Selasa, 07 April 2015

syukur

Di dalam al- Quran surat al-kautsar (surat yang insya Allah, semuanya sudah hapal karena surat ini adalah termasuk salah satu surat yang pendek bahkan ada yang mengatakan paling pendek yang ada dalam al-Quran karena hanya berisi 3 ayat saja dan itu pun terbilang ayat-ayat yang pendek. Jadi sangat disayangkan kalau kita mengaku sebagai orang islam surat ini pun yang terbilang pendek dengan ayat-ayat yang pendek pula kita tidak hapal). ayat yang pertama, Allah berfirman : innaa 'athoinaa kal kaustar yang artinya Sungguh, Kami telah memberi kamu nikmat yang banyak.

Nikmat adalah karunia dari Allah swt bagi kita dalam menjalani kehidupan ini. dikatakan Allah swt bahwa nikmat yang diberikan dikatakan banyak!!! pertanyaannya banyak itu berapa? 10?, 100?, 1.000?, 1.000.000?, 1.000.000.000? kalau kita beri permen ke anak-anak 10 biji, tentu perasaannya menyatakan bahwa itu banyak. tetapi semakin beranjak remaja, sudah berkembang, tentu mengatakan bahwa sepuluh itu sedikit, 100 atau 1000 itu banyak. semakin dewasa akan semakin menyatakan bahwa 1000.000 itu sedikit, 1 milyar itu sedikit. apalagi dihubungkan dengan nafsu untuk memiliki berapa pun itu akan merasa sedikit. Rasulullah saw menyatakan bahwa jika manusia sudah mempunyai satu gunung emas, maka dia pun akan mencari lagi gunung emas yang kedua.

Jadi apa yang disebut dengan banyak di ayat tersebut. dalam bahasa kata banyak adalah termasuk kata jamak, sesuatu yang tidak bisa diukur. kalau begitu kalau kita coba menuliskan nikmak-nikmat Allah swt niscaya kita tidak akan mampu untuk menuliskannya. Allah swt sendiri menggambarkan dalam al-quran tentang kata banyak. "dan seandainya pohon-pohon di bumi dijadikan pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana" Masya Allah! Kalau dunia dengan kenikmatan yang begitu sangat-sangat banyak kenikmatan, sebenarnya itu pun hanyalah secuil kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia untuk dinikmati di dunia ini. Kenikmatan yang lebih, lebih buanyak lagi dibandingkan di dunia ini yang sudah sedemikian sangat-sangat buanyak bagi manusia adalah di akherat kelak. Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah dunia ini di akherat melainkan seperti jika salah seorang di antara kalian memasukkan jari-jarinya di laut. Maka hendaklah dia melihat apa yang melekat ketika dia menariknya kembali! (Musnad Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dari hadits Al-Mustaurid bin Syaddad dalam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)


Subhanallah! Nikmat dunia yang sudah sedemikian banyaknya Allah swt berikan kepada kita, dan bahkan itu pun tidak bisa kita nikmati semuanya ternyata kenikmatan di dunia itu hanyalah secuil yang tidak ada artinya dibandingkan kenikmatan di akherat kelak, yang boleh jadi akan bisa kita nikmati semuanya. Masya Allah, astaghfirullahal'adzim.

Jadi setelah kita tahu akan nikmat yang begitu suangat banyak diberikan Allah swt di dunia dan juga akan diberikan berjuta-juta kali di akherat kelak kepada kita, apakah pantas sekiranya kita menikmati nikmat dunia tersebut tanpa mensyukurinya. jika hal demikian tentu kita adalah makhluk yang tidak tahu berterima kasih, makhluk yang kurang ajar akan kebaikan yang diberikan oleh pemberi bahkan Maha Pemberi bahkan tidak mau menuruti apa yang diminta oleh Yang Maha Pemberi kepada kita manusia. yang sewajarnya kalau begitu Yang Maha Pemberi akan marah dan tidak akan memberikan lagi nikmat yang lebih besar lagi di akherat kelak.

"Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa bersyukur kepada Allah swt, yang mampu memanfaatkan segala nikmat yang Allah swt berikan kepada kita dengan cara menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin"

Tidak ada komentar: