Selasa, 12 Januari 2016

Kenangan Si Anak Kecil di Masjidil Haram

Subuh itu saya melakukan thawaf di ring tingkat dua yang di buat sementara untuk membantu jamaah thawaf di di masjidil haram yang sementara dilakukan perbaikan/perluasan.  Selesai thawaf dan shalat sunnat witir sebagai penutup shalat, saya duduk menunggu adzan subuh berkumandang.  Saya duduk di shaf kedua di ring tingkat dua tersebut tetapi saya masih bisa melihat bangunan Ka'bah dengan jelas karena dinding ring terbuat dari bahan yang bisa tembus pandang.

Di shaf pertama terlihat jamaah yang bisa saya tebak berasal dari etnis timur tengah yang terlihat dari baju yang dikenakannya dan juga sedikit perawakan badannya.  Terlihat juga ada anak kecil yang sedang tertidur pulas di depan mereka.  Saya perkiraan umurnya antara 3 - 5 tahun. Sebuah kebanggaan tersendiri ketika beribadah umroh bisa mengajak anak-anak kita, sebagai proses penanaman aqidah kepada anak-anak kita, melalui praktek ibadah secara langsung, apalagi ini di tanah suci Mekkah.  Selama di sana saya berdoa semoga Allah swt mengizinkan saya beserta keluarga, anak-anak saya untuk berkunjung kembali ke tanah suci-Nya untuk beribadah bersama.



Adzan subuh pun berkumandang dengan merdunya.  Jama'ah pun, selepas adzan mengatur shaf untuk sholat sunnat sebelum sholat subuh. Selesai sholat sunnah, sambil menunggu iqomah shalat sunnah kadang diantara jamaah berdiri sambil melihat suasana di bawah di sekitar Ka'bah ada juga yang berdoa.  Kemudian terdengar suara batuk dari anak kecil yang sedang tidur tadi.  Saya berfikir dia kedinginan, tidur tanpa alas dan di tempat terbuka, sementara musim dingin sedang melanda daerah Arab (di Madinah sempat mencapai 13 derajat Celcius di subuh hari, teman saya yang berangkat belakangan bahkan mencapai 5 derajat Celcius. Mekkah karena posisinya di bumi agak lebih hangat dibandingkan Madinah). Si anak kecil sambil batuk kemudian merubah posisi tidurnya. Karena akan mengganggu shaf jamaah  orangtua si anak pun membetulkan posisinya.  Setelah itu kelihatan dia tertidur pulas lagi, sempat batuk lagi tapi kemudian berhenti dan tidur lagi.

Kurang lebih 10 menit dari kejadian batuk si anak iqomah pun terdengar (di Madinah dan Mekkah jarak adzan dan iqomah agak lebih lama dibandingkan di tempat saya, yang biasa mempergunakan jam pengatur waktu yang hanya 10 menit). Tetapi yang luar biasa adalah ketika iqomah terdengar dan sementara kita mengatur shaf jamaah, si anak kecil ini bangun secara otomatis dan berdiri memposisikan di antara shaf jamaah untuk sholat subuh! Masya Allah.

Selesai sholat subuh, kita dzikir/berdoa dan menunggu panggilan sholat jenazah. Sebagian jamaah ada juga yang bergerak keluar dari shaf entah kemana! Selesai sholat jenazah, barulah shaf bubar jalan.  Yang di shaf pertama di ring atas mereka rata-rata merapat ke pagar untuk melihat situasi di bawah melihat orang berebut menggapai dinding Ka'bah dan Hajar Aswad.  Waktu itu saya ingin mengabadikan momen itu melalui kamera handphone saya. Karena posisi saya di shaf ke dua atau di belakang orang-orang yang sudah berdiri di pagar ring, saya pun hanya mencoba mengambil gambar dari sela-sela kaki mereka.  Ternyata apa yang saya lakukan rupanya menarik perhatian si anak kecil tadi yang berada di samping saya. Dia pun melihat ke layar kamera handphone saya, karena saya posisinya jongkok sehingga mudah bagi dia untuk melihatnya.  Tetapi kemudian si anak kecil tadi mencolek bapaknya untuk memberikan ruang kepada saya untuk saya bisa berdiri di pinggir pagar dan mengabadikan suasana Ka'bah ketika itu.  Sang Bapak anak kecil tadi dengan serta merta memberikan ruang kepada saya untuk itu. Setelah satu dua kali jepret, saya pun mundur tahu diri kembali memberikan tempatnya kepada mereka. Si Anak kecil itu tersenyum, begitu pun saya. Saya pun usap-usap kepalanya sambil mengucapkan terima kasih kepada Bapaknya. Sayang saya tidak sempat ambil gambar anak kecil itu.  Wajahnya lucu, bersih, putih berhidung mancung khas keturunan Arab.  Semoga Allah swt menjadikan engkau menjadi anak yang sholeh, walau saya tidak pernah berjumpa lagi dengan mu, wahai anak kecil!

Tidak ada komentar: