Selasa, 01 September 2015

Umar Bin Al-Khathab, Al-Faruq!

Umar bin Al-Khathab yang bernama lengkap Umar bin al-Khathab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riyah bin ‘Abdillah bin Qurth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Firh (Al-Firh ini tidak lain adalah Quraisy), dijuluki juga Al-Faruq. Walau bukan orang yang pertama-tama masuk Islam seperti Abu Bakar ash-Shoddiq dan Ali bin Abi Thalib ra bahkan pernah ikut menyiksa kaum muslimin ketika itu hingga akan membunuh Rasulullah saw sendiri, tetapi dalam sepak terjang ketika sudah masuk Islam memberikan arti tersendiri dan coretan tinta emas dalam sejarah Islam. Apalagi secara khusus Rasulullah saw memohon doa kepada Allah swt akan ke-Islam-an Umar bin Al-Khathab untuk kemuliaan Islam. “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan orang yang paling Engkau cintai dari kedua orang ini, dengan Abu Jahl bin Hisyam atau dengan Umar bin Al-Khathab.” (HR. Tirmidzi)

Point penting diawal Umar bin Al-Khathab ra dalam pelukan Islam seperti yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud ra, “Posisi kami menjadi kuat sejak Umar bin Al-Khathab masuk Islam. Anda telah melihat kami tidak dapat melakukan thawaf dan shalat di Ka’bah hingga Umar bin Al-Khathab masuk Islam. Tatkala ia masuk Islam, ia memerangi mereka (orang-orang musyrik Quraisy) dan akhirnya mereka membiarkan kami menunaikan shalat dan tawaf.” (HR Ahmad). Begitu pula seperti yang diceritakan Shihaib bin Sinan ra, “Tatkala Umar bin Al-Khathab masuk Islam, ia menampakkan ke-Islam-annya dan mengajak untuk berdakwah secara terbuka. Kami duduk di sekitar Ka’bah dengan membentuk halaqah, melakukan thawaf di Ka’bah, dan berjalan dengan membentuk barisan menghadapi orang yang berlaku kasar kepada kami.” (Ath-Thabaqat Al-Kubra, 3/209 dan Shafwah Ash-Shafwah, 1/274. Dalam Muhammad Ash-Shalabi) Sehingga seorang penyair mengungkapkannya dalam bait-bait syair (Nuniyah Al-Qahthani, hal 22 dalam Muhammad Ash-Shalabi) :

Adalah Al-Faruq yang telah memisahkan dengan pedang antara kekufuran dan keimanan.
Ia tampakkan Islam setelah sebelumnya sembunyi-sembunyi.
Ia hapus kegelapan dan ia tampakkan dakwah Islam yang sebelumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.


==bersambung

Tidak ada komentar: