Minggu, 07 Mei 2017

9 MEI PERJUANGAN TERAKHIR ? (tulisan Nanik S Deyang di fb)

Saudara muslim setanah air , hampir 8 bulan kita berjibaku habis melawan seorang terdakwa penista agama yg diberlakukan istimewa oleh seluruh organ pemerintah. 

Luar biasa perjuangan kita. Waktu, harta , air mata, bahkan resiko kehilangan nyawa semua kita lakukan demi tegaknya Islam, demi menjaga Al-qur'an agar tidak demikian mudah ayatnya dihina dan dilecehkan apalagi dilakukan oleh seorang pejabat yg mustinya malah menjaga kitab semua agama yg dibolehkan dianut di Indonesia. 

Bahkan teman -teman mujahid dari daerah lebih berat lagi perjuangannya, rela tidur di Masjid -Masjid , dan utk nginap di Masjid pun harus kucing -kucingan dengan petugas, karena kalau letahuan akan diusir atau dipulangkabn dengan paksa.

Banyak orang mencibir pada perjuangan kita, berbagai olok -olok pun diberikan pada kita, mulai sebutan manusia dari bumi datar, manusia sumbu pendek, Islam Radikal , politisasi Islam utk Pilkada, hingga kriminalisasi pada ulama dan tuduhan makar pun lengkap disematkan pada para tokoh yg ikut Bela Islam.

Sepanjang hidup sy dari melewati orde baru hingga saat ini, baru sekarang ini saya melihat sebuah friksi yg demikian tajam antar masyarakat yg bermuara pada kasus penghinaan agama.

Andai dari awal pemerintah bersikap sama dengan yg dilakukan pada penghina agama seperti yg pernah diadili , maka sebenarnya tidak akan terjadi seberlarut -larut hingga sekarang.

Muatan kepentingan yg demikian luar biasa menginginkan Ahok menjadi Gubernur DKI, membuat sikap pemerintah baik yg terlihat dari sikap polisi atau pun penegak hukum seperri kejaksaan, terlihat bak telanjang mempertontonkan HUKUM seolah hanya milik penguasa dan mereka yg ada dalam lingkar kekuasaan. 

Tak pelak kebencian bercampur kekecewaan rakyat, umat Islam khususnya, kepada penguasa memunculkan ghirah pada setiap hati umat, tanpa pandang dari aliran atau golongan manapun. Islam Bersatu! Itulah kristalisasi yg terjadi .

Dan kekuatan Islam bersatu itu telah terbukti ampuh meluluhluntahkan ambisi pemilik modal dj Jakarta, hingga uang, sembako, intimidasi, media dan apapun tak bisa MEMBELI SUARA RAKYAT.

Mungkin tak hanya Anies -Sandi beserta partai pendukungnya , yg terlonjak kaget melihat kemengan fenomenal pada Pilkada DKI, tetapi dunia pun ikut terbengong atas kekuatan Islam Bersatu! 

Hasil Pilkada DKI adalah "pesan awal" pada penguasa dan siapun pemilik modal serta pengatur konspirasi. " Hai Kalian boleh atur dunia , lewat Makar Allah kami yg atur demokrasi di Indonesia," ! 

Kawan perjuangan kita tinggal dua hari lagi, tanggal 9 adalah puncak keputusan bagi masa depan Islam di Indonesia . Mari kia kawal sidang terakhir kasus penistaan agama. Andai hukum tidak berpihak pada kita, mari kita menangis bersama sambil menunggu arahan ulama kita, dan bila ternyata si terdakwa dihukum penjara, mari gelar sajadah kita , tak hanya di tempat sidang tapi di masjid-masjid, di surau -surau , di balik dinding rumah kita dan dimana pun kita berada, utk berterimkasih pada Allah denga bersujud syukur.

ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR
Komenta

Tidak ada komentar: