Senin, 27 April 2015

Apakah anda JUJUR?

Trima kasih untuk pak Rachmat Santosa (teman yang sudah lama tidak bertemu. pensiunan dosen di perguruan tinggi negeri yang terkenal di Makassar. Pindah tempat tinggal ke pedesaan, di mana desa tersebut biasa saya lewati ketika saya bertugas ke pulau Tanakeke di Takalar) atas makan siangnya. Menu yang luar biasa, ada kepiting, ikan bakar, kerang rebus, plus sayur bernuansa udang putih. tidak lupa makanan dan minuman penutup berupa langsat dan kopi manis! Beuuu....maknyous pisan euy!

Lebih dari itu, saya pun mengambil pelajaran dari hasil obrolan kita. Salah satunya adalah yang terutama ketika Bapak men-tes calon manager lulusan pariwisata untuk menjadi manager cafe yang Bapak punya, yaitu : "Apakah anda sholat?" yang dijawab oleh calon manager, " Iya!" tetapi ternyata kemudian dia menggelapkan uang dan properti cafe dengan cara yang kasar sekali!!

Saya tahu, bapak sedang mencari seseorang yang jujur dengan pertanyaan tadi. Sebuah proses yang luar biasa dan saya acungkan dua jempol. Karena boleh jadi, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan banyak juga orang yang jujur tapi tidak melaksanakan sholat, walau dia seorang muslim. tetapi Bapak menginginkan jujur yang paripurna yang berangkat dari nilai spiritual orang tersebut. sehingga nantinya usaha yang dilakukan bersama dengan orang-orang yang menggantungkan kepada Maha Pemberi Rizki memberikan keberkahan dari dan bagi semuanya.

Hanya, memang jujur tidak bisa digantungkan kepada lidah yang tidak bertulang. terlepas dari jujur yang digantungkan kepada akhlak hablum minalah yang tercermin kepada hablim minannas atau jujur karena moral akan sesama manusia. Jujur adalah sebuah karakter (dan boleh jadi ada klasifikasinya), sehingga dalam hal tertentu memerlukan sebuah proses untuk mengetahuinya!

Sukses selalu Pak! (saya pun ingin nebeng sukses don, Pak!) Jazakallahu Khoiron Katsiron

============



Kejujuran adalah salah satu akhlak mulia. Dalam bahasa arab, ia disebut dengan shidq, yaitu benar, sesuatu sesuai dengan kenyataannya, baik berupa perkataan, sikap atau pun perbuatan. Shidq memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa. Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga." (HR. Al-Bukhari)

Beliau saw juga bersabda, "Empat hal, apabila ada padamu, niscaya harta duniawi yang lepas darimu tidak akan membuatmu rugi, yaitu : memelihara amanah, tutur kata yang benar, akhlak yang baik dan bersih dari tamak." (HR. Ahmad)

Rasulullah saw bersabda, "Tunaikanlah amanah pada orang yang memberikan amanah kepadamu, dan janganlah mengkhianati orang yang mengkhianatimu." (HR. Abu Dawud dari Mahak Al-Makki)

Di Hadits lain dikatakan bahwa salah satu ciri dari orang yang menafik itu adalah berkhianat ketika diberi amanah.

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw pernah berdoa, "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lapar, karena lapar merupakan pendamping yang paling buruk. Aku juga berlindung kepada-Mu dari sifat khianat (yaitu tidak menunaikan amanat Allah dan manusia), karena khianat merupakan perangai yang paling buruk." (HR. Abu Dawud)



============



"Bacalah Kitab (Al-Quran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (Shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut (29) : 45)

Ibnu Mas'ud ra berkata, Nabi saw bersabda, "Shalat tidak bermakna bagi orang yang tidak mentaati shalat, dan mentaati shalat adalah mencegah dari perbuatan yang dilarang dan keji." (HR. At-Thabrani)

Tidak ada komentar: