Minggu, 26 Maret 2017

Musibah, yang tidak pernah diperkirakan. (episode 2)

Hari pertama, lanjutan....

Sesampainya di rumah teman, saya diangkat masuk di kamar tidur dan ditempatkan di kasur yang biasa saya pakai.  Setelah teman-teman yang mengantar kembali ke sekolah, tinggallah saya dengan tuan rumah yang sudah seperti saudara ini.  Kami berbincang, entah kenapa air mata terus menetes, seperti orang menangis, entah karena pengaruh di hati yang galau karena kejadian yang tidak terduga ini.  Patah Tulang Kaki!! Sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya.  Namun bagaimana pun saya harus menghadapinya.


Hari ke delapan, lanjutan....

Setelah saya tetap untuk tetap di tempat tidur, hampir 2 hari saya hanya berada di tempat tidur, telentang.  Pegal, gatal, bosan....terus menghingapi hari-hari itu.  Namun saya paksakan untuk itu demi kesembuhan kaki saya yang patah itu.  Untuk mengurangi rasa bosan, saya coba buka Al-Quran dan menghafalkan kembali surat-surat yang sudah saya lupa. Alhamdulillah ada beberapa surat kembali saya hafal.

Yang luarbiasa, pada masa ini adalah tiba-tiba saya terbangun di malam karena rasa sakit yang luar biasa yang datangnya dari arah kaki bagian depan.  Saya berfikir itu adalah pas tulang kering yang patang.  Sakitnya bukan sepertinya nyut, nyut... tetapi seperti loncatan listrik dari satu sisi ke sisi lainnya.  Berbeda dengan rasa sakit di bagian sisi dalam kaki, karena posisi menjadi tergantung ketika saya pindah tempat, tetapu ini karena saya sedang tidur dan posisi kaki tidak berubah.  Waahhh....saya berfikir positif saja bahwa jaringan tulang atau entah apa namanya sedang tersambung kembali. Kasarnya seperti sedang di las.

Setelah itu rasa sakit di kaki, ketika saya berpindah tempat sudah tidak terlalu sakit lagi.  Bengkaknya pun mulai berkurang. Hal ini bisa saya lihat dari guratan kulit jempol kaki kalau saya gerakkan ke bagian dalam terlihat guratan/kerutan yang semakin banyak.  Bengkak di betis juga sudah berkurang, terasa ketika saya pegang betis tidak terlalu keras lagi.  Air yang keluar dari lecet kulit karena bergesekan dengan bambu juga sudah berkurang bahkan menjadi kering.

Hari ke lima belas.

Kami, saya dengan istri saya, memutuskan untuk kembali ke tukang urut untuk memeriksakan perkembangan proses penyembuhan patah tulang ini.  Kami pun persiapkan semuanya, karena itu adalah perjalanan yang cukup panjang memakan waktu 4-5 jam perjalanan.

Sebenarnya setelah sampai di rumah di makassar, pada hari kedua setelah kejadian, banyak teman baik dari teman saya maupun dari istri saya yang menawarkan untuk membawa ke tukang urut tulang yang mereka tahu, bahkan dengan promosi yang luar biasa.  Hanya kami putuskan untuk tetap memakai yang pertama menangani untuk menghargai dan menghormati. Jangan sampai terjadi sesuatu terhadap kaki saya, sehingga nantinya ditakutkan saling menyalahkan.  Walau dengan keputusan itu saya harus pergi ratusan kilometer untuk memeriksakan kaki ini.

Samapi di tempat dan tukang urut juga sudah ada, maka beliau memeriksa kaki saya dengan posisi saya tertidur.  Cukup ngeri juga kalau saya lihat dari cara mengurutnya, kalau sekedar di pijit-pijit dan diurut, sepertinya ngak ada masalah, tapi dia tarik lagi dan di tekuk, diputar-putar.  Ups... beliau selalu tanya, sakit tidak? Karena tidak sakit saya bilang tidak!!! (Ada yang lucu, dengan kejadian ini, istri saya yang berada di ruangan itu dan melihat proses urut itu, protes ke saya, kenapa kalau dia (istri saya) bantu pegang kaki atau menempatkan kaki selalu saya bilang aduh sakit!! He...he... Loh...faktanya begitu toh!!). Saya pasrah saja dengan caranya mengurut karena beliau adalah ahlinya.

Akhirnya, setelah selesai beliau bilang tulangnya sudah tersambung hanya belum sempurna betul atau belum keras karena, katanya, masih terdengar benturan sedikit. Biasanya memasuki hari ke 20, sambungan sudah keras dan nanti hari ke 30 sudah bisa belajar jalan.

Karena dulu pernah mengatakan bahwa rangkaian bambu bisa dilepas setelah 2 minggu, beliau tanyakan ke saya masih mau dipasang bambunya.  Saya selama dua hari ini dan selama dalam perjalanan berfikir akan lebih baiknya bahwa rangkaian bambu itu tetap dipasang, apalagi dikatakan bahwa sambungannya belum sempurna atau belum keras. Jadi untuk amannya rangkaian itu tetap dipasang hanya bambu yang memanjang di sisi kiri dan kanan beliau potong sehingga semuanya sama panjang. Maksudnya supaya kaki bagian bawah bisa lebih bergerak bebas. Bahkan saya dianjurkan untuk melatih pergelangan kaki untuk digerak-gerakkan ke bagian atas dan bawah (ditekuk).

Hari ini adalah hari ke 19, rasa sakit sangat jauh berkurang kalau tidak dikatakan sudah tidak terasa sakit lagi. Sakit hanya terasa di otot-otot yang mana kalau posisi kaki ketika diselonjorkan  tidak pas dengan arah paha dan ujung kaki.  Rangkaian bambu memang masih menjadi hambatan, terutama untuk aliran darah, namun tukang urut  mengatakan kalau lagi diam lama ikatannya bisa dibuka dan kalau mau jalan bisa diikat lagi.

Catatan :

Saya anggap ini adalah pesantren kilat dari Allah swt untuk saya, boleh jadi ini akibat dosa-dosa saya yang lalu sehingga Allah menghukum saya seperti ini.  Saya kadang membayangkan, seperti ini saja sakitnya sudah demikian, bagaimana kalau di neraka. Astaghfirullahal'azhim. Semoga hukuman ini menjadi saya semakin baik di hadapan Allah swt.

Saya belajar banyak dari kejadian ini, untuk lebih taat kepada Allah, bersabar dan menghargai yang lain.  Walau saya berusaha mandiri dalam segala kegiatan tapi itu tidak bisa semuanya, peran istri, keluarga (anak-anak), teman-teman, sangat luar biasa membantu proses penyembuhan ini, baik bantuan langsung maupun doa yang tidak ternilai harganya.

Kejadian ini, mengjari saya -dan boleh jadi semuanya yang membaca tulisan ini untuk lebih bersiap akan kehidupan rohani kita, karena kita tidak tahu apa yang terjadi di depan kita bahkan sesaat ke depan kita, apakah kita baik-baik saja atau kita mendapatkan musibah hingga yang paling luar biasa menjemput ajal kita di dunia ini.






Musibah, yang tidak pernah diperkirakan. (episode 1)

Hari ke delapan,

sore itu saya hanya bisa menatap ke plafond yang ada di kamar tidur. Terlihat di plafond yang terbuat dari triplek dengan cat berwarna putih, ada lukisan-lukisan berwarna coklat yang terbuat karena kebocoran dari atap seng yang sudah berkarat.  Kalaulah terjadi lagi kebocoran waktu itu, saya pun tidak bisa berbuat apa-apa, seperti yang biasa saya lakukan sebelumnya.  Saya naik ke atas plaflond dan masuk di para-para, kemudian saya cari lubang-lubang bocor yang biasanya karena karatan dari persentuhan seng dengan penahan balok. Saya tempel dari bawah dengan seng kembali yang diberikan lem besi.

Adzan berkumandang pun saya hanya bisa mendengarkan suaranya tanpa bisa mendatanginya, padahal kadang saya sendiri yang adzan untuk memanggil jamaah untuk datang sholat berjamaah.  Usaha maksimal saya hanya bisa berjamaah di rumah dengan istri dan anak-anak saya, tetapi saya sebagai imam hanya duduk dan kadang kaki menggelonjor di kursi yang ditempatkan di depan tempat duduk saya.

Hitungan hari ini, saya tetapkan untuk istirahat total di kamar tidur karena kaki terasa sangat sakit sekali, terutama sisi dalam dari kaki kiri saya, ketika posisi tergantung, karena pergerakan tubuh saya ketika saya mau ke kamar mandi, atau pindah tempat ke kursi karena rasa bosan atau karena ada tamu yang menjenguk saya.

Di hari ke delapan ini, saya kadang tergambar kejadian awal dari Musibah yang saya dapat.

Hari pertama,

Setelah mengawas ujian tertulis di kelas bagi siswa yang akan mengikuti ujian kompetensi keahlian di sekolah saya, saya berniat ke kantor, dimana teman-teman berkumpul di sana.  Suasana hujan keras, area yang harus saya lewati adalah lahan kosong yang masih bertanah, sehingga untuk melewatinya saya harus melihat-lihat mana tanah yang perlu saya pijak yang tidak berair.  Lama saya lihat-lihat, jarak yang ditempuh sekitar 7-8 meter.  Setelah berketetapan hati, saya pun melangkah di bawah guyuran hujan, saya ikuti tanah yang tidak tergenang air. Hingga di ujung rute yang sudah dekat dengan kantor saya, saya lihat ada aliran air hujan di tanah yang cukup lebar, melebihi ayunan langkah terjauh saya.  Tidak ada jalan lain, saya harus melompat, tanpa ancang-ancang, saya pun melompat dengan kaki kanan yang berpijak ke tanah terlebih dahulu. Karena lebar dan tanpa ancang-ancang, sebenarnya saya sampai di seberang tanah yang tidak dialiri air, tapi keseimbangan badan tidak bisa terjaga sehingga terpeleset.  Sewaktu terpeleset inilah, kaki kiri saya mencoba untuk menahannya, tetapi sekilas saya lihat tanahnya tidak datar, ada gundukan kecil sehingga kaki kiri pun terpeleset juga dan mengakibat suara yang hanya bisa saya dengar. Saya pun berseru, "patah kaki saya!!!"

Sekilas saya lihat tonjolan di kaki bagian dalam saya dengan warna agak kehitaman. Namun ketika saya mau raba saya tidak bisa menjangkaunya.  Saya pun berusaha untuk bangkit tetapi tidak ada daya untuk itu. Akhirnya saya pun hanya bisa mengangkat tangan ke atas, minta tolong.  Rupanya peristiwa jatuhnya saya dilihat teman guru di kejauhan, yang kemudian beliau teriak-teriak untuk memberitahu kejadian saya. Tidak lama datang siswa-siswa mengangkat saya dari genangan untuk di bawa ke kantor. Ketika diangkat itu saya lihat kaki kiri saya tidak terkulai.

Saya pun ditidurkan dimatras yang ada di kantor.  Sakit kadang muncul dari kaki saya yang patah itu.  Mulut saya tidak henti berdzikir kepada-Nya, diselingi rasa sakit, kadang muncul rasa takut dan masa depan akan kaki saya, cacatlah dan tidak bisa melakukan sesuatu seperti biasanya. Disela-sela ributnya teman-teman guru akan penanganan kaki saya, ada teman yang menegaskan jangan dibawa ke dokter/puskesmasrumah sakit tapi bawa ke tukang urut tulang.  Saya hanya diam saya belum bisa memutuskan, akhirnya saya ikuti apa yang menjadi keputusan teman guru. Teman guru yang lain berusaha untuk mencari kendaraan untuk mengantar saya ke tempat tukang urut tulang.

Singkat cerita saya sudah ada di mobil menuju tempat tukang urut, yang berjarak kurang lebih 10 km. Setiap mobil melewati jalanan jelek, terasa kaki saya sakit dan tulang seperti beradu antara ujung patahan yang satu dengan yang lainnya.  Saya pun hanya bisa berdzikir menahan sakit.  Rupanya rasa sakit dan beradunya tulang dirasakan juga teman guru yang tangannya memegang kaki saya di lutut dan telapak kaki.

Alhamdulillah, tukang urut berada di tempat di rumahnya, tidak sedang bepergian. Belakangan ketahuan ternyata beliau punya rencana ke kota sejak pagi, tetapi karena hujan sehingga batal untuk pergi.  Beliau membiarkan saya tetap berada di mobil dan langsung ditanganinya.  Dimulai dengan memegang kaki saya, dan kemudian mencoba menarik tulang yang patah untuk ditempat kembali ditempatnya semula.  Beliau bertanya apakah sakit, saya jawab tidak.  Setelah selesai, beliau kembali ke rumahnya dan kemudian membawa sebatang bambu kecil dan mengukur panjangnya dengan kaki saya.  Kembali lagi ke rumahnya, entah apa yang dikerjakannya karena memakan waktu yang cukup lama.

Rupanya beliau sedang membuat semacam alat dari bambu yang terrangkai mengelilingi kaki saya sehingga kaki saya tidak bisa bergerak bebas.  Diikat kuat dan dialasi kain ditempat ikatan kaki.  Kemudian beliau meminta air aqua besar dan beliau doakan airnya, yang mana air itu dipakai untuk kompres di kain yang disediakan untuk kaki saya.  Hanya itu, rasa sakit saya tidak terlalu lagi.  Kami pun pergi ke tempat dimana saya biasa bermalam di rumah teman.




Minggu, 05 Maret 2017

Nimbrung ngomongin tentang Raja Salman, walau telat diposin

(Kedatangan Raja Salman ke Indonesia begitu spektakuler, baik dari sebelum kedatangannya, setibanya di sini, hingga kepergiannya dari Jakarta.  yang pro maupun yang kontra.  he-he....)

konon,

Raja Arab mau datang ke sini,
ke negara indonesia!!!
yang benci Arab (siapa ayooo..?),
ribut menjelek-jelekkan dari A - Z,
yang langsung maupun tidak langsung.


Raja Saudi, atau lebih jelas Wahabi,
mau datang ke sini,
ke negara ahlu sunnah, dan mungkin juga (sebagian syiah),
yang benci Saudi atau Wahabi (siapa ayooo....?)
ribut juga tidak ketinggalan menjelek-jelekan dari Z - A.

Raja di Raja mau datang ke sini,
ke negara kebhinekaan,
yang benci Raja di Raja (siapa ayoo....?)
ribut menjelek-jelekan dari sabang hingga merauke.

he...he....
padahal Sang Raja, entah lah apa namanya mau Arab, Saudi, atawa Wahabi, atau Raja di Raja,
kan boleh jadi hanya membalas kunjungan seorang teman.
padahal Sang Raja, kan boleh jadi berbagi kesenangan dengan seorang teman.
padahal Sang Raja, kan boleh jadi hanya membantu kesulitan seorang teman.

he...he....
padahal Sang Raja, entahlah apa namanya Arab, Saudi, atawa Wahabi, bahkan Raja di Raja sekalipun,
menyadari jauh dari sosok sempurna sebagai manusia, apalagi dibandingkan para pembecinya.
menyadari jauh dari sosok sempurna sebagai manusia, bahkan walau seorang teman tidak menyukainya.

Boleh jadi kedatangannya untuk menutupi atau mengurangi ketidak sempurnaannya,
walau pun sudah begitu tidak akan menutupi bau busuk mulut para pembencinya.
Rasanya tidak elok,
untuk ukuran dunia yang fana,
dengan kelebihan yang melekat padanya,
tidak dihiasi bunga-bunga dengki dari para peng hasad di taman kehidupannya.
dan itu adalah sesuatu yang lumrah dan wajar saja.

untuk itu,
Selamat Datang di Indonesia
Sang Raja Arab, Saudi, Wahabi, Raja di Raja di dunia yang fana

Selasa, 14 Februari 2017

Hidup ini pilihan!!


Hidup ini pilihan! yang enek klo pilihannya mantep2, hingga harus membuat klasifikasi kelebihan dan kekurangannya.

Maunya dua2nya dipilih dan dijalani! Untuk itu pilihan pertama cepat diselesaikan dan berharap bisa lanjut ke pilihan kedua.

Apa daya, manusia hanya bisa berupaya walau untuk itu sampai tidak mandi untuk datang ke kantor penguasa. Tidak peduli bawa diri bau kesemek busuk yang penting urusan kelar. Gara2 orang lain tidak tahu akan urusan kebelet saya dalam masalah pilihan apalagi klo sudah berhubungan dengan sistem lelet!! Hadeuh....gagal deh!!!


Yaaahhh....positifnya insya Allah ini yg terbaik yang diberikan oleh Yang Maha Mengatur. Untuk itu.... pilihan kedua hanya bisa terganti dengan ucapan Mohon maaf dan doa yg terpanjat untuk kebaikan dirimu, sobatku!

Spesial saya munculkan diblog saya akan kebahagiaan yang akan dijalani sobat saya hari ini. Oskar-sabamparu, Suppa. Selamat menempuh hidup baru dengan sang istri, Semoga...hidup rukun, sejahtera hingga mati memisahkan kalian berdua dan kembali dipertemukan di akherat kelak dengan kebahagiaan yang haqiqi.






Minggu, 12 Februari 2017

Pilihan berita liputan 112

Image may contain: one or more people, people standing, crowd and outdoor
Image may contain: 11 people, sky and outdoor























Image may contain: 3 people, outdoor

Image may contain: 4 people, people standing, crowd and outdoor

Abu Humam added 234 new photos to the album: Aksi Damai 112 #BelaQuran #BelaUlama.
=========
Image may contain: 3 people, closeup
Image may contain: 2 people, outdoor and closeup
Image may contain: 3 people
Image may contain: 5 people, people smiling, hat, closeup and outdoor





















Nanik Sudaryati added 16 new photos.Follow
Banyak orang mencela ghirah itu hanya dimiliki oleh masyarakat kelas menengah bawah , bahkan ada yg mencela "kayak nggak punya kerjaan", lihatlah sejak aksi 212 dan 112 , para sosialita yaitu para wanita kaya Jakarta yg selalu naik turun -mobil mewah, dan punya wajah yg senantiasa terawat hingga wajahnya putih bak pualam, ternyata mereka sangat punya ghirah saat agama Islam dihina.
Mereka tak hanya kenceng ngomong di WA Grup , tapi mereka berbuat nyata utk agamanya . Misalnya sosialita di grup Pedas NKRI Alumni 212 , mereka mengumpulkan dana sejak dua minggu lalu , kemudian uang puluhan juta yg terkumpul dibelikan logistik , bahkan logistiknya yg datang semalam sebagian dimasukkan di kamar Hotel Bintang Lima dekat Istiqlal, dimana mereka menginap. Meski rumahnya Jakarta, karena takut tdk bisa mendapat tempat di Istiqlal para wanita cantik ini menginap di Hotel Borobudur.
Demikian juga para wanita cantik di Grup Samber Nyowo ( SN) Pimpinan Mbakyu Nina Rozalinda Ramschie, mereka sejak pukul 2 malam sudah di dalam masjid utk bertahajud, dan sopir -sopir mereka ditugasi utk membagi logistik pada para mujahid.
Hebatnya para wanita yg berprofesi sebagai pengusaha, lawyer , designer , dan para istri
Pengusaha atau eksekutif ini, tak hanya membawa logistik dari rumah mereka, tapi juga memborong dagangan para pedagang kaki lima utk diberikan pada para mujahid.
Jadi ghirah itu bukan milik sekelompok rakyat kecil atau rakyat biasa atau rakyat katrok, tapi ghirah itu milik semua umat beragama Islam yg punya pikiran waras.

Aksi #112 Zikir & Tausiyah Nasional #BelaQuran #BelaUlama #Spririt212 #GenerasiAlmaidah54
*foto dari berbagai sumber
_________________________________
Assalamualaikum.

Inti sari Tausiyah ulama aksi 112 masjid nasional Istiqlal 11-2-17 Jakarta Indonesia

1. Hidayat nur wahid ( Wakil ketua MPR RI)

70 persen umat islam di jakarta mengikuti aksi bela islam 212 dan 112
Mari berdoa agar umat Islam dapat menang dan mengatasi segala kecurangan

2. Kiyai Sobri

Hari ini adalah hari raya surat al-maida ayat 51, semoga dengan memuliakan ayat al-quran doa kita bisa terkabul

Secara teori Ahok yang menistakan agama didukung kekuatan besar di luar sana ( borjuasi komperador/kekuatan imprealisme,red)

Namun Jika allah menurunkan rahmatnya maka tidak ada perkara yang sukar bagi kita, maka itu mari kita memohon rahmat dan magfiro agar umat islam diberikan kemenangan

3. Kiyai Rosyid abduallah syafi'i

Saya datang dari rumah untuk mendapat siraman rohani dari al habib Rizieq Sihab

Mari kita mulai sekarang memperkuat akidah kita karena di luar sana banyak sekali yang ingin melemahkan akidah kita

Jangan sampai di akherat kelak kita tidak bertemu dengan kalimat "Laillaha illah" karena tidak mengikuti segala perintah allah termasuk untuk tidak memilih pemimpin kafir

4. Muhammad Al-Khatat ( PJ acara)

Banyak sekali di media berbicara bahwa 112 dibatalkan
Bahkan ada yang dihalang-halangi untuk datang sholat ke istiglal

Dari medan 500 orang naik pesawat
Pekan baru 350
Aceh 1000
Palembang 30 bis
Nuar papua 300
Jawa barat 30 ribu
Kalbar 300
Jatim 200 bis
Dan banyak lain sebaginya

Di dalam istiglal sampai tugu tani semuanya penuh dengan umat

Ulama terdahulu berucap Kebangkitan umat islam akan terjadi ketika sholat shubuh ramainya seperti sholat jumat dan hari ini telah terjadi di kota masing-masing.

Kita harus menang di tiga pertempuran.

1. Menang di media sosial
Kita tidak perlu koran atau telivisi media sosial sudara-saudara adalah alat dakwa dan jihad yang sangat efektif

2. Menang di pengadilan
Ada pernyataan penasehat hukum ahok mengatakan bahwa saksi-saksi di pengadilan tidak mewakili umat islam.

3. Menang dalam pemilu
Penista agama dan ulama

5. Habib ahmad al-khaf

Mengapa ulama dan umat tergerak hatinya tidak di bayar kumpul disini sebanyak ini meminta kepada pemerintah agar penghina al-quran dapat dihukum dengan hukum yang dirahmati allah, agar negara ini menjadi baladun toyibatun wa robbul ghofur, Agar negara ini damai sejahtera.
Sekarang banyak ulama di kriminalisasi dicaci maki padahal al ulama'ul warosatul anbiya'

6. Ustd Fadlan (Papua)

Saya tanya perintah allah tentang larangan meminum minum keras berapa ayat? 1 ayat
Semua sami'na wa ato'na

Dilarang makan babi? 2 ayat.

Perintah memilih pempimpin muslim? 7 ayat
Harusnya juga sami'na wa atokna

Kalau ada orang yang menghina al-quran maka seluruh umat islam hadir disini untuk menunjukan prestasi dakwa rasulluallah

7. Kyai Maksum ( Ciamis)

Dulu ada orang yang membunuh ulama, mualim, ustadz kita siapa itu?

Kita harus menghadang kebangkitan PKI

Ada banyak perusahaan PO bus ciamis mendadak membatalkan keberangkatan

Ada berapa ratus pemflet yang dipasang untuk melarang datang ke tempat yang mulia ini (masjid istiqlal/red.)

Alhmdllah ada doa dari teman-teman ciamis yang dulu (pada 212/red) jalan kali untuk rakyat muslim jakarta.

Mereka tidak marah, mereka menjaga keutuhan NKRI

8. Kiyai Maulana (NU)

Imam besar umat islam kita Dr. H Habieb Rizieq S. Semoga selalu mendapat perlindungan dari allah
Iman yang kuat pada diri kita wajib kita pertahankan, sekalipun dibakar habis tubuhmu, badan boleh hancur boleh hangus namun iman tetap harus kuat dan bersinar

Ini saudara-saudara kita dari daerah meski dihalang-halangi namun tetap berjuang untuk datang ke sini, semoga ini adalah bukti iman yang kuat

9. Ustad lutfi (NU)

Kita gembira hadir disini meski ada yang mengatakan kita lemah

Rosulullah pernah menang perang tanpa peperangan
1. Perang khondak
2. Fathul mekkah
3. Perang tabuh

Semoga allah memenangkan umat islam hari ini tanpa konfrontasi

10. Kyai maksum (bondowoso/ al-islah)

Rosulullah pernah di datangi malaikat jibril,
Kamu boleh hidup sesuka hatimu namun cepat atau lambat kamu pasti mati

Semua bakal mati, jokowi bakal mati, habaib mati, maksum bakal mati
Daripada mati di kasur mending mati di medan tempur.

Semuanya nanti mati bakal butuh ulama untuk mensholati, mengkafani, mendoakan jadi
baik-baiklah dengan ulama

Kereta api dinamakan sepur
Diatas sepur ada kondektur
Daripada mati diatas kasur lebih baik mati di medan tempur

Jika kesolok berilah rendang
Ke padang panjang jang lupa beli manisan
Jika si ahok bebas melenggang
Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

Kita tidak benci ahok, kita tidak benci cina itu juga saudara kita dari nabi adam
Kita himbau pak jokowi pak tito dll, cintai habib ingat mau tidak mau kita pasti mati
Hidup sekali hiduplah yang berrati, bela islam, bela negara

Mati agama dikatakan syahid, mati bela keluarganya syahid, mati bela bangsa negaranya syahid
Semua ulama yang ada disini adalah ulama yang membelah nkri jangan disalah paham jangan dibolak-balik

11. Amien Rais

Kyai maksum yang biasanya bilang pada saya jangan keras pak
Kok sekrang dia jadi lebih keras dari saya (tertawa/red)

Saya hanya mengajak Perbanyak istigfar Dengan istigfar allah akan menambah kekuatan

Ada dua macam ulama
1. Ulama hak
2. Saya tidak mengatakan ulama ushuk atau bahkan fulus tapi ulama syak yang biasanya fatwanya sudah benar namun ditarik lagi, sudah cerah namun mendung lagi

Maka saya berdiri disini bersama ulama-ulama ini insyallah hak

12. Kyai bactiyar Nasir (Ketua GNPF MUI)

Andai persatuan yang kita gagas ini bisa kita manfaatkan untuk persatuan NKRI

Saya datang ke Bima minta revolusi, saya suru berdiri yang berumur lalu saya suru revolusi membersikan rumahnya masing-masing

Yang harus kita revolusi pertama kali dari kita adalah "La illahaillah"

Orang yang senantiasa istiqomah pada kalimat "La illahaillah" dalam setiap perkataan dan perilakunya. Maka akan dikelilingi malaikat.

Termasuk berjuang atas nama allah untuk menjaga NKRI
Yang pertama kali mengusulkan NKRI adalah ulama

Revolusi paling penting adalah revolusi akhlakul karima
Jangan pernah mau diprovokasi

Jika ada ancaman, kejahatan, kecaman maka balaslah dengan kebaikan yang terbaik.
Itu jika diri kita yang dihina, karena memang kita berasal dari barang yang hina.

Kalau dimedsos jangan banyak keluarkan kata-kata kotor
Apapun yang terjadi setelah ini saya dan habib yang menangungnya
Orang yang berjalan

Insyallah setelah ini umat islam yang selama ini dikatakan anti pancasila, nkri , kebinakaan
Wa allahi jika kita melaksanakan akhalakul karima maka umat islam yang akan mengharumkan nama indonesia ke tingkat internasional

Setelah ini jangan mau dibenturkan dengan pemerintah ini
Menurut ulama yang saya yakini, kok pada persidangan itu ketika ulama kita dihina kok hakim diam saja, ternyata ada sihir yang menutup matanya.

(Baca al-falaq/red)

Ada kejahatan yang tidak ingin kita semua bersatu.

Itu yang datang di 212 itu semua orang marah, namun gara2 aksi kita damai maka menjadi simpati,
Akhlakul karima.

Tapi memang sepertinya ada yang gak suka kita damai.

( baca annas/red)

Dari kejahatan yang dihembuskan yang tidak berani berhadapan langsung dengan kita, ada kekuatan jika kita tidak berlindung pada yang ada di surat annas akan terjadi pertumpahan darah
Dan kekuatan ini berasal dari jin dan manusia

Jika tidak karena allah maka kita akan mudah sekali hancur
Semoga kita masih bisa dipertemukan kelak, jangan mau diprovokasi, jangan mau di benturkan dengan pemerintah.

13. Habib Rezieq

Dzikir demi dzikir , tausiyah demi tausyiha telah kita dapatkan dari para ulama semoga
Kita harus terus menerus tidak boleh berhenti untuk meningkatkan ukhuwa islamiah
Kita tidak boleh bercerai berai untuk membela agama, negara

Rentetan Aksi yang digelar umat islam termasuk aksi hari ini 112, tidak lain dan tidak lain hanya mencari ridlo allah

Apapun resiko yang kita hadapi kita tidak takut

Saya pesan kepada pempimpin negara ini jangan di maknai dengab aksi anti pancasila, anti kebinekaan kita semua cinta dengan nkri

Dalam aksi 212 yang dihadiri para ulama , habib pak presiden, kapolri para umara bahkan ada dari agama lain itu haruslah dinamai aksi kebhinekaan. Bukan mala dituduh aksi pemeca belah

Umat islam jangan dijadikan lawan tapi dijadikan kawan
Siap bergandeng tangan, siap berdialog

Ada gerakkan yang ingin memecah sehingga di pandangan pemerinrah umat islam adalah lawan
Jangan mau terprovokasi, 3 posko FPI di bom molotov, tetap tenang jangan terpeovokasi

Kami menyampaikan ke menkopolhukam, bahwa tidak ada rencana makar kami hanya ingin penista agama di hukum

Dari awal kami tidak ingin aksi kami ingin dialog namun sepertinya ada kekuatan yang menutupi
Jika dialog ini terus berlanjut, maka musuh-musuh kita akan keluar dari persembunyian

Jangan memprovokasi ulama jngan menjadikan ulama disana sini tersangkah, agar para ulama juga dapat meredam dan menjaga umat

Stop berfitna meski kita telah kenyang di fitnah,
Di fitnah beristri 6
Di fitnah berzina
Di fitnah sodomi laskar
Di fitnah sroboton tanah negara

Ustd baktiar nasir sudah di gerbang tersangka
Saya sudah sejak pukul 00.00 di jadikan buron
Usai acara ini saya siap ke polda jabar saya siap ke polda jabar, saya tidak akan lari
Kenpa saya kemarin tidak hadir karena saya berkewajiban menjaga umat acara ini harus berjalan dengan damai

Namun kami minta tidak ada rekayasa tidak ada rencana jahat pada ulama
Saya tidak relah satu pun ustadz di gbpf mui ditahan.

Saya ucapkan terima kasih pada bapak wiranto karena telah membuka pintu legal dialog semoga bisa diteruskan ke istana

Semangat jihad kita tetap kita jaga, revolusi akhlak, jihad konstitusional.
Insya allah Saya berusaha tidak menambai maupun mengurangi

Inti dari isi tausiyah para ulama
Ada beberapa ulama yang belum yang intisarinya belum bisa saya tulis karena faktor teknis (ustd fillah (Muhammdiyah), Arifin ilham dll).
Jazakumullah khoiron
Ttd
Zayyin Achmad
(Forum Lingkar Pena. Surabaya)
Wassalamualaikum.




Rabu, 08 Februari 2017

Beda, karena kamus baru?



Mengambil pelajaran dari Aliansi Santri Nasional yang ngunjuk rasa ke kantor PBNU. Ketika ditanya, "Nyantri atau mondok dimana?' Ternyata tidak bisa menjawab. Dan seterusnya pertanyaan yang tidak terjawab oleh pengunjuk rasa.

Saya sih tidak mau berfikiran jelek, dengan menuduh macam-macam. bayaranlaahhh (walau bener!), suruhanlaahhh (walau memang disuruh!) dan lain sebagainya, apalagi dengan casing yang menunjukkan sesuatu yang bertolak belakang dengan spanduk organisasi yang mereka usung (tahu kan, maksud saya?).

Yang saya lihat lebih men-colok dari kejadian ini adalah penggunaan kata yang sudah tidak semakna, searti, sepemahaman dengan umumnya orang. Contoh sederhana dari kejadian itu, kata "santri". Pengertian santri oleh yang bertanya, tidak bisa dijawab oleh yang berunjuk rasa dari Aliansi Santri Nasional. Santri bagi para pembaca fb tidak sama pengertian dengan pengunjuk rasa dari aliansi santri nasional hanya dilihat dari pakaiannya. Karena bagi pembaca fb, serendah-rendahnya ilmu dan pemahaman para santri (pengertian sang pembaca fb) tentu mereka berpakaian rapi berkerudung/jilbab bagi perempuan. Entah nyantrinya dimana, apakah di pesantren terkenal atau sekedar di pesantren kilat dan TPA.



Terlepas dari kata "santri" yang jadi sorotan saya, namun kalau kita lihat lebih jauh lagi, di zaman "gonjang-ganjing" di Indonesia dan bahkan di dunia sekarang ini, banyak kata-kata yang seolah-olah dibikin berlainan artinya. Entah karena ada kamus baru yang muncul yang memberikan definisi yang berbeda atau sekedar ingin pemuaskan para pengguna yang merasa punya kekuasaan?? Hiks
Yaaa....kita sudah umum dengan kata teroris, yang diartikan hanya untuk satu kelompok saja. begitu juga radikal, mungkin juga istilah kebhinekaan, toleransi dan intoleransi dan banyak lagi kalau kita telusuri. Yang parahnya adalah dari pengertian yang berbeda ini menjadikan perlakuan yang didapat pun akan berbeda terutama bagi penerima perlakuan dan pemberi perlakuan (penguasa).

Dalam sejarah Islam pun, perbedaan pemahaman ini sudah muncul bahkan ketika generasi awal setelah Nabi Muhammad saw meninggal. Kita lihat bagaimana kaum khawarij mengaku sebagai kaum muslimin yang paling benar, begitu pula kelompok lainnya yang mengagungkan salah satu sahabat secara berlebihan (syiah), atau yang mempunyai nabi baru dan lain sebagainya yang bahkan justru mengkafirkan orang yang tidak masuk kelompoknya.

Untuk itu bagi kita supaya tidak terombang-ambing dalam gelombang kesesatan, kita kembali kepada kamus yang benar (Umat Islam yaa ke Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya). Karena bagaimana pun sesuatu yang tidak benar cepat atau lambat akan terbuka juga kebobrokannya, contoh sederhana kasus santri di atas, bahkan dengan logika sederhana ketika dikejar kata santri yang mereka usung membuat mereka diam seribu bahasa (boleh jadi tidak hapal kamus!!! Hiks)

wallahu a'lam

Gagal Paham, tingkatan ilmu tertinggi

KH. Abdullah Gymnastiar

Ada tulisan BAGUS SEKALI kiriman Sseseorang yang tak ada nama penulisnya ( semoga Alloh memuliakan beliau )

🍵 *"SECANGKIR ILMU PAHAM".*

Tingkat terbawah dalam ilmu itu adalah *"paham".*

Ini wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya.


Tingkat ke dua terbawah adalah *"kurang paham".*

Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia paham ..., dia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul2 pemahaman yang benar ...!

Naik setingkat lagi adalah mereka yang *salah paham.* Salah paham itu biasanya karena emosi dikedepankan, sehingga dia tidak sempat berfikir jernih. Dan ketika mereka akhirnya paham, mereka biasanya meminta maaf atas kesalah-pahamannya. Jika tidak, dia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu.

Nah, tingkat tertinggi dari ilmu itu adalah *gagal paham.* Gagal paham ini biasanya lebih karena *kesombongan.*

Karena merasa berilmu, dia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain.
Tidak mau lagi menerima masukan dari siapapun (baik itu nasehat dll ), atau pilih-pilih hanya mau menerima ilmu (nasehat) dari yang dia suka saja ..., bukan ilmu yg disampaikan, tapi siapa yang menyampaikan ...?

Tertutup hatinya.
Tertutup akal pikirannya.
Tertutup pendengarannya.
Tertutup logikanya.

*_Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri._*

_*Parahnya lagi ...,*_
Dia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu, menjadi bahan tertawaan orang yang paham.
Dia tetap dengan dirinya,
dan dia bangga dengan
*ke-gagal paham-annya ...*

"Kok *paham* ada di tingkat terbawah dan *gagal paham* di tingkat yang paling tinggi ? Apa tidak terbalik ?"

"Orang semakin paham akan semakin membumi, menunduk, merendah."
Dia menjadi bijaksana, karena akhirnya dia tahu, bahwa sebenarnya banyak sekali ilmu yang belum dia ketahui, dia merasa se-akan2 dia tidak tahu apa-apa ...

Dia terus mau menerima ilmu, darimana-pun ilmu itu datangnya.
Dia tidak melihat siapa yang bicara, tetapi dia melihat ..., apa yang disampaikan ...!
Dia paham ...,

*ilmu itu seperti air, dan air hanya mengalir ke tempat yang lebih rendah.*
Semakin dia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi.
*dia seperti balon gas* yang berada di atas awan.

Dia terbang tinggi dengan kesombongannya ...,
Memandang rendah ke-ilmuan lain yang tak sepaham dengannya,

*Dan merasa akulah kebenaran ... !!!*

Masalahnya ..., dia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin, tanpa mampu menolak.

Sering berubah arah, tanpa kejelasan yang pasti.
Akhirnya dia terbawa ke-mana2 sampai terlupa jalan pulang ..., dia tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya ...

Dia akan mengakui ke-gagal paham-annya ..., dengan penyesalan yang amat sangat dalam.

"Jadi yang perlu diingat ...,
*akal akan berfungsi dengan benar, ketika hatimu merendah ...*
_*Ketika hatimu meninggi.., maka ilmu juga-lah yang akan membutakan si pemilik akal ..."*_

Ternyata di situlah kuncinya.

_"Lidah orang bijaksana, berada didalam hatinya, dan tidak pernah melukai hati siapapun yang mendengarnya ..., tetapi hati orang dungu, berada di belakang lidahnya, selalu hanya ingin perkataannya saja yang paling benar dan harus didengar ... !!!"_

_*"Ilmu itu open ending"*_
Makin digali makin terasa dangkal.

Jadi kalau ada orang yang merasa sudah tahu segalanya, berarti dia tidak tahu apa2 ... !!!"

*Semoga bermanfaat. Aamiin*