Sabtu, 28 Juni 2014

Catatan kecil (2) perjalanan terakhir (Makassar, Sulawesi Selatan - Luwuk, Sulawesi Tengah)

Panggilan yang sudah lama tidak saya dengar.

Berhubung kami mempergunakan kendaraan yang disebut Bos saya sebagai commercial vehicle sehingga selama perjalanan beberapa kali kami harus berurusan dengan pejabat pengurus yang berhubungan dengan jalan raya, apakah itu pak polisi, pak perhubungan, pak pos ekonomi. Apalagi kami memakai plat nomor yang tidak sesuai dengan daerah yang kami lewati, sehingga mau tidak mau menarik perhatian para bapak tadi.

Terhitung beberapa kali kami distop oleh mereka, terutama di daerah di bagian sulawesi tengah. Yang lucu ada sekitar 2 tempat pemberhentian karena distop oleh petugas tadi, mereka memanggil saya dengan ucapan "ko", seperti, "Mau kemana ko?". atau "Apa yang dibawa ko" atau "Dari mana ko?" Dengan panggilan seperti itu saya jadi tertawa sendiri. Ya betul, tertawa sendiri! Bukan gila sih, hanya teringat kejadian dulu-dulu ketika masih muda. Panggilan ko itu menanda bahwa mereka mengira saya ini orang Tionghoa. Dulu, jangankan orang-orang desa (termasuk mertuanya temen saya di pinrang he-he....(siapa tuh?)), Pengusaha Tionghoa di makassar pun ada yang memanggil saya dengan kata-kata seperti itu, "Ko"


Saya fikir itu dulu ketika saya masih muda, masih putih dan mungkin juga ada sedikit sipit di mata saya. Sekarang kan ceritanya lain, masih tua, kulit juga sudah kabur berwarna tanah kuburan (glek!), mata juga sudah bergelayut lemak tua! tapi tetep saja ada yang memanggil itu, "Ko" He-he....mungkin ciri-ciri seperti yang mereka kira tidak bisa hilang dengan termakannya usia! (mungkin mereka menjawab : "yaa iyaalaahhh!")

Terhadap panggilan "Ko" tadi sebenarnya tidak menjadikan saya sendiri gimana gitu! saya sih ketawa-ketiwi saja, dan tentu masih menjadi orang yang baik, dan selalu siap untuk ditraktir kalian semua he-he...... Dulu, paling tanggapan saya terhadap hal seperti itu saya tanggapi dengan bercanda, entah candaan itu benar atau salah, tetapi saya mengambil dari kejadian ketika ada orang Tionghoa atau keturunan china yang masuk Islam, yang kadang bikin heboh! jadi saya balik dengan mengatakan bahwa : "saya orang Islam yang masuk china". Tetapi atas kasus saya di panggil "Ko" selama perjalanan terakhir saya tidak tanggapi dengan ungkapan itu! Biarkan hal itu menjadi memory yang menyenangkan untuk saya pribadi! dan tentunya menjadi rahasia saya sendiri dengan mata bapak-bapak itu! hiks!

Apa yang dapat diambil pelajaran dari kejadian ini adalah, "Apa dan Siapa pun anda, bagaimana pun warna kulit anda, sipit atau belototnya (bolanya) mata anda, lurus atawa kritingnya rambut anda. anda tetaplah manusia. Yang dengan senyuman manis anda yang keluar dari hati yang bersih akan memudahkan posisi anda di tengah kehidupan" Smoga!

Tidak ada komentar: