Selasa, 09 Juni 2015

Perkataan Ali bin Abi Thalib ra ketika Umar bin Al-Khathab ra wafat

Ibnu Abbas ra berkata, "Umar bin Al-Khathab ra dibaringkan di atas tempat tidurnya, orang-orang mengkafani, mendoakan dan menshalatkan sebelum jenazahnya diangkat, dan saya menyertai mereka.

Saya melihat seseorang mengangkat jenazahnya, ternyata dia adalah Ali bin Abi Thalib. Sambil mencium jenazah Umar, Ali bin Abi Thalib berkata, "Tidak ada orang yang mendahului saya yang lebih saya cintai yang diturunkan Allah kecuali apa yang engkau telah lakukan. Demi Allah, saya sudah menyangka Allah akan menjadikanmu bersama dengan kedua sahabatmu. Sering kali saya mendengar Nabi Muhammad saw berkata, "Saya pergi bersama Abu Bakar dan Umar. Saya masuk bersama Abu Bakar dan Umar. Saya keluar bersama Abu Bakar dan Umar."

(Al-Bukhari, Kitab Manaqib (3685) dalam The Great Leader of Umar bin Al-Khathab. Dr. Muhammad Ash-Shalabi

Wasiat Umar ra kepada Saad ra

Ketika Umar bin Al-Khathab ra (14 H) mengangkat Sa'ad bin Abi Waqqash ra sebagai panglima tertinggi untuk berjihad di bumi Irak yang dikuasai Persia, beliau berwasiat, "Janganlah engkau merasa bangga dengan kedudukanmu bahwa orang akan mengatakan, "Engkau adalah keponakan Rasulullah dan sekaligus sebagai sahabatnya." Sesungguhnya Allah tidak menghapus kejelekan dengan kejelekan, tetapi Dia akan menghapus kejelekan dengan kebaikan. Sesungguhnya tidak ada manfaatnya berbangga dengan keturunan (nasab) di sisi Allah kecuali dengan kepatuhan yang tulus kepada-Nya. Seluruh manusia, baik yang berasal dari keturunan mulia maupun dari keturunan yang rendah hakikatnya adalah sama dalam pandangan Allah. Mereka semua adalah hamba Allah dan Allah Rabb mereka. Tingkat mereka akan berbeda-beda sesuai dengan kemaafan yang diberikan Allah padanya dan sedikit banyaknya ketaatan mereka kepada Allah. Lihatlah seluruh perkara yang telah diperbuat Rasulullah saw sejak beliau diutus hingga berpisah dengan kita, kemudian ikuti jejaknya karena sesuangguhnya itulah kebaikan yang hakiki. Inilah nasihatku padamu, dan jika engkau menolaknya dan membencinya maka amalanmu akan gugur sia-sia dan engkau akan menjadi merugi."

Ketika melepas kepergiannya, Umar berpesan lagi kepada Sa'ad, "Engkau akan menghadapi suatu perkara yang sangat berat. Maka bersabarlah dan bersabarlah terhadap apa pun yang menimpamu, maka akan terkumpul dalam dirimu rasa takut kepada Allah, dan ketahuilah, sesungguhnya takut (khasyyah) kepada Allah akan dapat melekat dengan dua perkara, yaitu dengan mentaati-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Sesungguhnya barang siapa yang dapat selalu patuh dan tunduk kepada-Nya, dia adalah orang-orang yang membenci dunia dan mencintai akherat.

Sebaliknya orang-orang yang bermaksiat melanggar perintahnya adalah orang-orang yang mencintai dunia dan membenci akherat. Sesungguhnya hati itu diciptakan Allah memiliki hakikat. Ada yang bersifat Rahasia dan ada yang bersifat terang-terangan. Ada pun hakikat hati yang terang-terangan yaitu jika dia merasa bahwa orang yang memujinya dan menghinanya sama saja tidak dapat mempengaruhi dirinya dalam berbuat kebaikan. Adapun hakikat hati yang rahasia dapat diketahui dengan munculnya hikmah dari dalam hatinya melalui ungkapan lidahnya dan kecintaan manusia terhadap dirinya.

Dan sesungguhnya jika Allah mencintai seseorang maka Allah akan menjadikan orang tersebut dicintai makhluk-Nya. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka Dia akan menjadikan hamba tersebut dibenci oleh makhluk-Nya. Maka ukurlah di mana kedudukan dirimu di sisi Allah dengan kedudukanmu di sisi manusia."

Dari buku : Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung, Al-Hafizh Ibnu Katsir.

Minggu, 07 Juni 2015

Yang ringan dan yang lucu!

Obrolan santai menjelang final liga champion Eropa.

A : Eh...kamu kan suka bola ya?
B : Iya, emang kenapa tuh?
A : Kan nanti malam final liga champion, nonton bareng yuk?
B : Oh iya, BCL lawan Jupe toh? mau nonton dimana?
A : Di rumah ku saja. eh...ngomong-ngomong kamu pegang yang mana. BCL apa Jupe?
B : Maaf, saya tidak pegang salah satunya atau dua-duanya, karena ....mereka bukan muhrim saya!!!
A : Hiks!!!

Sabtu, 06 Juni 2015

Kemampuan bela diri seorang pemimpin

Kalau kita suka nonton acara te-pe yang khususnya disiarkan oleh ANTV, mulai dari Mahabarata, kejayaan Mahabarata, Asoka, Jodha Akbar, King Sulaiman yang sekarang berjudul Abad kejayaan dan mungkin yang lainnya, yang intinya semua menceritakan tentang Hebatnya seorang Pemimpin. Dimana semua pemimpin yang digambarkan sebagai Raja atau Kaisar, mereka semua rata-rata mempunyai kemampuan dalam hal ilmu beladiri, seperti kemampuan berperang dengan pedang, panah, gada dan lain sebagainya. Tetapi walau begitu, tetap harus diiringi kemampuan intelektual dari sang pemimpin dalam memimpin kerajaannya atau dinastinya.

Dan kewajiban sang Raja atau Kaisar untuk melatih keturunannya kemampuan-kemampuan seperti itu, kita lihat bagaimana pandawa dan kurawa dikursuskan ke para ahli seperti pendeta dorna, king sulaiman menyuruh anak-anaknya untuk belajar ilmu pedang begitu pula jalaluddin akbar kepada anak-anaknya khususnya pangeran calon pengganti dirinya.

Tetapi seiring dengan berkembangnya teknologi senjata dari senjata konvensional seperti pedang, panah, meriam kecil menjadi senjata-senjata modern saat ini, mulai dari pistol, senjata laras panjang, manual dan otomatis bahkan bom nuklir hingga zat-zat kimia berbahaya dan bakteri atau virus bisa dijadikan senjata saat ini. Sehingga kemampuan beladiri seperti yang digambarkan oleh cerita-cerita yang ditampilkan ANTV menjadi tidak lagi penting saat ini. Kemampuan Intelektual kepemimpinan lebih diperlukan pada saat ini. Disamping itu karena perkembangan zaman pula track record menjadi penting pula terutama berhubungan dengan moralitas dan pencitraan si pemimpin.

Hanya memang mencari sosok yang sempurna untuk seorang pemimpin pada saat ini tidak mudah dan boleh jadi suatu yang mustahil. Dalam berbagai kompetisi kepemimpinan, bukanlah sosok yang sempurna yang dicari tetapi seseorang yang terbaik dari yang baik-baik atau bahkan seseorang yang baik dari yang tidak baik. Untuk itulah diperlukan orang-orang hebat yang melingkari kepemimpinan yang akan membantu seorang pemimpin yang akan membantu selama proses menjadi pemimpinnya. Sosok-sosok dibalik layar inilah sebenarnya penampakan pemimpin yang muncul di depan layar. Pemilihan orang-orang hebat dibalik layar inilah yang juga akan menentukan pencitraan seorang pemimpin. Karena merekalah yang akan memberikan masukan-masukan dari permasalahan yang ada. Tapi perlu diingat pula bahwa sosok-sosok dibalik layar ini juga, walau orang-orang hebat dalam bidangnya bukanlah pula sosok yang sempurna.

Jadi kalau hanya sekedar lupa atau tidak tahu suatu pengetahuan siswa-siswa kelas menengah apalagi kalau itu masih jadi perdebatan, dan itu juga tidaklah penting-penting banget yang akan meruntuhkan negara yaaa......tidak usah diperpanjang walau mungkin kita tertawa karena nya! Urusan PSSI mungkin lebih penting karena menyangkut hobi mayoritas masyarakat Indonesia (he-he.....setidaknya itu menurut saya, mas bro!)

Jumat, 05 Juni 2015

Rupiah dan yang lainnya.

hhhmmmmmmm......pound sterling, sedikit lepas dari eskpektasi sebelumnya. Tetapi tidak apa-apa, aristokrat, arogan dan nilai yang tertinggi mewarnai keindahannya! Berbeda dengan Dollar Amerika, yang teknokrat, dominan, dan boleh jadi agak liar sedikit.

Walau ujung-ujungnya Rupiah, karena kita hidup di dalamnya, selalu kalau dikaitkan dengan mereka tidak terlepas dari dua kata, terpuruk atau menguat! Terlepas dari ada yang mempermainkannya atau sekedar alam yang menginginkannya.

Xixixixi......nasip-nasip! terus gimana donnnnnnn!!!! he-he....jalan aja terus, karena kehidupan ini adalah milik mu sendiri, bukan punya presiden mu, bukan juga punya orang lain! Syukurin apa yang ada dan sabar apa yang ada dalam anganmu!

Kamis, 04 Juni 2015

Jelang Final Liga Champion Eropa

Trio maut MSN yang menjadi ikon Barcelona saat ini, yang telah membuat rekor membobol gawang lawan tanpa ampun dan tanpa syarat, plus daya magis brand Barcelona saat ini menjadikannya sebagai favorit dan menempatkannya pada posisi tertinggi oleh para penggemar bola sepak untuk menjadi juara di final Liga Champion Eropa tahun ini.

Bukan hal yang boong dengan sepak terjang dan sepak tajongnya Barcelona pada musim ini dibuktikan dengan double winners yang telah didekap dalam pelukan mulai dari sang bos, pelatih, pemain , official hingga tukang lap sepatunya. Tetapi, walau begitu, Barcelona bukanlah tanpa cela dan kekurangan karena mereka bukanlah tim yang berisi para malaikat utusan Tuhan. Kita bisa lihat sendiri dari statistic kompetisi La Liga kolom kalah dan kemasukan gol terhias didalamnya berupa angka bilangan asli lebih dari angka 1 (satu), berarti dalam kosakata kesempurnaan itu adalah not perpect!

Nah! Kalimat terakhir ini yang salah satunya akan dimanfaatkan oleh Juventus, yang boleh jadi di kalangan pengamat yang banyak ngomong, dijadikan sebagai underdog di bawah bayang-bayang superiornya Barcelona, untuk merebut trofi yang selama ini tidak pernah bisa mereka bayangkan dan mimpikan. Setidaknya itu yang menjadi keyakinan pelatih sebelumnya, Antonio conte. Dia yang membawa juve Berjaya di kompetisi local hingga berturut-turut siapa pun lawannya hingga berlutut, tetapi tidak di kompetisi benua biru. Selalu terpuruk dengan wajah membiru tanpa bisa melewati dan bersilaturahmi dengan fase knock out.

Tapi tidak dengan Massimo Allergi! Dengan pasukan perang yang relative sama dan trainingnya selama ini di AC Milan, nampaknya dia alergi kalau
tidak menjadi Juara sebagai persembahan akan baktinya di Juve. Persetan dengan kata underdog bahkan juga under wear! Yang jelas, semangat yang berkobar dari Juve, layaknya Mafioso yang tidak pernah takut akan siapa pun dan apa pun apalagi hanya sekedar trio maut MSN, mereka akan berdiri tegak dan tegar di lapangan kelak tanggal 6 di sangarnya udara Berlin. Di samping itu Catenaccio sebagai darahnya itali akan menahan gempuran trio maut tersebut seakan menjadi modal dasar lain dari sebuah perseroan layaknya Juventus penguasa Seri A Italia.

Mari kita saksikan dan nikmati pertarungan para gladiator Barca dan Juve di Collesum Berlin, dengan tenang dan penuh saksama. Tidak penting siapa yang menjadi The Champ. Siapkan fisik dan mental, dengan hidangan pembuka kacang-kacangan entah kelinci, garuda, lion atau sriwijaya. Yang jelas disamping itu air adalah hal yang penting karena kalau tidak ada itu boleh jadi anda akan keselek di leher dan cegukan berkepanjangan, dan akhirnya akan mengganggu kenikmatan menonton bahkan boleh jadi mengganggu kenikmatan tidur istri anda atau lebih jauh tetangga anda sendiri!!! Ciao!

Sekolah keimanan

Ada teman mengatakan bahwa tidak ada sekolah untuk keimanan. Yang dimaksud oleh teman adalah sekolah formal, yaitu sekolah yang mengajarkan ilmu pengetahuan termasuk juga sekolah yang khusus mengajarkan pengetahuan tentang agama. Apakah seluruh sekolah itu ada pengaruhnya terhadap keimanan seseorang. Bisa jadi bisa juga tidak? Karena tingginya keilmuan seseorang yang ditandai dengan gelar di depan dan belakang namanya belum tentu sejajar dengan keimanannya kepada Allah swt. Bahkan kadang ada orang yang sudah tinggi keilmuannya dengan berbagai gelar yang disandangnya tetapi dia justru adalah penentang Allah swt yang nyata. Na'udzubillahi min dzalik

Kalau kita lihat bahwa masa sekolah formal adalah bagian dari kehidupan seseorang, maka sebenarnya bisa dikatakan bahwa sekolahnya keimanan untuk manusia adalah kehidupan itu sendiri. Bahkan jika orang itu tidak melewati masa-masa sekolah formal sekalipun, kehidupannya adalah sekolah keimanannya. Karena faktanya ada seseorang yang tidak pernah sekolah sekalipun tetapi sadar akan dirinya dan kehidupannya dan ternyata keimanannya kepada Allah swt sungguh luar biasa.

Dalam surat Asy-Syu'araa ayat 205-207 Allah swt berfirman, "Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka. Niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan."

Asbabun Nuzul dari ayat itu adalah Abu Jahdan ra menuturkan ayat ini turun berkenaan dengan pertanyaan para sahabat kepada Rasulullah saw yang tampak gelisah. Beliau menjawab, "Bagaimana tidak sedih, aku melihat musuhku kelak berasal dari umatku sendiri!" Maka turunlah kedua ayat ini, membuat beliau tenang. (Lubab An-Nuqul fi Asbab An-Nuzul, As-Suyuthi dalam Ar-Rahman The Inspire Al-Quranul Karim) Kenikmatan adalah sebuah kelebihan yang diberikan Allah swt kepada manusia, tetapi justru karena kenikmatan itu membuat dia lalai bahkan menurut Rasulullah saw menjadi musuhnya. Tetapi Rasulullah saw pun pernah menyatakan bahwa bukan kelebihan yang berpotensi manusia untuk lalai, tetapi juga kekurangan, disabdakan bahwa kefakiran mendekati kekafiran! Dan kita juga banyak melihat faktanya mengenai ini, seseorang yang fakir secara ekonomi, fakir secara keilmuan menjadikannya lalai kepada Allah swt. Tetapi kita melihat di awal perjuangan Rasulullah saw banyak dari kaum fakir yang justru beriman kepada Rasulullah saw. Jadi kelebihan dan kekurangan seseorang tidak menjamin bahwa keimanan seseorang menjadi baik.

Pemahaman di sekolah kehidupan inilah sebenarnya yang berhubungan dengan keimanan seseorang, terlepas bagaimana kondisi orang tersebut apakah penuh dengan kenikmatan duniawi yang diberikan oleh Allah swt atau kurangnya kenikmatan duniawi yang Allah swt berikan. Kebaikan dan kekurangan itu hanyalah cobaan (atau bahkan azab) bagi manusia itu sendiri. Tetapi tentunya semuanya itu (cobaan/azab) ada dalam lingkaran kasig sayang Allah swt kepada manusia untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di kehidupan kelak yang abadi.

Semoga kita selalu berada dalam keimanan kepada Allah swt bagaimana pun kondisi kita. Yaa muqollibalqulub Tsabbit qolbi 'ala dinika. Yaa Allah, yang membolak-balikkan hati manusia, tetapkanlah hati ini dalam agama-MU. Amin. Wallahu a'lam