Sabtu, 25 Oktober 2014

Balada sang stabilo

Berawal dari peran sang stabilo yang berwarna-warni sehingga bola liar lari kemana-mana tak terkendali. Berkah untuk sang pengamat yang pandai mengamati dan mengkomentari yang diwadahi media baik tulis dan non tulis, media elektronik dan non elektronik, media online dan non online, media indonesia dan non indonesia, yang justru meracuni para pemirsa dan pembaca.

Katanya sifatnya rahasia, hanya untuk dia dan Tuhannya saja yang tahu. tapi kemudian muncul sang angka keramat, yaitu angka delapan (8). Mungkin anda tidak sependapat bahwa angka delapan adalah keramat. yaaa...silahkeun saja, yang jelas angka delapan itu diwanti-wanti untuk tidak dipergunakan dalam kontes Idol ke depannya. (loh kok?)

tapi kemudian e-e-e-e-e-e-e.........setelah angka delapan muncul pula, deretan huruf yang menggambarkan sosok seseorang, yang perkasa, yang gemulai, yang justru jadi sorotan orang yang menyorotnya. (loh opo iki?) boleh jadi kemudian angka delapan tidak keramat lagi karena sudah terangkai dengan huruf-huruf dalam bentuk sosok-sosok yang tentunya akan menjadi sorotan seluruh masyarakat indonesia dan non indonesia, yang tua dan non tua, yang kaya dan non kaya, yang pelajar dan non pelajar, yang di barat dan non di barat, yang di timur dan non di timur.

Ujung-ujungnya sebenarnya, saya ingin mendengar tertawaan dan tertiwian yang mengekeh-ngekeh akan kejadian ini. hhhhmmmmm.....balada sang stabilo merah, stabilo kuning tapi tidak ada stabilo .......pink!!!

Tidak ada komentar: