Selasa, 22 September 2015

TIMUR, FITNAH, NAJED/IRAQ, TANDUK SYEITAN!!

Nabi shollallahu 'alaihi wa alihi was salam bersabda "Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana." sambil menunjuk ke arah timur (Najed) (HR Muslim).

Nabi shollallahu 'alaihi wa alihi was salam berdoa, "Ya Allah, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman," para sahabat berkata; "dan dari Najed, wahai Rasulullah?" beliau berdoa, "Ya Allah, berikanlah kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau shollallahu 'alaihi wa alihi was salam bersabda, "Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syeitan." dalam riwayat lain dua tanduk syeitan.

dari jalur Isma'il bin Mas'ud: menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Abdullah bin Aun dari ayahnya dari Nafi' dari Ibnu Umar radhiallahu anhum dengan lafazh, "Ya Allah berkahilah kami dalam Syam kami, ya Allah berkahilah kami dalam Yaman kami." Beliau mengulanginya beberapa kali. Pada ketiga atau keempat kalinya, para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah! dalam Iraq kami? Beliau menjawab, "Sesungguhnya di sana terdapat kegoncangan dan fitnah dan di sana pula muncul tanduk syeitan." (Sanad hadits ini bagus, Ubaidulah adalah seorang yang dikenal haditsnya, sebagaimana kata Imam Bukhari dalam at-Tarikh al-Kabir 5/388/1247. Ibnu Abi Hatim Rohimahullah berkata dalam al-Jarh wa at-Ta'dil 5/322 dari ayahnya, "Shalih (bagus) haditsnya."

dari jalur Taubah al-'Anbari dari Salim bin Abdullah bin Umar dari ayahnya dengan lafazh, "Ya Allah, berkahilah kami dalam Makkah kami, Ya Allah, berkahilah kami dalam Madinah kami. Ya Allah, berkahilah kami dalam Syam kami. Ya Allah, berkahilah kami dalam sha' kami dan berkahilah kami dalam mudd kami. Seorang bertanya, "Wahai Rasulullah! dalam Iraq kami." Lalu Nabi shollallahu 'alaihi wa alihi was salam berpaling darinya dan mengulangi tiga kali, orang tersebut tetap saja mengatakan, "Dalam Iraq kami." Nabi shollallahu 'alaihi wa alihi was salam berpaling darinya seraya bersabda, "Di sanalah kegoncangan dan fitnah dan di sana pula muncul tanduk syeitan." (Sanad Hadits ini shahih, sesuai syarat Bukhari Muslim)

Imam Muslim dalam shahihnya 2905 meriwayatkan dari Ibnul Fudhail dari ayahnya, dia berkata: Saya mendengar ayahku Salim bin Abdullah bin Umar berkata, "Wahai penduduk Iraq! Alangkah seringnya kalian bertanya tentang masalah-masalah sepele dan alangkah beraninya kalian menerjang dosa besar! Saya mendengar ayahku Abdullah bin Umar Rodhiallahu 'anhuma mengatakan: Saya mendengar Rasulullah shollallahu 'alaihi wa alihi was salam bersabda, "Sesungguhnya fitnah datangnya dari arah sini, beliau sambil mengarahkan tangannya ke arah timur, dari situlah munculnya tanduk syeitan...." (Riwayat ini sangat jelas menunjukkan bahwa maksud "arah timur" adalah Iraq sebagaimana dipahami oleh Salim bin Abdullah bin Umar.)

Al-Khaththabi rahimahullah berkata dalam I'lam Sunan 2/1274: "Nejed: Arah Timur. Bagi penduduk kota Madinah, nejednya adalah Iraq dan sekitarnya. Asli makna 'Nejed' adalah setiap tanah yang tinggi, lawan kata dari 'Ghaur' yaitu setiap tanah yang rendah seperti Tihamah dan Makkah. Fitnah itu muncul dari arh timur dan dari arah itu pula keluar Ya'juj dan Ma'juj serta Dajjal sebagimana diriwayatkan dalam banyak hadits."

Sejarah dan Fakta Sejarah dan Fakta lapangan membuktikan kebenaran hadits Nabi shollallahu 'alaihi wa alihi was salam di atas tanah Iraq adalah sumber fitnah (Oleh karenanya, para ulama menjadikannya hadits ini sebagai tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa alihi was salam) baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, seperti keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, perang Jamal, perang Shiffin, fitnah Karbala, tragedi Tartar. Demikian pula munculnya kelompok-kelompok sesat seperti Khawarij yang muncul di kota Harura' kota dekat kota Kufah, Rafidhah (hingga sekarang masih kuat), Mu'tazilah, Jahmiyyah, dan Qodariyyah, di mana awal kemunculan mereka adalah di Iraq sebagaimana dalam hadits pertama shahih Muslim.

Ibnu Abdl Barr Rahimahullah berkata dalam al-Istidzkar 27/248: "Rasulullah shollallahu 'alaihi wa alihi was salam mengabarkan tentang datangnya fitnah dari arah timur, dan memang benar secara nyata bahwa kebanyakan fitnah muncul dari timur dan terjadi di sana, seperti perang jamal, perang Shiffin, terbunuhnya Husain, dan sebagainya dari fitnah yang terjadi di Iraq dan Khurasan semenjak dahulu hingga sekarang yang sangat panjang kalau mau diuraikan. Memang fitnah terjadi di setiap penjuru kota Islam namun terjadinya dari arah timur jauh lebih banyak."

Syaikh Mahmud Syukri al-Alusi al-Iraqi rohimahullah berkata dalam Ghayatul Amani 2/180: "Tak aneh, Iraq memang pusat fitnah dan musibah. Penduduk Islam di sana selalu dihantam fitnah satu demi satu. Tidak samar lagi bagi kita fitnah ahli Harura (kelompok Khawarij, pen) yang mencemarkan Islam, fitnah Jahmiyyah -yang banyak dikafirkan oleh mayoritas ulama salaf- juga muncul dan berkembang di Iraq, fitnah Mu'tazillah dan ucapan mereka terhadap Hasan Bashri rohimahullah serta lima pokok ajaran mereka yang bersebrangan dengan paham Ahli Sunnah begitu masyruh, fitnah ahli bid'ah kaum sufi yang menggugurkan beban perintah dan larangan yang berkembang di Bashrah, dn fitnah kaum Rafidhah dan Syi'ah serta perbuatan Ghuluw (berlebihan) mereka terhadap ahli bait, ucapan kotor terhadap Ali bin Abi Thalib serta celaan pembesar para sahabat juga sangat populer."

(Disarikan dari Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as Sidawi)

======

cuplikan di atas muncul karena adanya berita ini :http://www.syiahindonesia.com/2015/09/kebijakan-baru-syiah-irak-tidak-ada-tempat-bagi-sunni.html

=====

sebagai tambahan :http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/apakah-iran-adalah-anak-buah-yahudi.htm#.VgJDXtKqqko ((Apakah Iran Adalah Anak Buah Yahudi? Dan Dimanakah Letak Khurasan?))

Tidak ada komentar: