWARUK PADA DUDUK TAHIYAT AKHIR SEPERTI YANG SELAMA INI KITA LAKUKAN. SEHINGGA DUDUK TAHIYAT AKHIR DILAKUKAN DENGAN CARA IFTIRASY SEPERTI DUDUK TAHIYAT AWAL ATAU DUDUK PADA ROKAAT KEDUA.

MENGENAI DUA HAL INI, LURUS DAN RAPATNYA SHAF, SAYA JUGA SANGAT PRIHATIN KALAU MELIHAT SHALAT JAMAAH DI MASJID-MASJID DI SINI. APAKAH MEREKA, JAMAAH TIDAK MENGETAHUI DALILNYA. TETAPI IMAM KADANG MENYAMPAIKAN KEPADA MAKMUM UNTUK MELURUSKAN DAN MERAPATKAN SHAF, TETAPI IMAM JUGA KADANG HANYA SEKEDAR MENYAMPAIKAN TIDAK MEMBERI KOMANDO UNTUK MELURUSKAN DAN MERAPATKAN SHAF. YANG MENJADI LEBIH PARAH, SAYA PERNAH MENEMUKAN BAHWA SHAFNYA YANG RAPAT BUKANNYA MAKMUM TETAPI SAJADAH YANG LEBAR-LEBAR DARI MASING-MASING MAKMUM. MASYA ALLAH. PADAHAL SAYA LIHAT KARENA WAKTU ITU SAYA DALAM POSISI MASBUK, TERLAMBAT, PARA MAKMUMNYA ADALAH HAJI-HAJI, MASJIDNYA BAGUS DAN BESAR. DAN WAKTU ITU ADALAH SHALAT SUBUH. JADI JAMA’AH INI ADALAH ORANG-ORANG PILIHAN YANG BIASA DATANG SHALAT BERJAMA’AH KE MASJID. WAKTU ITU SAYA SEDIH DAN TIDAK TAHAN UNTUK BERLAMA-LAMA DI MASJID ITU.

HAL YANG KURANG MENGENAKAN JUGA PERNAH SAYA ALAMI KETIKA SHALAT SUBUH DI SUATU MASJID DI LUAR KOTA KARENA SAYA DALAM PERJALANAN. MASJIDNYA CUKUP BESAR TAPI JAMA’AH SUBUH WAKTU ITU KURANG DARI SEPULUH ORANG. SHAF JUGA TIDAK RAPAT KARENA YANG RAPAT ADALAH SAJADAH DARI MASING-MASING JAMA’AH. SAYA YANG MENGAMBIL TEMPAT PALING PINGGIR, WAKTU ITU SEBELAH KIRI IMAM DAN SAYA TIDAK MEMBAWA SAJADAH JADI SAYA RAPATKAN DIRI SAYA KE PAK HAJI DI SEBELAH KANAN SAYA YANG SECARA OTOMATIS KAKI KANAN SAYA MENGINJAK SAJADAHNYA. SAYA SENDIRI MERASA SUNGKAN UNTUK MENGINJAK SAJADAH ITU TAPI KARENA PERINTAHNYA BEGITU YA…SAYA LAKUKAN SEPERTI ITU. SETELAH SELESAI SHALAT DAN BERDOA DIANTARA JAMA’AH DAN IMAM SALING BERSALAMAN, TERNYATA JAMA’AH DISEBELAH KANAN SAYA TIDAK MAU TERIMA TANGAN SAYA UNTUK SALAMAN. SAYA JUGA TIDAK ADA MASALAH DENGAN ITU, HANYA SANAGAT DISAYANGKAN KALAU BELIAU TIDAK MAU SALAMAN KARENA SAYA RAPAT DENGAN DIA DAN MENGINJAK SAJADAHNYA.

SEMOGA KITA SEMUA INI MENJADI MUTTABI’ YANG MENGERTI DASAR-DASAR HUKUM IBADAH KITA SEHINGGA KITA MENJADI UMMAT RASULULLAH SAW YANG TERBAIK. YANG TIDAK MENJADIKAN AJARAN RASULULLAH SAW SESUATU YANG ASING BAGI KITA. AMIN.


ﺍﻋﻮﺫ ﺑﺎﷲ ﻤﻦ ﺍﻠﺸﻴـﻄﺎﻦ ﺍﻟﺮﺠﻴــﻢ
ﺒﺴـــﻢ ﺍﷲ ﺍﻠﺮﺤﻤﻦ ﺍﻠﺮﺤﻴــﻢ

لَقَدْكَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اﷲِاُسْوَةُحَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوْا اﷲَ وَالْيَوْمَ
الْاٰخِرَ وَذَكَرَاﷲَكَثِيْرًَا

“SUNGGUH, TELAH ADA PADA (DIRI) RASULULLAH ITU SURI TAULADAN YANG BAIK BAGIMU (YAITU) BAGI ORANG-ORANG YANG MENGHARAPKAN (RAHMAT) ALLAHDAN (KEDATANGAN) HARI KIAMAT DAN YANG BANYAK MENGINGAT ALLAH” (AL-AHZAB : 21)

HADIST NO 387
DARI ANAS BIN MALIK RA., KATANYA RASULULLAH SAW BERSABDA: “LURUSKAN SHAF KAMU, KARENA SHAF YANG LURUS TERMASUK SHALAT YANG SEMPURNA.”
(DARI BUKU TERJEMAHAN HADIST SHAHIH MUSLIM JILID I HALAMAN 232 PENERBIT “WIJAYA” JAKARTA)

HADIST NO 383
DARI JABIR BIN SAMURAH RA. KATANYA : “………..KEMUDIAN BELIAU (MAKSUDNYA : RASULULLAH) MENDATANGI KAMI PULA, BERSABDA; “MENGAPA ANDA TIDAK MEMBUAT SHAF (BERBARIS) SEPERTI SHAF MALAIKAT DI HADAPAN TUHANNYA?”. TANYA KAMI, “BAGAIMANA CARANYA SHAF MALAIKAT DI HADAPAN TUHANNYA?” JAWAB BELIAU, “MEREKA PENUHI LEBIH DAHULU SHAF PERTAMA, DAN MEREKA RAPATKAN BARISAN MEREKA.”
(DARI BUKU TERJEMAHAN HADIST SHAHIH MUSLIM JILID I HALAMAN 220 PENERBIT “WIJAYA” JAKARTA)

Minggu, 04 April 2010

PAGI YANG CERAH, 05/04/10

ALLAH SWT KEMBALI MENGIRIMKAN MENTARI UNTUK MENYINARI BUMINYA DAN TENTUNYA LEBIH DARI ITU SINAR MENTARI MUNCUL UNTUK MENUNTUN HAMBANYA DALAM MENJALANI KEHIDUPAN. SEMUA TERASA INDAH DALAM PANDANGAN FISIK DITAMBAH UDARA SEGAR YANG TERHIRUP SEAKAN MENAMBAH ENERGI UNTUK MELAKUKAN AKTIVITAS HARI ITU. TETAPI SEMUA ITU AKAN MENJADI SEMAKIN INDAH DAN NYAMAN KETIKA ANTARA SESAMA MANUSIA MENDOAKAN AKAN KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN MASING-MASING.

HARI INI, PAGI INI, SEPERTI JUGA KEMARIN SAYA MANFAATKAN BONUS SMS GRATIS 100 KALI UNTUK MENGIRIMKAN SMS KEPADA TEMAN-TEMAN YANG ISINYA UNTUK SAMA-SAMA MELAKSANAKAN SHALAT SUNAT DHUHA, DISAMPING SEBAGAI BEKAL DI HARI NANTI JUGA SEMOGA DENGAN MENDAHULUKAN URUSAN AKHERAT SEBELUM MELAKUKAN URUSAN DUNIA MENJADIKANNYA SEBAGAI IZIN KEPADA ALLAH SWT YANG DENGANNYA URUSAN DUNIA ATAU PEKERJAAN KITA MENJADI LANCAR DAN TENTUNYA BERKAH.

KALAU SMS YANG DIKIRIM KEMARIN DIAWALI DENGAN PERMINTAAN SAYA UNTUK TIDAK MENGOMENTARI SMS YANG SAYA KIRIM (WALAUPUN BEGITU MASIH ADA 2 ORANG TEMAN YANG MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS SMS SAYA), SMS HARI INI SAYA TIDAK MENULIS HAL ITU. SEHINGGA BISA DITEBAK, SMS BALASAN PUN BERMUNCULAN. DARI YANG MULAI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH SAMPAI SMS YANG BERISI MENDOAKAN KEMBALI KEPADA SAYA.

AH….LUAR BIASA. DI PAGI YANG CERAH INI DENGAN MEMANFAATKAN FASILITAS YANG ADA KAMI BISA SALING MENDOAKAN SECARA LANGSUNG UNTUK KEBAHAGIAAN DI ANTARA KITA. SAYA JADI TERINGAT KETIKA SAYA MASIH SUKA JALAN PAGI SETELAH SHALAT SUBUH. HARI ITU, SAYA LUPA LAGI HARI APA, TAPI ADA KEMUNGKINAN HARI AHAD KARENA WAKTU ITU DUA ANAK SAYA YANG PEREMPUAN IKUT JUGA JALAN PAGI. KETIKA SUDAH KELUAR DARI LINGKUNGAN DIMANA RUMAH KAMI BERADA DAN MASUK JALAN DIMANA ORANG BANYAK MELAKUKAN AKTIVITAS OLAHRAGA TERUTAMA JALAN DAN LARI PAGI, SAYA BERTEMU DENGAN BEBERAPA ORANG YANG SAYA SENDIRI TIDAK MENGENAL MEREKA TETAPI MEREKA (ADA TIGA ORANG DALAM WAKTU YANG BERBEDA) MENGUCAPKAN SALAM KEPADA SAYA DAN SECARA OTOMATIS DAN SPONTAN SAYAPUN MENJAWAB SALAM MEREKA.

BARANGKALI KEJADIAN ITU WAJAR DAN LUMRAH SAJA, TETAPI BAGI SAYA WAKTU ITU MENJADI SUATU YANG TERFIKIRKAN SEBAGAI SUATU YANG LUAR BIASA. SAYA TIDAK MENGENAL MEREKA EMTAH APAKAH MEREKA MENGENAL SAYA ATAU TIDAK, YANG JELAS BAHWA PENAMPILAN FISIK SAYAPUN TIDAK MENUNJUKKAN SESUATU YANG BERBEDA DENGAN PADA UMUMNYA ORANG. KALAU JENGGOT DIGAMBARKAN KEPADA SEKELOMPOK ORANG YANG MEMANG MENEKUNI AKTIVITAS DAKWAH SEHINGGA ORANG TAHU IDENTITAS MINIMAL DARI ORANG TERSEBUT, TAPI SAYA TIDAK MEMPUNYAI JENGGOT WAKTU ITU BAHKAN SUDAH MENJADI KEBIASAAN ORANG KALAU MELIHAT PENAMPILAN FISIK SAYA, KULIT AGAK PUTIH DAN MATA AGAK SIPIT, ORANG MENDUGA BAHWA SAYA ADALAH TERMASUK KETURUNAN ETNIS TIONGHOA DAN ITU SUDAH TERJADI BEBERAPA KALI.

YAH…MUNGKIN KETIGA ORANG ITU TAHU AKAN KEBERADAAN SAYA. HANYA YANG LUAR BIASA LAGI ADALAH BAHWA UCAPAN SALAM DALAM ISLAM MERUPAKAN DOA BAGI ORANG DIBERIKAN SALAM DAN BEGITU JUGA SEBALIKNYA BALASAN SALAM DARI ORANG YANG MENERIMA SALAM ITU. WAKTU ITU SAYA SANGAT SENANG SEKALI KARENA PAGI-PAGI DALAM KONDISI KITA SEDANG BEROLAH RAGA KITA PUN MENDAPATKAN DOA DARI ‘BAHKAN’ ORANG YANG SAYA TIDAK KENAL DAN MENDOAKAN ORANG YANG SAYA TIDAK KENAL TERSEBUT. SUBHANALLAH

TIMBANGAN YANG TIDAK “SEIMBANG”

AKHIR TAHUN LALU DAN AWAL TAHUN INI, SULAWESI SELATAN KHUSUSNYA YANG KAMI RASAKAN DI IBU KOTA PROVINSI SULAWESI SELATAN YAITU MAKASSAR, MUSIM BUAH-BUAHAN TERBILANG PANENNYA SANGAT MELIMPAH UNTUK HAMPIR SEMUA JENIS BUAH-BUAHAN BAHKAN MUNCUL JENIS BUAH-BUAHAN YANG DI TAHUN TAHUN SEBELUMNYA BELUM ADA SEPERTI BUAH MANGGIS DAN BUAH CEMPEDAK. WALAUPUN BUAH-BUAHAN JENIS BARU TERSEBUT DARI SEGI KUANTITAS BELUM BEGITU BANYAK DAN KUALITASNYA PUN BELUM BEGITU BAGUS. TETAPI UNTUK BUAH-BUAHAN YANG MEMANG SUDAH MENGHIASI PERBENDAHARAAN BUAH-BUAHAN DI SULAWESI SELATAN SEPERTI DURIAN, RAMBUTAN DAN LANGSAT JUMLAHNYA SANGAT MELIMPAH DAN PERIODE WAKTUNYA CUKUP PANJANG TERUTAMA UNTUK LANGSAT DAN DARI KUALITASNYA CUKUP BAGUS. BAHKAN SAYA KATAKAN KEPADA TEMAN-TEMAN BAHWA SELAMA SAYA TINGGAL DI SULAWESI SELATAN INI RASANYA BARU KALI INI MENIKMATI LANGSAT YANG MANISNYA LAIN DARI YANG LAIN.

DENGAN MELIMPAHNYA BUAH-BUAHAN TERSEBUT TENTUNYA AKAN BERAKIBAT KEPADA HARGA YANG RELATIF MURAH. HARGA DURIAN PADA PUNCAKNYA MUSIM INI BISA MENCAPAI SETENGAHNYA HARGA DURIAN PADA MUSIM LALU. YA…SAYA TAHU HAL INI BUKAN KARENA SAYA KEPALA PASAR YANG MEMANTAU HARGA-HARGA TETAPI KARENA ANAK-ANAK SAYA SANGAT MENYUKAI BUAH-BUAHAN TERUTAMA DURIAN INI. JADI MAU TIDAK MAU KALAU ADA REZEKI ANAK-ANAK PASTI MINTA DIBELIKAN DURIAN. BEGITU PULA DENGAN HARGA BUAH-BUAHAN YANG LAINNYA, SEPERTI RAMBUTAN DAN LANGSAT.

HANYA YANG JADI PERBINCANGAN KALI INI DARI TEMAN-TEMAN ADALAH ADANYA KECURANGAN PARA PEDAGANG DALAM MENIMBANG BARANG JUALANNYA, TERUTAMA LANGSAT. DENGAN BANYAKNYA PENJUAL LANGSAT DENGAN MEMAKAI MOBIL BAK-BAK TERBUKA (PICK UP ATAU TRUK KECIL) MEREKA BERSAING DENGAN MENULISKAN HARGA JUALANNYA DALAM KERTAS KARTON SEPERTI LANGSAT POLMAS 10.000 PER 4 KG. BAHKAN SEKARANG DI BEBERAPA TEMPAT SUDAH ADA YANG BERANI MEMASANG HARGA 10.000 UNTUK 5 KG LANGSAT. (PADAHAL AWALNYA MUNCUL LANGSAT HARGA MASIH BERKISAR 5000 PER KG). TETAPI KETIKA TEMAN-TEMAN MENIMBANG KEMBALI DI RUMAHNYA TERNYATA TIMBANGANNYA HANYA 2.25 KG. SAYA SENDIRI BEBERAPA KALI MEMBELI LANGSAT DAN SAYA PERHATIKAN TIMBANGAN YANG DIPAKAI RATA-RATA TIMBANGAN BARU ATAU PENAMPILAN FISIK DARI TIMBANGANNYA KELIHATAN MASIH BARU DAN SAYA PERHATIKAN KETIKA MENIMBANGPUN JARUM TIMBANGAN MENUNJUKKAN ANGKA 0.

KELUHAN TEMAN-TEMAN KEMARIN ADALAH KELUHAN YANG KEDUA KALI SAYA DENGAR. BULAN LALU PUN SAYA MENDENGAR KELUHAN YANG SERUPA DARI TEMAN-TEMAN WANITA YANG DATANG BERKUMJUNG KE RUMAH. ALHAMDULILLAH WAKTU ITU SAYA MENERIMA KIRIMAN LANGSAT DARI TEMAN DI MAMUJU, SULAWESI BARAT, SATU STEREOFOAM PENUH DAN RASANYA LUMAYAN MANIS. JADI SAMBIL MAKAN LANGSAT TEMAN-TEMAN ITU BERCERITA TENTANG PENJUAL LANGSAT YANG NAKAL DALAM MASALAH TIMBANGAN. WAKTU ITU SAYA TIDAK TERLALU FIKIRKAN CERITA TEMAN TERSEBUT. WALAUPUN SETELAH ITU SAYA BEBERAPAKALI MEMBELI LANGSAT.

JADI ATAS KELUHAN TEMAN KEMARIN ITU, BAHKAN DIA PERTANYAKAN KEMANA AKTIVITAS DARI PARA PETUGAS METROLOGI YANG BIASA MENSTANDARDISASI TIMBANGAN-TIMBANGAN PARA PENJUAL DI PASAR-PASAR. SAYA BILANG SAMBIL BERCANDA MEREKA KAN TUGASNYA DI PASAR SEDANGKAN INI PARA PENJUAL LANGSAT MENJUALNYA DI PINGGIR JALAN DALAM MOBIL LAGI. TEMAN BILANG YA…ITUKAN TETAP TUGASNYA. SAYA PUN KEMUDIAN TERINGAT AKAN AYAT DALAM AL-QURAN YANG SURATNYA SEMENTARA INI SAYA HAFALKAN, YAITU SURAT AL-MUTHOFFIFIN, YANG AYAT PERTAMANYA SAJA SUDAH MENJELASKAN TENTANG ANCAMAN KEPADA ORANG YANG CURANG DALAM MENIMBANG. DIMANA KALAU DIA MENERIMA TIMBANGAN DARI ORANG INGIN DICUKUPKAN TETAPI KALAU MENIMBANG UNTUK ORANG LAIN DIA KURANGI.

PAGI TADI SAYA PUN COBA BUKA TAFSIR AL-MAROGHI TERJEMAHAN YANG MENJELASKAN TENTANG SURAT ITU. KELAKUAN SEPERTI ITU MEMANG SUDAH ADA PADA ZAMAN RASULULLAH SAW, SEHINGGA DIGAMBARKAN BAHWA ORANG SEPERTI ITU MEMPUNYAI SIFAT TAMAK DAN RAKUS. TENTUNYA PERBUATAN SEPERTI TIDAK BAIK BAGI DIRINYA DAN TENTUNYA UNTUK ORANG LAIN JUGA. ORANG LAIN AKAN MERASA DIRUGIKAN. AH…SAYANG TENTUNYA APA YANG DIDAPATNYA PUN TIDAK BERNILAI BERKAH.
SEMOGA KITA TERHINDARI SIFAT SEPERTI ITU DAN TENTUNYA KELAKUAN SEPERTI ITU. AMIN

Rabu, 17 Maret 2010

rokok haram (lanjutan)

Ada pembicaraan yang menurut saya agak menggelikan berhubungan dengan rokok ini. Saya pernah sampaikan di milist alumni.

assalamu'alaikum.
(serba-serbi pembicaraan tentang rokok)
tadi siang, sementara sedang memperhatikan para pekerja memasang keramik di musholla yang sedang kami bangun, saya dan teman yang termasuk tokoh masyarakat dan termasuk sudah berumur terlibat pembicaraan yang serius tapi santai. ketika teman saya tersebut meminta rokok kepada salah satu pekerja yang ambil waktu istirahat sebentar dan dipakainya untuk merokok, mulailah pembicaraan tentang rokok dimulai. ya namanya orang sedang di musholla pembicaraan tidak jauh dari masalah hukumnya rokok. walau pun saya, dan saya yakin beliau pun tahu tentang fatwa ulama tentang itu tetapi saya awalnya hanya akan membicarakan masalah rokok dengan ringan-ringan saja.


=saya bilang, wah...puang (panggilan bangsawan, kalau di jawa atau sunda sama dengan raden) ini, sudah tua masih tetap merokok!!


=beliau jawab, saya pernah tanya masalah hukum ke kiai saya tentang rokok ini. (wah..saya fikir ini akan menarik karena berhubungan dengan fatwa ulama yang telah ditetapkan}


-sebelum teman itu melanjutkan, saya potong dulu pembicaraannya, saya bilang : tunggu dulu puang,,,itu kiainya merokok atau tidak? (maksudnya supaya saya tahu arah fatwa dari pak kiainya)


=puang itu menjawab : tidak! kemudian meneruskan pembicaraannya : jadi menurut kiai saya hukum merokok itu ada 2, makruh dan halal. nah seperti saya...
(sebelum melanjutkan saya kembali potong pembicaraannya)


-saya bilang, tunggu dulu... makruh itu apa?


=beliau jawab bahwa makruh itu kalau kita melakukan kita hal tersebut kita tidak mendapatkan apa-apa, tetapi kalau kita tidak melakukan hal itu berarti kita dapat amal (maksudnya pahala).


-kemudian saya timpali, kalau begitu kalau kita melakukan hal itu berarti kita melakukan hal yang sia-sia? (saya tidak lanjutkan bahwa makruh itu menurut sebagian ulama mendekati kepada haram)


=beliau jawab: benar, itu berarti melakukan hal yang sia-sia. sedangkan hukum halalnya merokok ketika jika orang itu berhenti merokok justru akan mengakibatkan sakit pada orang itu.


-saya bilang karena orang itu sudah kecanduan.


=puang itu menjawab, iya..karena sudah kecanduan!


- mendengar hal itu, saya spontan menjawab sambil tertawa : tunggu, tunggu, puang...kalau begitu, ketika kita melakukan hal yang sia-sia dan terus menerus sampai badan kita kecanduan kita terkena hukum makruh, tetapi kemudian ketika kita berhenti dan mengakibatkan kita sakit hukumnya menjadi halal. (saya sambil tertawa, diiringi para pekerja yang juga mendengar pembicaraan itu).


=mendengar semuanya tertawa, puang itu menjawab, tidak begitu...ketika orang tidak tahu hukumnya merokok hukumnya makruh, namun ketika dia tahu dan mau berhenti tetapi tidak bisa itu menjadi halal..


-saya bilang kalau sudah kecanduan memang tidak bisa berhenti sekaligus harus bertahap dan memang punya keinginan kuat untuk berhenti.


dst...dst... he-he...


wassalam

rokok haram

Setelah MUI menetapkan bahwa merokok itu haram dalam rapat nasionalnya kalau tidak salah setahun (atau dua) yang lalu, akhir-akhir ini muncul lagi dari ormas keagamaan Muhammadiyah yang mengumumkan seperti itu. Saya tidak mengerti apakah Muhammadiyah sebagai ormas keagamaan tidak ikut rapat nasionalnya MUI waktu itu, atau ini sekedar penguatan kembali khususnya untuk warga muhammadiyah.

Tetapi walaupun begitu yang ribut jadi semuanya. yah...wajar lah. karena semua berkepentingan di dalamnya termasuk pemerintah, yang konon pemasukan devisa dari industri rokok dan turunannya mencapai kurang lebih 50 trilyun rp.

Kalau tidak salah saya pun merekam ramainya isu tentang hram atau tidak rokok waktu dulu. jadi saya copy lagi saja.
PAGI ITU, SETELAH SHALAT SUBUH BERJAMAAH DI MASJID, SAYA HUNTING AYAT AL-QURAN. SEBENARNYA SAYA MENCARI AYAT YANG PERNAH SAYA BACA SEBELUMNYA YAITU TENTANG ALLAH SWT AKAN MENGUJI SESEORANG DENGAN KEMUDAHAN MENDAPATKAN HEWAN BURUAN. SETELAH BEBERAPA WAKTU AYAT YANG SAYA INGINKAN PUN SAYA TEMUKAN. AKHIRNYA SAYA BACA AYAT TERSEBUT DAN MENCOBA UNTUK MEMAHAMINYA KEMBALI. KEMUDIAN SETELAH ITU TIBA-TIBA MATA SAYA TERPAKU PADA AYAT YANG TERLETAK PADA HALAMAN DI SAMPINGNYA, YANG ARTINYA :”DENGAN MINUMAN KERAS DAN JUDI ITU, SYEITAN HANYALAH BERMAKSUD MENIMBULKAN PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN DI ANTARA KAMU DAN MENGHALANG-HALANGI KAMU DARI MENGINGAT ALLAH DAN MELAKSANAKAN SHALAT. MAKA TIDAKLAH KAMU MAU BERHENTI?” (AL-MAIDAH AYAT 91).

SETELAH SAYA BACA KEMBALI DAN KEMUDIAN MEMIKIRKAN AYAT TERSEBUT, AKHIRNYA SAYA PUN MELIHAT DAN MEMBACA KE AYAT SEBELUMNYA YAITU AYAT 90 YANG ARTINYA :”WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, SESUNGGUHNYA MINUMAN KERAS, BERJUDI, (BERKURBAN UNTUK) BERHALA DAN MENGUNDI NASIB DENGAN ANAK PANAH ADALAH PERBUATAN KEJI DAN TERMASUK PERBUATAN SETAN. MAKA JAUHILAH (PERBUATAN-PERBUATAN ITU) AGAR KAMU BERUNTUNG”.

YANG SAYA DAPAT TANGKAP DARI KEDUA AYAT DI ATAS ADALAH SEBAGAI BERIKUT :
1. AYAT 91 ADALAH AYAT YANG MENYAMPAIKAN SUATU AKIBAT ATAU EFEK YANG JELEK DARI PERBUATAN YANG TELAH DILARANG PADA AYAT 90 YAITU MINUMAN KERAS DAN BERJUDI. AKIBAT YANG JELEK ITU BERSIFAT HORIZONTAL DAN VERTIKAL. YANG BERSIFAT HORIZONTAL KITA BISA MELIHAT, GARA-GARA MINUMAN KERAS DAN BERJUDI, YANG MEMANG MERUSAK PRIBADI ORANG TERSEBUT (FISIK DAN PSIKIS), PERSOALAN KECIL BISA MERAMBAT DAN BERKEMBANG MENJADI SESUATU YANG BESAR YANG MELIBATKAN BANYAK ORANG. PERKELAHIAN ANTAR KELOMPOK PEMUDA ATAU ANTAR MASYARAKAT KAMPUNG/DESA.

2. DI AYAT 90, SAYA SEMPAT BERFIKIR LAMA, KENAPA HANYA EMPAT PERBUATAN INI DIMUNCULKAN PADA AYAT INI? SAYA SENDIRI BUKAN SEORANG MENGETAHUI BANYAK TENTANG ILMU AGAMA TETAPI KADANG-KADANG MEMBACA BUKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN AGAMA ATAU MENDENGARKA CERAMAH AGAMA. AYAT SEPERTI INI BIASANYA DIWAHYUKAN ALLAH KEPADA NABI MUHAMMAD SAW. KARENA ADA SALAH SATU SAHABAT NABI YANG BERTANYA ATAU ADA KEJADIAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH TERSEBUT. YANG MENARIK ADALAH KENAPA KE EMPAT PERBUATAN ITU YANG DITANYAKAN. KENAPA DENGAN MENCURI, MERAMPOK, MEMPERKOSA ATAU MEMBUNUH DAN LAIN-LAIN PERBUATAN YANG JELEK DI MASYARAKAT. MEMANG DIA AYAT LAIN DALAM AL-QURAN ADA JUGA YANG MEMBAHAS TENTANG PERBUATAN-PERBUATAN TERSEBUT, TETAPI SAYA BERFIKIR BAHWA PERBUATAN-PERBUATAN JELEK TADI MEMANG SUDAH DIANGGAP TIDAK BAIK DI MASYARAKAT KETIKA SEBELUM NABI MUHAMMAD SAW DATANG. SEMENTARA PERBUATAN-PERBUATAN YANG TERCANTUM DI AYAT 90, ADALAH PERBUATAN-PERBUATAN YANG UMUM DILAKUKAN OELH MASYARAKAT PADA WAKTU ITU, TERMASUK PARA PEMBESARNYA.

NAH, DARI DUA POINT DI ATAS SAYA JADI TERINGAT MASALAH YANG SEDANG RAMAI DIPERBINCANGKAN PADA SAAT INI YAITU YANG BERHUBUNGAN DENGAN ROKOK. MUI (MAJELIS ULAMA INDONESIA) ATAS PERMINTAAN DARI KOMISI PERLINDUNGAN ANAK DIMOHON UNTUK MENGELUARKAN FATWA MENGENAI HUKUMNYA MEROKOK.

SEBELUMNYA SAYA MENCATAT BEBERAPA POINT YANG BISA SAYA TANGKAP KETIKA SECARA SENGAJA ATAU TIDAK SENGAJA SAYA MENGIKUTI PERKEMBANGAN DIALOG TENTANG HAL TERSEBUT.
1. SAYA PERNAH MEMBACA DI HARIAN SINDO (HARI DAN TANGGALNYA LUPA, BEGITU PULA DENGAN PENULISNYA) YANG MENGULAS TENTANG MEROKOK INI. DIKATAKAN DI SANA BAHWA ORANG YANG TERLIBAT SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG DALAM BISNIS ROKOK MULAI DARI HULU SAMPAI HILIR MENCAPAI ANGKA 30 JUTAAN. SUATU BISNIS YANG SANGAT MELIBATKAN BANYAK ORANG. KEMUDIAN YANG MENARIK DARI TULISAN ITU JUGA MENGATAKAN BAHWA DI JAWA TIMUR YANG BOLEH DIBILANG GUDANGNYA ULAMA KARENA SAKING BANYAKNYA PESANTREN, SEBAGIAN BESAR PARA ULAMA TERSEBUT ADALAH PEROKOK! (O, O….)
2. YANG GENCAR MENGANGKAT MASALAH INI KE PERMUKAAN LEWAT LAYAR KACA ADALAH TV-ONE. TELEVISI YANG PUNYA TOKOH BANG-ONE, BEBERAPA KALI MENAYANGKAN LEWAT ACARA DEBAT DAN ACARA YANG LAINNYA, YANG MENGHADIRKAN HAMPIR SEMUA UNSUR YANG TERLIBAT DI DALAMNYA. MULAI PENGUSAHA ROKOK DAN ASOSIASINYA, ULAMA BAIK YANG MEROKOK MAUPUN YANG TIDAK MEROKOK, BAIK YANG DARI MUI MAUPUN ULAMA YANG BUKAN PENGURUS MUI, TOKOH-TOKOH LSM YANG BERGERAK DALAM PEMERHATI ROKOK, PERLINDUNGAN ANAK, DAN KESEHATAN. SUDAH TENTU DIHADIRKAN JUGA AHLI KESEHATAN. TIDAK LUPA WARTAWANPUN DIUNDANG DIDALAMNYA. DARI BEBERAPA KALI ACARA TERSEBUT ADA YANG BISA SAYA CATAT DISINI :
- WARTAWAN BILANG :”SAYA TIDAK BISA KERJA SAMPAI MALAM KECUALI SAYA SAMBIL MEROKOK” DIJAWAB IBU DARI LSM :”..AH, ITU HANYA SUGESTIF SAJA. BANYAK KOK ORANG BISA BEKERJA SAMPAI LARUT MALAM TANPA MEROKOK”.
- PEMERHATI KESEHATAN MENYATAKAN :”DI DALAM ROKOK TERDAPAT BERPULUH-PULUH ZAT YANG BERBAHAYA YANG BISA MENGAKIBATKAN SESEORANG YANG MEROKOK TERKENA PENYAKIT, SEPERTI KANKER, DLSBNYA” ULAMA YANG PEROKOK DAN BUKAN DARI MUI MENGATAKAN:”SEKARANG HARUS DILIHAT DULU, APAKAH DARI 10 ORANG YANG MEROKOK APA SEMUANYA TERKENA KANKER?”
- ASOSIASI PENGUSAHA ROKOK MENGATAKAN :”KALAU NANTINYA KELUAR FATWA HARAM BAGAIMANA DENGAN JUTAAN ORANG YANG SEKARANG TERLIBAT DALAM INDUSTRI ROKOK, YANG NOTA BENE MAYORITAS ADALAH ORANG-ORANG YANG DARI SEGI KEKAYAAN BUKAN YANG YANG BANYAK DUITNYA. KALAU KEMUDIAN PABRIK HARUS TUTUP APA NANTINYA AKAN MENAMBAH RAKYAT MISKIN DI INDONESIA?” TOKOH LSM MENIMPALI :”KAMI TIDAK ADA WACANA UNTUK MENUTUP PABRIK ROKOK, HANYA KAMI MINTA BAHWA PEMERINTAH MENGELUARKAN ATURAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN ROKOK INI TERUTAMA DALAM PEREDARANNYA. JUSTRU DENGAN TIDAK ADANYA ATURAN, ROKOKLAH PENYEBAB KEMISKINAN MASYARAKAT. UNTUK MASYARAKAT YANG TIDAK MAMPU ROKOK MENEMPATI SEKIAN PERSEN (LUPA ANGKANYA) DARI BELANJA KELUARGA PER BULANNYA. TANPA ATURAN ROKOK JUGA MUDAH DIDAPATKAN OLEH ANAK-ANAK DIBAWAH UMUR.
- ADA JUGA PESERTA YANG MEMPROTES TENTANG PERAN MUI DALAM MASALAH INI. DIA BILANG MUI KAN BUKAN DARI STRUKTUR PEMERINTAH KENAPA HARUS REPOT NGURUS YANG BEGINI. DARI MUI DENGAN TENANG MENGATAKAN MEMANG BETUL MUI BUKAN UNSUR PEMERINTAH TETAPI MUI SEBAGAI LEMBAGA YANG MENGURUSI MASALAH UMAT KADANG MENJADI RUJUKAN UMAT UNTUK BERTINDAK. SEKARANG APALAGI FATWA ATAU PUTUSAN ULAMA TENTANG PRODUK-PRODUK MAKANAN DIPAKAI OLEH INDUSTRI, KARENA MEMANG UMAT MEMBUTUHKAN ITU.
- ADA LAGI PESERTA YANG PRO ROKOK DENGAN LANTANG MENGATAKAN :”AYAH SAYA PEROKOK BERAT TAPI UMURNYA BISA SAMPAI 90 TAHUN!!!” TETAPI KEMUDIAN TIBA-TIBA ADA YANG NYELETUK DARI KELOMPOK YANG KONTRA ROKOK :”COBA KALAU TIDAK MEROKOK, UMURNYA MUNGKIN BISA SAMPAI 130 TAHUN!!!” DIIRINGI GERR…DARI PARA PENONTON YANG ADA.

MEMANG SERU….DARI BEBERAPA KALI ACARA DEBAT, SAYA TIDAK BISA MEREKAM SEMUANYA UNTUK DITAMPILKAN DISINI. REDAKSI YANG DI ATAS PUN MUNGKIN TIDAK PERSIS SAMA TETAPI MAKSUDNYA SEPERTI ITU. PERSOALANNYA MEMANG PELIK DAN DILEMATIS UNTUK BEBERAPA PIHAK. UNTUK UMAT ISLAM SENDIRI SEPERTI DALAM TULISAN DI SINDO ITU DIKATAKAN TIDAK ADA ATURAN JELAS YANG BERBICARA MASALAH ROKOK. ULAMA DARI MUI MENGATAKAN SELAMA INI PERKEMBANGAN HUKUM TENTANG MEROKOK DI MASYARAKAT ADALAH HARAM DAN MAKRUH. HARAM, SUDAH JELAS ARTINYA TIDAK BOLEH MEROKOK. MAKRUH ARTINYA DILAKUKAN TIDAK APA-APA, MENINGGALKAN MENDAPAT PAHALA. JADI, MENURUT ULAMA DARI MUI ITU INTINYA SEBENARNYA BIAR MAKRUH DAN YANG JELAS HARAM, KEDUA-DUANYA MELARANG ORANG UNTUK MEROKOK. KARENA MAKRUH, DENGAN MENINGGALKANNYA KITA MENDAPAT PAHALA.

DI PENGAJIAN YANG BIASA SAYA HADIRI, ADA PESERTA PENGAJIAN YANG PERNAH MENANYAKAN HUKUMNYA MEROKOK. PAK KIAI YANG MENDAPAT PERTANYAAN ITU, BELIAU MENJAWAB DENGAN DIPLOMATIS :”KALAU KITA KE MEKKAH, DI MASJIDIL HARAM DI TIAP TIANGNYA ADA TANDA ATAU GAMBAR ROKOK YANG DISILANG. MAKSUDNYA SEPERTI YANG DIKETAHUI DENGAN GAMBAR ITU ADALAH DILARANG MEROKOK, TETAPI DIBAWAH TANDA TERSEBUT DITULIS AYAT AL-QURAN YANG ARTINYA :”JANGANLAH KAMU MENCELAKAI DIRIMU SENDIRI” (SAYA LUPA SURAT DAN AYAT BERAPA)

SAYA SENDIRI TIDAK MEROKOK. AYAH SAYA DULUNYA ADALAH PEROKOK BERAT JUGA. DULU SEWAKTU SAYA MASIH SMA PERNAH MENCOBA-COBA UNTUK MEROKOK KARENA MELIHAT ORANG ATAU TEMAN-TEMAN YANG MEROKOK SEPERTINYA NIKMAT SEKALI. TETAPI SETELAH SAYA COBA BAIK ITU YANG FILTER ATAU KRETEK. YANG MAHAL ATAU YANG MURAH. BIBIR DAN LIDAH SAYA NAMPAKNYA TIDAK BISA MENERIMA RASA DARI ROKOK TERSEBUT. SEHINGGA SAMPAI SEKARANG SAYA TIDAK MEROKOK. JADI DASAR AWALNYA SAYA TIDAK MEROKOK KARENA MEMANG LIDAH DAN BIBIR SAYA YANG MERASA TIDAK NYAMAN DAN TIDAK NIKMAT KETIKA SAYA MEROKOK.

SEBAGAI ORANG YANG AWAM DALAM MASALAH AGAMA, SAYA HANYA DAPAT MELIHAT DARI YANG SAYA BACA SAJA. SEBAGAI AYAT YANG JELAS (MUHKAMAT) AYAT 90 DAN 91 DI ATAS YANG BERBICARA TENTANG MINUMAN KERAS DAN JUDI SERTA AKIBATNYA, APAKAH ITU BISA DIQIYASKAN DENGAN MASALAH ROKOK INI? SAYA FIKIR INI MEMANG TIDAK MUDAH KARENA TERNYATA BUKTINYA PUN BANYAK ULAMA YANG MENGERTI AGAMA TETAP SAJA MEROKOK. APALAGI DINYATAKAN DAN INI PERLU PEMBUKTIAN BAHWA TIDAK SEMUA ORANG YANG MEROKOK TERKENA PENYAKIT YANG MEMBAHAYAKAN.