Kamis, 30 April 2015

di May Day kini, ada apa?

May day dimana-mana. Demo. Bikin macet. Tuntutan khususnya ke Pemerintah sebagai operator kebijakan bernegara. Untung-untung tidak anarkis atau merusak apa yang ada di jalan yang dilalui. Bagi saya semuanya itu adalah suatu yang sudah biasa.

Yang luar biasa, dalam gegap gempitanya May day yang sudah diberikan tanggal merah oleh Pemerintah yang berarti Hari Libur bagi Pegawai dan tahun ini bertepatan dengan hari Jum'at, yang biasanya hari jum'at selalu ada yang tiba-tiba memperoleh perhatian nasional sehingga dikatakan jum'at keramat, adalah penangkapan Anis Baswedan oleh Polisi. Anis Baswedan adalah salah seorang penyidik KPK, yang ditangkap dengan tuduhan menganiaya seorang tersangka pencurian sarang burung walet ketika Anis Baswedan menjadi Polisi beberapa tahun yang lalu.

Kalau tidak salah kasus Anis Baswedan ini sudah pernah muncul ke permukaan bahkan waktu itu beberapa orang polisi datang ke kantor KPK untuk menangkap Anis Baswedan. Hanya kasusnya menjadi berhenti karena campur tangan pak SBY sebagai presiden waktu itu. Tetapi campur tangan pak SBY bukan karena kasus Anis Baswedannya, tetapi munculnya pergesekan antara dua lembaga yaitu KPK dan POLRI.

Bagi saya, kasus ini apalagi setelah mendengarkan wawancara kru televisi dengan Ka Bareskim POLRI, pak Budi Waseso, adalah sesuatu yang wajar maksudnya seseorang yang bersalah harus dihukum karena kesalahannya. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah tindakan polisi yang menyangkut tersangka pencurian (yang kemudian meninggal) kemudian diusut oleh Polisi sendiri. Kemudian ketika kasus ini sudah dihentikan oleh pak SBY kemudian muncul lagi saat ini. Logika saya bahwa apa yang dilakukan oleh pak SBY sifatnya sementara apalagi waktu itu berhubungan dengan gesekan antara KPK dan POLRI. Artinya kalau pergesekan itu sudah tidak ada maka kasusnya bisa diangkat lagi.

Hanya, belum lama ini gesekan antara KPK dan POLRI pun seolah muncul lagi ketika kasus pak Budi Gunawan muncul ke permukaan. Hingga pergesekan ini mengundang pak Jokowi sebagai presiden sekarang untuk turun terlibat menyelesaikan masalah tersebut. Apakah kasus Anis Baswedan ini merupakan lanjutan dari pergesekan itu atau bukan. Saya kira tidak juga, karena KPK dan POLRI kelihatannya sudah baikan. Namun sebagai orang awam, saya kurang mengerti saja kenapa muncul seperti ini lagi, dimana kita sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi.

Yaaahhhh....mudah-mudah semuanya menjadi lebih jelas dan membuka mata semua orang, sehingga penegakan hukum yang luar biasa yang berhubungan dengan korupsi bisa berjalan terus, tidak terhambat sedikit pun. #saveKPK dan #savePOLRI.

Tidak ada komentar: